NovelToon NovelToon
Cinta Di Tapal Batas

Cinta Di Tapal Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Romansa pedesaan / Diam-Diam Cinta / Cintamanis
Popularitas:14k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Dini Kirana yang masih kelas dua SMA dijual oleh ayah tirinya kepada pria kaya yang sudah banyak istri untuk melunasi hutang. Dini memilih kabur dari rumah dan akhirnya kesasar ke salah satu Desa. Di tempat itu, Dini bertemu Aksa yang sudah berusia 28 tahun.

"Mas, boleh ya saya tidur di rumah kamu? Tolong Mas, saya butuh tempat tinggal."

"Kamu bukan siapa-siapa saya Dini, saya tidak mau digerebek warga Desa."

Bagaimana kisah selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Aksa merasa lega ketika Lestari pamit pulang, ia mengantar sampai pintu kemudian kembali lagi. Bersamaan dengan itu Dini pun keluar dari persembunyiannya.

"Sebaiknya kamu segera masuk ke kamar" titah Aksa, memberi tahu jika ingin ke kamar mandi, letaknya di belakang rumah.

"Terima kasih Mas" Dini terburu-buru ke kamar ingin segera ganti baju, betapa malunya ia ternyata bajunya bau pupuk.

Kamar yang tidak terlalu besar tapi bersih dan rapi, itulah kamar Aksa. Dini memindai sekeliling tembok, tidak ada poster artis korea yang dipajang seperti di kamarnya. Walaupun di luar tadi temboknya belum diplaster tapi di dalam sudah rapi dan di cat warna putih.

Tatapan Dini pindah ke tempat tidur Aksa yang hanya muat untuk satu orang. Satu bantal dan selimut mengisi kasur.

"Orang tua Aksa kemana, ya? Apa mungkin pria itu tinggal sendiri?" Batinya. Tetapi Dini tidak mau memikirkan itu. Sejak di pinggir sawah tadi ia menahan pipis, kemudian ke luar kamar menuju pintu belakang.

Gubuk kecil nempel di rumah, itulah kamar mandi yang dikatakan Aksa. Suara kodok bangkong di belakang gubuk terdengar nyaring selaras dengan desa yang terisolir oleh persawahan. Lampu kecil yang menggantung di atap kamar mandi dikerubungi serangga Laron. Dini merasa berada di alam mimpi, hidupnya tiba-tiba akrab dengan serangga dan binatang.

Dini menatap selang panjang yang masuk melaui celah bawah atap kamar mandi itu numpang di atas bak.

Krucuk Krucuk krucuk.

 Air pun mengalir deras begitu Dini membuka penutup selang. Rupanya air tersebut bukan dari mata air bawah tanah. Entah dari pegunungan, atau dari kali, Dini tidak mau tahu. Yang jelas air tersebut berwarna biru saking jernihnya.

Dini sudah kembali ke kamar lagi, membuka ransel, tapi tidak ada baju di sana. "Lah, baju aku kan tidak kebawa" Dini bingung bagaimana ia mengganti bajunya yang bau itu.

Dini menatap lemari kayu, terpaksa membukanya. "Ini kan pakaian Aksa, sebaiknya aku pinjam satu" Dini menutup pintu kembali lalu ke luar hendak menemui Aksa.

Di luar sepi, pandangan matanya tertuju ke arah pria yang tidur meringkuk di lantai dan hanya beralas tikar. Perasaan bersalah pun muncul di hati Dini. Gara-gara memaksa menginap di rumah ini Aksa justru rela tidur di lantai. Dini khawatir jika Aksa masuk angin lalu mendekat. Dini berjongkok menatap Aksa yang sudah terlelap. "Tampan juga Dia" Dini tersenyum.

Tidak mau mengganggu tidur Aksa, ia kembali ke kamar. Walaupun besok dikatakan lancang oleh pemilik pakaian ia akan terima, Dini meminjam satu kaos dan celana training memasang di tubuh.

"Kebesaran tapi lumayan lah" Dini lantas merebahkan tubuhnya di kasur.

"Kamar ini tidak ada kipas, apa lagi ac tapi kenapa dingin sekali" Dini pun menggunakan selimut Aksa yang masih dilipat rapi.

Hari berganti pagi, suara kokok ayam jantan membangunkan Dini. Gadis itu segera bangun menatap jam dinding yang sudah menunjukkan angka empat. Walaupun sebenarnya malas dan masih mengantuk, tapi segera ke kamar mandi untuk menepati janjinya kepada Aksa. Pergi pagi-pagi sebelum ada orang yang melihatnya keluar dari rumah ini.

