Seorang anak lelaki, yang harus menyaksikan kematian ibunya di ulang tahunnya yang ke 9. Tumbuh dengan hati yang dingin, seolah tak tersentuh. Tetapi ia sudah terbiasa, dengan sahabatnya. Petualangan bersama para roh, kuy kita baca🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hantu Air 2
Aku... hiks... jadi ibu yang sudah membalaskan dendamku? Ibu... ' Ratih menatap Ghaffar
'Apa ibuku dihakimi warga? Apa ibuku dibunuh oleh mereka?' tanya Ratih, Ghaffar menggelengkan kepalanya
"Karena semua orang tau, bila ibumu dan kamu adalah orang baik. Caramu mati mu yang tragis, membuat warga memaklumi apa yang di lakukan oleh ibumu. Hanya saja, saat itu ibumu sedang sakit. Satu hari setelah ia membantai keluarga pelaku, ia pun meninggal karena sudah pasrah. Pasrah dengan ajal yang menjemputnya. Karena semangat hidupnya, sudah tiada. Yaitu... KAMU..." jawab Ghaffar
'Hiks... ibu... maafkan Ratih bu, maafkan Ratih harus pergi lebih dulu. Maafkan Ratih, karena harus menjadikan ibu seorang pembunuh. hiks...' perlahan angin yang berhembus kencang mereda, Ghaffar menghembuskan nafas lega.
Kini arwah Ratih yang menyeramkan, berubah menjadi Ratih sebelum ia meninggal.
'Cantik' gumam Moon, yang tak tau bila dirinya pun cantik.
"Apa kamu mau kembali pulang?" tanya Ghaffar, Ratih berdiri dan mengangguk
'Apa kamu bisa membantuku, untuk bertemu dengan ibuku?' tanya Ratih, Ghaffar terdiam
Ia tak bisa mengiyakan, karena hukum di akhirat. Ia tak tau seperti apa? Ibunya Ratih, meski ia membalaskan dendam putrinya. Tetap saja, ia sudah menghabisi banyak nyawa. Begitu juga dengan Ratih, ia sudah banyak menahan banyak jasad di sini. Menyebab kan banyak jiwa, yang tertahan di bumi.
"Aku hanya bisa membantumu kembali, masalah kamu bertemu kembali dengan ibumu. Itu di luar kuasaku, maaf." jawab Ghaffar, Ratih terdiam.
Apalagi, ini sudah puluhan tahun yang lalu.
'Tak apa, aku tau... Asalkan kamu bisa mengirim ku pergi, aku berterima kasih padamu. Begitu aku terlepas, dari sini. Jasadnya dan juga jasad yang lain, akan keluar dengan sendirinya.' Ghaffar mengangguk, ia memejam kan kedua matanya. Ia melangkah mendekati arwah Ratih, lalu mengulurkan tangannya. Ia mengarahkan telapak tangan, di atas kepala arwah Ratih. Dengan meminta bantuan sang Pemilik Kehidupan, Ghaffar pun membantu arwah Ratih pergi.
WUSSSHH
'Kamu kenapa?' tanya Sagara, yang masih di dalam tubuh Akbar
'Hiks... kematiannya begitu tragis, di perkosa... lalu di bunuh dengan cara yang begitu kejam. Wajar saja, kalo dia memiliki dendam sampai sekarang. Ibunya... ibunya begitu mencintainya, apa aku punya ibu yang juga mencintaiku?' jawab Moon, yang ada di dalam tubuh Damar.
Rasanya lucu, melihat Damar menangis. Tawa Ghaffar hampir saja pecah, melihat sahabatnya menangis sesenggukan. Ghaffar tak bisa membantu Moon, karena ia sendiri lupa bagaimana cara dia mati. Bahkan saat mereka bertemu, Moon tak mengingat masa lalunya sama sekali. Nama Moon pun, dia yang memberikannya.
'Itu... jasadku' Serentak Ghaffar dan Moon berbalik
'Banyak banget, itu ada 1... 2... 3... hah... males ngitung lah, pokonya banyak itu.' ucap Moon
Benar saja, yang muncul bukan hanya jasad Sagara. Namun banyak, itu semua bukan salah Ratih sepenuhnya. Ada kasus di balik ini semua, sedangkan Ratih... ia hanya senang mendapatkan teman baru. Ghaffar menghubungi bang Abraham, ia berharap kakak nya sudah kembali ke kota ini.
"Assalamu'alaikum bang"
'Wa'alaikum salam, kenapa Ghaff? Apa ada kasus baru?' Ghaffar tersenyum, sepertinya abang nya menyadari sesuatu.
"Bang, apa akhir-akhir ini banyak laporan orang hilang?" tanya Ghaffar
'Ya, kamu benar. Selama 1 tahun terakhir ini, sudah ada 12 laporan kasus kehilangan anak-anak mereka. Sudah abang dan tim selidiki, tapi tak ada petunjuk apapun. Abang sempat berpikir, bila ini pengulangan korban pembunuh berantai. Karena 6 tahun yang lalu, kasus ini pernah terjadi. Dan jumlah hilangnya korban pun sama, 12 orang.' Ghaffar terkejut, mendengar kata pembunuh berantai.
