NovelToon NovelToon
Albern & Lily

Albern & Lily

Status: tamat
Genre:Komedi / Cintapertama / Contest / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 5
Nama Author: Tiwie Sizo

Jangan lupa follow IG Author : tiwie_sizo08

Albern menyimpan sebuah perasaan yang dalam pada Lily, gadis yang berusia jauh lebih muda darinya. Bertahun-tahun dia memendam perasaannya tanpa membiarkan hal itu diketahui oleh orang lain.
Sebaliknya, Lily yang juga menyukai Albern sejak lama adalah seorang gadis pemberani dan bersifat terbuka. Dia tak pernah menyembunyikan setiap hal yang dirasakannya, termasuk ketertarikannya pada Albern.
Bagaimanakah jadinya saat Albern yang kaku disandingkan dengan sosok ceria dan jahil seperti Lily?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiwie Sizo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Backstreet

Lily tampak asyik mengerjakan tugas kuliahnya, saat kemudian konsentrasinya terusik oleh nada dering dari ponselnya sendiri. Diliriknya nama yang tertera di layar ponsel, dan seketika wajah Lily berubah jadi semringah saat mengetahui Albern lah yang menelponnya.

Cepat-cepat gadis itu menyingkir buku-buku di hadapannya, lalu meraih ponselnya sembari menggeser tombol terima.

"Ya, Kak Al?" Suara Lily dibuat semanis mungkin saat menyapa Albern di seberang sana. Maklum, lelaki itu baru saja mendeklarasikan diri sebagai calon suaminya siang tadi.

"Sedang apa?" Tanya Albern setelah terdiam cukup lama. Agaknya lelaki itu sedikit kesulitan mencari bahan obrolan.

Lily tampak mengulum senyumnya.

"Sedang menjawab telpon dari Kak Al." Jawab Lily. Gadis itu kemudian terkikik geli tanpa bisa ditahan. Kelihatannya dia merasa lucu sendiri dengan kalimat yang baru saja dia ucapkan.

"Kedengarannya kamu sedang sangat senang." Albern mengomentari.

Tawa Lily mereda.

"Iya, senang. Soalnya sekarang aku sedang ditelpon calon suami masa depanku," ujar Lily sambil kembali mengulum senyum. Tuhan saja yang tahu ada berapa ribu bunga yang bermekaran di hatinya saat ini.

Lily tak tahu jika di seberang sana Albern juga sedang tersenyum dengan wajah merona. Gadis yang selama ini hanya bisa dia perhatikan diam-diam, kini telah menjadi kekasihnya. Rasanya benar-benar seperti mimpi. Mimpi yang menjadi kenyataan.

"Kamu tidak belajar?" tanya Albern kemudian, berusaha mengalihkan pembicaraan agar hatinya tak menjadi semakin berdebar.

"Belajar, kok. Kak Al menelpon sekarang juga sebenarnya aku sedang belajar."

"Jadi aku mengganggumu, ya? Kalau begitu aku hubungi nanti saja ...." Albern hendak memutus panggilan telponnya.

"Jangan, jangan! Aku sudah selesai, kok. Serius." Lily cepat-cepat menahan Albern agar tak mengakhiri percakapan mereka.

"Aku 'kan masih rindu sama Kak Al, " ujar Lily lagi dengan nada yang agak manja. Hampir saja Albern tersedak salivanya sendiri mendengar itu.

"Kak Al?"

"Eh, iya." Albern agak tergagap. Untung saja saat ini dia sedang berada sendirian di dalam ruang kerjanya, sehingga tak ada yang melihat ekspresinya saat ini. Albern Brylee yang selalu tampil mengagumkan di depan banyak orang, saat ini tengah tersipu karena gombalan seorang gadis yang berusia jauh dibawahnya. Jika sampai ada yang tahu, apa kata dunia?

"Kenapa Kak Al banyak diam? Aku salah bicara, ya?" Tanya Lily.

"Tidak, aku menghubungimu sambil memeriksa beberapa dokumen, jadi fokusku agak terbagi." Kilah Albern.

"Oh ...." Lily bergumam.

"Kalau begitu, aku yang mengganggu Kak Al," ujar Lily lagi, suaranya tidak terdengar sesenang sebelumnya.

"Tidak juga, sekarang sudah selesai." Berganti Albern yang tak mau Lily memutus sambungan telpon mereka.

Keduanya lalu sama-sama terdiam sejenak.

"Lily," panggil Albern kemudian.

"Ya?"

"Mama Papaku sudah tahu tentang hubungan kita." Albern memberitahu.

Seketika mata Lily membeliak sempurna.

"Apa?" tanyanya dengan setengah histeris.

"Mama Papa Kak Al tahu? Maksudnya Mama Zaya dan Paman Aaron?"

Albern tampak menautkan kedua alisnya.

"Memangnya aku punya Mama Papa yang lain?" tanyanya.

Lily tampak masih membekap mulutnya sendiri karena terkejut.

