NovelToon NovelToon
The Prince Arrogant

The Prince Arrogant

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:261k
Nilai: 5
Nama Author: RR Maesa

McLaren Valkiry, terlahir sempurna dengan ketampanan dan kekayaannya juga statusnya sebagai putra dari seorang bangsawan Inggris.

Prinsifnya yang tidak mempercayai pernikahan malah membuatnya terpaksa menikah dengan wanita yang tidak dikenalnya.

Maureen adalah seorang gadis cantik yang terpaksa menikah dengan McLaren karena kejadian yang tidak mengenakkan.

Bagaimana kisah selanjutnya apakah mereka bisa lari dari pernikahan? Atau malah jadi saling jatuh cinta?

Follow IG@rr_maesa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RR Maesa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH-20 Aku istrimu (Part 2)

Benar saja, Mac pulang ke rumah, istrinya sudah menyambutnya di teras, sambil tersenyum. Mac baru sadar ternyata senyum Maureen itu sangat manis.

Ada angin apa dia menyambutku segala, fikir Mac.

“Kau sudah pulang,” ucap Maureen, senyum terus mengembang di bibirnya. Mac menatapnya sekilas, istrinya itu terlihat cantik dengan gaun warna nudenya.

Tapi Mac sama sekali tidak menjawab, Maureen tetap bersabar, dia mengikuti langkahnya Mac yang berjalan memasuki rumah menuju kamarnya.

“Setelah kau mandi kita makan, aku sudah memasak makanan kesukaanmu,” kata Maureen. Mac masih tidak menjawab.

Saat masuk kamar dilihatnya kamarnya sudah rapih, spre dan sarung bantal diganti semua juga gorden gorden. Dia mengerutkan keningnya, karena motifnya bunga-bunga.

“Kenapa Spreinya jadi bunga-bunga?” keluh Mac.

“Hanya ingin ganti suasana saja,” kata Maureen.

“Aku tidak mau sprei bunga-bunga,” keluh Mac, sambil membuka jasnya.

“Aku yang mau,” jawab Maureen.

“Kau kan tidurnya di sofa,” kata Mac.

“Tidak lagi sekarang, aku tidur ditempat tidur bersamamu,” ucap Maureen.

“Tidak, tidak, kau tidur di sofa,” kata Mac.

“Aku kan istrimu, aku berhak tidur bersamamu,” jawab Maureen menatap Mac.

“Apa maksudmu tidur bersamaku?” tanya Mac.

“Ya karena aku istrimu, kau milikku,” jawab Maureen dengan tegas, padahal dalam hatinya dia merasa ragu, berani sekali dia bicara begitu pada Mac.

“Apa maksudmu aku milikmu? Mimpi,” ucap Mac, sambil berjalan menuju kamar mandi.

“Kita ini sudah menikah, sah, kita suami istri, jadi aku berhak atas dirimu,” ucap Maureen agak keras, karena Mac masuk ke kamar mandi.

Melihat sauminya ngeloyor saja pergi, Maureen menghela nafas panjang. Dia tahu semuanya tidak akan mudah.Tidak ada yang bisa dia lakukan selain bertahan dengan penikahan ini, dan dia tidak mau suaminya berselingkuh, daripada mendapati suaminya mencintai gadis lain, memag lebih baik dia yang harus membuat suaminya mencintainya.

Maureen menonton televisi. Dia tidak lagi melihat berita-berita, dia menonton film documenter, sambil menunggu suaminya selesai mandi dan berpakaian.

Tapi saat dia menoleh kearah suaminya, ternyata Mac malah langsung keluar kamar begitu saja. Maureen cepat-cepat mematikan televisi, segera mengikuti Mac keluar dari kamarnya. Dicarinya suaminya. Ternyata Mac pergi ke ruang keluarga.

Maureen duduk disampingnya Mac. Pria itu menggeser duduknya menjauh, Maureen juga menggeser duduknya mendekati Mac. Pria itu kembali menggeser duduknya menjauh, Maureen kembali mendekati Mac.

Pria itu bangun dari duduknya dan pindah ke kursi yang hanya untuk satu orang. Mengambil sebuah majalah lalu membacanya.Dia ilfeel Maureen terus terusan menempel padanya.

“Kau mau makan sekarang?” tanya Maureen.

“Aku nunggu Daddy,” jawab Mac.

“Mac, Daddy pulang terlambat. Kau makan duluan saja dengan Maureen!” Terdengar suara Elsa keluar dari ruang kerja ayahnya di lantai atas, kemudian berjalan menuju kamarnya.

“Iya Mommy!” jawab Maureen, agak kencang supaya terdengar ke ruangan atas.

“Daddy Edward terlambat pulang, kita makan sekarang saja,” ucap Maureen kemudian, sambil menoleh pada Mac yang duduknya jadi terpisah dengannya.

“Kau saja yang makan, aku menunggu Daddy,” ucap Mac, kembali membaca tabloidnya.

“Kalau begitu aku makannya menunggu kau lapar saja,” jawab Maureen. Mac tidak menjawab. Maureenpun hanya diam saja dikursinya.

