NovelToon NovelToon
Cinta Ribuan Duri

Cinta Ribuan Duri

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Duda / CEO
Popularitas:463
Nilai: 5
Nama Author: bidadari

“Alasan untuk mencintaimu hanyalah soal sosial.”

Kalimat itu menghantam hatiku seperti ribuan duri. Aku terdiam, seakan waktu menarikku kembali ke masa lalu.Andai saja saat itu aku tidak menuruti egonya.
Andai saja aku lebih berani mengikuti kata hatiku… untuk menolak perjodohan itu. Mungkin sekarang, hatiku tidak akan dipenuhi luka.

— Cinta Ribuan Duri —

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 Rencana Dila

" Kamu dari mana saja? " Tanya Rafa kala melihat sang istri masuk ke dalam kamar. Ardila mencium punggung tangan — Rafa ia masih menghargai Rafa sebagai sang suami nya, " Habis dari kantor mas " Sahut nya

" Oh! " Rafa berjalan masuk ke dalam kamar mandi, Ardila menghela napas panjang tangannya tergerak mengambil Jas milik sang suami bau parfum lelaki membuatnya yakin, dengan apa yang akan ia. Lakukan

" Mas " Ardila langsung menyodorkan baju ganti, kepada Lelaki yang menyandang status suami. " Mas mau pergi, ke rumah teman! " Kata Lelaki tersebut Ardila hanya menganggukkan kepalanya.

" Yaudah hati-hati ya mas! "Sahut Dila

" Kamu kalau tidur aja!, jangan tunggu mas! "

" Ya mas hati-hati! " Ardila menatap punggung, Rafa yang lambat laun menghilang —Ardila menghela napas panjang, ia menarik laci kecil yang ada di dekat Kasurnya.

Ia mengeluarkan sesuatu dari sana, " Lipstik j@lang, yang tidur sama kamu mas sama. Foto-foto panas ini akan menjadi saksi kalau kamu - mendusta dari ku! " Gumam nya ia meng-klik kontak seseorang,

" 𝗬𝗮 𝗽𝗮𝗸, 𝗦𝗮𝘆𝗮 𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗯𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗯𝘂𝗸𝘁𝗶𝗻𝘆𝗮 𝗸𝗲 𝗯𝗮𝗽𝗮𝗸 𝗯𝗲𝘀𝗼𝗸 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗽𝗮𝗸? "

" 𝗕𝗶𝘀𝗮 𝗯𝘂 𝗸𝗶𝘁𝗮 𝗸𝗲𝘁𝗲𝗺𝘂𝗮𝗻 𝗷𝗮𝗺 𝟮 𝘀𝗶𝗮𝗻𝗴! "

" 𝗕𝗮𝗶𝗸 𝗣𝗮𝗸 𝘁𝗲𝗿𝗶𝗺𝗮𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗺𝗮𝗮𝗳 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗴𝗮𝗻𝗴𝗴𝘂 "

" 𝗦𝗮𝗺𝗮-𝘀𝗮𝗺𝗮 𝗕𝘂 "

Ardila, menatap lurus foto pernikahan nya dan Rafa " Pernikahan kita layaknya neraka!, Yang seharusnya tidak pernah terjadi! " Kata Ardila Ia melempar sebuah bolpoin, hingga mengenai Foto yang di pajang besar tersebut. Membuat retak kaca tersebut.

Prak!

Tidak langsung pecah, hanya sedikit retak Ardila tersenyum miring ia. Membuka Lemari nya mengambil jaket warna hitam sepatu warna hitam kets lalu — Masker dan topi ia memasukannya ke paper bag, lalu ia keluar dari kamarnya.

