NovelToon NovelToon
Queen Kesayangan

Queen Kesayangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Teen
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: JK의 할루 아내

Aruna anak keturunan Atmadja juga brata kini menjalani masa remaja nya dengan penuh warna. pertemuan nya dengan seorang pria dewasa mampu membuat pria itu langsung jatuh cinta pada aruna si gadis kecil dan imut

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JK의 할루 아내, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kencan tipis-tipis

"udah lama kak..?" tanya aruna setengah berlari saat sampai di mall dan melihat sosok yudistira sudah menunggu di lobby mall

Sosok tegapnya bersandar di dinding mall sambil melihat ponsel nya, jas nya ia buka dan di letakan di lengannya, dasi nya sudah ia lepaskan dan kini ia hanya memakai kemeja yang tangannya sudah di lipat sampai siku, celana bahan juga sepatu pantofel hitam khas executive muda. Yudistira menoleh ke sumber suara dimana gadis mungil itu datang dengan tergesa

"baru sampe juga koq, kamu kenapa lari-lari sih" tanya yudistira tersenyum sambil tangannya mengusap keringat yang muncul di kening aruna dengan sapu tangan nya

"takut kakak kelamaan nunggu..." jawab aruna

"ngga koq... Nih minum dulu" kembali yudistira menyodorkan ice coffee yang sempat ia beli tadi

"makasih kak..." ucap aruna terharu dengan perhatian kecil dari pria di depannya

Setelah menghilangkan dahaganya aruna melihat tampilan yudistira dan kemudian penampilannya dengan wajah bingung

"kenapa..?" tanya yudistira

"kakak mau ke kantor lagi?"

"ngga... Niatnya mau ngabisin hari ini sama kamu" jujur yudistira yang memang sudah meniatkan akan menghabiskan hari ini bersama wanita imut nan ceria bernama aruna

"kalo gitu kita ke toko baju dulu, ayo aru ajak ke toko langganan keluarga aru" aruna langsung menarik tangan yudis tanpa kata lama, membuat yudis mau tak mau ikut kemana gadis ini menarik nya, yudis tersenyum melihat tangannya yang di genggam aruna, yudis merasakan nyaman di sana beda jika ia berada bersama wanita yang selama ini mendekatinya yang ada hanya rasa mual dan jijik. Itulah kenapa ia dikenal sebagai pria anti wanita

"nah... Ini toko baju pria langganan papi kakak juga adik aru kak, eh tapi kalo kakak ngga suka dan udah punya langganan sendiri kita ke sana aja..." aruna bertanya sebelum mereka masuk ke dalam toko

"ngga usah, di sini aja" kini yudis yang malah menarik tangan aruna yang masih ia genggam untuk masuk kedalam "emang pakaian kakak kenapa sampe kamu bawa kakak ke sini" lanjut yudistira bingung dengan kelakuan aruna yang menariknya ke toko baju

"sebentar" aruna berhenti sambil menarik tangannya membuat yudistira berhenti dan menoleh ke arah wanita itu dengan kening berkerut "kakak liat pakaian aruna" pinta aruna menatap yudistira

"cantik" 1 kata yang langsung membuat aruna diam sesaat bukan karena di puji, toh hampir setiap saat papi, kakak bahkan adiknya memuji nya cantik. Namun saat kata itu keluar dari mulut yudistira entah kenapa perasaan aruna menghangat

"kak... Bukan itu... Liat aru, aru pakai pakaian santai sedangkan kakak pakai pakaian formal, apa ngga kebanting kita, sini liat..." aruna menarik kembali tangan yudistira ke cermin besar yang di sediakan di toko

"tuh liat... Apalagi kakak bilang ngga balik ke kantor dan mau ngabisin waktu sama aru. Aru mau kakak pakai pakaian santai juga bukan setelan pekerja seperti ini" jelas aruna dan yudistira mengangguk

"kakak selalu tampan koq, cuma saja setelan ini ngga cocok buat kita main seharian, kakak juga ngga akan nyaman" lanjut aruna memuji wajah tampan yudistira

"ya sudah bisa kamu pilihkan mana yang bagus..?" Pinta yudistira akhirnya mengalah pada wanita ini, karena kebanyakan dirumah pakaiannya ialah pakaian formal minimal kaos berkerah

"ok... Masalah gampang buat aru" aruna berbangga diri menepuk dadanya sendiri. karena selama ini ia di juluki penata busana di keluarga nya apalagi para pria di rumahnya

Aruna berjalan ke jejeran kaos juga celana, ia memilih-milih setelah bertanya size yang di gunakan yudistira, dan tak lama aruna membawa beberapa stell baju juga celana untuk di coba oleh yudis

"kakak coba dulu ya" pinta aruna sambil memberikan baju yang ia bawa, yudis pun menuruti ucapan aruna

"wah.. Makin ganteng aja sih kak" puji aruna saat yudis keluar memakai pakaian pilihan aru

