Novel ini menceritakan tentang seorang gadis yang mencintai seorang teman kelas nya, namun cinta nya hanya bertepuk sebelah tangan, dan novel ini juga menceritakan tentang perubahan sikap kedua orang tua nya yang berubah semenjak kedatangan sepupu nya yang ikut tinggal bersama keluarga nya, ia sangat sakit dan terluka namun ia di sambut dengan hangat oleh lelaki yang selama ini melindungi nya dari kejauhan dan ia pun pergi tinggal bersama laki laki itu, ternyata laki laki itu adalah seorang CEO dan MAFIA, pada akhirnya laki laki yang ia cintai dan orang tua nya menyesal
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20 MENCARI KEBERADAAN ALLETHA
Nyonya Velicia masuk ke dalam kamar Nathanael dengan tergesa gesa, dan menatap tajam ke arah Nathanael lalu melihat gadis yang terbaring di kasur kamar Nathanael.
"Nathanael jelaskan apa yang sudah kamu lakukan." Tanya nyonya Velicia dengan tatapan menusuk
"Nathanael tidak melakukan apapun." Ujar Nathanael santai ia pun berdiri berjalan lalu duduk di sofa yang ada di dalam kamar nya
"Nathanael jangan bertindak sesuka hati, orang tua gadis ini pasti mencari nya." Ucap nyonya Velicia dan ikut duduk di sofa
Namun nyonya Velicia yang melihat Alletha sudah langsung jatuh hati kepada nya, karena ia tau pasti Alletha gadis baik baik.
"Nathanael akan mencari tahu siapa orang tua nya." Jawab Nathanael dingin
Nyonya Velicia hanya diam kemudian ia mendekat ke arah Alletha
"Cantik sekali." Ucap nyonya Velicia sambil mengelus lembut kepala Alletha
Dani yang baru sampai di lantai 3 langsung masuk bersama seorang dokter.
Ya tadi Nathanael memerintahkan Dani untuk menghubungi dokter.
Nyonya Velicia yang memang belum tahu apa yang sebenarnya terjadi pun hanya diam, ia menatap tajam ke arah Nathanael meminta penjelasan.
Sedangkan sang dokter langsung memeriksa keadaan Alletha, dokter itu langsung terkejut melihat siapa yang sedang ia periksa.
Dani yang melihat itu pun langsung bertanya.
"Ada apa dok." Tanya Dani dengan ekspresi khawatir takut Alletha mengalami luka dalam
Begitu pun Nathanael ia langsung sedikit khawatir.
"Em, ini kan Alletha, anak nya tuan Raider dan nyonya Iris." Ucap dokter tersebut
Ya dokter itu adalah dokter yang memeriksa keadaan Alletha sebelum nya, namun ia tetap fokus memeriksa keadaan Alletha
"Kenapa bisa ada di sini, saya sudah mengatakan kepada orang tua nya agar Alletha istirahat yang cukup karena ia kurang istirahat dan telat makan membuat tubuh nya lemah." Ucap dokter lagi
"Dan sekarang ia pingsan, mungkin sebentar lagi ia siuman, ini ada beberapa obat jika Alletha sudah bangun tolong berikan obat ini." Ujar dokter itu lagi sambil memberikan obat tersebut kepada Dani
Nathanael yang melihat hal itu pun langsung merebut obat yang ada di tangan Dani.
Nyonya Velicia yang tadi sangat marah kini tersenyum tipis, seperti nya anak nya ini cemburu, namun apa yang ia cemburukan, pikir nya
"Kalau begitu saya permisi dulu tuan." Ucap dokter kepada Nathanael
Nathanael hanya mengangguk
"Terimakasih dok." Ucap Velicia dan Dani bersamaan
"Nathanael sekarang jelaskan." Ucap nyonya Velicia menuntut jawaban
Nathanael menghela nafas nya pelan Ia pun langsung menceritakan kejadian tadi.
Sedangkan di tempat lain Bu Iris sudah sangat khawatir, sekarang sudah menunjukkan jam 14.20 namun Alletha belum kembali.
Bu Iris mondar mandir di teras rumah sambil sesekali melirik ke arah gerbang, ia sudah tidak tahan lagi, ia pun kembali masuk ke dalam rumah dan ingin memberi tahu kan kepada suami nya.
Saat Bu Iris menelpon nomor suami nya tapi nomor itu tidak aktif.
"Alletha kamu kemana nak, kenapa belum pulang." Gumam Bu Iris dengan mata berkaca-kaca
Bukan hanya Bu Iris tapi para pembantu nya juga sangat khawatir
Mbok Jum berjalan ke arah Bu Iris yang sedang mondar mandir di ruang tamu.
