NovelToon NovelToon
Ambillah!

Ambillah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mafia
Popularitas:172.2k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

"Ambil, ambillah dia! Aku ikhlaskan dia untukmu."

Suara seorang wanita terdengar begitu nyaring ketika berada di depan rumah wanita yang menjadi selingkuhan suaminya.

Didepan keluarga besar sang pelakor dia tak gentar meski pun sendirian.

Hancur hati Arundari saat mengetahui bahwa gadis yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri itu tega menjadi duri dalam daging pada biduk rumahtangganya.

Tampilannya yang religius sungguh tidak berjalan lurus dengan perbuatannya.

Tak ingin sakit hati terlalu lama, Arundari memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya dengan Heri.

Apakah Arundari bisa kembali merasakan cinta setelah dirinya disakiti?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Story 32

"Ya Allah."

Adyaksa dan Fikri sontak terkejut melihat reaksi Lintang. Terlebih tiba-tiba Lintang menangis. Dan bukan hanya itu, Lintang juga berpindah tempat duduk. Dia yang tadinya duduk di sebelah suaminya, kini duduk di sebelah Adyaksa dan meraih tangan pria tersebut lalu menggenggamnya dengan erat.

Adyksa sungguh bingung bukan main. Meski terkejut, Adyaksa tidak menampik tangan Lintang.

"S-sebenarnya ada apa Bu?" tanya Adyaksa yang penuh dengan kebingungan.

"Alhamdulillah Nak, Alhamdulillah kamu bisa tumbuh dengan baik. Terimakasih karena sudah tumbuh menjadi pria yang hebat."

Ucapan Lintang benar-benar membuat Adyaksa tidak mengerti. Bagaimana bisa ibu orang lain berkata demikian kepadanya seolah-olah dia adalah ibunya.

Adyaksa selama ini adalah orang yang punya hati dingin. Dia paling tidak suka dikasihani. Akan tetapi pria itu tidak marah atau benci dengan sikap Lintang. Dia malah merasa hangat dengan ucapan ibu dari Arundari tersebut.

"Sayang, sebenarnya ada apa ini?" tanya Fikri. Dia sedari tadi juga sama bingungnya dengan Adyaksa. Jelas-jelas Lintang dan Adyaksa baru saja bertemu tapi seolah-olah mereka sudah mengenal sejak lama.

"Mas, Adykasa adalah cucu dari temen deket ayahku, Adam Dwi Darsuki. Om Adi dan ayah dulu adalah teman baik, sangat baik. Kalau diuru-urutkan, masih bersaudara tapi sangat jauh sekali. Aku sendiri nggak tahu gimana urutannya. Om Adi ngilang gitu aja setelah Mas Arya dan Mbak Atikah meninggal. Kalau nggak salah saat anak dan menantunya meningal, Om Adi merawat cucunya sendiri, dan setelah itu ayah dan ibu kehilangan kontak Om Adi. Siapa sangka, pria yang sekarang duduk di depanku ini adalah cucu dari Om Adi. Siapa sangka pria ini adalah putra dari Mas Arya dan Mbak Atikah."

Tangis Lintang pecah lagi. Sudah puluhan tahun mereka hilang kontak dengan keluarga Gumilar. Lintang masih ingat dengan jelas, sebelum ayahnya meninggal, ia kembali menanyakan keberadaan Adi. Tapi Lintang dan kakaknya tak bisa menemukan keberadaan teman baik ayahnya itu.

"Alhamdulillah Nak, kamu tumbuh dengan sangat baik,"ucap Lintang lagi.

Adyaksa terpaku, setiap kata yang terucap dari bibir Lintang benar-benar tidak pernah dia prediksi.

Siapa yang mengira bahwa ibu dari wanita yang ia tolong begitu mengenal keluarganya. Mata Adykasa berkaca-kaca. Dengan cepat ia mengusapnya lalu tersenyum.

"Terimakasih Bu sudah menjadi teman yang baik bagi kedua orang tua saya. Dan terimakasih karena masih mengingat kakek dan kedua orang tua saya. Saya jadi ingat, kakek pernah menyebut nama Adam dan Asha. Almarhum waktu itu berkata bahwa beliau juga merindukan dua temannya itu. Tidak sangka, bahwa kita akan bertemu seperti ini. Apa kakek dan nenek masih ada, saya ingin bertemu,"ucap Adyaksa.

"Mereka sudah kembali ke sisi Allah, Nak. Mungkin mereka sudah berkumpul di sana,"jawab Lintang.

Suasana yang awalanya canggung kini bear-benar mencair dan hangat. Mereka pun menceritakan tentang masa lalu. Khususnya Lintang, dia menceritakan tentang kedua orangtua Adyaksa, dan itu cukup membuat Adyaksa merasa senang.

Atmosfer yang hangat di dalam rumah itu tentu saja tidak sama dengan yang ada di luar rumah. Tepatnya di teras, dimana Heri dan Jelita tengah berhadapan dengan Arundari. Atmosfirnya sungguh sangat berat. Apalagi setelah Arundari dengan tegas berkata bahwa dia tidak akan menarik gugatannya.

"Kenapa?Kenapa kamu nggak mau narik gugatan dan laporan kamu, Mbak?" tanya Jelita dengan tatapan tidak suka ke arah Arundari.

"Lah suka-suka aku dong. Itu hak aku buat ngelaporin kalian berdua. Aku dirugiin di sini, ya kalian harus tanggungjawab lah,"sahut Arundari dengan sengit. Ia melipat kedua tangannya di depan dada, membuat auranya semakin menekan.

"Run, aku mohon cabut gugatan kamu. Apa kamu nggak inget bahwa kita pernah sama-sama? Apa kamu tega lihat aku dipenjara."