"ini karena baju pilihan kamu" elak yudistira "kakak coba lagi ya..." ujar yudis yang sebenarnya malu saat di puji gadis kecil itu

"kak munduran...." ucap aruna serius saat yudis keluar memakai pilihan yang kedua

"kenapa" alih-alih menjawab kaki yudistira reflek mundur 1 langkah

"gantengnya kelewatan" masih dengan wajah serius aruna menjawab

"mba nya bisa aja, ngga liat tuh pacarnya sampe salting ngga bisa ngomong" sindir salah satu pegawai terkekeh, yang menemani aruna sejak tadi dan ikut terpesona melihat kedekatan aruna juga yudis

"hahaha... Emang kita keliatan kaya pacaran ya..?" aruna malah menanggapi ucapan pegawai toko

"memangnya kalian..?".... Belum selesai pegawai itu bicara yudis sudah menarik tangan aruna

"bajunya saya ambil semua ya, tolong di bungkus" ucap yudistira membuat aruna melongo

"ngga kebanyakan kak..? Kayanya aru bawain 5 stell deh..." tanya aruna merasa tak enak

"ngga, biar ngga bingung lagi kalo mau ajak kamu jalan" ujar yudistira enteng

"ih... Pede banget, emangnya aru mau di ajak kakak jalan lagi" tolak aruna, padahal hatinya sudah senang mendengarnya

"pasti mau... Kalo ngga mau nanti kakak paksa" canda yudistira yang berjalan ke arah kasir

Yudistira kini memakai celana kargo se lutut kaos dan juga kemeja yang tak di kancingkan membuat penampilan yudistira beda dari biasanya

"mampir ke toko sepatu yuk kak..." ajak aruna sambil melihat sepatu yudistira

"pasti, masa udah ganteng sepatunya pantofel"

"hehe.. Tau aja... Kuy lah, kebetulan aru juga mau cari snakers" ajak aruna setelah yudistira menyelesaikan urusannya di kasir

"kamu mau beli sepatu model mana..?" tanya yudistira saat mereka sudah memasuki toko sepatu

"model snakers aja pokoknya..." jawab aruna sambil matanya keliling mencari sepatu yang ia suka "mba... Model ini dong nomer 37" pinta aruna pada penjaga toko nya setelah melihat ada sepatu yang ia suka

"wah.. Kebetulan model ini ada size besarnya jadi kakak nya bisa pake couple" ujar penjaga tokonya

"hah... Ngga usah ...." ucapan aruna di sela oleh yudistira

"boleh mba size 43 ya.. " pinta yudistira langsung

"kak, koq samaan, ngga mau pilih model lain?"

"kenapa kamu ngga mau samaan sama kakak.? Kakak capek tau mangkanya supaya menyingkat waktu udah samain aja sama pilihan kamu" ucap yudistira asal

"ya udah kalo kakak ngga masalah" aruna malah menanggapinya dengan santai

Baru kali ini yudis sangat menyukai sepatunya, terlihat bagus apalagi saat kakinya di jejerkan dengan kaki aruna yang kecil

"kenapa kamu kecil gini ya..? Ethan kakak kembar kamu tinggi..." tanya yudistira dengan wajah serius

"kayanya semua nutrisi di ambil kak ethan pas dalam kandungan, jadi aruna lahir dengan kondisi imut. Belum lagi pas lahir mami suka cerita kalau aru itu paling aktif jadi walau makan banyak semuanya akan jadi tenaga bukan lemak" jelas aruna dengan wajah tak kalah serius

"tapi jadi tambah cantik sih" puji yudistira sambil mencubit kecil pipi aruna yang sempat memerah, dan yudistira meninggalkan aruna yang masih terdiam untuk membayar sepatu mereka

"loh kak... " aruna yang baru tersadar pun langsung berlari ke arah kasir dan melihat sepatunya sudah di bayarkan "kenapa sepatu aru di bayarin..?"

"hitung-hitung ucapan terima kasih buat kamu"jawab yudistira dan mengambil paperbag kosong untuk sepatu formalnya dan sepatu lama aruna

"duh... Kalau papi sama kak ethan tau bisa di marahin aru kak..." ucap aruna

"di marahin..?"

"iya.. Kakak sama papi paling ngga suka aru di bayarin. Kalo ngga aru transfer balik deh ya... " pinta aruna dengan wajah meminta

"hahaha.... Udah nanti kakak yang bilang sama papi kamu ya, ayo kita makan dulu habis itu kita nonton" ajak yudistira yang sangat gemas dengan wajah yang di tunjukan aruna saat ini

"bisa-bisa langsung gw hajar tuh bibir... Kenapa lagi kesel aja gemesin banget sih nih anaknya pak hito" Batin yudistira yang memilih mengajak aruna keluar dari sana dari pada kebablasan tak tahan melihat pesona seorang aruna

1
Muji Lestari
lanjut thor
Muji Lestari
makin menarik ceritanya thor
Muji Lestari
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!