NovelToon NovelToon
Nigista Dan Dunianya

Nigista Dan Dunianya

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Dosen / Lari Saat Hamil / Bad Boy / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Kak Nya

Nigista, seorang gadis cantik yang terlahir dengan kelebihan yang tak biasa, harus berjuang untuk bertahan hidup di tengah caci maki orang-orang sekitarnya. Dia hanya ingin hidup normal, seperti manusia lainnya, tapi takdir sepertinya tak berpihak padanya.

Nigista Kanaya Putri, nama yang indah, tapi ironisnya, di rumahnya dia lebih sering dipanggil "Si pembawa Sial" oleh ibunya sendiri. Setiap musibah yang menimpa keluarga selalu saja dia yang disalahkan.

Tapi, Nigista memiliki kemampuan unik - dia bisa mendengar bisikan-bisikan dari orang-orang yang butuh pertolongan, sebuah kelebihan yang membuatnya sering merasa terjebak. Di sekolah, dia menjadi target bully-an teman-temannya karena sering menjerit-jerit ketika bisikan itu datang, membuatnya dicap sebagai "gadis aneh"

Yok ikuti kisah Nigista

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak Nya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nigista Dan Dunianya

Hari ini Gista dan teman-temannya yang lain kembali ke kota, kembali dengan cerita dan pengalaman baru, wajah-wajah yang lelah tapi bahagia. Tawa dan obrolan mulai terdengar di sepanjang jalan, mereka sudah mulai memposting foto-foto di media sosial.

"Lo kenapa dar senyum-senyum?" tanya Gista saat melihat saudari kembarnya tersenyum-senyum

"E-enggak, siapa juga senyum."

"Dari tadi sebelum masuk bus gue liat lo senyum-senyum sendiri kayak orang gila aja."

Adara tersenyum kikuk. "Ya itu, lo juga senyum-senyum tadi pagi kenapa?" bukannya menjawab Adara malah balik bertanya

"Hah?"

"Tadi pas bangun tidur gue liat lo senyum-senyum sendiri, kenapa?"

"Oh itu ..."

"Iya, oh itu apa Nigista?"

"Yah lo juga tadi jawabnya gue gitu."

Adara menghela napas. "Ya udah hitungan ketiga kita jawab bareng-bareng, oke?"

"Oke."

Satu.. Dua.. Tiga..

"Di rumah aja." dengan kompak mereka menjawab, sedetik kemudian keduanya tertawa.

Anita memicingkan matanya. "Kalian kenapa ketawa?"

"Iya, ketawa gak ngajak-ngajak lagi." timpal Pipit yang duduk di depan Adara dan Gista

"Kepo!"

Tak terasa, perjalanan panjang itu telah berlalu. Bus-bus yang berbaris di lapangan sekolah akhirnya berhenti, pintu-pintu terbuka, dan anak-anak XI IPA dan XI IPS mulai turun dengan membawa tas ransel dan kenangan indah. Mereka berpamitan dengan teman-teman, lalu menuju ke arah orang tua yang menunggu di parkiran.

Adara serta Gista di jemput oleh supir mereka, entah kemana mamanya sehingga tak sempat menjemputnya.

Ceklek!

"Assalamualikum ma." keduanya kompak mengucapkan salam yang tak mendapatkan balasan dari dalam sana

"Kayaknya mama belum pulang dar.."

Adara mengangguk."Iya sta, mending kita langsung keatas bersih-bersih."

Keduanya pergi ke kamar masing-masing, setelah selesai membersihkan diri Adara langsung pergi ke kamar Gista. Keduanya berdiri di balkon kamar, tak ada yang angkat suara selama beberapa menit.

"Sta.." Adara membuka suara memecahkan keheningan

Gista menoleh, menatap Adara yang berada di sampingnya. "Iya?"

"Belum mau mulai cerita alasan kenapa tadi pagi lo senyum?"

"Lo duluan aja dar, kenapa lo tadi pagi sepanjang jalan terus tersenyum?"

"Yakin mau gue duluan?"