“Dikemanakan barang-barang itu?” tanya Mac tanpa menoleh, menanyakan paket-paket itu.

“Aku minta Mr. Crist membagikannya ke pelayan, semuanya. Mau barang yang biasa atau yang mahal, tidak tersisa,” jawab Maureen. Mac tidak menjawab.

“Mulai sekarang kau tidak boleh menerima barang-barang dari gadis-gadis itu lagi, aku sudah bilang pada Mr. Crist supaya langsung menyimpannya ke gudang atau dibagikan saja,” ucap Maureen.

Mac tidak menjawab, dia masih membaca dan terasa perutnya lapar, cacing cacing di perutnya berbunyi minta di isi. Diapun menyimpan tabloidnya lalu bangun. Saat melewati Maureen, Maureen langung berdiri juga mengikuti Mac berjalan dibelakangnya.

“Mau apa kau?” tanya Mac,saat sadar diikuti.

“Mengikutimu,” jawab Maureen.

“Mengikutiku mau apa?” tanya Mac.

“Kau mau apa?” Maureen malah balik bertanya.

“Mau makan,” jawab Mac.

“Aku juga mau makan,” jawab Maureen, dia terus mengikuti langkahnya Mac menuju ruang makan.

Mac sebenarnya sebal di ikuti terus oleh Maureen, tapi dia bingung cara menghidarinya, karena mereka satu rumah satu kamar juga.

Mac menatap makanan dimeja. Maureen langsung saja memasukkan makanan kepiringnya. Melihat  Maureen mengisi piringnya, Mac menggesernya, mengambil lagi piring yang kosong. Maureen menyimpan piring yang tadi. Piring yang kosong di isi lagi olehnya. Mac semakin kesal saja, diapun mengambil lagi piring yang kosong dan Maureen mengisinya lagi.

“Kau tidak ada kerjaannya?” tanya Mac.

“Aku hanya mengisi makanan kesukaanmu,” jawab Maureen, membuat Mac kesal, akhirnya dia meraih sendok dan garpunya, mulai makan dengan sebal. Maureen duduk di sebrangnya, makan dari piring yang tadi sudah di isi makanan itu.

Tidak ada yang bicara di ruang makan. Maureen melihat suaminya itu menghabiskan makanan dipiringnya, dia merasa senang melihatnya. Ternyata Mac menyukai masakannya padahal Mac tahu kalau dia yang memasaknya.

Mac bangun dari duduknya. Maureen cepat-cepat mengakhiri makannya, lalu mengikuti Mac.

Ternyata pria itu masuk ke ruang kerja ayahnya. Saat Mac akan menutup pintu ruang kerja itu, Maureen buru-buru menyelinap masuk.

“Kau mau apa?” tanya Mac.

“Mengikutimu,” jawab Maureen.

Mac memberengut sebal, akhirnya pintu ruang kerja itu dibukanya.

Maureen melihat kesekeliling ruang kerja itu, dia belum pernah masuk ke area pribadi  mertuanya itu. Mac duduk dikursi kerja ayahnya, dia mengerjakan sesuatu disana.

Maureen melirik suaminya yang sepertinya sedang sibuk itu. Dia hanya duduk di kursi dan menunggunya. Dia tidak mengajak suaminya bicara, takut mengganggunya.

Lagi-lagi Maureen menoleh kearah suaminya, menatapnya, menilainya. Suaminya memang tampan, pantas kalau banyak gadis gadis yang menyukainya apalagi dia salah satu pangeran di negeri ini, semua gadis pasti memimpikannya. Menikah dengan pria tampan dan dari keluarga kerajaan benar-benar suatu impian yang indah, apalagi kalau pangeran itu mencintainya, lengkap sudah kebahagiaannya.

Tiba-tiba Mac menoleh kearahnya, Maureen buru-buru mengalihkan pandangannya, ketahuan sedang memperhatikan Mac, wajahnya langung memerah. Tapi Mac tidak bicara apa-apa, dia kembali bekerja. Dia juga melakukan beberapa panggilan kepada orang-orang penting.

Maureen masih menunggu dengan sabar, dia mulai mengantuk tapi ditahannya, dilihatnya jam di dinding ternyata sudah larut tapi Mac tidak beranjak dari kursinya, entah benar-benar sibuk atau sengaja mengerjainyya.

Akhirnya Mac bangun, Maureen mengerjapkan matanya yang mengantuk tadi. Saat suaminya keluar ruangan, diapun bangun dan mengikutinya. Ternyata Mac masuk kekamarnya.

Mac naik ke tempat tidur, berbaring disana. Maureen juga mengikutinya naik ke tempat tidur dan berbaring.

“Kau sedang apa?” tanya Mac.

“Mau tidur,” jawab Maureen.

“Kan sudah aku bilang tidurnya di sofa,” kata Mac.

“Tapi kan kau juga tidurnya di tempat tidur, jadi aku tidurnya di tempat tidur juga,” jawab Maureen.