"Nya dia luar banyak teman non Alletha." Ujar Mbok Jum pelan
Bu Iris yang mendengar ucapan Mbok Jum pun langsung berjalan cepat menuju teras rumah.
"Assalamualaikum tan." Ucap mereka kompak
"Waalaikumsalam." Jawab Bu Iris, Bu Iris melihat lihat ke arah teman teman Alletha, siapa tau ada Alletha di antara mereka, namun ternyata tidak ada.
"Ayo ayo masuk." Ucap Bu Iris tetap berusaha tersenyum walau hati nya gusar
Bu Iris mempersilahkan teman teman Alletha duduk di sofa ruang tamu dan hanya ada beberapa orang saja.
"Eum Tante gimana keadaan Alletha." Tanya Disha
Bu Iris yang mendengar ucapan Disha langsung terdiam
"Berarti mereka juga tidak tahu di mana Alletha." Pikir nya
"Apa kalian tidak melihat Alletha di jalan." Tanya Bu Iris
Disha dan yang lain nya saling pandang dan merasa heran.
"Eum tidak tan, apa Alletha sedang keluar." Tanya Rinaldi
Bu Iris yang mendengar ucapan Rinaldi pun langsung menangis, ia sudah tidak tahan menahan tangisan nya
Rinaldi dan yang lainnya merasa ada yang tidak beres.
Irma dan Disha langsung duduk di samping Bu Iris dan menenangkan Bu Iris.
"Tan, Tante kenapa, kenapa Tante nangis." Tanya Disha khawatir
"Iya tan, Tante kenapa, dan Alletha kemana." Ucap Irma
Sedangkan yang lain diam menyimak
"Tadi Alletha pamit sama Tante, katanya dia mau jalan jalan ke luar, hanya di sekitar komplek perumahan ini, tapi sampai sekarang dia belum kembali." Ucap Bu Iris sambil menghapus air mata nya
Disha dan yang lainnya tentu terkejut
"Apaaa." Teriak mereka serempak
"Tan kalau gitu Rinaldi permisi dulu Tan, Rinal mau mencari Alletha." Ucap Rinaldi yang sudah berdiri dari tempat duduk nya
"Iya tan, Tante tenang saja Alletha pasti baik baik saja, saya dan yang lainnya pasti menemukan..."Alletha." Ucap Baron
Rinaldi, Baron dan anak kelas yang cowok lainnya pun langsung bergegas pergi, sedangkan yang cewek hanya diam dan menenangkan Bu Iris.
"Apa Tante sudah menghubungi Alletha." Tanya Disha
Bu Iris mengangguk
"Sudah dis tapi tidak aktif, Tante juga menghubungi om tapi juga tidak aktif." Jawab Bu Iris sendu
Disha dan yang lainnya mencoba untuk menghubungi Alletha dan ya nomor headphone Alletha memang tidak aktif
Mereka larut dengan pikiran mereka masing masing.
"Assalamualaikum." Ucap Pak Raider yang baru masuk ke dalam rumah
"Waalaikumsalam." Jawab Bu Iris dan yang lainnya
"Eh ada teman teman Alleth ya, wah seru ni pasti Alleth seneng." Ucap Pak Raider sambil tertawa kecil, Pak Raider pun berjalan mendekati sang istri
"Loh mah, mamah kenapa, mamah nangis." Tanya Pak Raider yang seketika merasa khawatir
"Pah Alletha belum pulang, tolong papah cari Alleth." Ujar Bu Iris yang kembali menangis
"Ma- maksud mamah? Alleth bukannya di kamar mah." Tanya Pak Raider
Bu Iris pun langsung menceritakan semuanya ke suaminya.
Deggh
Pak Raider terpaku, kemudian ia langsung pergi tanpa berpamitan, saat ini ia benar benar sangat khawatir.
"Len kamu di mana." Gumam Rinaldi, saat ini ia sedang berpencar dengan kawan kawan yang lain dan mengelilingi kompleks perumahan
Rinaldi teringat dengan Nathanael karena ia pun tahu hubungan Alletha dan Nathanael yang sudah di jodohkan oleh kedua orang tua mereka.
Rinaldi Langsung menghubungi Nathanael namun tidak aktif.
"Apa dia sedang bersama Nathanael." Gumam nya
"Eumm aku di mana." Ujar Alletha sambil memegang kepala nya yang terasa pusing
"Eh nak, kamu sudah bangun." Tanya Nyonya Velicia
Alletha melihat sekeliling kamar dan melihat Nyonya Velicia ia sangat terkejut.