Ia pun menghitung jenazah, yang terapung di danau. Semuanya ada 12, tepat seperti yang di katakan abangnya. Apa mungkin, sahabat Sagara merupakan pelaku? Atau ada orang di baliknya, yang menuntun dia untuk melakukan hal ini?
'Ghaff... GHAFFAR'
"Ahh.. iya bang, maaf. Ghaffar tadi sibuk, dengan pikiran Ghaffar sendiri. Ghaffar menemukan 12 jenazah, apa mungkin mereka adalah orang hilang yang di maksud??"
'APA?! KAMU SERIUS GHAFF?' bang Abraham terkejut bukan main
"Tentu saja, apa hal seperti ini bisa di jadikan bahan candaan?" terdengar suara decakan, dari sebrang sana.
"Apa abang sudah kembali ke kota ini? Kasus di kota xxx, sudah selesai?" tanya Ghaffar
'Sudah... sudah... pelaku sudah di amankan, keduanya di serahkan ke tempat khusus penderita HIV. Abang tidak bisa membiarkan mereka satu tim, dengan pelaku kejahatan yang sehat. Karena keduanya ada indikasi, ingin menyebarkan penyakit tersebut lewat darah mereka. Tunangan Arsita, yang bernama Rafi juga selamat. Karena dia menyadari ada yang tak beres pada tubuhnya, sehingga dia mengurung diri di kamar mandi.' Ghaffar menghembuskan nafas lega
"Apa bang bisa ke sini? Bawa tim, karena jenazah memang banyak. Sepertinya membutuhkan kak Arimbi, karena wajah mereka sudah tak di kenali. Yaaa... meski Ghaffar tau siapa mereka" pinta Ghaffar
'OK ok... kebetulan abang masih di jalan, kamu di mana?'
"Di belakang sekolah xxx, ada danau."
'Baik, abang ke sana sekarang. Abang juga akan membawa tim, juga ahli forensik. Kamu tolong jaga dulu sebentar, mungkin sekitar 25 menit."
"Ok"
'Assalamu'alaikum'
"Wa'alaikum salam" panggilan selesai, Ghaffar meminta no yang bisa di hubungi pada Sagara. Sagara memberikan no kakak nya, ia takut bila langsung pada ibunya. Ibunya akan shock, Ghaffar segera menghubungi no yang di sebutkan Sagara.
"Assalamu'alaikum"
'Wa'alaikum salam, dengan siapa ini?'
"Saya Ghaffar, teman Sagara. Apa anda kakak nya?"
'Ya benar, apa kamu tau keberadaan adikku?'
"Ya... lebih tepatnya, saya tau keberadaan jenazah Sagara. Sagara.... dia sudah tiada."
'BOHONG, JANGAN MENYEBARKAN ISU KAMU' Ghaffar menjauhkan ponsel dari telinganya, hal ini sudah pasti akan terjadi. Keluarga mana yang tak terkejut, mendengar kabar anggota keluarga lainnya sudah tiada.
"Sebaiknya, kakak ke belakang sekolah xxx. Kakak bisa melihat sendiri, dan saya akan menceritakan apa yang sudah terjadi pada Sagara." hening beberapa saat, sampai..
'Baiklah, saya segera ke sana. Assalamu'alaikum'
"Wa'alaikum salam"
'Dia memaki mu ya' ucap Moon, Ghaffar mengangguk
'Maaf' ucap Sagara, Ghaffar menepuk pundak Sagara
"Santai saja, hal itu pasti akan terjadi. Apalagi keluarga mu, sudah lama mencari mu. Dan tiba-tiba mendapatkan kabar seperti ini, tentunya dia terkejut." jawab Ghaffar, lagi-lagi Moon menatap sedih ke atap danau
"Nanti kamu juga akan ingat, di saat kamu ingat. Aku janji, akan membantumu bertemu dengan keluargamu." ucap Ghaffar, Moon menoleh
'Aku... seandainya nanti aku ingat, apa aku juga harus kembali? Apa aku tidak bisa tetap bersamamu, membantu arwah-arwah lain.' tanya Moon, Ghaffar terdiam.
"Aku tidak tau" jawabnya singkat
Tak terasa memang, pertemuan dia dan Moon sudah hampir 6 tahun. Dari dimulai nya bisnis kafe, sampai saat ini. Dulunya, kafe ZAYYAS merupakan bangunan kosong terbengkalai. Tak ada yang mau membelinya, meski di beri harga murah sekali pun. Karena siapa pun, yang menempati bangunan itu. Akan selalu di teror, oleh banyaknya makhluk halus. Yang sudah lebih dulu, menempati bangunan tersebut. Termasuk Moon, yang juga tiba-tiba ada di sana.
Semuanya berawal dari...
...****************...
Jangan lupa like, komen, gift dan vote nyaaaa.....🥰