Mendengar perkataan Maureen, Mac jadi kesal. Diapun bangun, mengambil bantal dan selimutnya. Pindah tidurnya ke sofa. Diapun berbaring menghadap sandaran sofa dan berselimut.

Melihat suaminya pindah, Maureen juga bangun. Dia mendekati sofa, kemudian menggeser mejanya menjauh dari sofa yang Mac tiduri. Kemudian Maureen menggeser dua buah sofa bulat dan elips yang tidak ada sandarannya, ditatanya digabungkan disamping sofa yang ditiduri Mac. Diapun menyimpan bantalnya lalu berbaring di sofa itu dan berselimut.

Mac yang tidurnya miring menghadap sandaran sofa, mendengar suara derit-derit geser-geser, akhirnya dia menoleh kebelakang. Dia melihat istrinya itu sudah mengeser dua sofa ditata disampingnya dan ikut tidurdisana.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Mac, menatap Maureen.

“Mau tidur,” jawab Maureen sambil membetulkan selimut di tubuhnya.

“Tadi kan kau tidurnya ditempat tidur,” kata Mac.

“Karena kau tidur di sofa, jadi aku juga tidur di sofa,” jawab Maureen.

“Kanapa kau terus-terusan mengikutiku? Menempel kemana-mana,” gerutu Mac.

“Karena aku istrimu, aku harus ikut kemanapun kau pergi, aku harus selalu bersamamu,” jawab Maureen, membuat Mac kesal.

Mac bangun dari tidurnya. Diambilnya bantal dan selimutnya, berjalan menuju tempat tidur. Dia menata bantalnya ditepuk-tepuknya dengan keras, lau diapun berbaring disana.

Maureen menatap suaminya yang pindah tidurnya. Diapun melakukan hal yang sama, bangun, mengambil bantal dan selimutnya, lalu pindah naik ketempat tidur, menatap suaminya yang tidur memunggunginya, dia menarik nafas panjang, lalu diapun berbaring menghadap punggungnya Mac.

Tiba-tiba pria itu membalikkan badannya dan Mac terkejut melihat Maureen sudah berbaring menghadapnya. Merekapun bertatapan.

“Kau benar-benar mengganggu tidurku! Tidurnya menghadap kesana!” maki Mac, menggerakkan tangannya supaya Maureen berbalik. Bukannya berbalik, Maureen malah memejamkan matanya berusaha untuk tidur.

Mac semakin kesal saja dibuatnya, akhirnya dia membalikkan badannya,  tidur memunggungi Maureen.

***********

1
Ivana Monica
sedih nih sampe skrg ga daa lanjutannya..
dr awal cerita dr ayah n mama max aku bc.. masa skrg ga da lg cerita nya..
Ivana Monica
sedih bnr ga da lanjutan lg
Ivana Monica
kyk nya ga bakal da lanjutan lg ya??? ceritanya jd lupa nih..
ʕ´•ᴥ•`ʔ
masih menunggu kelanjutan mac sama mauren, hampir satu tahun ni menunggu
UTIEE
🌹🌹🌹🌹🌹
ʕ´•ᴥ•`ʔ
sampai sekarang belum jg next 👉 udh menganti tahun bentar lagi juga mau ganti tahun lagi ni author di lanjut yukk tanggung udh setengah jalan gak pulang" dong 📄
ʕ´•ᴥ•`ʔ
lanjut yuk ini bukan lagi bulan tapi tahun sudah berganti tahun loh blm di lanjut ya 😄
Anisjuliana Zakaria
lanjutt thor sayanggg..ngakk rela mac and maureen Gantung teruss😭
Edy Pamuji
aku rindu Mac dan maureen
Nartyana Gunawan
kak kalo yang di lapak sebelah mistery merrid with rich man gimana kak..masih lanjut kan ??
bigstone: sekarang sudah tamat kok kak.silahkan dilanjutkan bacanya 🥰
aku udah baca sampe tamat.kalo sekarang aku nungguin suami ternyata milyarder karya kak RR Maesa di lapak yg sama dg Mystery married with rich man
total 1 replies
Jenk Retno Hany
lanjutannya mana ini
rossydah96
Lnjut thor nulisnya aku suka
Asrika Alexander
kapan up Thor uda lama ditungguin
jennifer
ini mau hiatus sampai brp lama ya thor?? atau udh gak dilanjut lg ya??
Sungai Panjang
thorrrrr.. lama bgt Ampe 5 bulan kita gak ketemu 🥺🥺🥺🥺🥺🥺


makasih ya karya nya... sehat2 disana...


aku padahal penggemar berat 😭bakalan kangen nih
Siti Harum Munthe
gak suka karakter ceweknya
Siti Harum Munthe
dasar suka tuh mauren. kan ada kamar lain. dasar pengen sekamar mac
nur imamah
kenapa harus dipaksa dijodohkan sih...
nia kurniawati
ditunggu up nya ya
<ᴍᴀʀɪᴀ ʜᴀ ɴᴀ>👑 Ha Na maria💣
bln ramadhan udah lama lewat tp kok blm up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!