" Kamu mau kemana? " Tanya Laras kala melihat Ardila yang keluar dari kamar, Laras sedang duduk di ruang tengah dengan Andreo

" Mau ketemu temanku ma, kemarin aku minjam baju nya — sekarang dia mau pakai tadi kirim. Pesan ke aku suruh antar ke rumahnya! " Jelas Ardila sembari menyalami tangan Mertua nya " Oh! "

" Aku pamit Pa.. Ma! " Ardila berjalan keluar dari rumah tersebut. Ia tersenyum kala melihat sebuah Taksi online miliknya,

Ia masuk ke dalam Taksi tersebut. Ardila tersenyum penuh misteri ia mengeluarkan jaket warna hitam dan perlengkapan yang ia masukan ke paper bag tersebut.

Taksi terhenti di depan Hotel bintang tiga, Ardila turun dengan penampilan yang berbeda kalau tadi ia mengenakan baju berwarna merah muda kini baju itu sudah tertutup dengan jaket berwarna hitam wajah nya sudah ia tutup pakai masker dan kepalanya terlindungi topi.

" 𝘜𝘯𝘵𝘶𝘯𝘨, 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘮𝘢𝘴 𝘙𝘢𝘧𝘢 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘯𝘥𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘢𝘴𝘢𝘯𝘨 𝘎𝘗𝘚 𝘱𝘰𝘯𝘴𝘦𝘭𝘯𝘺𝘢. 𝘛𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢 𝘥𝘪𝘴𝘪𝘯𝘪 𝘵𝘪𝘵𝘪𝘬 𝘭𝘰𝘬𝘢𝘴𝘪𝘯𝘺𝘢! " Batin Ardila ia melangkah masuk ke dalam Hotel tersebut.

" Selamat datang di hotel Bintang persada! " Sambut Seorang bagian administrasi

" Kamar atas nama pak Rafa dimana ya mbak? " Tanya Ardila membuat wanita tersebut menatap nya lekat. " Di lantai 11 kamar 124 mbak! " Sahutnya tangannya manari di keyboard

" Makasih mbak! "

" Sama-sama"

Ardila, masuk ke dalam lift ia tersenyum kala melihat sebuah rekaman di layar ponselnya Adegan panas yang di lakukan oleh Rafa. " Kamu akan berakhir mas! " Gumamnya dengan suara tegas

Ting!

Pintu lift terbuka lebar, Ardila memantapkan langkahnya menuju kamar yang dimana Rafa dan selingkuhan nya sedang berbuat tindakan senonoh. Ia menatap lekat seorang pelayan kamar yang sedang menuju kamar tersebut,

" Mbak! " Panggil Ardila menghentikan langkah Pelayan kamar tersebut. Ia memutar tubuhnya menoleh ke sosok Ardila " Ya ada apa bu? " Tanya seorang wanita tersebut

" Bisa saya minta tolong?, " Ardila memindai Wanita tersebut Lalu ia tersenyum smirk di balik maskernya " Tolong apa bu? " Ardila merogoh tas selempang nya mengeluarkan uang yang cukup banyak, lalu memberikan nya ke Pelayan kamar tersebut .

\*\*\*\*

“ 𝘒𝘢𝘥𝘢𝘯𝘨, 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘭𝘶 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘩𝘢𝘵𝘪. 𝘒𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘥𝘢𝘴𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘢𝘯𝘶𝘴𝘪𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘩𝘢𝘵𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘶𝘭𝘶𝘴! "

- 𝘈𝘳𝘥𝘪𝘭𝘢 -

“ 𝘒𝘢𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘭𝘶 𝘭𝘪𝘤𝘪𝘬, 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘥𝘪 𝘥𝘶𝘯𝘪𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘥𝘢 𝘮𝘢𝘬𝘩𝘭𝘶𝘬 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘭𝘪𝘤𝘪𝘬 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘦𝘸𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘭𝘶, 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘶𝘯𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘭𝘪𝘤𝘪𝘬 𝘢𝘨𝘢𝘳 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘪𝘯𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘓𝘢𝘸𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 ”

- 𝘈𝘳𝘦𝘬𝘴𝘢 -

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!