Dini membuka penutup selang terpaksa mandi walaupun hawa dingin membuat tangannya keriput. Tentu tidak kuat lama-lama, kemudian meninggalkan kamar mandi, sampai lupa menutup selang.

"Aksa kemana ya?" Dini sebenarnya ingin pamit pemilik rumah, tapi di lantai sudah tidak ada Aksa.

Pyak.

Dini terkejut ketika balik badan air masuk hingga di tengah-tengah lantai rumah. "Hah? Aku lupa menutup selang, tapi kenapa air bisa masuk ke dalam begini sih?" Dini panik mengangkat celana panjang agar tidak basah lalu kembali ke kamar mandi.

"Ya ampun..." Dini kaget, ternyata selang yang numpang di atas bak tadi terlepas karena air kepenuhan dan selang panjang itupun masuk melalui pintu dapur.

"Bagaimana ini?" Dini terpaku menatap air, walau selang sudah dia tutup, tapi rumah Aksa sudah kebanjiran. Tidak mungkin ia membersihkan rumah ini sendirian, bisa-bisa jam tujuh pagi baru selesai.

"Sebaiknya aku pergi saja. Maaf Aksa" Dini memasang tas ransel lalu membuka pintu depan sudah tidak dikunci. Aksa pun ternyata sudah pergi entah kemana.

Jam delapan pagi.

"Mbah Putriii..." Seru Dini ketika sudah tiba di halaman rumah nenek. Wanita 60 tahun yang ia cari-cari rupanya sedang menyapu latar.

"Cucuku... Kok nggak assalamualaikum sih..." Mbah Ambar Wati menjatuhkan sapu menerima pelukan sang cucu.

"Assalamualaikum..." Dini tersenyum kikuk, saking senangnya bertemu neneknya hingga lupa mengucap salam.

"Kamu itu buat hati Mbah Putriii jantungan tahu tidak" Mbah putri menyentuh hidung cucunya. Masih tampak gurat ke sedihan di hati mbah Ambar, sebab cucunya yang ia tunggu sejak kemarin sore semalaman belum juga tiba.

"Ceritanya panjang Mbah, tapi yang penting aku tidak apa-apa" Dini merentangkan tangan.

Mbah Putriii tersenyum mengait tangan Dini mengajaknya masuk ke dalam rumah limasan tempo dulu yang didominasi kayu jati masih berdiri kokoh. Daerah ini dijuluki kota gaplek karena dulu kebanyakan penduduk setempat makan nasi tiwul yang terbuat dari singkong yang sudah dikeringkan. (gaplek)

"Mbah Putriii kesal sama ibu kamu, dibilangin jangan menikah sama Ringgo tapi dulu ngeyel" sesal mbah Ambar sembari menuang teh dari teko tanah liat yang sudah klimis karena hampir setiap hari dipakai.

"Sudahlah Mbah, Ibu kan tidak tahu kalau sifat Ringgo sebenarnya jahat," masih segar di ingatan Dini, Ringgo dulu sayang kepadanya tapi ternyata kebaikannya itu hanya topeng.

"Ya sudah, selama menunggu proses pindah, sebaiknya kamu istirahat."

*************

Sekolah dua lantai yang dikelilingi tumbuhan subur, rumput hijau dan segar, Dini tiba di sekolahnya yang baru. Jika di kota dulu, Dini parkir motor, di sekolah ini ia turun dari sepeda goes warisan mbah kakung.

Dengan baju baru, semangat baru dan suasana yang baru, Dini melangkah masuk ke dalam kelas. Kulitnya yang putih, tampang kaya menjadi perhatian teman-teman khususnya para pria.

"Kamu siswi baru ya? Kenalkan, saya Handoko, panggil saja Han" pria yang menjadi idola sekolah itu pun mengenalkan diri dengan ramah.

"Kenalkan juga, namaku Bejo" pria kurus, kulit hitam, sahabat Handoko mengulurkan tangan penuh percaya diri

"Dini Kirana" Dini menyebut nama lengkap lalu izin mencari tempat duduk. Tepat di tengah-tengah Dini menemukan laci yang masih kosong, lalu meletakan buku di tempat itu.

"Murid baru itu sepertinya bukan dari Desa ini?" Handoko masih memperhatikan Dini.

"Makanya, kalau datang jangan kesiangan? Murid baru itu kan tadi sudah diumumkan saat upacara" Bejo menoyor kepala Handoko. Dua sahabat itupun saling toyor disertai tawa. Dini hanya tersenyum memperhatikan mereka.

