Di dunia di mana Peringkat Bakat adalah hukum tertinggi, Lu Chen hanyalah sebutir debu. Saat Upacara Penentuan Takdir, dia dipermalukan di depan seluruh sekte karena hanya memiliki bakat F-Rank dengan afinitas spiritual nol. Dunia mencapnya sebagai sampah, namun mereka tidak tahu bahwa Lu Chen menyembunyikan sistem SSS+ "Omnipotence Mask" yang mampu menutupi keberadaan aslinya dari mata dewa sekalipun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaka's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15: Gema di Balik Reruntuhan
Asap hitam masih membubung tinggi dari sisa-sisa kemegahan Sekte Langit Biru, namun berita tentang kejatuhannya telah melesat lebih cepat daripada kilat ke seluruh penjuru benua. Melalui burung pesan spiritual dan jaringan informasi rahasia, nama seorang "Penjinak Semut" mulai dibisikkan di aula-aula kekuasaan yang jauh. Sebuah sekte kelas menengah yang telah berdiri selama seribu tahun, hancur dalam satu malam oleh seorang pelayan F-Rank. Ini bukan lagi sekadar berita; ini adalah gempa bumi bagi tatanan dunia kultivasi.
Di puncak gunung yang menghadap ke arah lembah yang kini sunyi, Lu Chen berdiri diam. Jubah abu-abunya yang compang-camping tertiup angin kencang, menyingkapkan aura emas yang kini tidak lagi ditekan secara ekstrem. Di sampingnya, Ignis—yang kini memiliki guratan kristal Azure di punggungnya—sedang mengunyah sepotong kristal dari menara formasi yang ia hancurkan tadi.
"Lu Chen, kau merasakannya?" Ignis mendongak, antena naga-nya bergetar. "Ada mata-mata di hutan bawah sana. Setidaknya ada tiga faksi berbeda yang sedang mengamati kita. Mereka seperti burung bangkai yang menunggu sisa-sisa daging."
"Biarkan saja mereka menonton," jawab Lu Chen dengan nada dingin. "Mereka perlu tahu bahwa tempat ini bukan lagi milik Sekte Langit Biru. Ini adalah tanah peringatan."
[Ding! Deteksi Intelegen Global Aktif.]
[Faksi Terdeteksi: 'Sekte Pedang Suci', 'Aliansi Pedagang Hitam', dan 'Klan Naga Bayangan'.]
[Status Reputasi: 'Ancaman Tingkat Tinggi' - Hadiah buruan mulai dipasang secara anonim.]
Lu Chen melihat ke arah layar sistemnya. Dia tahu bahwa menghancurkan sebuah sekte memiliki konsekuensi. Dunia kultivasi adalah ekosistem yang rapuh; jika satu pemangsa besar jatuh, pemangsa yang lebih besar akan datang untuk mengisi kekosongan tersebut. Namun, Lu Chen tidak lagi peduli pada aturan main mereka.
Tiba-tiba, sesosok bayangan melesat dari arah hutan dan mendarat sepuluh meter di depan Lu Chen. Dia adalah seorang wanita tua dengan pakaian serba hitam, wajahnya penuh keriput namun matanya bersinar dengan kekuatan Tahap Inti Emas tingkat puncak.
"Anak muda," suara wanita itu serak namun berwibawa. "Aku adalah Utusan dari Aliansi Pedagang Hitam. Kami tidak peduli dengan dendam pribadimu pada sekte ini. Kami hanya tertarik pada satu hal: Berikan kami semut naga itu, dan kami akan menjamin keamananmu dari kejaran sekte-sekte besar yang sekarang sedang menuju ke sini."
Ignis mendesis tajam, api biru keluar dari sela-sela rahangnya. "Manusia tua ini ingin menjualku? Lu Chen, biarkan aku mencicipi jantungnya."
Lu Chen mengangkat tangannya, memberi isyarat agar Ignis tenang. Dia menatap wanita tua itu dengan tatapan datar. "Keamanan? Kalian tidak punya kapasitas untuk menjamin keamanan bagi seseorang yang bahkan tidak kalian pahami. Pergi sebelum aku memutuskan bahwa aliansi kalian adalah target berikutnya."
Wanita tua itu tertawa sinis. "Kau pikir karena kau bisa menghancurkan sekte kelas teri ini, kau bisa menantang seluruh dunia? Di luar sana, Tahap Nascent Soul hanyalah pembuka jalan. Kau sedang membawa harta karun yang akan membuat para Raja Suci keluar dari pengasingan mereka!"
"Kalau begitu, biarkan mereka datang," jawab Lu Chen. "Aku akan menggunakan tulang-tulang mereka untuk membangun fondasi baru."
Tanpa peringatan, Lu Chen menghentakkan kakinya. Sebuah gelombang tekanan spiritual murni meledak, menghantam wanita tua itu hingga terpental ke belakang dan menghilang di kegelapan hutan. Lu Chen tidak membunuhnya; dia hanya mengirimkan peringatan keras kepada semua mata-mata yang bersembunyi.
Di sisi lain benua, di dalam aula megah yang terapung di atas awan, seorang pria paruh baya dengan mahkota perak menatap sebuah cermin air yang menampilkan wajah Lu Chen. Dia adalah Raja Naga Bayangan, salah satu dari sedikit makhluk yang memiliki garis keturunan naga asli yang tersisa.
"Semut itu..." sang Raja bergumam, tangannya gemetar. "Itu bukan sekadar hewan kontrak. Itu adalah getaran jiwa nenek moyang kita. Raja Naga Merah... mungkinkah dia telah kembali dalam wujud sekecil itu?"
Kembali ke reruntuhan, Lu Chen mulai berjalan menuju gerbang bawah tanah yang kini telah terbuka. Dia memanggil Xiao Bing, Phoenix Es yang telah dia selamatkan. Burung itu kini telah kembali ke bentuk aslinya, bulunya bersinar dengan cahaya kristal yang menyejukkan.
"Xiao Bing, pergilah ke arah utara. Cari hutan terlarang yang tidak berpenghuni. Kita butuh tempat untuk memulihkan diri sebelum badai besar benar-benar datang," perintah Lu Chen.
[Ding! Misi Baru: 'Pencarian Tanah Terlarang'.]
[Target: Mencapai Lembah Dewa yang Hilang dalam 3 hari.]
[Hadiah: Membuka Kunci Tahap Inti Emas (SSS+ Grade).]
Lu Chen menoleh ke arah Ignis yang kini hinggap di bahunya. "Ignis, perjalanan kita yang sebenarnya baru saja dimulai. Dunia ini menganggap kita sampah, lalu mereka menganggap kita ancaman. Sekarang, mari kita tunjukkan pada mereka apa artinya kiamat yang merayap."
Ignis mengepakkan sayapnya, memancarkan percikan api biru ke udara malam. "Aku sudah siap, Lu Chen. Mari kita bakar takdir mereka."
Dengan satu lompatan, Lu Chen menghilang ke dalam kabut, meninggalkan reruntuhan Sekte Langit Biru yang kini menjadi saksi bisu atas lahirnya legenda baru. Di kejauhan, petir merah menyambar di langit, seolah-olah alam semesta sendiri sedang menyambut kemunculan sang penguasa sejati yang selama ini bersembunyi di balik topeng seorang pelayan.