NovelToon NovelToon
Di Paksa Menikah Dengan Jenderal Kejam

Di Paksa Menikah Dengan Jenderal Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Fantasi / Perperangan
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: shafrilla

Yu-nian adalah putri dari seorang bangsawan di kerajaan Tangyu, suatu ketika dia terpaksa mengantikan kakaknya yang kabur untuk menikah dengan seorang menteri yang sangat berkuasa. Berbeda usia membuat Yu-nian selalu berbeda pemikiran. dengan sang menteri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Feng Shiyan mencium Yu-nian

Di kamarnya, Yu-nian masih terlihat kesal. "Haissss..," umpat Yu-nian.

"Nyonya, saya membawakan makanan untuk nyonya." Naer datang dengan membawa nampan berisi makanan.

"Kalian ini benar-benar menyebalkan ya." kesal Yu-nian. Dia ingin sekali meluapkan amarahnya kepada pelayan wanita.

"Makan dulu, nyonya." dengan lembut Naer menaruh nampan yang dia bawa.

"Cih.., ngapain sih." dengan kesal Yu-nian mengomeli Naer.

"Makanlah dahulu." Naer mencoba merayu Yu-nian.

Dalam pandangan Naer, Yu-nian seperti adiknya yang telah meninggal karena sakit. pertama kali melihatnya di bawa oleh Feng Shiyan.. Naer bisa melihat adiknya yang telah meninggal, sedikit keras, sedikit kasar saat berbicara dan lain sebagainya.

"Dulu aku mempunyai seorang adik perempuan, dia sakit dan meninggal..,"

Perlahan-lahan Naer mulai menceritakan mengenai sosok adiknya, gadis kecil yang selalu bermanja padanya.

"Oh begitu ya."

Sejak tadi Yu-nian terus mendengar cerita Naer, seorang pelayan yang bekerja di tempat Feng Shiyan sejak usianya dua puluh tahun.

"Sekarang berapa usia nyonya?" tanya Naer.

"Emmm..., sekarang usiaku sudah 16 tahun." jawab Yu-nian.

"Sama dengan usia adikku jika dia masih hidup."

"Jadi usia adikmu sama seperti ku ya? Kalau begitu sekarang berapa usiamu?" tanya Yu-nian yang melihat Naer.

"Tiga puluh tahun." jawabnya.

Seperti perkiraan Yu-nian memang ternyata usia Naer sekitar dua puluh lima. setelah bercerita lama tanpa sadar Yu-nian mulai makan makanan yang dibawa oleh Naer, mereka saling menceritakan diri mereka masing-masing.

Naer adalah seorang janda, dia menjadi janda setelah membunuh suaminya. Karena siksaan yang selalu diberikan oleh sang suami membuat Naer yang waktu itu masih berusia delapan belas tahun terpaksa mengambil nyawa sang suami. Dia sudah tidak mampu bertahan dengan orang yang selalu menyiksanya, di depan matanya suami Naer membawa para wanita bahkan melakukan hubungan di depannya.

Hukuman penjara selama beberapa tahun harus dijalani oleh Naer, salah satu saudara Naer yang bekerja pada Erik, meminta bantuan untuknya. Setelah pengajuan hukuman berulang kali akhirnya di usia delapan dua puluh tahun Naer keluar dari penjara. Setelah dia keluar dari penjara dia memutuskan untuk mengabdikan dirinya untuk Feng Shiyan yang sudah membantunya.

Feng Shiyan dan Naer terpaut usia sekitar beberapa tahun, dia selalu menuruti apa yang dikatakan oleh Feng Shiyan. Naer menganggap Feng Shiyan adalah penolongnya orang yang telah berjasa pada kehidupannya.

"Kenapa nyonya hendak melarikan diri?" tanya Naer.

"Kamu tahu kan aku itu menikah dengan serigala berumur itu karena terpaksa, gara-gara orang tuaku yang berhutang banyak aku jadi pelunas hutang. Ya bagaimana lagi, Anggap saja aku membayar jasa orang tuaku yang telah membesarkan ku." jawab Yu-nian.

Perlahan-lahan Yu-nian menceritakan mengenai dirinya, dua wanita berbeda usia itu nampak saling tertawa dengan semua masa lalunya.

"Kalau menurut saranku, nyonya harus mengenal jenderal, mungkin jenderal adalah orang yang sangat dingin. Tapi yang dapat aku lihat kalau tuan sangat perhatian kepada nyonya." dengan senyum yang sedikit mengembang Naer mengatakan hal itu.

Sekitar satu atau dua jam kemudian Feng Shiyan sudah kembali ke rumahnya, dengan raut wajah yang begitu kesal karena barang yang harusnya dikirim ke salah satu desa ada yang mencurinya.

"Lebih baik anda berusaha dahulu, jenderal." pinta Fu Tian.

Brakk!!

"Bagaimana aku bisa bisa beristirahat, Fu Tian. kamu tahu sendiri kan kalau mereka sudah mencuri barang-barang itu! Aku tidak akan membiarkan mereka melakukan hal ini." jawabnya.

Di ruang tengah Feng Shiyan nampak mencoba untuk menenangkan dirinya, emosinya benar-benar meluap luar biasa. namun ketika pintu mulai terbuka, sosok Yu-nian masuk ke ruangannya.

"Nyonya." Panggil Fu Tian saat melihat Yu-nian.

Mendengar Fu Tian menyebut nama Yu-nian, seketika Feng Shiyan menoleh, dia menatap gadis yang dia nikahi beberapa hari yang lalu.

seketika emosi yang meluap itu langsung sirna bak tertelan oleh angin.

