Syafira anindita putri seorang gadis cantik yang berusia 18 tahun. Hobi nya adalah membuat masalah. Ia tak pernah terhindar dari masalah. Sehingga suara hari masalah yang tak pernah diharapkan malah datang kepadanya. Syafira hamil. Pria yang menghamili Syafira tidak mau bertanggung jawab.Ia memilih menikahi gadis lain.Syafira benar benar terpuruk.Tapi ia tetap menjaga janin yang ada di dalam kandungannya dengan baik. Suatu hari seorang pria datang ke dalam kehidupannya. Pria itu adalah keenan aldebaran bright. keenan bukannya seorang ceo atau direktur.Ia hanya seorang pria konyol yang mencoba masuk ke dalam kehidupan Syafira.
lalu bagaimana kah kisah mereka berdua?
ikuti kisah nya hanya di Bukan Janda
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ririn Calliesta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tunangan?
Setelah menemani Syafira seharian di cafe, Keenan memutuskan untuk pulang ke rumah nya. Ia menemui ibu nya yang sedang menonton televisi.
"Ma" sapa nya.
Mela menoleh pada Keenan. "Kenapa?" tanya Mela.
"Aku mau tunangan ma"
Mela tersedak mendengar anak nya meminta tunangan. Tidak ada angin dan hujan tiba tiba ingin tunangan. "Kenapa mendadak? tanya Mela.
"Karena Keenan sayang sama dia ma, lagi pula kalau mau dinikahi juga blom bisa, soalnya dia lagi hamil.
Mendengar kata hamil, Mata Mela terbelalak. "Kamu menghamili anak orang hah? Kurang ajar. Bentar bentar mama panggil papa dulu"
Mela memanggil Mahendra dari kamarnya. Ia memberi tahu semua itu pada Mahendra. Mahendra yang sudah diberi tahu oleh Mela langsung menghampiri Keenan.
"Anak kurang ajar, papa tidak pernah mendidikmu untuk menjadi seperti ini"
"Keenan lebih ajar kok pa, bukan kah dulu Keenan selalu mendapat juara di sekolah"
"Gak usah becanda" timpal Mela.
"Kagak ma, ya ampun. Sensi banget sih"
"Sekarang jelaskan semuanya pada papa" ucap Mahendra.
Keenan menjelaskan semua nya dari awal sampai akhir. Ia juga mengatakan kalau mama nya hanya salah paham.
"Aku itu bukannya menghamili gadis lain pa, aku cuma mau tunangan sama Syafira pacar aku. Mama pernah ketemu kok pa sama dia. Dan dia hamil karena dijebak oleh temannya pa. Bukan sama Keenan. Aku saranin yah pa jangan percaya sama omongan mama, soalnya mama kalau ngomong suka gak bener"
Mela melototi Keenan. "Tuh pa, bentar lagi mama berubah jadi singa"
Mahendra yang mengerti permasalahannya pun melirik ke arah Mela. "Makanya ma kalau ada informasi itu jangan dimakan mentah mentah."
Mela hanya tersenyum kaku pada Mahendra dan menatap Keenan dengan tatapan sinis.
"Papa belom tau tentang Syafira, sekarang ceritakan pada papa"
"Syafira adalah gadis yang berumur 18 tahun pa. Dia sangat cantik, lebih cantik dari mama"
"Wah minta dihajar nih anak" batin Mela.
"Suatu hari dia dijebak sama temannya pa sampe akhirnya dia hamil. Keenan jatuh cinta sama dia pa, tidak peduli akan status nya yang lagi hamil."
"Kamu yakin mau tunangan dulu, kamu itu sudah dua puluh lima tahun Keenan. Kenapa gak langsung kamu nikahi aja" ucap Mahendra.
"Mau nya sih gitu pa, tapi dia kan lagi hamil. Keenan nunggu dia lahiran dulu"
"Paling Syafira mau sama kamu karena kamu paksa, secara kan Syafira itu cantik. Baik lagi" celetuk Mela.
"Mama" tegur Mahendra.
Keenan menjulurkan lidah nya pada Mela. Membuat Mela kesal setengah mati. Mahendra menghela nafas kemudian menepuk bahu Keenan.