Gista mengangguk. "Iya"

Adara kembali saat mengingat kejadian tadi pagi. "Jadi gini ..."

Flashback on:

"Adara."

Langkah kaki Adara terhenti saat seseorang memanggilnya, ia menoleh kebelakang menatap seseorang yang memanggilnya. Seketika raut wajah Adara berubah saat melihat adanya Gibran, ternyata laki-laki itu yang memanggilnya.

"Kenapa?" suara Adara terdengar tak ramah, tentu saja Gibran musuhnya.

"Jutek amat sih dar, nanti cepet tua loh."

"Ck, lo itu ganggu aja tau gak, mau ngomong apaan cepetan gue gak punya banyak waktu."

"Sok sibuk lu."

"Loh ya be—"

"Ini bunga buat lo." Gibran memberikan sebuah bunga pada Adara membuat gadis itu terkejut

"Hah?"

"Dari Raden."

Seketika wajah yang bingung itu mendadak berseri-seri saat mendengar ucapan Gibran, sebuah senyuman manis terbit dari bilah bibir Adara membuat mata seseorang yang di hadapannya itu tak berkedip.

'Cantik.'

"Lo serius Gib, ini dari Raden?"

"Iya."

Grep.

"Aaaa gue seneng banget gib, udah lama Raden gak kasih gue bunga lagi."

Uhukk.... uhukkk....

"Lepas dar, sesak napas nih gue."

Mendengar ucapan Gibran membuat Adara seketika melepaskan pelukannya, dia menyengir. "Hehe sorry, habisnya gue seneng banget gib.."

"Seneng sih seneng, jangan bunuh gue juga kali."

Adara tak menghiraukan Gibran lagi, senyuman di bibir gadis itu terus terbit. Ia menciumi bunga pemberian Gibran yang katanya dari Raden.

'Gue seneng dar liat lo sebahagia ini menerima bunga itu walaupun lo gak tau yang sebenarnya.'

Flashback off

"Aghkk, gue seneng banget sta akhirnya Raden kasih gue bunga lagi setelah 2 bulan gak pernah kasih gue bunga lagi dan tadi... Gue gak bisa berkata-kata betapa bahagianya gue."

Mendengar cerita dari Adara membuat bibir Gista terkatup rapat, ternyata dugaannya selama ini benar jika Adara menyukai Raden. Apakah Raden juga menyukainya? Apakah tadi malam Raden hanya mempermainkannya saja? Apakah Raden tidak serius mengungkapkan isi hatinya tadi malam? Pertanyaan demi pertanyaan terlintas dibenak Gista.

"Gista, gue mau jujur sama lo. Sebenarnya gue suka sama lo saat pertama kali lo bantuin gue malam itu, dulu gue gak percaya dengan namanya cinta pada pandangan pertama tapi setelah gue liat lo untuk pertama kalinya ada getaran berbeda dari hati gue, detak jantung gue pun selalu berdetak tak teratur kalo deket sama lo."

Ucapan Raden tadi malam kembali berputar di benak Gista bak kaset rusak.

"Gista?" tak mendapatkan respon dari sang empuh membuat Adara yang tadinya menatap setangkai bunga mawar di tangannya seketika menoleh pada Gista. "Gista! Lo kenapa nangis?!"

Mendengar suara teriakan Adara membuat lamunan Gista buyar, dia menggeleng cepat. "Enggak, gue gak papa kok. Hoamm.. Gue ngantuk dar, ngobrolnya besok lagi ya?"

Dengan berat hati Adara meninggalkan kamar Gista, setelah kepergian Adara, Gista langsung mengeluarkan bunga pemberian Raden tadi malam padanya

"Apakah jatuh cinta sesakit ini, tuhan?"

____

Pagi yang dingin dan basah, suara hujan yang mengetuk genteng membuat suasana semakin syahdu. Sementara banyak anak remaja masih terlelap dalam mimpi, justru Gista sudah bangun dan bergegas menyelesaikan kewajibannya sebagai umat muslim. Sekarang, ia sedang bertempur dengan alat-alat dapur, menyiapkan sarapan untuk keluarga. Bau wangi makanan yang mulai tercium, membuat perut mulai berbunyi. Ia tersenyum memandang hasil masakannya pagi ini.