"Kamu sudah pulang?" tanya Yu-nian saat melihat Feng Shiyan sudah ada di ruang tengah.

"Kamu mau ke mana?" tanya Feng Shiyan lembut yang kemudian berdiri mendekati Yu-nian.

"Sebenarnya aku mau mencari makanan." jawabnya.

"Biar para pelayan membuatkan makanan untukmu, lebih baik kamu beristirahat dulu."

"Nggak mau ah.. lagian aku mau membuat makanan yang ingin aku makan." jawabnya kembali.

"Memangnya kamu bisa memasak?" tanya Feng Shiyan sedikit penasaran. karena jika dilihat dari sifat bar-bar istrinya itu Feng Shiyan sedikit meragukan kalau Yu-nian bisa memasak.

"Dasar pria tua tidak tahu diri, Kamu mengejekku ya? kamu menghina aku?!" kesal Yu-nian.

"Bukannya aku menghinamu, tapi aku cuma tidak ingin kamu capek saja." jawabnya. Feng Shiyan menatap sang istri yang sudah berjalan ke dapur.

Fu Tian menatap bosnya yang tiba-tiba langsung berubah sikapnya, tadi dia begitu marah namun sekarang dia nampak begitu biasa seperti tidak terjadi apapun. "Nyonya benar-benar sangat unik." ucap Fu Tian dalam hati yang kemudian meninggalkan sepasang suami istri itu.

"Kamu mau masak apa?" tanya Feng Shiyan kembali.

"Jangan banyak tanya deh, Aku mau masak. Kamu jangan ngikutin aku terus, dasar buaya berumur." dalam setiap perkataannya Yu-nian selalu mencibir sang suami.

Dengan sabar Yu-nian hanya tersenyum, salah satu kursi menjadi saksi apa yang dikatakan dilakukan oleh Yu-nian. Feng Shiyan hanya bisa menatap apa yang dilakukan oleh istrinya, tangan terampil gadis berusia 16 tahun membuat dua bola mata Feng Shiyan sedikit terpukau.

"Ada yang bisa aku bantu?" Feng Shiyan l kembali berdiri mendekati Yu-nian.

"Kalau bisa sih tolong dibantu, jangan dari tadi tanya terus seperti orang tidak punya pekerjaan."

Beberapa bahan makanan dikeluarkan oleh Yu-nian dari dalam keranjang. Bahan makanan yang benar-benar sangat komplit, beberapa lauk juga ada di sana, namun makanan sederhana yang dipilih oleh gadis itu.

"Mau aku bantu memasak atau mengupas sayuran ini?" tanya Feng Shiyan yang sedikit bingung.

"Boleh."

Yu-nian memberikan beberapa sayuran kepada Feng Shiyan, sedangkan pria itu dia melipat lengan pakaiannya. hanfu berwarna putih itu nampak sangat cocok di tubuhnya, hanfu yang dia pakai tadi diletakkan di kursi ruang tengah. Feng Shiyan memotong sayuran itu seperti yang dikatakan oleh Yu-nian, setelah selesai memasak nampaknya gadis itu mengambil satu sendok nasi goreng yang dicampur oleh dengan berbagai lauk di dalamnya.

''Apa kamu suka? Bagaimana rasanya?" tanya penasaran Yu-nian saat makanan itu dikunyah oleh Feng Shiyan. "Bagaimana?"

Dua bola mata Feng Shiyan sedikit dimainkan, mulutnya terus mengunyah nasi yang barusan dia makan. "Enak, memangnya kamu sering memasak makanan ini?" Feng Shiyan yang kemudian membuka mulutnya kembali. Dia meminta Yu-nian menyuapinya.

"Ya sering sih." jawabnya.

Tanpa sadar Yu-nian terus menyuapi Feng Shiyan, namun ketika dia sadar dia malah membanting sendok yang ada di tangannya.

Trangg...

"Kenapa aku malah persis pembantu." kata Yu-nian yang kemudian mengambil mangkok nasi untuknya sendiri.

Kita tidak akan tahu hubungan itu di bawah ke mana, perbedaan sikap yang ditunjukkan oleh Feng Shiyan membuat Fu Tian dan Ren Fen menyadari ada sesuatu dalam diri Yu-nian.

Setelah selesai makan Yu-nian berpamitan kembali ke kamarnya, Feng Shiyan hanya tersenyum kemudian menarik salah satu tangan istrinya. "Aku berharap kamu akan selalu di sisiku." ucapnya dengan lembut. Feng Shiyan memberikan kecupan di kening istrinya, kemudian dia mencium pipinya. setelah melakukan hal itu malah Feng Shiyan langsung berlari secepat kilat, dia melarikan diri sebelum Yu-nian menghajarnya habis-habisan.

"He..," Yu-nian terkejut. "Dasar pria tua tidak tahu diri! beraninya kamu melakukan hal itu padaku!!" seru Yu-nian dengan sangat keras. dia menyentuh pipi yang sudah dicium oleh Feng Shiyan.

**Bersambung**

1
Zheyra
semangat thor
Pa Muhsid
mohon lebih teliti nulisnya tor typo masih banyak dan kita membacanya kadang harus mikir dulu ini maksudnya apa gitu jadinya tidak langsung konek
Zheyra
lanjut Thor
Zheyra
lanjut
Atalia
hajar aja biar tau rasa mereka 🤭
Atalia
lanjut🤭
Zheyra
mampir Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!