 "Kamu pindahan dari kota ya?" Tanya Siswi yang baru saja masuk, melepas ransel lalu meletakkan di atas meja sebelah Dini.

"Kamu benar" Dini tersenyum ramah.

 "Kenalkan, namaku Lestari" lanjut gadis yang rambutnya dikuncir kuda.

Dini diam terpaku menerima uluran tangan teman sekelasnya ketika mendengar namanya. "Lestari, jangan-jangan wanita ini yang pernah datang ke rumah Aksa" batin Dini.

 Namun, Dini segera tersadar ketika Tari menepuk pundaknya. "Kok malah bengong"

Dini pun tersenyum, lalu ngobrol dengan Lestari membicarakan tentang sekolah. Bel pun berbunyi, Dini bersama Lestari membetulkan posisi duduknya.

Seketika kelas menjadi berisik ketika anak-anak lain pun beramai-ramai masuk. Tidak lama kemudian hening, ketika terdengar langkah sepatu seorang pria. Dia adalah guru yang baru saja masuk. "Assalamualaikum..." ucapnya sembari melangkah lalu berdiri di depan papan tulis.

Mendengar suara familiar, Dini yang tengah membaca buku pun mengangkat kepala. "Aksa? Jadi... Dia guru di sekolah ini? Mati aku" batin Dini ingatanya kembali ke belakang, ketika seminggu lalu membuat rumah Aksa kebanjiran tapi tidak bertanggung jawab membersihkan.

"Anak-anak sekarang perhatikan dengan baik" guru ipa itu menunjukkan diagram sistim pencernaan. "Sekarang tuliskan, bagaimana proses pencernaan?" Aksa yang awalnya menghadap papan tulis pun balik badan menatap semua murid.

Matanya menyipit dalam, ketika tatapannya tertuju kepada siswi familiar yang sedang melamun tidak memperhatikan penjelasannya. Aksa berjalan diantara meja, mendekati gadis itu. "Kamu" Aksa berdiri di pinggir meja Dini.

"Emmm... Anu" Dini terkejut bukan main. Dadanya berdebar-debar takut jika pak Aksa marah karena kejadian seminggu yang lalu.

...~Bersambung~...

1
Darti abdullah
luar biasa
Eka ELissa
knpa tu Lusi..... entahlah hy emk yg tau.....
Buna Seta: Jangan jangan bunting
total 1 replies
Attaya Zahro
typo kak..yang memberi Burhan bukan Ringgo
Attaya Zahro: Iya kak 😍😍
total 2 replies
Ita rahmawati
ada apa nih dg bu lusi
Ita rahmawati
polisi dateng,,apakah 22 nya ditangkep 🤔
Eka ELissa
nah lohh.... Burhan Ringgo msuk bui.,. tu bersiap udh di jmput mo di bawa ke hotel 🏨🏨🏨 prodeo 😄😄😄😄🤭
Buna Seta: Kapok dia 😁
total 1 replies
neng ade
aku hadir disini thor .. 🙏😍
Buna Seta: Lanjut ya
total 1 replies
Ita rahmawati
aksa kah yg dateng atau orang lain
vj'z tri
🫣🫣🫣🫣 semoga selamat 🫣🫣
Eka ELissa
Lusi pa Ringgo.....yg culik....dini... entahlah hy emak yg tau...
Eka ELissa
aduh....Bu ..dini....di culik tau ...smoga GK knpa2....yaaa......🤦🤦🤦
Bu Kus
lanjut
Fitriah Fitri
pleazee thor ... 2 bab tudey. nti sore up lg kan dr kmrn 1 bab trs up nya
Buna Seta: Lagi galau say, retensi buruk 😭
total 1 replies
vj'z tri
sabar Mak sabar tanya pelan pelan jangan langsung gas 🤭🤭🤭🤭
Ita rahmawati
siapa ya yg nyulik,,lusikah atau ringgo kah atau ada lg orang baru 🤔
Eka ELissa
dini....pak....msih inget kan kmu...😡😡😡
Ita rahmawati
hadeuh siapa nih yg bekap dini
Attaya Zahro
Jangan² nih kerjaan si Bu Lusi,.dan malah membuat Aksa jadi salah paham ma Burhan..
Attaya Zahro
Waduh..Dini di culik..tolong Dini Bang Aksa
Bu Kus
lebih baik jujur aja dini kan Aska gak tahu dengan kamu jujur pasti akan bertindak jangan main curiga nanti kamu nyesel lho
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!