"Bagaimana bisa mereka tahu...?" Lily bergumam tanpa sadar. Dia memang senang bisa menjalin hubungan dengan Albern, tapi belum siap jika hubungan itu diketahui orang tua masing-masing, terutama orang tuanya sendiri. Entah akan semurka apa Papanya jika sampai tahu hal ini. Tempo hari saja Evan sangat marah hanya karena Albern mengantarnya pulang, lalu bagaimana jika dia tahu Lily menjalin hubungan dengan Albern. Apakah kiranya yang akan terjadi?

Lily tak sanggup membayangkannya. Yang jelas Evan pasti akan sangat marah pada Lily, dan Lily belum memikirkan cara seperti apa yang mesti ia gunakan untuk membujuk Papanya itu agar merestui hubungannya dengan Albern.

"Aku yang memberitahu mereka. Kenapa kamu terkejut begitu? Apa kamu tidak ingin hubungan kita diketahui orang lain?" Tanya Albern.

"Bukan, bukan begitu. Aku hanya belum siap. Kak Al tahu sendiri bagaimana Papaku..."

Albern terdiam beberapa saat. Mungkin dia memang agak terburu-buru mengekspos hubungan mereka. Bagaimana pun Lily pasti butuh waktu untuk itu, terutama untuk meyakinkan orang tua gadis itu sendiri.

"Maaf." Ujar Albern akhirnya.

"Aku tidak bermaksud membuatmu merasa gelisah. Aku akan pastikan Mama Papaku tidak memberitahu orang tuamu sebelum kamu memberitahu mereka sendiri." Tambah Albern lagi.

Dapat Albern dengar Lily menghela nafas lega.

"Kak Al tidak keberatan kita menjalin hubungan diam-diam dulu?" Tanya Lily meyakinkan.

"Tidak apa-apa, apapun itu selama kamu merasa nyaman, aku akan melakukannya."

Senyum Lily mengembang.

"Terima kasih, Kak Al manis," ujarnya dengan nada yang kembali menggoda.

Seketika Albern membeku. Bisa-bisanya Lily menyebutnya manis, harusnya 'kan gadis itu yang menjadi anak kucing manis, bukannya Albern.

Lily kembali mengulum senyumnya saat membayangkan seperti apa ekspresi Albern saat ini. Tapi kemudian dia terkejut saat Carissa tiba-tiba saja masuk ke dalam kamarnya tanpa permisi.

"Mama?" Gumam Lily, sesaat kemudian dia tersadar jika Albern masih diujung saluran telponnya.

"Kak Zi, sudah dulu, ya. Ada Mamaku, nanti aku telpon lagi." Lily memutus sambungan telpon tanpa menunggu jawaban dari Albern.

Carissa memperhatikan Lily yang tampak salah tingkah.

"Mama membuat kaget saja, kenapa masuk tidak ketuk pintu dulu?" Lily berusaha mengalihkan perhatian Mamanya itu. Tapi yang ada Carissa justru semakin lekat menatap Lily sambil agak menautkan kedua alisnya.

"Mama sudah ketuk pintu dari tadi, masa kamu tidak dengar. Mama kira kamu sudah tidur." Ujar Carissa.

'Iyakah? Kok aku tidak dengar?' Lily tampak tertegun.

"Mama mau kasih ini, Papamu dapat dari temannya. Katanya lebih bagus daripada yang selama ini kamu konsumsi." Carissa meletakkan sebotol vitamin di atas meja belajar Lily.

"Oh... terima kasih." Jawab Lily sambil tersenyum canggung.

Carissa masih menatap heran ke arah Lily. Ada yang aneh dari putrinya itu, tapi tidak tahu apa.

"Jangan lupa diminum setiap pagi, supaya kesehatanmu terjaga." Ujar Carissa lagi.

"Oke." Lily mengangkat jempolnya.

Carissa memperhatikan Lily sekali lagi, sebelum akhirnya membalik badan untuk keluar dari kamar putrinya itu.

"Jangan tidur terlalu malam." Ujar Carissa sambil menutup kembali pintu kamar Lily.

Lily mengiyakan sambil kembali tersenyum.

"Huufffftt...." Lily menghela nafas lega saat Carissa sudah tak ada lagi di kamarnya. Hampir saja ketahuan dia sedang berbicara dengan Albern melalui telpon.

Dipandanginya ponselnya sekali lagi, berharap setelah ini Albern kembali menghubunginya. Tapi setelah menunggu agak lama, lelaki tu tak menghubungi lagi. Mungkin ada yang harus dia kerjakan, mengingat lelaki itu memang sering bekerja hingga larut malam.

Lily pun akhirnya meletakkan ponsel itu dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ada begitu banyak yang terjadi hari ini, dan yang masih terasa seperti mimpi adalah pernyataan cinta Albern padanya. Lily masih tak percaya jika saat ini dia adalah kekasih Albern, lelaki yang telah ada di hatinya entah sejak kapan.