"Lusa kita akan datang ke rumah pacarmu itu. Papa akan melamarnya untukmu. Kita bisa bicarakan tentang pertunangannya dengan kedua orang tuanya"
"Terima kasih pa, papa memang yang terbaik"
"Kamu gak mau berterima kasih sama mama?" Ucap Mela.
"Enggak" jawab Keenan seraya menggelengkan kepalanya.
"Mama masukin ke perut lagi tau rasa kamu" ucap Mela.
"Coba aja ma kalau bisa"
Mela bersiap untuk menjewer Keenan karena sudah berani berdebat dengan ibu nya sendiri. Tapi ia urungkan. Mahendra membawa Mela ke kamar, ia menggendongnya seperti karung beras.
"Sekarang ayo temani aku di kamar"
"Ngapain mas?"
"Olahraga di kasur"
Pembicaraan mereka masih bisa di dengar oleh Keenan. Keenan mengambil handphone nya dan menghubungi Syafira. Ia membuat panggilan video call
"Halo Janda"
"Iya om"
"Kamu masih di cafe?" tanya Keenan.
"Enggak aku sudah di rumah, tadi aku dijemput sama ayah"
"Sudah makan?" tanya Keenan.
Syafira menggelengkan kepalanya. "Kamu mau makan apa biar aku belikan"
"Mangga muda om" jawab Syafira.
Keenan mengernyitkan dahi nya. "Malam malam begini kamu ingin makan mangga muda?"
Syafira mengangguk dengan cepat, ia tak mau menyia nyiakan kesempatan ini. Mumpung Keenan menawarkannya.
"Bisa yang lain gak, soal nya kalau malam susah buat dapetin mangga muda" ucap Keenan.
"Gak mau, pokok nya mau mangga muda. Kalau om gak bisa bawain nya malam ini juga, aku gak mau ketemu sama om lagi"
"Ya udah aku usahain yah" ucap Keenan.
"Hmmm"
Syafira mematikan telfonnya. Sementara Keenan, ia langsung berangkat mencari mangga muda.
Keenan pergi tanpa sempat untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.
Keenan bingung ia harus mencari mangga muda kemana malam malam begini. Keenan berjalan di sekitar rumah nya. Kemudian ia melihat sebuah pohon mangga, dimana buah mangganya sangat banyak sekali.
Keenan tidak tahu pohon mangga itu milik siapa. Keenan sebenarnya bisa saja meminta pada pemiliknya. Namun karena tak mau repot Keenan langsung memanjat pohon itu dan mengambil beberapa mangga muda.
Saat Keenan mengambil buah mangga, tiba tiba pemilik nya keluar. "Hei kamu ngapain malam malam begini manjat pohon mangga saya"
Keenan yang terciduk langsung mengambil beberapa buah mangga dan segera kabur. Keenan bernafas lega saat ia berhasil kabur. Tapi sepertinya Keenan melupakan sesuatu.
Dompet dan handphone nya tertinggal di sana. "Awas aja kalau kau kembali" ucap pemilik pohon mangga itu. Ia menunggu kedatangan Keenan. Karena ia yakin Keenan pasti akan kembali
Dan benar saja Keenan benar benar kembali dan muncul di hadapannya. "Tadi sudah kabur kan? Kenapa kembali lagi" ucap pemilik pohon mangga tersebut.
Keenan menggaruk kepalanya yang tak gatal "dompet dan handphone saya ada di bapak, bisa kah bapak mengembalikannya?" pinta Keenan.
"Kembalikan mangga yang telah kau curi itu, baru aku mengembalikan dompet dan handphone mu"
"Tapi pak saya benar benar butuh mangga ini, istri saya di rumah sedang ngidam. Dia pengen makan mangga muda sekarang"
"Ya sudah kalau begitu ambil saja mangga itu, lain kali kamu harus minta izin dulu sama pemiliknya jangan asal comot gitu." Ucap pemilik pohon mangga tersebut. Kemudian ia mengembalikan handphone dan dompet Keenan.
