menceritakan tentang perjodohan seorang ceo dingin dengan gadis cantik anak tunggal di keluarga kaya raya, yaitu sahabat papanya sendiri. mampukah mereka menyatuhkan cinta mereka meskipun memiliki sifat yang sangat berbeda dari keduanya??
ini karya pertama ku,, 😊😊
maaf typo bertebaran guys
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fajra Ichi Ocha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22
Pagi ini seperti pagi kemarin, Rya kini tengah di sibukan dengan membuatkan kopi untuk Mahendra dan juga mengoleskan selai di atas roti Mahendra untuk sarapan pagi sang suami.
"Bagaimana kelas memasak mu? apakah sudah ada yang bisa kau lakukan selain mengoles selai pada roti?" Tanya Mahendra sedikit mencibir
"Mulai lagi." batin Rya
"Aku baru mengikutinya sehari, mana mungkin bisa pintar secepat itu." jawab Rya dengan tatapan sinisnya
"Itulah perbedaan manusia yang mempunyai otak manusia, dan manusia yang mempunyai otak keledai." ujar Mahendra sambil sedikit memperlihatkan senyum khas mengejeknya.
"Apa maksud dari ucapan mu itu?" Rua yang mulai emosi
"Aku tidak bermaksud apa-apa, aku hanya berbicara saja, kalau kau tersinggung pun aku tidak peduli." ucap Mahendra di akhiri dengan senyum devilnya
"Dasar tidak jelas." ucap Rya yang hanya mendapati senyuman dari Mahendra
Mahendra yakin bahwa Rya sedang kesal atas ucapannya, mencibir dan membuat Rya kesal adalah hobi baru Mahendra, Ia sangat senang jika melihat Rya yang mulai emosi.
"Aku akan mengantar mu dan menjemput mu sore nanti, jadi kau tidak perlu membawa mobil mu." ucap Mahendra kemudian
"Untuk apa? aku bisa pergi sendiri, tidak perlu repot-repot." jawab Rya
"Apa kau lupa sore nanti kita harus pergi ke mansion ayah ku dan menginap di sana." ujar Mahendra yang mengingatkan Rya
"Astaga aku lupa, aku pergi ke kampus dengan memesan taksi online saja, sore nanti kau baru menjemput ku." jawab Rya yang ingin menghindari Mahendra karena tidak ingin berdebat dan di cibir Mahendra lagi
Rya harus meminimalisirkan waktu bersama Mahendra dengan cara menghindari Mahendra dan berhadapan bila Rya merasa tidak bisa menghindar
sebagai contoh sekarang ini Rya hanya mau di jemput Mahendra sore nanti karena ia harus terlihat menjadi istri yang penurut dan selalu berada di samping sang suami, namun Ia tak ingin di antar oleh Mahendra pagi ini karena tidak ada tujuan lain selain kampus dan tak ada yang harus Ia takuti dan tak ingin berlama-lama berduaan dengan Mahendra yang hanya akan membuatnya emosi.
"Yah sudah kalau tidak mau." ucap Mahendra acuh tak acuh
Mahendra yang sudah selesai sarapan langsung saja berangkat ke kantornya di susul dengan Rya yang kini telah selesai dengan kegiatannya dan taksi online yang ia pesan telah tiba menjemputnya.
Seperti kemarin kegiatan Rya hari ini juga adalah menngikuti mata kuliah dan menghadiri kelas memasak yang telah di daftarkan Mahendra untuk Rya ikuti
dan tak terasa kini Rya tengah mengikuti kelas memasak yang sebentar lagi akan berakhir, hari ini di kelas memasak Rya mulai mempelajari tentang cara membuat hidangan hidangan ringan dan Rya sangat antusias dengan itu, Rya ingin cepat mempelajari cara memasak agar tidak di katai keledai oleh Mahendra yang terus saja mengejeknya.
Kelas memasak kini telah berakhir dan Rya kini tengah menunggu jemputan sang suami yang sangat menjekelkannya itu.
Tak lama datanglah mobil mewah yang membunyikan klakson menyuruh Rya untuk segera naik, siapa lagi kalau bukan Mahendra yang menjemput sang istri untuk bersama sama mengunjungi ayahnya.
Mahendra pun kini tengah menyetir membelah jalan raya dengan kecepatan sedang karena tidak ingin memburu waktu.
