NovelToon NovelToon
My Cold Guardian Husband

My Cold Guardian Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Dosen / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: EsKobok

Liana hamil anak pria lain, tapi Morgan—suami kontrak yang selalu ia maki—justru yang menggagalkan aborsinya dan mengaku sebagai ayahnya. 'Hiduplah untuk anak itu,' ucap Morgan dingin, meski hatinya hancur melihat istrinya merindukan pria yang telah membuangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aksi Nekat Derby

Malam di kawasan apartemen mewah itu terasa mencekam. Suasana sunyi di lobi hanya diinterupsi oleh suara langkah kaki Morgan yang mantap di atas lantai marmer, diikuti oleh Liana yang berjalan dengan bahu merosot di belakangnya. Jas abu-abu Morgan masih tersampir di bahu Liana, menjadi satu-satunya pelindung dari udara malam yang menusuk.

Morgan menekan tombol lift dengan gerakan tenang. Namun, saat pintu lift perunggu itu mulai bergeser menutup, sebuah tangan kasar menahan pintu tersebut hingga kembali terbuka dengan bunyi dentingan yang keras.

Derby Neeson berdiri di sana. Wajahnya masih menyisakan noda jingga dari jus jeruk yang disiramkan Liana, namun matanya memancarkan kegilaan yang jauh lebih pekat. Napasnya tersengal, dan bajunya yang berantakan menandakan bahwa ia telah membuntuti mobil Morgan sejak dari kampus.

"Kau pikir bisa membuangku begitu saja, hah?!" teriak Derby, suaranya menggema di lobi yang tinggi itu. Ia mencoba menerjang masuk ke dalam kabin lift, namun Morgan dengan sigap melangkah maju, memposisikan tubuhnya yang tinggi dan tegap sebagai barikade kokoh di depan Liana.

Liana memekik kecil, mundur hingga terpojok di sudut lift. "Derby! Berhenti! Pergi dari sini!"

"Diam, Liana! Ini urusanku dengan dosen robot ini!" Derby menunjuk hidung Morgan dengan jari yang gemetar. "Kau pikir kau hebat karena punya uang dan gelar? Kau mencuci otak Liana agar membenciku karena kau menginginkannya untuk dirimu sendiri, kan?!"

Morgan tetap berdiri tegak, tidak memberikan ruang bagi Derby untuk masuk. Ia tidak mengangkat tangannya untuk memukul; ia justru merapikan lengan kemejanya yang sedikit mencuat dari balik jas, menunjukkan ketenangan yang menghina. Sorot matanya tetap dingin, menatap Derby seolah pria itu adalah sebuah anomali data yang tidak diinginkan.

"Saudara Derby," ucap Morgan, suaranya sangat rendah dan penuh otoritas hingga membuat Derby tertegun sejenak. "Anda sedang berada di properti pribadi. Anda masuk dengan cara membuntuti penghuni, yang secara hukum dapat dikategorikan sebagai tindakan penguntitan dan pelanggaran wilayah pribadi. CCTV di lobi ini sudah merekam wajah Anda sejak Anda melompati pagar pembatas tadi."

"Persetan dengan hukum!" Derby berteriak, wajahnya merah padam. Ia mencoba mendorong bahu Morgan, namun Morgan tidak bergeming sedikit pun, kakinya terpancang kuat di lantai seolah ia adalah pilar baja. "Ayo kita selesaikan ini sebagai pria! Duel denganku, atau kita bertaruh! Kau suka angka, kan? Mari kita bertaruh siapa yang lebih pantas mendapatkan Liana di lintasan balap malam ini!"

Liana menahan napas. Ia tahu Derby selalu menyelesaikan masalah dengan taruhan nekat. Ia melirik Morgan, khawatir pria itu akan terpancing karena harga dirinya yang terus diinjak-injak.

Morgan justru mengeluarkan tawa pendek yang sangat kering—sebuah tawa yang penuh dengan penghinaan intelektual. Ia menyesuaikan letak kacamatanya dengan satu jari, lalu menatap Derby dari atas ke bawah dengan pandangan yang sangat merendahkan.

"Bertaruh?" tanya Morgan, nadanya penuh sarkasme. "Saya adalah seorang akademisi dan praktisi ekonomi, Saudara Derby. Dalam prinsip saya, taruhan hanya terjadi jika kedua belah pihak memiliki aset yang setara untuk dijaminkan. Sedangkan Anda?"

Morgan melangkah satu tindak maju, memaksa Derby mundur keluar dari ambang pintu lift. "Anda tidak memiliki aset apa pun. Kendaraan yang Anda gunakan untuk balapan adalah hasil memeras mahasiswi saya. Uang di kantong Anda adalah hasil memalak orang lain dengan kebohongan. Bahkan harga diri Anda saat ini tidak lebih tinggi dari debu yang menempel di sepatu saya."

"Kau—!" Derby mengangkat tinjunya, namun ia membeku saat Morgan tidak menunjukkan tanda-tanda ketakutan.