"Terima kasih pak, kalau begitu saya permisi dulu"
"Tunggu sebentar"
Pemilik pohon mangga tersebut mengambil beberapa buah mangga lagi, lalu diberikannya pada Keenan.
"Ini berikan lagi pada istrimu"
"Terima kasih pak"
Setelah itu Keenan pamit pergi. Fyuhhh baru pertama kalinya Keenan mencuri buah mangga dalam seumur hidupnya. Benar benar tak bisa dibayangkan.
Keenan kembali ke rumahnya dengan membawa buah mangganya. Namun secara tiba tiba Mela muncul di hadapan Keenan. "Wah buah mangga, kebetulan mama lagi pengen. Sini buahnya"
Mela akan mengambil buah mangga itu dari tangan Keenan, tapi Keenan menyembunyikannya di belakangnya. "Ma, mangga ini bukan buat mama. Ini buat Syafira, katanya dia lagi pengen mangga muda"
"Oh buat calon menantu, bilang dong dari tadi. Ya udah mama ke dalam dulu. Oh iya kalau kamu mau mengantar buah itu mandi dan ganti pakaianmu"
"Oke ma"
Keenan segera mandi dan membersihkan dirinya. Ia juga berganti pakaiannya. Ia memakai kaos bemotif kotak kotak dan menggulung bagian lengannya. Keenan terlihat seperti anak kuliahan.
Kemudian Keenan memakai jaket dan bergegas pergi.di perjalanan ke rumah Syafira, Keenan berhenti di suatu tempat untuk membeli sesuatu. Ia membeli martabak untuk ayah dan ibu nya Syafira. Anggap saja Keenan latihan untuk menjadi suami Syafira.
Setelah mendapatkan martabaknya Keenan langsung melanjutkan perjalan ke rumah Syafira. Keenan telah sampai di rumah Syafira. Ia mengetuk pintu, pintu dbuka oleh Syafira.
"Om"
Keenan menyerahkan semua buah manggs itu pada Syafira. "Terima kasih om"
"Om mertua sama tante mertua mana?"
"Ada di dalam, ayo masuk"
Syafira membawa Keenan masuk ke dalam rumahnya. "Ayah, ibu ini ada om Keenan" ucap Syafira.
"Nak Keenan, sini nak duduk" ucap Wina.
"Terima kasih tante, oh iya ini saya bawa martabak buat tante dan om"
"Makasih ya Keenan" ucap Tio.
"Sama sama om"
Syafira kembali ke dapur dan membawa pisau buah. Ia mengupas dan memotong buah nya tepat di hadapan ibu nya. Membuat Wina kaget saja. Setelah itu Syafira memakan buah nya dengan cepat. Ia menghabiskan tiga buah mangga dalam sepuluh menit
Saat Syafira akan mengambil buah mangga lagi, Keenan mencegahnya. "Sudah cukup, kamu tadi menghabiskan tiga buah mangga. Jangan sampai perutmu sakit karena makan buah itu"
Tio dan Wina saling bertatapan, mereka berdua tersenyum melihat seberapa perhatiannya pada putrinya.
"Aku masih mau lagi om"
"Iya kau bisa memakannya lagi lain kali"
Tak sadar Keenan telah berada di rumah syafira selama 3 Jam. Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam.
Keenan berpamitan pada Tio dan wina. Serta juga dengan kekasihnya.
Keenan belum mengatakan apapun soal pertunangan itu. Biar lah nanti ia yang akan membicarakannya dengan Syafira.
"Aku pulang dulu"
Keenan berjongkok tepat di hadapan perug Syafira. "Dedek bayi tolong jaga bunda ya"
Keenan mencium kening Syafira, lalu pergi setelah itu. Syafira menatap kepergian Keenan. Dan kemudian kembali masuk kamar.
"Aku benar benar berharap bisa menjadi satu satu nya lelaki yang dicintai oleh Syafira- Keenan Aldebaran Bright
"Di dunia ini aku hanya ingin terus dicintai oleh satu orang Keenan Aldebaran Bright -Syafira Anindita putri
Sukses thor dan terus semangat dengan karya - karyanya dan selalu sehat, aamiin.
salut juga buat mama nya keenan