" Apa kau bisa berakting menjadi istri yang baik?" Mahendra yang membuka suara untuk menghindari keheningan
"Tentu saja bisa." jawab singkat Rya
"Kalau begitu aku akan bertanya untuk menguji mu, apa yang harus kau lakukan saat kita makan di depan ayah ku nanti?" Tanya Mahendra
"Yahh tentu saja makan, memangnya apa lagi? apa kau ingin menari dulu sebelum makan?" jawab Rya yang heran atas pertanyaan Mahendra
"Dasar otak keledai, maksud ku sebelum makan tindakan apa yang biasa di lakukan oleh istri yang baik?" tanya Mahendra lagi
Rya nampak berpikir namun tidak tau apa jawaban dari pertanyaan Mahendra yang sepertinya tidak tersambung dengan otak Rya.
Namun sedetik kemudian Rya mulai mencerna bahwa Mahendra baru saja mengatainya Keledai
"Yah kalau aku tidak tau yahh berarti aku tidak tau, jangan menyamakan ku dengan keledai, kau pikir otak ku hanya ku gunakan untuk menjawab pertanyaan konyol mu itu." jawab Rya dengan emosi
"Kalau bukan keledai yah sebutan apa lagi untuk orang yang berpikiran dangkal seperti mu, bahkan sesuatu yang anak SD saja tau namun kau sama sekali tidak tau." ujar Mahendra yang masih mengejek Rya
Rya yang kesal terlihat diam saja tidak ingin membuka suara lagi karena hanya akan membuang energinya yang sudah sedikit terkuras.
Diam adalah cara Rya menghindari ejekan dan kata-kata pedas dari Mahendra
Merekapun telah tiba di mansion ayah Dion.
"Jawabannya kau harus menyendokan nasi di piring ku dan tidak lupa menhambil lauk juga, itu adalah jawaban dari pertanyaanku tadi." Ucap Mahendra sebelum turun dari mobil, dan tidak memdapat jawaban dari Rya
"Apa kau dengar ucapan ku?" Tanya Mahendra karena tidak mendapat respon dari Rya
"Iya iya aku dengar, puas?" jawab Rya dan langsung berlalu keluar dari dalam mobil meninggalkan Mahendra sendiri.
Mahendra langsung menyusul Rya keluar dari dalam mobil menarik tangan Rya dan ia taruh di lengannya agar mereka nampak seperti pasangan romantis di depan ayahnya nanti.
Rya yang paham tidak mempertanyakan sikap Mahendra
Mereka pun masuk ke dalam Mansion dan menemui Ayahnya.
"Ayah." panggil Mahendra setelah melihat Ayahnya yang tengah duduk sendiri di kursi santainya
"Kalian sudah sampai." ucap Ayah dion dengan bahagia sambil memeluk putra dan juga menyalami istri dari putranya itu.
"Ayah sudah lama menunggu kedatangan kalian, ayah pikir kalian tidak jadi datang." ucap ayah Dion
"Tentu saja kami datang yah, iya kan sayang?" jawab Dion yang berpura-pura sambil menanyakan Rya
"Wahh dia memang sangat pandai berakting." batin Rya
"Iyah tentu saja yah, dan maaf kami baru sempat datang sekarang." ucap Rya dengan senyumnya
"Berarti kalian juga belum mengunjungi papa Kusuma dan mama Bianca." Tanya ayah Dion lagi
"Belum yah." jawab Rya
"kalian juga harus mengunjungi mereka, Mahendra atur jadwal mu secepatnya untuk mengunjungi mereka." Perintah ayah Dion pada Mahendra.
"Baik yah, mahendra akan mengatur jadwal untuk berkunjung ke sana secepatnya." jawab Mahendra
"Wahh bila bicara dengan ayahnya ia seperti burung yang kehilangan sayapnya, Tidak ada bantahan sedikit pun yang keluar dari mulut Mahendra, sekejam apa ayah Dion ini yah sampai-sampai seorang Mahendra seperti ketakutan dan menuruti semua perintah ayahnya." batin Rya
"Ayo nak, silahkan duduk." ucap Ayah dion mempersilahkan mereka Berdua
****
**sekian untuk BAB ini..
jangan lupa likenya readers😊😊**