Kevin Argantara, pewaris tunggal Argantara group. Namanya terkenal di dunia bisnis sebagai pengusaha muda ternama
Pertemuannya dengan seorang gadis cantik bernama Alanna Kalila, seorang pelayan disebuah Night Club membuatnya jatuh dalam pesona gadis tangguh itu
Keluarga besar jelas menolak seorang gadis dengan latar belakang yang jauh dibawah keluarga Argantara
Pernikahan Kevin dan seorang penulis cantik bernama Raina Soesatyo, putri keluarga Soesatyo akhirnya ditetapkan dan Kevin tak bisa lari dari perjodohan dua keluarga besar itu
Lalu akan seperti apa kisah cinta Kevin dan Alanna? Akankah pernikahan bersama gadis berhijab itu membawanya pada kebahagiaan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sakit Hati Alanna
Maryam tersenyum, menatap punggung tegap yang mulai menjauh "Kamu benar Syafiq, cinta tidak semudah itu untuk dihilangkan"
Maryam kembali memasang wajah cerianya, menghampiri sahabatnya yang berada diatas pelaminan
"Selamat ya Rain, aku harap kamu selalu bahagia!"Syafiq mengulurkan tangan dan gadis cantik itu menyambutnya
"Terima kasi Syafiq, aku doain kamu juga dipertemukan sama cinta kamu" Raina tersenyum hangat, semua interaksi itu tak luput dari perhatian Kevin yang berdiri disampingnya
Syafiq mengalihkan pandangannya pada pria yang telah resmi menjadi suami dari wanita yang ia cintai, mengulurkan tangan dan Kevin menyambut
"Tolong jaga dia dengan baik, dia perempuan yang istimewa" Syafiq mengatakan itu dengan bersungguh-sungguh, ia tidak akan rela melihat wanita yang ia cintai disakiti
"Tanpa kamu minta pun saya akan melakukan itu"
"Raina" Suara teriakan terdengar, Maryam menggeser posisi Syafiq lalu memeluk sahabatnya "Setelah ini aku akan sendirian! Kita bakal jarang ngumpul"
"Aku kan gak kemana-mana, aku akan selalu datang ke toko" Keduanya masih saling berpelukan
"Pokoknya aku mau secepatnya dapat keponakan!"
Kevin sampai batuk-batuk mendengar ucapan dari sahabat istrinya. Ia saja tidak tahu apa yang akan terjadi pada pernikahan ini, bagaimana bisa membahas tentang anak
Raina mencubit lengan Maryam, sahabatnya ini memang terkenal ceplas-ceplos, ia jadi tidak enak pada Kevin
"Kamu tuh asal ngomong aja tau nggak!" Bisik Raina
"Tapi aku nggak salah kan!"
"Ayo Maryam! Masih banyak tamu yang mau kasih selamat"Syafiq hendak membawa gadis itu turun
"Aku mau foto dulu" Gadis cerewet itu telah mengambil posisi disamping Raina dan mau tak mau Syafiq mengambil posisinya disamping Kevin walaupun ia tidak ingin sebenarnya
***
Seorang wanita tengah menatap layar ponsel, ia terisak. Potret yang terdapat di sana begitu melukainya
"Kenapa Kevin, kenapa kamu melakukan ini" Alanna terisak, wanita cantik itu bangkit lalu meninggalkan penthouse
Ia ingin menenangkan diri, sendiri ditempat yang tenang. Hati siapa yang tidak terluka saat kekasihnya menikahi wanita lain
Kevin terlihat begitu bahagia difoto itu, disampingnya seorang wanita cantik dalam balutan gaun putih
Alanna menyusuri trotoar, langkahnya gontai. Seolah ikut merasakan sakit, hujan mulai turun membasahi bumi
Tubuhnya basah, namun air hujan juga dapat menyembunyikan air matanya yang tidak hentinya mengalir
Sebuah mobil sport mewah berhenti dan seorang pria keluar dari dalamnya dengan membawa payung
"Alanna!"
"Tuan Gerry?" Alanna menatap pria yang kini berdiri dihadapannya
"Kamu ngapain disini? Kamu mau kemana?" Terlihat jelas jika pria ini tengah khawatir
"Apa tuan juga tau kalau Kevin menikah hari ini?"
Gerry diam, apa Alanna tau semuanya, bukankah Kevin mengatakan jika Alanna tidak boleh tau
"Ayo masuk dulu! Aku anterin kamu pulang" Gerry mengabaikan pertanyaan wanita itu, ia masih setia memayungi Alanna yang sudah basah
"Kenapa dia nggak jujur?"