Perlahan tangan Lily terulur menyentuh pucuk kepalanya yang tadi siang diusap Albern. Haissh, gara-gara mandi tadi bekas usapan tangan Albern sudah tidak terasa lagi. Lily jadi agak kesal dibuatnya. Tapi kemudian senyum gadis itu kembali terbit. Binar matanya jelas memperlihatkan jika saat ini dia punya pemikiran yang agak berbeda.

"Kenapa mesti kesal, kalau bekasnya hilang 'kan tinggal minta diusap lagi sama Kak Al ...."

Bersambung...

Kikikikikikk 😂😂😂

Ga kebayang lah emak kalo punya anak gadis kayak Lily ini🤣🤣🤣🤣

Happy reading ❤️❤️❤️

1
NFC
wkwkwkkw
NFC
widiiiiihhh cari aliansi segala
Khoerun Nisa
pertemuan nya kurang greget tor lah cm ngobrol doang peluk dong cium sekalian
LENY
THE GREAT SCANDAL KOK GAK ADA THOR DI NOVELTOON. DI APLIKASI LAIN YA
LENY
KALAU CERITA YG INI BELUM BACA LANJUT
LENY
SUDAH BACA BAGUS
LENY
TERIMA KASIH AUTHOR SAYANG. CERITA YG SANGAT BAGUS MENYENTUH DAN HAPPY ENDING ❤👍👍
DITUNGGU KARYA SELANJUTNYA🙏
LENY
MANTAP DARREL LAKI2 BERTANGGUNG JAWAB DAN PUNTA HARGA DIRI 2 JEMPOL UNT DARREL. MAKANYA ZI DENGERIN DULU DIMINTA WAKTU 5 MENIT AJA GAK BISA NYEROCOS DGN PIKIRAN NEGATIF SENDIRI. GOOD DARREL ❤👍👍
LENY
YA THOR SETUJU JGN TERLALU VULGAR BAYANGIN AJA SENDIRI2 YG BACA 😂🤭
LENY
DUH TERHARU EVAN JGN KHAWATIR LILY GAK AKAN MELUPAKAN PAPANYA YG SANGAT BAIK😥
LENY
DARREL DAN ZOVANNA BENAR2 COCOK MEREKA SIKAPNYA DEWASA MANTAP
LENY
LILY GAK USAH TAKUT KL JODOH KALIAN PASTI AKAN BERSAMA. JAGA KOMITMEN UNTUK SALING SETIA DAN KEJAR CITA2 MU BIAR PANTAS MENDAMPINGI ALBERN. AL SETIA KOK JGN KHAWATIR. KL KALIAN SDH DITAKDIRKAN BERSAMA BERJODOH PASTI AKAN KETEMU 🙏👍SEMANGAT LILY RAIH CITA2MU.
LENY
BERPASANGAN DGN AL BIAR PANTES DAN SETARA GAK DIANGGAP REMEH ORANG🙏
LENY
BETUL CINTA BUTUH PENGORBANAN GAK APA2 BERJAUHAN ASAL DPT RESTU SETELAH ITU. KSN BISA SALING TELP DAN VIDEO CALL SETIAP HARI. JANGAN TERLALU CENGENG LILY. KAMU HRS BERJUANG BIAR PANTES BERPADANGAN SAMA AL DAN TDK DIANGGAP REMEH LAGI SAMA ORANG2🙏
LENY
GOOD JOB AL KEREN KAMU BIAR EVAN SADAR SIAPA AL SEBENARNYA 👍
LENY
IDE GILA ITU KAWIN LARI PAKE HAMIL DULU LG WAH CERITA AARON ZAYA TERULANG LAGI
LENY
WAH LILY ITU LBH TAMBAH JELEK LG AL DIMATA EVAN. TURUTIN AJA PERINTAH PAPAMU KULIAH DI LUAR NEGERI KL KALUAN BER JODOH PASTI AKAN BERSAMA NANTI
LENY
KL EVAN MSH EGOIS GAK MERESTUI BENAR JG KATA NENEK GHINA MSH BNYK PEREMPUAN LAIN YG LBH CANTIK DAN BAIK SERTA KELUARGA NYA MERESTUI. COBALAH BERPISAH SEMENTARA BIAR EVAN SADAR KL ANAKNYA LILY NNT MENDERITA DIPISAHKAN SAMA ALBERN.
LENY
KASIHAN ALBERN DAN LILY LIHAT EVAN EGOIS PADAHAL MRK SALING MENCINTAI HRSNYA SALING DUKUNG 2 KEL INI BUKAN DGN SIKAP ANGKUH AROGAN EVAN.
LENY
BRIANA DAN ORANG TUANYA BENAR2 BERKELAS ORANG INTELEKTUAL TINGGI. BRIANA SDH CANTIK PINTER BERKELAS SEBENARNYA COCOK SELEVEL SAMA KEL AARON 😊🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!