NovelToon NovelToon
Wanita Kesayangan Pilot Angkuh

Wanita Kesayangan Pilot Angkuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Elzaluza2549

Aluza, seorang Office girl cantik di Bandara, terjebak dalam kenangan Ivan mantan kekasihnya yang sudah lama meninggal.

Namun di hari pertama Aluza bekerja ia di pertemukan kembali dengan seorang pilot bernama Bara yang wajahnya sangat mirip sekali dengan Ivan

Tapi Bara yang mirip Ivan itu ternyata memiliki kepribadian yang sangat berbeda. Dia kasar, angkuh, dan tidak peduli dengan perasaan orang lain.

Aluza terjebak dalam dilema, apakah dia bisa melupakan Ivan dan jatuh cinta dengan Bara, atau justru Bara akan menjadi racun yang menghancurkan hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elzaluza2549, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anak Tak Berguna

Plakk......

Bunyi tamparan keras menggema di ruang tamu milik keluarga Pak Reno.Diva menyentuh wajahnya yang Terasa perih karena tamparan papanya yang begitu kuat.

“Dasar tidak berguna! bisa-bisanya kamu mempermalukan keluarga ini Diva! bisa-bisanya kamu melakukan hal yang tidak senonoh pada Bara seorang pria yang jelas-jelas tidak menyukai kamu, tapi kami masih saja untuk mencoba mendekatinya sampai-sampai kamu di pecat jadi pramugari. dasar anak bodoh!"

Plakk......

Suara tamparan kedua kali itu bahkan terdengar lebih keras dari yang pertama. Wajah Diva kini terasa panas dan perih di kedua sisi, air matanya mengalir deras tanpa bisa ia tahan. Tubuhnya gemetar hebat, bukan hanya karena rasa sakit fisik, tapi juga karena rasa malu dan sedih yang mendalam mendengar kata-kata pedas dari ayah angkatnya.

"Pa! Cukup! Jangan pukul Diva lagi!" teriak Mama ayu mama angkat nya Diva. Ayu segera berdiri di antara Diva dan Pak Reno suaminya, melindungi putrinya dengan tubuhnya. "Dia sudah sangat menderita, Pa! Dia sudah dipecat, dia sudah sedih, kenapa kamu harus menambah lukanya dengan pukulan dan kata-kata yang menyakitkan seperti itu?"

"Apa yang kamu tahu, ma!" bentak Pak Reno, suaranya meledak. "Kamu selalu saja memanjakan dia! Lihat hasilnya sekarang! Dia jadi anak yang tidak tahu diri, berbuat hal memalukan yang bikin kita semua malu besar! Selama ini aku berharap dia bisa jadi kebanggaan keluarga, tapi apa yang dia lakukan? Menghancurkan segalanya dengan tangannya sendiri!"

Ayu tidak mundur, ia tetap berdiri kokoh di depan Diva, matanya menatap suaminya dengan tegas meski air matanya terus mengalir. "Dia anak kita, Pa! Anak angkat yang sudah kita besarkan sejak kecil! Apakah karena dia bukan anak kandung kita, kamu jadi bisa semudah ini menyakiti hatinya? Dia sudah jatuh, Pa! Jangan tambah beban di pundaknya dengan kata-kata yang begitu tajam!"

“Walaupun dia anak kandung kita tetap saja aku akan memberikan nya pelajaran yang setimpal! anak tidak tau malu! lihatlah namanya sudah tercoreng di mana-mana jadi mana ada maskapai penerbangan yang mau menerima dia bekerja lagi!"Sindir pak Reno.

Diva meremas ujung bajunya,ia merasa sakit hati dengan ucapan papa nya itu.Ia merasa dirinya benar-benar tidak berguna. Impiannya yang sudah ia bangun dengan susah payah, karir yang ia banggakan, dan rasa hormat dari keluarga semuanya hancur dalam sekejap karena kesalahannya sendiri. Dan yang paling menyakitkan, orang yang seharusnya menjadi tempat ia pulang saat jatuh, justru menjadi orang yang paling keras menghujam nya ke tanah.

Air matanya kembali mengalir deras, membasahi pipinya yang masih merah dan bengkak. Ia tidak sanggup lagi menahan isak tangisnya. Dengan langkah lemah, ia bangkit lalu segera berlari ke arah tangga untuk menuju ke kamar nya.

“Diva.. tunggu mama nak..."Ayu ingin mengejar Diva tapi Suami melarangnya.

Ayu terhenti di tengah tangga, kakinya seakan tertanam kuat di lantai saat mendengar ancaman suaminya itu. Suara Pak Reno yang dingin dan tegas membuat darahnya berdesir hebat. Ia tahu, suaminya bukan orang yang suka bercanda soal hal seperti ini kalau sudah berkata begitu, ia pasti akan melakukannya.

