Sambungan cerita Anakku Bukan Anak Haram.
di cerita ini saya lebih mengfokuskan kisah percintaan Yuki.
Seorang wanita yang bekerja di kota orang untuk keluarganya,membuat Wanita bernama Yuki harus bekerja dan tinggal seorang diri di saat sahabat nya satu - satu nya sudah menikah dan memiliki keluarga sendiri.
Suatu hari ia harus merasakan kepahitan hati,saat pria yang ia cinta,yang selalu ada untuk nya ternyata berselingkuh di belakang nya. kenyataan akhirnya membuat nya tahu kalau selama ini ia hanya pelampiasan karena kekasih nya itu mencintai wanita lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti san, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21 - Begitu Kaku
Yuki dan Tiara sedang menyiapkan makan malam untuk bersama,Shani datang menghampiri Kakak nya.
"Kak,apa boleh aku keluar jalan - jalan?." Tanya Shani menghampiri.
"Tapi kau belum tahu jalan di sini kan." Ucap Yuki.
"Tadi pas kita datang,aku liat sebuah cafe di depan,aku boleh ya kak ke sana,dekat kok,tinggal jalan kaki." Ucap Shani.
"Baik lah,pergi lah." Jawab Yuki.
Shani pun tersenyum malu - malu dan menadahkan tangan nya pada Yuki. "Minta uang,hehe." ucap Shani.
"Ambil saja di tas kakak,ambil 500ribu untuk pegangan mu." Ucap Yuki.
"Makasih Kak." Ucap Shani dan lekas ke kamar dan mengambil uang itu dan berangkat.
Saat mengambil uang di dalam tas kakak nya,ia melihat sebuah ponsel Baru dengan kotak dan sebuah pesan di atas nya. Untuk Shani." Isi pesan itu.
Shani kegirangan dan kembali menghampiri Kakak nya itu,ia bertanya tentang ponsel itu.
"Itu dari Kak Rio untuk mu,jaga baik - baik pemberian orang." Ucap Yuki tersenyum.
"O...makasih ya kak." Ucap Shani dan membuka ponsel itu.
"Jangan lupa sampai kan pada kak Rio."ucap Yuki mengingatkan.
"Oke." Ucap Shani.
Sebelum pergi,Shani dengan semangat keluar dari ruang tamu dan berterima kasih pada Rio untuk ponsel baru nya. Rio pun hanya tersenyum kecil dan mengangguk.
Setelah Shani berangkat pamit pulang,
Rio dan Adam kembali mengobrol sembari mengendong Gio.
"Besok tidak usah bekerja,kita akan berlibur ke puncak." Ajak Adam.
"Tapi bos,siapa yang akan menghandle semua kerjaan di kantor,kalau kita berlibur bersama." Ucap Rio.
"Hm sampai kapan kau akan memanggil ku bos,apa kita bukan teman?." Tanya Adam mengerutkan dahi nya.
"Bukan begitu bos." Ucap Rio tersenyum kecil.
"Kantor sudah aku liburkan selama 2 hari,semua aku lakukan untuk menghormati pernikahan mu karena sudah setiap bekerja 8 Tahun dengan ku." Ucap Adam.
"Jadi kapan kau akan mengelar resepsi pernikahan?." Tanya Adam.
"Belum Bos,masih saya pikirkan ,harus bertemu kakek saya dulu."jawab Rio.
"Hm baik lah." Saut Adam.
Tiara datang dan mengajak semua untuk makan malam bersama.
Sebelum semua datang ke meja makan,Yuki sudah mengambilkan nasi ke piring semua orang termaksud Rio,karena ia masih malu harus memperlihatkan ia baru belajar menjadi seorang istri di depan Tiara dan Adam.
Setelah selesai makan malam,mereka duduk di sofa menonton bersama,Yuki duduk di samping Rio.
Saat Rio memindahkan tangan nya,tangan nya tidak sengaja jatuh di tangan Yuki yang duduk di samping nya. Yuki ingin mengengam nya namun dengan cepat Rio memindahkan kembali tangan nya,Sikap Rio yang begitu dingin dan terkesan malu membuat Yuki tersenyum menahan karena merasa lucu.
Di cafe.
Shani sedang duduk menikmati minuman yang ia pesan,ia menoleh ke belakang nya dengan 2 meja di belakang nya lagi,ia melihat sosok Glen sedang duduk sendiri dan tampak galau memainkan ponsel nya.
"Dia sedang apa disini?." Gumam Shani.
Namun Shani tidak mau terlalu memikirkan dan kembali menikmati minuman nya,sembari belajar memainkan ponsel baru nya.
Setengah jam sudah berlalu Shani kembali menoleh dan melihat Glen masih ada di sana,Glen terlihat murung.
Shani lalu mengubah posisi duduk nya agar ia bisa melihat Glen dari depan,tidak perlu menoleh lagi pikirkan.
Ia mengambil ponsel nya dan menyalakan kameranya untuk mengfoto Glen.ia pun tersenyum ternyata pemberian ponsel dari Rio sangat canggih dan kamera nya sangat jernih.
Ia memperbesar foto itu dan melihat wajah Glen sangat murung. "Dia pasti masih mikirin kak Yuki." Gumam Shani.
"Kasian juga sih." Gumam nya lagi,namun ia melihat Glen berdiri dengan cepat Shani menunduk agar tak di lihat Glen.
Ia melihat Pria itu keluar dari cafe dan pergi.