Alvero Reynaldi Pewaris Kerajaan bisnis sang daddy sekaligus mewarisi kepemimpinan mafia Black Wolf
Nadila Nurtan Zillia di jual oleh paman nya untuk menanam modal untuk perusahaan Nurtan Group
bagaimana jika mereka tidak sengaja menghabiskan malam bersama yang menumbuhkan benih di rahim nadila
dan bagaimana kisah mereka setelah malam itu!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arn20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AGSM 11
"apa kalian yang membuat mommy ku seperti ini?", ucap vino dengan mata sinis pada mereka semua
"jika iya! aku bisa dengan mudah menghancurkan Morigan Group!" seru vino kembali
semua orang tertegun mendengar ucapan bocah 7 tahun itu
"apa yang kau bicara kan boy? justru kami yang membawa mommy mu ke rumah sakit", jawab tasya dan vino hanya diam tak menjawab lalu mengalihkan pandangan nya pada sang mommy
sedangkan tuan arka dan nyonya alicia hanya saling pandang
"mah seperti wajah nya tidak asing buat kita", ucap tuan arka berbisik
"benar pah, tapi mamah samar samar mengingat nya", jawab nyonya alicia
"nak di mana daddy mu?", tanya nyonya alicia
"aku tidak tau, kata mommy daddy ku sedang bekerja jauh di luar negeri", jawab vino yang sudah mereda amarah nya
lalu terdengar lenguhan dila tersadar
"mommy apa mommy baik baik saja? apa mommy pusing?", tanya vino yang melihat dila tersadar
"mommy baik baik saja sayang", jawab dila dengan nada pelan
"tapi aku dimana?", ucap dila
"kamu berada di rumah sakit nak", ujar nyonya alicia
"nyonya alicia tuan arka", ucap dila terkaget
"kamu pingsan di toilet, jadi papah membawa mu ke rumah sakit", seru tasya
"oh jadi begitu, maaf sudah merepotkan tuan dan nyonya", seru dila malu
"tidak apa apa nak, apa ini putra mu?", tanya nyonya alicia
"benar nyonya, ini putra saya nama nya Alvino Nurtan", jawab dila
nyonya alicia kembali tertegun mendengar nama vino, dalam pikiran nya nama putra dila hampir sama dengan nama anak sahabat nya di negara A terlebih wajah vino sama persis seperti vero sewaktu kecil
tapi nyonya alicia menepis pikiran itu, mana mungkin vero yang tinggal di negara A bisa mempunyai anak di negara I karena vero sangat jarang berkunjung ke negara I
"ada apa nyonya? kenapa anda melamun?", tanya dila menyadarkan lamunan nyonya alicia
"ah tidak apa apa, hanya saja wajah putra mu sangat mirip dengan anak sahabat ku", ucap nyonya alicia
"ah itu mana mungkin nyonya, anak sahabat nyonya pasti sudah dewasa sedangkan vino masih anak anak", ucap dila
saat nyonya alicia akan berbicara kembali tapi di tahan oleh tuan arka
"mah seperti nya nona nadila butuh istirahat! kamu jangan terus bertanya!", seru tuan arka
"nona nadila karena sudah malam kami pamit terlebih dahulu! nanti ada anak buah saya yang mengantarkan kalian pulang dan untuk besok sebaiknya ambil libur dulu", ucap tuan arka
"baik tuan arka, maaf sudah merepotkan kalian! sekali lagi terima kasih sudah menolong saya", ucap dila
kemudian tuan arka dan nyonya alicia serta tasya pulang terlebih dahulu meninggalkan ruangan nadila
"kalian juga sebaik pulang lalu beristirahat!", ucap dila pada mira dan eli
"baik lah kami pulang dulu, besok kami akan main ke rumah mu", seru eli
"baiklah aku tunggu! terima kasih sudah menolongku", ucap dila memeluk 2 sahabat nya
" sama sama besti", jawab mira kemudian pergi meninggalkan dila dan vino
"ayo sayang kita juga pulang", ajak dila pada vino
"baik mom", jawab vino
dalam perjalanan pulang vino teringat kata kata nyonya alicia bahwa wajah nya sangat mirip dengan wajah anak sahabat nya
"apa nenek itu tau siapa daddy kandungku?" guman vino
"kamu bicara apa sayang?", tanya dila
"vino tidak bicara apa apa mom", jawab vino
mereka pun sudah sampai di rumah kemudian beristirahat dan vino ingin tidur bersama dengan mommy nya
"mom vino tidur bersama mommy ya?", ucap vino
"yasudah, ayo sayang kita ke kamar mommy", jawab dila