Dengan hati yang hancur dan berat, Ayu perlahan menurunkan kakinya, berbalik menghadap suaminya yang masih berdiri dengan wajah murka di ruang tamu. Air matanya terus mengalir, tapi ia menahannya agar tidak meledak lagi. Ia tahu, jika ia memaksa mengejar Diva sekarang, hal yang lebih buruk akan terjadi Diva bisa benar-benar diusir dan tidak punya tempat untuk pulang. Itu adalah hal yang paling ia takutkan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Bara memarkirkan mobilnya tepat di depan cafe Cemara, yang dia tahu kalau aluza bekerja di cafe ini lagi.Ia perlahan turun dari mobilnya.Angin sore menyapa wajah Bara pasa saat ia menutup pintu mobilnya. Dari balik kaca besar kafe, ia bisa melihat beberapa pelanggan yang sedang duduk santai menikmati minuman dan makanan, serta sosok-sosok pramusaji yang sibuk berjalan mondar-mandir.

Matanya segera mencari sosok yang ia kenal. Dan benar saja, di sudut ruangan yang dekat dengan jendela, ia melihat Aluza yang sedang tersenyum ramah sambil menyerahkan secangkir kopi kepada seorang pelanggan. Wanita itu terlihat begitu cantik dengan seragam kafe yang ia kenakan, senyumnya yang tulus seolah bisa menghangatkan suasana di sekitarnya.

Bara menarik napas panjang, berusaha menenangkan pikirannya yang masih kacau. Ia melangkah perlahan menuju pintu kafe, mendorongnya pelan hingga bel kecil di atas pintu berbunyi nyaring, menandakan ada tamu yang datang.

Aluza yang sedang membersihkan meja di dekat pintu segera menoleh. Saat melihat siapa yang datang, matanya langsung berbinar, dan senyumnya semakin lebar. "Bara!" serunya pelan, padahal Aluza terlihat begitu bahagia karena hampir 3 hari ini ia tak melihat Bara.Tapi hari ini Bara kembali datang ke tempat kerjanya.tanpa berpikir panjang ia segera menghampiri Bara.

“Hay Aluza, maaf yah 3 hari yang lalu aku sangat sibuk jadi aku tidak memiliki waktu untuk menemui kamu.

“Oh tidak apa-apa kok santai saja.lagian kamu itu kan seorang pilot Bara, pasti sibuk itu sebuah kewajaran."

Bara hanya mengangguk.“Kamu hari ini pulang jam berapa?"

“Ini aku sudah mau pulang"Kata Aluza sambil melepaskan apron kerja nya dan melipat nya rapi dan di masukan ke dalam tas kecil di dekat kursi.

“Yaudah pulang bareng aku saja yah..”Ucap Bara.

Tiba-tiba Mira dan Reyhan mendekat.“Ciee pacar kamu yah Aluza..?"Goda Mira.

“Ih bu__

Belum sempat Aluza berbicara Bara malah memotong ucapannya.“Perkenalkan saya pacar nya Aluza..”Sahut Bara sambil menjabat tangan nya.

Mira tanpa basa-basi menerima jabatan tangan Bara.“Wah pasangan yang serasi masnya ganteng ALuza nya cantik"Kata Mira menggoda.

Reyhan menarik tangan Mira,“Jangan lama-lama Mira aku juga mau kenalan sama pacar ALuza.Hallo mas perkenalkan saya Reyhan teman nya Aluza yang bekerja di cafe ini juga"

“Ih jangan lama-lama pegang tangan nya mas ini, nanti kamu bisa nafsu lama-lama!"Celetuk Mirah saat menarik tangan Reyhan.

Reyhan memukul lengan Mirah,“He Mirah, kamu kira saya ini cowok apaan!"

“Hehehe iya sorry Rey aku hanya bercanda kok hehehe"

“Mirah, Reyhan kalau begitu saya mau pinjam ALuza nya dulu yah. soal nya saya mau ajak Aluza pergi jalan-jalan.”Ucap Bara.

“Iya bawa saja mas, mumpung ini malam Minggu"Sahut Reyhan.

“Rey, Mirah kalau begitu aku pulang dulu yah,"

“Iya Aluza kamu hati-hati yah, bye bye...."Mirah masih melambai-lambaikan tangannya di saat punggung Aluza mulai tak terlihat lagi.

1
merry
knp Kelakuan diva blm kebongkr yg suka tdr dgn om om buat dptin uang hrs mm bara harus tau Kelakuan diva
Siti Naimah
aluza...baru pertama masuk kerja sudah terlambat.jangan jadikan jalanan macet jadi alasan ya...makanya untuk antisipasi berangkat nya lebih awal..
anggita
mampir ng👍like sana iklan☝aja. moga novelnya lancar.
Elzaluza2549: terima kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!