"Jika Anda memukul saya sekarang," Morgan melanjutkan, suaranya semakin pelan namun tajam seperti sembilu, "Saya tidak akan membalas. Tapi saya bisa menjamin bahwa sebelum fajar menyingsing, ayah Anda yang sedang berjuang dengan hutang piutangnya akan menerima panggilan pengadilan, dan Anda akan kehilangan sisa hidup Anda di balik jeruji besi atas tuduhan penipuan perbankan. Saya sudah memiliki semua mutasi rekening Liana yang Anda kuras."

Derby menelan ludah. Keberaniannya yang dipicu oleh alkohol dan emosi seketika menguap saat dihadapkan pada ancaman yang sistematis. Ia melihat ke belakang Morgan, menatap Liana yang kini menatapnya dengan pandangan penuh rasa jijik.

"Liana, kau benar-benar memilihnya?" bisik Derby, suaranya pecah. "Kau memilih dosen tua yang hanya mencintai aturan ini?"

"Dia bukan hanya mencintai aturan, Derby," sahut Liana dari balik punggung Morgan, suaranya bergetar namun tegas. "Dia mencintai kehormatannya sendiri, sesuatu yang tidak pernah kau miliki. Pergi, Derby. Sebelum aku sendiri yang memanggil polisi."

Morgan menekan tombol tutup lift dengan tatapan yang tetap mengunci mata Derby. Pintu lift perunggu itu perlahan bergeser menutup, memisahkan mereka dari teriakan frustrasi Derby yang tertinggal di lobi.

Saat lift mulai bergerak naik, keheningan di dalam kabin kecil itu terasa sangat pekat. Liana menyandarkan kepalanya di dinding lift, napasnya tersengal. Ketakutannya perlahan menghilang, digantikan oleh rasa kagum yang luar biasa pada pria di depannya. Morgan baru saja menghadapi ancaman fisik tanpa perlu mengotori tangannya, hanya dengan kekuatan kata-kata dan logika yang mematikan.

"Terima kasih, Morgan," bisik Liana lirih.

Morgan berbalik menghadap Liana. Ia tidak langsung menjawab; ia justru merapikan jas abu-abunya yang masih dipakai Liana, merapatkan kerahnya agar Liana tidak kedinginan. Wajahnya yang tadi begitu kejam saat menghadapi Derby, kini melunak hanya untuk sepersekian detik.

"Jangan berterima kasih untuk sesuatu yang memang menjadi tugas saya," ucap Morgan. Ia menjauhkan tangannya setelah memastikan Liana rapi, kembali menjaga jarak profesionalnya. "Dan jangan pernah berpikir bahwa saya menolak duelnya karena saya takut. Saya hanya tidak ingin menurunkan martabat saya untuk berjudi dengan orang yang tidak memiliki nilai apa pun di pasar kehidupan."

Liana terdiam. Ia melihat tangan Morgan yang terbalut perban sedikit bergetar, pertanda bahwa pria itu sebenarnya juga menahan emosi yang sangat besar. Liana menyadari bahwa Morgan tidak memberi tahu Derby tentang hubungan pernikahan mereka bukan karena ia malu, melainkan karena ia ingin melindungi privasi dan nama baik Liana dari mulut sampah seperti Derby.

Lift berhenti di lantai apartemen mereka. Morgan membukakan pintu untuk Liana, lalu mempersilakan istrinya jalan terlebih dahulu.

"Masuklah. Saya akan menghubungi keamanan gedung untuk memastikan dia benar-benar sudah pergi dari kawasan ini," perintah Morgan.

Liana berjalan masuk ke apartemen, namun ia berhenti di ambang pintu dan menoleh. "Morgan ... kau benar-benar tidak akan membiarkan dia menyakitiku lagi, kan?"

Morgan berhenti melangkah, menatap Liana dengan tatapan yang sangat dalam dan penuh komitmen yang tidak terucap. Ia sedikit menundukkan kepalanya, memberikan sebuah janji tanpa kata.

"Selama kau berada di bawah perlindungan kontrak ini, Liana, tidak akan ada satu orang pun yang bisa menyentuhmu tanpa melewati mayatku terlebih dahulu. Sekarang, istirahatlah."

Liana masuk ke kamarnya dengan perasaan yang jauh lebih tenang. Di ruang tengah, Morgan berdiri sendirian dalam kegelapan, menatap pintu lobi melalui monitor keamanan. Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat, menyadari bahwa meski ia menolak bertaruh dengan Derby, ia sendiri sedang mempertaruhkan segalanya—termasuk hatinya—dalam pernikahan kontrak ini.

Malam itu, "debu statistik" bernama Derby Neeson akhirnya disingkirkan, namun Morgan tahu bahwa ini hanyalah awal dari tantangan yang lebih besar: bagaimana menghadapi perasaan Liana yang mulai berubah ke arahnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!