NovelToon NovelToon
Pernikahan Tanpa Mempelai

Pernikahan Tanpa Mempelai

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / CEO / Percintaan Konglomerat / Persahabatan / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: Susanti 31

Spion Off "Tuan Muda Amnesia"

Di hari yang seharusnya menjadi momen terindah, kabar buruk menyergap kediaman Alexander. Calon mempelai putra sulung mereka menghilang, tanpa jejak, tanpa pesan.

Namun, upacara tetap disiapkan, tamu tetap berdatangan, akan tetapi kursi di samping Liam Alexander kosong. Liam bersikeras menunggu, meski semua orang mendesaknya untuk menerima kenyataan.

Semakin lama Liam bertahan, semakin jelas bahwa ada sesuatu yang tak beres, dan hilangnya calon istrinya bukanlah kejadian kebetulan

Follow instagram @Tantye untuk informasi seputar novel

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kurang nyaman

Menjadi pewaris tidak semudah yang dibayangkan tetapi tidak buruk pula sebab apa yang kita inginkan akan terpenuhi jika memiliki jabatan yang tinggi. Di resmikan menjadi wakil direktur di mana menjadi pemimpin dalam pengawasan sang papa menjadi tanggung jawab besar untuk Liam yang baru tiba di indonesia beberapa minggu lalu.

Namun, di tengah tanggung jawab besar itu ada kebahagian dan keinginan yang Liam dapatkan. Yaitu orang tuanya setuju dengan pernikahan yang ia usulkan 1 bulan lagi.

Kemarin, bertepatan dia diresmikan menjadi wakil direktur, resmi pula lamarannya pada Arumi di hadapan orang tua.

Seolah di kejar waktu, Liam selalu terburu-buru mengambil keputusan jika menyangkut Arumi.

"Tuan, bu Arumi sedang tidur," ujar Sevia asisten Arumi ketika melihat Liam datang dan hendak menuju lantai dua di mana ruang kerja Arumi berada.

Liam hanya menganggukkan kepalanya dan terus melangkah. Sudut bibirnya terbit melihat calon istrinya tertidur pulas di atas tumpukan berkas.

Ia berdecak, segera melepas jasnya dan menutupi punggung Arumi. Akhir-akhir ini ia melihat calon istrinya itu sangat sibuk dan akan pulang dimalam hari mengalahkan dia sebagai pewaris.

"Bahkan tidur saja terlihat cantik," gumam Liam yang kini duduk di samping Arumi dan menumpu pipinya dengan tangan.

Dulu saat meninggalkan Arumi wajahnya masih imut sekarang lebih terbentuk dan semakin cantik di matanya.

"Untung saja kamu setia menungguku tanpa kabar Arumi, atau aku akan menggila setelah sampai di sini," gumamnya lagi.

Tatapan cinta Liam harus teralihkan ketika ponselnya berdering.

"Apalagi Seaven?" tanya Liam sedikit kesal.

"Sorry-sorry aku cuma mau nanya kapan waktu tepatnya kalian datang ke butik untuk melihat gaunnya. Dan cincin pernikahan kalian ...."

"Setelah Arumi dan aku punya waktu."

"Oke kabari saja biar aku mengurusnya."

"Terimakasih Seaven."

Liam memutus sambungan telepon, hendak kembali ke posisi yang sama seperti tadi, tapi urung melihat Arumi membuka mata dan tersenyum padanya.

"Sejak kapan mas Liam ada di sini?"

"Sejak beberapa menit lalu."

Arumi mengangguk memindahkan kepalanya bersandar pada pundak Liam. "Tadi yang menelepon Seaven?"

"Iya. Kita yang akan menikah tapi dia yang terlalu bersemangat." Liam tersenyum, memainkan jemari Arumi yang kini ada di pangkuannya.

"Kedekatan mas dan Seaven ternyata sedalam itu."

"Hm, aku sudah menganggapnya keluarga."

"Artinya mas sangat mempercayainya."