"Kamu tenang dulu! Ayo kita pulang! Nanti kamu sakit" Gerry membuka pintu mobilnya, namun. Wanita cantik itu masih mematung
"Tuan pergi saja! Saya tidak mau membuat mobil tuan Gerry basah" Alanna hendak berjalan namun Gerry mencegah dengan memegangi tangannya
"Kamu ikut sama saya!"
"Saya tidak mau kembali kerumah, saya mau melupakan semua tentang Kevin!" Ujar Alanna, Gerry mengerti. Lagi pula siapapun akan merasakan sakit jika berada diposisi wanita ini
"Aku akan bawa kamu ketempat aku, untuk sementara kamu tinggal disana dulu!" Ujar Gerry
"Saya tidak mau merepotkan siapapun lagi"
"Tidak ada yang merasa seperti itu, ayo kita pulang!"
Dengan terpaksa, Alanna masuk kedalam mobil mewah itu. Sedikit canggung karena dirinya yang basah dan sekarang mobil mewah ini ikut basah
Kembali pada pasangan suami istri yang baru saja selesai dengan resepsi pernikahan
Kevin dan Raina telah berada disebuah kamar yang memang diperuntukkan bagi pengantin baru
Diatas tempat tidur terdapat taburan bunga mawar berbentuk hati, serta selimut yang berbentuk dua angsa
Suasana kamar itu benar-benar romantis, namun baik Kevin dan Raina sama-sama diam, seolah mereka tak tahu harus melakukan apa
"Saya mau mandi!" Ucap Raina, Kevin mengangguk saja tanpa menyahut "Bisa tolong saya Sebentar?"
"Apa?"
"Turunkan resleting gaunnya! Saya kesulitan"
Kevin mendekat, tangannya terulur. Dengan gerakan pelan ia menurunkan resleting gaun itu
"Terima kasih!"
Raina melangkah cepat menuju kamar mandi, disana ia baru membuka semua yang melekat pada tubuhnya
Rasanya sulit untuk diartikan, jantungnya berdetak kencang. Ia tak pernah berada dalam satu ruangan bersama seorang pria
Berbeda dengan sang istri, Kevin tengah gelisah saat ini. Sejak tadi ia tak bisa menghubungi kekasihnya, entah kemana wanita itu
"Kamu dimana Alanna?" Kevin masih terus mencoba menghubungi nomor kekasihnya namun ponsel wanita itu masih tidak bisa dihubungi
"Halo Evan!"
"Ya tuan" sang asisten menyahut
"Kamu ke penthouse saya sekarang! Pastikan jika Alanna ada disana!" Titah Kevin
Raina selesai dengan ritual mandinya, gadis cantik itu keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan bathrobe
Pandangannya tertuju pada seorang pria yang berdiri membelakanginya. Kevin tengah berdiri didepan jendela besar sembari melihat pemandangan kota malam hari
Raina hendak mendekat, sekarang ia telah menjadi seorang istri, dan sebagai seorang istri ia akan menjalankan kewajibannya
Saat hendak mendekat suara sang suami seperti terdengar cemas "Kamu harus temukan Alanna sekarang, Evan! Kamu tahu saya tidak akan bisa hidup tanpa dia!"
Raina membeku, ia mendengar sendiri bagaimana sang suami menyatakan cintanya pada wanita lain
Apa ini alasan kenapa Kevin seolah memintanya untuk mundur dari pernikahan ini? Apakah pernikahan ini adalah keputusan yang salah
Suaminya jelas mencintai wanita lain, dan dirinya hadir diantara keduanya
"Kabari saya secepatnya!" Ujar Kevin lalu memutuskan sambungan telepon
Pria itu berbalik, tubuhnya meremang saat pandangannya tertuju pada seorang wanita yang membeku
Kevin berpikir apa Raina mendengar semuanya, bagaimana jika wanita ini mengadu dan membuat Alanna kembali dalam bahaya
"Raina"
"Mas sebaiknya bersih-bersih dulu! Saya mau ganti baju"
Kevin mengangguk, ia melewati sang istri lalu masuk kamar mandi sementara Raina meraih pakaian lalu mengenakannya
Pandangannya tertuju pada sebuah paperbag pemberian sang ibu mertua. Ia membuka dan melihat isinya
Sebuah lingerie seksi berwarna maroon, pakaian ini jelas digunakan untuk memikat suami. Namun Raina tak akan memakainya, bagaimanapun sang suami tidak menginginkannya
Raina mengambil sebuah gamis, mengenakannya lalu berbaring diatas tempat tidur
Kevin selesai, ia telah mengenakan pakaiannya dari dalam kamar mandi. Pandangannya lalu tertuju pada seorang wanita yang kini terlelap diatas tempat tidur
"Saya akan tidur di sofa!" Raina beringsut, ia duduk lalu menatap sang suami seraya menyerahkan bantal "Terima kasih!"