Dianggap sebagai sampah karena meridiannya yang hancur, Ling Tian hidup dalam penghinaan dan keputusasaan. Namun, takdirnya yang kelam berubah selamanya saat ia secara tak sengaja membangkitkan Mutiara Naga Kosmik, sebuah artefak ilahi yang menyimpan jiwa Naga Purba dan rahasia ruang-waktu.
Dengan warisan yang menentang langit ini, perjalanan Ling Tian dimulai. Dari seorang pemuda yang dicemooh, ia bangkit untuk membalas dendam, mengguncang sekte, dan menaklukkan kerajaan. Perjalanannya membawanya melintasi dunia fana menuju alam abadi, di mana setiap langkah adalah pertaruhan antara hidup dan mati. Ini adalah kisah tentang bagaimana seorang sampah bisa naik menjadi penguasa kosmos, mengungkap konspirasi universal, dan memegang takdir jutaan dunia di tangannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26: Guncangan Jiwa Naga
"Kurungan satu bulan..." Ling Tian bergumam pada dirinya sendiri saat ia menutup gerbang halaman kecilnya. Sebuah senyum tipis, yang pertama kali tulus dalam waktu yang lama, tersungging di bibirnya. "Terima kasih, Kakek."
Ia tahu betul bahwa Patriark Ling Zhan, kakeknya, telah memberinya hadiah yang tak ternilai: waktu dan kedamaian. Satu bulan tanpa gangguan, tanpa provokasi. Satu bulan untuk sepenuhnya mencerna kekuatannya dan mempersiapkan diri untuk pertempuran terakhir.
Di dalam kamarnya, ia duduk bersila. Ia tidak terburu-buru untuk berkultivasi. Sebaliknya, ia membenamkan kesadarannya ke dalam Mutiara Naga Kosmik dan berbicara dengan Kaisar Naga.
"Kekuatan tingkat ketujuhku cukup untuk mengalahkan Ling Hao dengan mudah. Tapi Ling Feng berbeda. Dia juga akan segera menerobos, dan dia memiliki lebih banyak pengalaman tempur dan teknik klan tingkat lanjut."
"Hmph, teknik klan rendahan," suara Kaisar Naga terdengar meremehkan. "Di hadapan 'Sutra Hati Kaisar Naga', semua itu hanyalah trik anak-anak. Namun, kau benar. Kau tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan kasar. Kau membutuhkan kartu truf."
"Kartu truf?" tanya Ling Tian.
"Selama ini kau hanya melatih tubuhmu. Tapi kekuatan sejati seorang Kaisar Naga terletak pada dominasi absolut atas tiga aspek: tubuh, energi, dan jiwa. Kekuatan spiritualmu, yang ditempa oleh sisa jiwaku, jauh melampaui siapa pun di kerajaan rendahan ini. Sudah waktunya kau belajar cara menggunakannya sebagai senjata."
Pikiran Ling Tian bergetar karena kegembiraan. Serangan jiwa! Itu adalah konsep yang legendaris, sesuatu yang hanya ada dalam mitos dan cerita kuno.
"Aku akan mengajarimu teknik dasar serangan jiwa: 'Guncangan Jiwa Naga'," lanjut sang Naga. "Teknik ini tidak memiliki bentuk fisik. Ia adalah gelombang kejut spiritual yang kau proyeksikan dari matamu, langsung menyerang lautan kesadaran targetmu. Melawan lawan yang tidak siap atau yang kekuatan mentalnya lebih lemah, itu akan menyebabkan pusing sesaat, kebingungan, dan kelumpuhan mental. Jeda sepersekian detik itu... lebih dari cukup bagimu untuk mendaratkan pukulan fatal."
Sebuah gelombang informasi yang kompleks membanjiri benak Ling Tian—metode untuk memfokuskan kekuatan spiritual, cara memproyeksikannya, dan segel tangan halus untuk mengaktifkannya.
"Luar biasa..." bisik Ling Tian. Ini adalah kartu truf yang sempurna. Serangan yang tak terlihat dan tak terduga.