Hahaha

Ucapan Heri sontak membuat Arundari tertawa dengan keras. Kali ini dia tidak menahan tawanya, meski terdengar tidak sopan. Semua itu karena kata-kata yang keluar dari mulut Heri sangat lucu sekali.

"Tega kamu bilang, Mas? Kamu yang lebih tega sama aku. Tiga tahun kita membina rumah tangga. Satu tahun kamu mengejar ku, dan tiba-tiba kamu selingkuh. Kamu mengkhianati cinta kita! Dan kamu tiba-tiba ngomong soal tega? Sakit kamu! Sakit kalian berdua,sungguh. Kayaknya kalian butuh cek ke rumah sakit jiwa, biar ketahuan siapa yang jiwanya terguncang di sini. Dah sana pergi, sampai kapan pun aku nggak bakalan nyabut gugatan ku terhadap kalian."

Arundari bicara dengan sangat tegas. Dia langsung berdiri setelah bicara demikian.

Awalnya dia pikir Heri dan Jelita paling tidak akan meminta maaf atas perbuatan mereka. Tapi ternyata sampai detik ini pun mereka berdua tidak merasa salah sama sekali.

Bukannya Arundari mengharap maaf itu, hanya saja dia berpikir bahwa mungkin saja mereka masih punya hati. Tapi harapan Arunadari ternyata terlalu tinggi terhadap dua orang itu.

"Run, aku akan memberi banyak kalau kamu mau nyabut gugatan mu!" ucap Heri ketika Arundari hendak masuk ke dalam rumah.

"Kamu pikir aku miskin apa?hartamu yang nggak seberapa itu mau kamu berikan padaku? Hah lucu, bahkan sekarang pun aku bisa membeli semua aset yang kamu miliki Heri. Jadi jangan sombong,"sahut Arundari dengan congkak.

Orang seperti Heri memang harus dilawan dengan cara yang sepadan. Pria itu menganggap Arundari seolah-olah gila akan harta. Heri lupa, bahwa kenyataannya Arundari merupakan pewaris tunggal dari semua harta kedua orang tuanya.

"Kamu pikir kamu siapa berani menawarkan harta yang tak seberapa kamu miliki hah!"

Jegleeer

Heri terkejut bukan main saat Fikri keluar dari dalam rumah dengan berkata demikian. Seketika pria itu langsung menciut.

"Kau menantu kurang ajar. Kamu pikir aku menikahkan anakku tanpa memberikan apapun hah! Kamu lupa Heti, bahwa HTU yang kamu banggakan itu berdiri di atas tanah yang aku beli! Aku jadi orangtua sebenarnya tak mau mengungkit apa yang sudah kuberikan kepada anak dan menantuku. Tapi kamu kelewat kurang ajar kepada putri yang sangat ku sayangi. Bahkan sampai detik ini pun, kamu nggak ada omongan kepadaku sebagai ayahnya. Arun, lanjutkan proses hukumnya. Abah akan berikan semua dukungan. Sekalian tuntun ganti rugi yang layak, biar pria seperti dia ini tahu, dengan siapa dia berurusan."

Jegleeer

TBC

1
Dew666
🌹🌹🌹🌹🌹
Miss Typo
biarkan Heri dan Jelita merasa menang dan berhasil, hbs itu baru di bikin jatuh sejatuhnya 😁
sunaryati jarum
Heri sudah masuk permainan,makin seru Nih
ᴹᴵᴹᴵ a ʙᴊɴ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ: setelah masuk jebakan tinggal hempaskan🤣
total 1 replies
Ani
ikan sudah masuk jaring
Miss Typo
sama² gak sadar diri, rencana kalian tuh gak akan berhasil, semoga a akan gatot pada waktunya, Heri gak bakalan bisa rujuk dan Jelita gak bakalan dapet Adyaksa 🤣
Miss Typo
bagus bagus bagus, buat mereka berdua kapok ya Ady 😁
Dew666
🔥🔥💎💎
Esther
2 pasangan dengan ambisi yang aneh😄
dewi rofiqoh
Siap-siap aja menerima kejutan dari adyaksa yang pasti bakalan bikin kamu sock jelita
sunaryati jarum
Hemm permainan yang bagus yang akhirnya nanti dapatnya zonk.Permainan yang Ady dikira dikira Jelita berhasil mendapatkan Ady maka minta cerai ke Heri.😄🤣🤣🤭
partini
bagus sih rencana tapi jaga jarak Jagan bersentuhan juga ihhh dosa
Dew666
🔥🔥🔥🔥🔥
Esther
Enak aja Jelita mau rebut Ady dari Arun.
Aku tunggu rencanamu Ady untuk ngerjain Jelita
sunaryati jarum
Mata- mata yang kamu rekrut benar - benar bisa di andalkan.Nak Ady sat- set langsung tembak.Emak jadi penasaran bagaimana Nak Ady yang katanya kaku akan mengerjai Jelita .
Miss Typo
ya iyalah Arun selalu memiliki keberuntungan, dia orang baik sedangkan kamu Jelita hadeh, salah sendiri mlh nyalahin Arun trs heh

jangan ngimpi bisa deketin Adyaksa, dia gak seperti si sampah Heri itu. kau emang cocoknya sama Heri 🤣
Miss Typo
Heri gemblung
Uthie
beda kelas Adhyaksa mahhh 😜😜
dewi rofiqoh
Kamu salah jelita klo menargetkan adyaksa! Justru kamu akan menyesal karena mengusik adyaksa
sunaryati jarum
Sebelum kamu mendekat Adhyaksa kamu sudah dibuang ke neraka , Jelita
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
aduh dah kena karma masih ajh nyalahin orang,semua berawal dari lu lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!