"Tentu saja Arumi, aku bahkan lebih mempercayai Seaven dibandingkan diriku sendiri."

Kening Liam mengerut ketika Arumi menghela napas pajang seolah ada beban besar yang calon istrinya tanggung.

"Kenapa Sayang?"

"Pekerjaanku banyak banget menjelang pernikahan kita. Oh iya, aku ada beberapa ide untuk konsep preweding kita. Coba mas lihat." Memutar laptopnya menghadap Liam.

"Semuanya bagus Sayang mas jadi bingung mau pilih yang mana."

"Aku juga bingung."

"Coba kita tanya Seaven, mungkin dia bisa ...."

"Kenapa harus Seaven? Kita punya Sevia," potong Arumi dan segera menghubungi asistennya.

Tidak lama Sevia datang dan memberikan jawaban dari kebingungan calon pengantin tersebut.

Merasa semuanya sudah beres, Liam dan Arumi memutuskan untuk pulang terlebih rumah orang tua mereka ada di kompleks perumahan yang sama.

"Besok kita fitting gaun di butik yang telah Seaven ...."

"Aku punya desain gaun impian aku Mas, dan aku juga punya butik kepercayaan."

"Oke nggak masalah Sayang, nanti aku beritahu Seaven biar nggak menunggu."

Arumi mengangguk dan segera turun dari mobil Liam setelah mendapatkan kecupan singkat di kening. Sedangkan sang pemilik mulai melaju perlahan untuk memasuki lingkungan rumah kediaman Alexander.

Di dalam sana terdengar suara tawa Leona yang sepertinya menang melawan Deon sebab mempunyai bekingan cukup kuat, siapa lagi jika bukan sang papa.

....

"Apakah tidak bisa meetingnya di undur atau dimajukan?" protes Liam yang baru mendapatkan kabar bahwa ada rapat dewan direksi salah satunya sang papa.

Pria itu memijit pangkal hidungnya, dia ada janji untuk pergi ke butik bersama Arumi dan sekalian memilih cincin pernikahan.

"Tidak bisa Pak, dewan direksi akan kecewa terlebih mereka juga mempunyai jadwal masing-masing," jawab sang sekretaris.

Liam menghela napas panjang, ia menumpu kedua tangannya di atas meja kerja seraya mengetuk-etukka jari. Berpikir bagaimana caranya semuanya berjalan sesuai rencana, terlebih sangat sulit mendapatkan waktu senggang Arumi akhir-akhir ini.

"Seaven." Senyum Liam mengembang mengingat sahabatnya.

Tanpa membuang waktu dia menghubungi Seaven, bertanya apakah pria itu sibuk sebelum meminta tolong. Setelahnya menghubungi Arumi.

"Sayang ...."

"Mas sudah di mana? Aku menunggu di studio ya."

"Maaf Sayang, tapi aku nggak bisa menemanimu hari ini. Apa bisa kita tunda dulu dan ...."

"Nggak bisa Mas, jadwal aku juga padat."

"Ada rapat dewan direksi dan akan memakan waktu lama. Atau kamu bisa pergi dengan Seaven, selera kami hampir sama ...."

"Aku bisa pergi sendiri Mas atau bersama Sevia."

"Seaven akan menjemput Sayang."

Liam memutus sambungan telepon tanpa menunggu respon Arumi lagi. Dia harus bergegas ke ruang meeting jika tidak ingin membuat semuanya kacau.

Pria itu baru selesai saat sore hari menjelang, sebab terjadi masalah saat meeting dan memperdebatkan banyak hal. Dan parahnya sang papa malah mengujinya menyelasaikan masalah tersebut tanpa bantuan dan hanya menyaksikan dirinya di cecar oleh beberapa petinggi.

"Sibuk banget aku lihat-lihat," sapa Seaven yang ternyata menunggu Liam di mobil.

"Benar-benar sangat sibuk," jawab Liam dengan raut wajah kesalnya. "Calon istriku ...."