"Ehh tan- tante siapa, dan aku di mana." Ucap Alletha pelan
"Kamu sedang berada di rumah Tante, tadi kamu pingsan dan tidak sadarkan diri, syukur Alhamdulillah kamu sekarang sudah sadar nak." Ucap Nyonya Velicia
Alletha yang mendengar itu pun mengingat mengingat terakhir kali ia berada di mana
"Um terimakasih Tante, tapi apakah Tante bisa membantu Alletha untuk mengantarkan Alletha pulang." Tanya Alletha pelan
Ia benar benar khawatir dan takut karena pasti mama dan papah nya sangat khawatir saat ini, ia hanya bilang keluar nya hanya sebentar namun sekarang sudah ntah jam berapa.
"Tentu sayang, tapi kamu minum obat dan sarapan dulu ya." Ujar Nyonya Velicia lembut
Alletha yang merasa tidak enak hanya mengangguk.
"Em iya Tante." Jawab Alletha
Alletha pun langsung meminum obat dan memakan makanan yang sudah di siapkan di atas meja yang ada di dalam kamar.
Sedangkan Nathanael ia sedang berada di dalam kamar mandi.
Nathanael keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk, dan memperlihatkan otot tangan dan perut kotak kotak milik nya
Alletha yang melihat itu pun langsung menyembur minuman yang sedang ia minum
"Agggggh." Pekik Alletha ia terkejut ketika melihat laki laki tampan yang hanya memakai handuk dengan rambut yang masih basah, Alletha menutup mata nya namun jari jari nya mengintip ehh!
Nathanael yang tadi nya juga terkejut melihat Alletha yang sudah sadar dan melihat tubuh nya, namun kemudian ia tersenyum ketika Melihat Alletha yang menutup mata namun mengintip
Nyonya Velicia yang melihat itu hanya tersenyum dan menggeleng kan kepala nya pelan.
"Kai masuk lagi sana ke kamar mandi." Ucap Nyonya Velicia
Nathanael hanya mengikuti perkataan sang mamah
Saat ini Alletha sudah berada di perjalanan, dan sedang duduk di dalam mobil di samping Nyonya Velicia,
Ya saat ini Nyonya Velicia ingin mengantarkan Alletha pulang ke rumah nya, agar tidak ada kesalahpahaman.
Pak satpam yang melihat mobil asing yang ingin masuk ke kediaman Pak Raider pun tidak membuka kan pagar rumah, namun setelah kepala Alletha nongol ia pun buru buru membuka kan pagar tersebut.
Bu Iris yang duduk di teras rumah di temani dengan Mbok Jum pun heran, karena ia tidak tahu itu mobil siapa, mobil itu sangat mewah.
Namun ketika melihat Alletha turun dari dalam mobil itu pun Bu Iris seketika berlari mendekati Alletha
"Sayang." Teriak Bu Iris yang langsung memeluk erat tubuh Alletha.
"Sayang kamu kemana saja, mamah sangat khawatir, mamah benar benar tidak tahu mamah harus apa mamah takut kamu kenapa Napa, mama sungguh takut nak." Ucap Bu Iris sambil menangis dan tubuh nya bergetar
Alletha yang mendengar ucapan mamah nya pun langsung menangis dan sangat merasa bersalah
"A a-Alleth minta maaf mah." Hanya itu yang bisa keluar dari mulut Alletha
Bu Iris langsung melepaskan pelukannya ketika melihat Nyonya Velicia yang berjalan ke arah mereka, Bu Iris pun langsung menghapus air mata nya
"N- Nyonya Velicia." Tanya Bu Iris ia ragu takut salah orang
"Iya nyonya ini saya." Jawab nya sambil tersenyum
Bu Iris tahu siapa Nyonya Velicia, orang terkaya yang ada di kota ini, dan juga sangat terkenal dan memiliki banyak perusahaan dan yang lainnya.
Bu Iris langsung mengajak Nyonya Velicia masuk ke dalam rumah dan mereka pun duduk di ruang tamu keluarga.
"Mbok Jum tolong siapkan minuman dan cemilan ya." Ucap Bu Iris
Nyonya Velicia tidak ingin berbasa basi ia pun langsung menceritakan apa yang tengah terjadi.
Bu Iris pun langsung menelfon suaminya yang masih mencari keberadaan Alena dan Bu Iris menyuruh Alena untuk menghubungi teman teman nya,
karena takut mereka masih mencari keberadaan Alena.
Ternyata nomor Alena tidak aktif karena headphone Alena rusak saat ia pingsan headphone nya terjatuh dan langsung rusak.
Mereka pun lanjut berbincang bincang ringan sampai akhir Nyonya Velicia pamit untuk pulang.