NovelToon NovelToon
SENJA TAK BERTUAN

SENJA TAK BERTUAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dokter / Penyelamat
Popularitas:115
Nilai: 5
Nama Author: Essa Amalia Khairina

Yasmin selalu percaya bahwa kerapuhannya adalah kutukan, hingga Arya datang membawa kepastian di bawah senja. Di sana, mereka mencuri satu petak langit untuk saling memiliki. Namun, ketika ikrar telah terucap dan senja mulai meredup, semesta seolah menagih kembali kebahagiaan yang mereka dapatkan.

Dan, ketika kegelapan itu datang...

Yasmin tersadar satu hal, mereka tidak sedang memiliki senja, hanya sedang meminjamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Essa Amalia Khairina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TAMA

​Bagi orang lain yang memandang dari kejauhan, ini mungkin tampak seperti puncak dari sebuah dongeng—pernikahan yang indah, dekorasi yang sempurna, dan janji suci yang baru saja terucap. Namun bagi Yasmin, setiap tarikan napasnya adalah pertaruhan. Di sampingnya, Arya berdiri tegak, sosok yang Ia harapkan menjadi kompas di tengah badai hidupnya yang tak kunjung usai.

​Ia tahu betul bahwa restu adalah kemewahan yang tidak ia miliki. Maura dan Freya tidak akan pernah sudi menerima kehadirannya. Yasmin bisa merasakan tatapan mereka yang tajam, seolah sedang menghitung detik demi detik untuk menghancurkan kebahagiaan yang baru saja ia cicipi. Namun, di balik keraguan yang sempat menyelinap seperti kabut tipis, Yasmin memilih untuk mengunci pandangannya hanya pada Arya.

​Ya. Hanya pada Arya, satu-satunya dermaga tempatnya berlabuh.

​Namun, ketenangan itu runtuh dalam sekejap. Suasana yang tadinya hangat oleh semerbak aroma bunga dan sisa parfum tamu undangan mendadak berubah dingin, seolah musim dingin menyusup paksa ke dalam ruangan. Yasmin merasakan napasnya tertahan di kerongkongan, membeku bersama detak jantungnya yang mendadak liar.

​Di ambang pintu, seorang pria berdiri diam. Bayangannya memanjang di atas lantai marmer, tampak kontras dan kelam di tengah dekorasi pernikahan yang serba putih bersih.

​"Mas Tama!" Seru Freya, suaranya memecah keheningan dengan nada yang sulit diartikan.

​Mata Yasmin terpaku.

Pria itu melangkah maju dengan kemeja merah marun berlengan panjang yang digulung hingga siku, memancarkan aura dominan yang menyesakkan. Warna merah itu tampak mencolok, seolah-olah menjadi noda darah di atas kanvas suci di antara pernikahannya yang serba pastel.

​Tama. Nama itu bergema di batin Yasmin, pahit dan getir. Jadi, namanya Tama.

​Ingatan dalam otaknya berputar cepat seperti kepingan film lama yang rusak, hingga akhirnya berhenti pada satu fragmen yang paling ia hindari. Bukan di pesta mewah, bukan pula di koridor rumah sakit tempat Arya mengabdi. Ingatan itu membawanya kembali ke sebuah restoran, di dalam ruang pribadi milik Pak Tomi yang tertutup rapat.

​Yasmin ingat persis bagaimana Tama duduk dengan tenang, menguasai ruangan, sementara Pak Tomi memperkenalkannya dengan nada bicara yang penuh maksud tersembunyi. Kini, pria yang sama berdiri di hadapannya, memandangnya dengan tatapan tajam yang seolah sanggup menguliti setiap rahasia yang ia simpan.

​Rasa takut menjalar seperti sengatan listrik. Dengan gerakan refleks yang penuh kecemasan, Yasmin menunduk dalam, mencoba menyembunyikan wajahnya di balik punggung kokoh Arya, mencari perlindungan yang mungkin saja rapuh dalam hitungan detik.

​"Waw." Tama bergumam rendah. Sudut bibirnya terangkat tipis, namun matanya tetap dingin, mengunci gerak-gerik Yasmin layaknya predator yang baru saja menemukan kembali mangsanya. "Jadi, ini... istri seorang dokter Arya?"

​"Ya," sahut Arya mantap, meski ia merasakan kegelisahan di balik punggungnya. Ia merangkul bahu Yasmin lebih erat. "Namanya Yasmin."

​"Yasmin?" Tama mengulang nama itu. Suaranya rendah, namun setiap suku kata yang keluar dari bibirnya terasa seperti seringai yang disamarkan. Ia seolah sedang mencicipi sisa-sisa skandal lama yang manis sekaligus mematikan di ujung lidahnya.

​Mata Tama tidak sedetik pun berpaling. Ia mengunci Yasmin dalam sebuah tatapan yang tidak sopan—memindai wanita itu dari mahkota kepalanya hingga ke ujung kaki, seolah sedang menilai kualitas barang yang baru saja ia temukan kembali di tempat yang salah.

​Di tengah keheningan yang menyesakkan itu, Tama lalu menjulurkan tangannya. Sebuah gestur formal yang bagi orang lain tampak seperti keramahan seorang kakak ipar, namun bagi Yasmin, itu adalah jeratan yang baru saja dilemparkan.

​"Hai, Yasmin. Aku Tama," ucap Tama dengan penekanan yang ganjil pada kalimat berikutnya. "Kakaknya Arya."

​Kalimat itu menghantam Yasmin lebih keras dari tamparan mana pun. Kakaknya Arya. Kenyataan itu berputar di kepalanya, menciptakan rasa mual yang hebat. Pria yang melihatnya di ruang pribadi Pak Tomi—pria yang mengetahui sisi gelap yang coba ia kubur dalam-dalam—kini adalah bagian dari keluarga pria yang paling ia cintai.

​Arya, yang merasakan perubahan drastis pada aura istrinya, menoleh ke belakang. Ia menatap Yasmin dengan kening berkerut, mencoba mencari penjelasan di balik wajah yang mendadak sepucat kertas itu. Ada kecemasan yang mulai merayap di mata Arya, ia belum pernah melihat Yasmin setakut ini.

​"Yasmin, ada apa?" bisik Arya lirih, namun Yasmin seolah kehilangan pendengarannya.

​Dunia di sekitar Yasmin mendadak sunyi, menyisakan suara detak jantungnya sendiri yang berdegup kencang di telinga. Dengan seluruh tenaga yang tersisa agar tidak jatuh pingsan, Yasmin perlahan menjulurkan tangannya yang gemetar hebat.

​Saat jemarinya yang dingin akhirnya menyentuh telapak tangan Tama, sebuah sensasi listrik yang meremangkan bulu kuduk menjalar ke seluruh tubuhnya. Genggaman Tama tidak sekadar menjabat, ia meremas jemari Yasmin sedikit lebih lama dari seharusnya, seolah memberikan tanda bahwa mangsanya tidak akan pernah bisa lari lagi.

​"Senang... akhirnya kita bertemu secara resmi, Yasmin," gumam Tama, suaranya hanya bisa didengar oleh mereka, namun matanya tetap menatap tajam, menembus pertahanan terakhir Yasmin yang mulai goyah.

****

****

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!