Suaminya berkhianat, anaknya di tukar dan dihabisii. Selama lima tahun dia merawat anak suami dan selingkuhannya yang bahkan tinggal satu atap dengannya berkedok sebagai pengasuh.
Bahkan dirinya diracuni oleh pelayan kepercayaannya. Ratih, berakhir begitu tragis. Dia pikir dia adalah wanita paling malang di dunia.
Namun nasib berkata lain. Ketika dia membuka mata, dia berada tepat dimana dia akan melahirkan.
Saat itu Ratih bersumpah, dia akan membalas suaminya yang brengsekk itu. Dia akan mengambil bunga dari setiap perbuatan suami dan semua yang telah menyakitinya dan anaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14. Panik
Jelas terlihat kalau bibi Erma memang panik ketika Ratih dan bibi Asih berjalan di depannya dengan begitu cepat menuju ke kamar Sarah.
"Nyonya, tidak mungkin Sarah mencuri. Dia anak baik!"
"Kata ibuku, bibi Asih juga baik!" sela Ratih.
Bibi Erma sungguh tak bisa membantah lagi. Kalau dia membela Sarah lagi. Bukankah akan semakin menunjukkan dia memang berpihak pada Sarah. Bisa curiga pula Ratih nanti padanya.
"Aku akan ketuk pintunya.."
"Eh, bibi Erma mau apa?" tanya Ratih yang menarik tangan bibi Erma ketika wanita paruh baya itu mau mengetuk pintu kamar Sarah.
"Mengetuk pintunya, nyonya. Siapa tahu dia masih...!"
"Bibi lupa ya? tadi kan bibi Erma sendiri yang mengajarkan padaku. Bagaimana menangkap seseorang yang kita curigai mencuri. Mengetuk pintu hanya akan membuatnya waspada. Cepat buka pintunya!" kata Ratih.
Ratih hanya menyalin ucapan bibi Erma saat mereka akan menggeledah kamar bibi Asih tadi. Dia mengatakan persis sama, dengan tambahan sedikit menyentil ginjal bibi Erma. Karena bisa dibilang, sekarang bibi Erma sedang menyiapkan masalah untuk anaknya sendiri.
Bibi Asih yang memang merasa dia harus melakukan sesuatu, karena memang dia adalah orang yang pertama kali di tuduh oleh bibi Erma tanpa bukti. Segera membuka pintu itu.
"Hehh..."
Bibi Erma mencoba untuk menghadang bibi Asih. Tapi Ratih dengan tegas merentangkan tangannya di depan bibi Erma.
"Bibi, biar bibi Asih yang cari. Kan tadi bibi Erma sudah cari di kamar bibi Asih. Pasti capek kan?" tanya Ratih.
Bibi Erma gelagapan, dia bingung mau menjawab apa. Sementara bibi Asih terus mencari, di laci, dan di lemari.
Tapi ada yang menarik pandangan Ratih.
"Wah, selera pelayan ini bagus sekali!" ujarnya dengan lantang supaya terdengar oleh bibi Erma.
Bibi Erma yang tadinya terus mengawasi bibi Asih. Mendadak mengalihkan pandangannya ke arah Ratih yang melihat ke arah meja rias.
Mata bibi Erma membelalak lebar, dia lupa kalau putrinya itu punya alat make-up yang begitu mahal, pemberian Fandi. Bisa gawat kalau semua itu ketahuan oleh Ratih.
"Nyonya, aku akan bantu mencari!" kata bibi Erma yang kemudian bergegas mendahului Ratih ke meja rias.
Ratih menghentikan langkahnya, dia juga tidak mau menyentuh barang-barang di meja rias itu. Karena semua alat-alat make-up itu kan sudah disemprot Ratih dengan racun.
Bibi Erma dengan cepat memasukkan barang-barang yang kira-kira mahal ke laci meja rias.
Bibi Asih menoleh ke arah Ratih. Dia tidak menemukan kotak perhiasan yang diributkan oleh bibi Erma itu.
Ratih pun menunjuk ke arah pakaian tebal milik Sarah.
"Tarik mantel itu!" Ratih bicara seperti itu pada bibi Asih tanpa suara.