"Aman, sesuai perintah aku sudah menemaninya ke butik dan memilih cincin."

"Selalu bisa diandalkan," gumam Liam dan memejamkan matanya.

Sama halnya dengan Arumi yang tengah memejamkan mata di tempat lain. Berusaha menahan diri agar tidak kesal sebab Liam mengirim Seaven untuk menemaninya ke butik dan memilih cincin.

"Minum dulu Bu," ucap Sevia sembari meletakkan segelas air di meja Arumi. "Tuan Liam pasti sangat ingin menemani bu Arumi tapi keadaan tidak memungkinkan," lanjutnya.

"Aku tahu Sevia, tapi kenapa harus mengirim sahabatnya?"

"Karena Tuan Liam hanya percaya pada tuan Seaven."

"Aku nggak nyaman berada di dekatnya, tapi aku nggak bisa membicarakan ini pada mas Liam," lirih Arumi dengan wajah cemberutnya.

Dan ekpresi itu semakin menjadi melihat Liam datang bersama Seaven ke ruangannya.

"Sayang maaf karena membuatmu kecewa. Sebagai gantinya kita makan malam bersama," ucap Liam langsung menghampiri Arumi dan mengecup keningnya di depan Seaven dan Sevia.

"Hanya berdua."

"Hm, hanya berdua." Liam menyetujui.

"Lalu tujuanmu membawaku ke sini apa Tuan Liam yang terhormat!" celetuk Seaven yang baru saja melihat keromantisan sahabatnya.

"Membuatmu iri dan segera mencari istri," sindir Liam dan dibalas kekehan kecil oleh Sevia.

"Lusa mas Liam harus mengosongkan semua jadwal aku pun begitu. Kita akan pemotretan."

"Iya sayangku."

"Jangan iya-iya saja."

"Iya calon istriku, jadi maafnya diterima kan?"

"Iya," ujarnya tetapi lirikannya tertuju pada Seaven yang sedang berbicara dengan Sevia.

....

1
Nena Anwar
bhahaha emang enak kepergok sama camer omelin Om Rocky Tuan mudanya kapan lagi kan ngomelin Liam 😂😂
ken darsihk
😂😂😂😂😂 Di rumah tetap Rocky yng berkuasa atas anak nya
nuraeinieni
nikahkan cepat pak,supaya mereka bebas nyosor,,,😂😂😂😂
nuraeinieni
uuhh liam lagi model manja sama arumi,,,athur dan sofia seperti tommy and jerry saja,,,,😂😂😂😂
Ikaaa1605
Keciduk nih mas liam main nyosor ajaa🤣
Ikaaa1605
Semangat up mba othor
Nena Anwar
Arhan anak tirinya Eril ya thor
Bucinnya Nunu ☆•,•☆: iya kak, jadinya nggak sepupu seayah
total 1 replies
Dew666
👑🍎
Teh Yen
konflik ringan aj Thor kan yg berat nya udh d awal hehe
nuraeinieni
tangammu sakit liam,tunggu saja kamu di omelin sama arumi.
nuraeinieni
kwkwkw kasian dirimu athur,,pacarmu ngambek
nuraeinieni
yg ringan aja thor biar enak di baca
Teh Yen
menikah saja dengan yg hadir hanya keluarga inti itu sudah cukup yah Liam
ken darsihk
Memang nya masih ada konflik lagi tbor , yang ringan 2 saja thor
Ikaaa1605
Yang ringan aja mba othor
Arsyad Algifari.
yang ringan aja lah Thor ..
Nena Anwar
yg ringan aja thor yg berat cukup berat badan aku aja 🤣✌️
Nena Anwar: maaf maaf thor ✌️😁
total 2 replies
Nena Anwar
semoga Liam dan Arumi hidup bahagia
sryharty
jangan hadirkan seaven lg ka
jijik
nuraeinieni
nggak apa2 sederhana,yg penting sah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!