"Jangan terlalu senang," sang Naga memperingatkan. "Menggunakannya sangat menguras kekuatan spiritualmu. Dengan kekuatanmu saat ini, kau hanya bisa menggunakannya sekali dalam pertempuran. Jika gagal, kau akan rentan. Latihlah dengan baik."
"Aku mengerti."
Maka, dimulailah bulan kurungan Ling Tian.
Siang hari, ia akan berlatih 'Tinju Naga Penghancur' dan 'Langkah Naga Bayangan' di halamannya, menyempurnakan setiap gerakan hingga menjadi insting. Malam hari, ia akan memasuki ruang mutiara. Di sana, di bawah bimbingan Kaisar Naga, ia berlatih memfokuskan kekuatan spiritualnya. Ia menciptakan target-target imajiner di benaknya dan mencoba menghantam mereka dengan 'Guncangan Jiwa Naga'.
Awalnya sulit. Proyeksinya lemah dan menyebar. Tapi Ling Tian memiliki ketekunan yang menakutkan. Ia gagal dan mencoba lagi, ribuan kali. Perlahan tapi pasti, ia mulai bisa memfokuskan gelombang kejut spiritualnya menjadi seberkas sinar yang tajam dan tak terlihat.
***
Sementara Ling Tian berlatih dalam pengasingan, dunia luar tidak tenang. Klan Ling berada dalam keadaan tegang yang aneh. Nama Ling Tian menjadi identik dengan kekejaman dan kekuatan misterius. Tidak ada lagi yang berani mendekati halaman kecilnya yang terpencil.
Di halaman Ling Feng, suasananya sangat suram.
BOOM!
Sebuah aura yang kuat meledak dari dalam kamar utama, membuat jendela-jendela bergetar. Ling Feng melangkah keluar, wajahnya bersinar, dan matanya dipenuhi dengan kekuatan dan kebencian.
"TINGKAT KETUJUH!" serunya, suaranya dipenuhi dengan kebanggaan dan amarah yang tertahan. "Akhirnya!"
Dengan bantuan sisa pil yang dibelinya dengan harga selangit, dan didorong oleh penghinaan atas kelumpuhan Ling Hao, ia akhirnya berhasil menerobos ambang batas yang paling sulit di Alam Pemurnian Qi.
"Selamat, Kakak Ling Feng!" seru para pengikutnya yang berkumpul di luar, membungkuk serempak.
Ling Feng menatap ke arah halaman Ling Tian yang jauh, senyum kejam terbentuk di wajahnya. "Ling Tian, oh Ling Tian. Kau pikir kau bisa menantangku? Aku juga sudah mencapai tingkat ketujuh. Tapi tidak seperti kau yang hanya mengandalkan kekuatan kasar, aku telah menguasai esensi teknik Klan Ling."
Ia mengangkat tangannya, dan seberkas cahaya pedang yang tajam terbentuk dari Qi di telapak tangannya. "Bulan depan, di atas panggung, aku akan membiarkan seluruh klan melihat siapa jenius sejati, dan siapa sampah yang seharusnya tetap merangkak di tanah."
Waktu berlalu dengan cepat.
Pada hari terakhir bulan itu, Ling Tian berdiri di tengah halamannya. Matanya terpejam. Tiba-tiba, ia membukanya, menatap sebuah batu besar di sudut halaman.
Tidak ada suara. Tidak ada gerakan.
Namun, di permukaan batu besar itu, sebuah retakan halus tiba-tiba muncul, merambat dari atas ke bawah.
Ling Tian tersenyum. 'Guncangan Jiwa Naga'-nya, setelah sebulan penuh pelatihan, akhirnya mencapai tahap awal penguasaan.
Ia menarik napas dalam-dalam. Udara terasa berbeda. Ia bisa merasakan energi yang berdenyut di udara. Kompetisi Klan akan diadakan besok.
"Satu bulan telah berlalu," bisiknya pada dirinya sendiri. "Sudah waktunya untuk menyelesaikan hutang lama."