Hanya gerakan bibirnya saja. Tapi, itu juga sudah cukup jelas. Bibi Asih sudah paham. Bibi Asih menarik mantel yang di tunjuk oleh Ratih tadi.
Dukk
"Apa itu?" tanya Ratih pura-pura kaget.
Dan dengan cepat, Ratih langsung mengambil kotak itu.
"Hahh, ini kotak perhiasanku. Ini perhiasan mahal dari Dubai!"
Mendengar Ratih bicara, bibi Erma yang tadinya masih menyimpan semua barang mahal Sarah langsung terkejut dan berbalik.
"Apa?"
Bibi Erma tak bisa mempercayai hal itu. Bagaimana mungkin kotak perhiasan itu bisa ada di kamar Sarah. Jelas-jelas dia tadi meletakkannya di laci kamar bibi Asih.
Dan kalau baru di bawa, itu juga tidak mungkin. Ukurannya terlalu besar untuk di letakkan di kantong.
"Bibi Erma, bibi bisa jelaskan tidak? kenapa kotak ini ada di kamar Sarah. Panggil Sarah, Bi. Cepat panggil Sarah!" kata Ratih yang terkesan marah.
Ratih bahkan langsung keluar dari dalam kamar itu dengan terburu-buru. Ya, selain memang harus terlihat marah dan kesal. Tentu saja Ratih juga tidak mau berlama-lama berada di kamar itu. Kamar yang sudah banyak barang yang dia semprotkan racun.
Bibi Erma panik, dia lihat Ratih sangat emosi. Bahkan ketika minta di panggilkan Sarah, suaranya sangat tinggi.
Bibi Asih melirik sekilas bibi Erma, lalu ikut pergi meninggalkan kamar itu mengikuti Ratih.
Bibi Erma panik, dia sangat panik. Wanita tua itu segera meraih ponsel dari dalam sakunya. Dia harus menghubungi Fandi.
[Halo, Bi]
"Fandi cepat pulang. Rencana kita gagal lagi!"
[Gagal bagaimana, bi?]
"Jangan banyak tanya! cepat pulang sekarang juga! kotak perhiasan yang aku letakkan di laci kamar bibi Asih, entah bagaimana bisa ada di lemari Sarah. Ratih terlihat sangat marah. Cepat bantu aku selesaikan masalah ini. Jika tidak, Sarah pasti akan di usir dari rumah ini. Cepat!"
Bibi Erma segera memutuskan panggilan telepon itu. Dia segera mencari Sarah di ruangan laundry.
Sementara itu, Ratih dan bibi Asih yang sudah sampai di ruangan keluarga.
"Bi, cuci tanganmu dengan benar. Pakai cairan pembersih tangan yang mengandung antiseptik!"
"Baik nyonya!"
Bibi Asih memang tidak tahu kenapa, sampai nyonya-nya mengatakan semua itu. Sampai harus mencuci tangan dengan cairan antiseptik. Tapi meskipun begitu. Bibi Asih tetap segera melakukan perintah majikannya itu.
Ratih duduk dengan santai, meletakkan kotak perhiasannya di atas meja. Dia menebak kalau sebentar lagi suaminya yang brengsekk itu pasti pulang untuk membela Sarah. Tapi, itu juga tidak masalah. Tujuannya sama sekali bukan untuk memecat Sarah. Justru wanita itu tidak boleh dipecat. Masih banyak penderitaan dan kesulitan yang harus dirasakan oleh wanita itu di rumah ini. Ini hanya pelajaran, supaya mereka tidak berpikir, jika Ratih mudah dibodohi seperti dulu.
Di ruangan laundry, Sarah bahkan langsung mengeluh ketika ibunya datang.
"Bu, lihat ini. Wanita itu memintaku mencuci gorden sebanyak ini!"
"Heh, diam dulu. Ada masalah yang sangat penting!" sela bibi Erma.
"Apa yang lebih penting dari semua pekerjaan menumpuk ini. Aku mau ibu belikan deterjen yang lebih bagus..."
"Sarah, bisa diam dulu gak? ini masalah genting. Ibu mengambil perhiasan di kamar Ratih. Ibu letakkan di laci kamar bibi Asih!"
"Jadi, ibu sudah berhasil dong! aku akan jadi pengasuh kan? bisa melihat Rafa setiap saat...!"
"Sarah, semuanya gagal. Semuanya berantakan!" pekik bibi Erma kesal.
Sarah kebingungan, dia benar-benar bingung.
"Kotak perhiasan itu ada di kamar kamu. Ibu gak tahu gimana bisa ada di kamar kamu. Ratih menemukannya, dia marah sekali. Kamu di panggil kesana!"
"Hahh" wajah Sarah langsung pucat.
"Jadi gimana dong Bu? aku gak mau dipecat Bu? nanti aku gak bisa lihat Rafa Bu!"
Bibi Erma juga bingung, dia terus berusaha memikirkan jalan keluarnya. Dia terus berpikir, yang jelas dia tidak boleh dan tidak akan. membiarkan Sarah sampai di pecat dari rumah ini.
***
Bersambung...
biar Sarah jadi gila 🤣
Bahwa Rafa dan Ben banyak banget kemiripannya..
Perlu di selikidiki nih fakta kebenarannya..
Kalau perlu, Rafa & Ben melakukan tes DNA..
Untuk mengungkapkan fakta yg sebenarnya..
Bahwa malam kejadian itu, Ben lah yang bersama nya..
Bukan Fandi yg me ngaku² yg menolong nya..
Hingga Ratih terpedaya oleh tipuan Fandi padanya..
Jadi penasaran, bagaimana kisah awal kejadian nya.. 🤔
Tanpa menyadarinya, cinta tumbuh begitu saja di dalam hati 2 insan manusia..
Semisal tadinya hanya menganggap teman biasa saja..
Namun karena selalu bersama, terbiasa ada, dan saling mengenal 1 sama lainnya..
Maka saat itulah muncul rasa ketertarikan di hatinya..
Seseorang menyadari bahwa itu adalah perasaan cinta, ketika mereka berdua mulai ada rasa kehilangan salah satunya..
Dengan status teman di awalnya, justru kita bisa mengenal lebih baik tentang masing² karakter & kepribadiannya..
Berbeda dengan mereka yg langsung status pacaran di awalnya, terkadang justru lebih berpotensi untuk menerima orang yang salah dalam hidupnya..
Kenapa..?
Karena ketika kau menerima seseorang dengan status pacar, maka kau mengira bahwa seolah-olah dialah jodohmu yg sesungguhnya.. 😁
Begitu pula perselingkuhan, yg terbiasa selingkuh gak akan jera sebelum datang nya penyakit mematikan, dan di rajam sampai mati.. 🤭
Jangan kau mencintai karena ketampanan, sebab ketampanan bisa lenyap termakan usia..
Namun cintai lah dia karena akhlaknya, karena dia tak kan mudah tergoda..
Dan cintai lah dia karena karakter & sifatnya, karena kau tak kan punya alasan lagi untuk membencinya..
Karena dia yg setia, tak kan memandang mu sebelah mata...
Dia yg sayang padamu, tak kan tega membuat mu terluka..
Dan dia yg mencintaimu dengan tulus, tak kan pernah membuat mu kecewa..
Assseeekk.. 💃🏻💃🏻🤭
Namun jangan kau kira semua orang baik padamu.. "
Percaya boleh.. Waspada tetap..
Sebab terkadang justru orang terdekat lah yg paling sering & tega membuat mu terluka dan kecewa karenanya..
Bukan lah begitu..? 😊
Kau minta di hargai sebagai suami..
Sedangkan Ratih sebagai istri tak pernah kau hargai..
Kau malah berselingkuh di belakang istri..
Kau berpura-pura baik di depan istri..
Namun kau menginginkan istri mu mati..
Apa suami seperti itu pantas untuk di hargai..
Bahkan kau sendiri adalah tipe lelaki yg gak tau diri dan gak punya hati..
Tidur saja sana kau Fandi, jangan pernah terbangun lagi dari mimpi² hingga kau mati.. 😏😁
Sejak kapan dia punya jiwa keibuan..
Jika dia punya, kenapa bayi Naufal dia tumbal kan..
Padahal Rafa & Naufal sama² bayi yg tak berdosa, justru kau menjual anak mu sendiri demi keuntungan..
Yasudah, nikmati saja hari² mu seperti itu, yg menyakitkan..