Seperti yang dikatakan Arabella waktu itu, Gista harus mengerjakan tugas rumah terlebih dahulu sebelum pergi kesekolah.

"Alhamdulillah selesai juga, semoga mama suka sama masakan Gista." gungam Gista, ia merasa sangat puas dengan masakannya

Mata Gista melebar saat mengingat sesuatu. "Gue belum cuci pakaian!" pekiknya

Pukul 07:20 Gista sudah selesai dengan semua pekerjaanya, ia melangkah kan kakinya dengan lebar agar tidak terlambat ke sekolah.

"Besok gue harus bangun lebih pagi lagi nih.." gungamnya

Gista berdiri di pinggir jalan, menunggu ojek yang ia pesan. Untungnya mamanya berbaik hati dengan memberinya sedikit uang untuk naik ojek ke sekolah.

Pint.. Pint..

Gista di buat terkejut saat melihat kedatangan Raden. "Naik."

"Gak usah, gue udah pesen ojek." tolak Gista

"Bisa di batalin 'kan?"

"Iya."

"Yaudah ayo naik."

Gista menggelengkan kepalanya, "Kasihan kalo ditolak pasti dia lagi diperjalanan."

Raden menghela napas berat. "Mau naik sendiri atau gue yang naikin?"

"Hah?"

"Ah lama." Raden turun dari atas motor sport lalu tanpa aba-aba langsung menggendong Gista ala pikul karung beras

"Aghkk tolong penculik" Gista memukul-mukul punggung Raden bak seorang anak yang di culik sungguhan.

Raden meletakan Gista di atas motornya, tak ada lagi suara dari gadis itu. "Pegangan, aku mau ngebut."

"Mau ngebut, ngebut aja jangan modus pegangan segala."

"Oh gitu yaudah....."

Brumm..

Raden mempercepat laju motornya membuat Gista terkejut dan refleks memeluknya.

"AGHhhhh, RADEN JANGAN NGEBUT-NGEBUT GUE BELUM SIAP MATI."

"Hahaha, gak papa kita mati sama-sama!"

Bugh

Gista menonjok punggung Raden membuat sang empuh mengerem mendadak

Cittt!

Cup.

Raden mengerem mendadak, Gista yang tidak siap langsung terdorong ke depan, dan dalam sekejap, bibirnya tanpa sengaja menyentuh pipi Raden. Waktu seolah berhenti, keduanya membeku dalam situasi yang tak terduga.

1
Melisa
Double dong ih gue penasaran ma Gista yg kecelakaan itu, kasih ank nya nangisss
Asep Dahiman
bagus banget
Dania Kymberli: Di tunggu ya kelanjutannya
total 1 replies
Asep Dahiman
lanjut kak cerita nya bagus banget👍
Melisa
I LOVE YOU TU RADEN🤭🤭
Dania Kymberli: Hei jangan menggatal ke cowok orang🤣
total 1 replies
Melisa
Rebutan 🤣
Melisa: Kyk gw dulu pas masih SD kls 1 ntah 2 ya itu 🤭 disukai duo cwok inisial
Z&R, tpi skrng mereka dh ga ngejar gw LG 😭
total 2 replies
reva1616
lanjut kaa
falea sezi
males klo emak nya g di tangkep
falea sezi
adara. goblok. laporin emak lo yg penjahat itu Gista jg diem. aja oon
falea sezi
mending Gista pergi g sekolah cari krja aja
falea sezi
kayak nya Gista bukan anak nya mungkin anak angkat atau anak selingkuh an suami nya kali aja makanya emak Gista benci bgt
Dania Kymberli: Bisa jadi/Shhh/
total 1 replies
Melisa
Lanjuttt secepatnya 😭💪💪💪
Melisa
kapan nih di upload?
Melisa
Lanjut secepatnya 💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Naomi Simanjuntak
next double upp dong kakk plliiuusss 🙏
Naomi Simanjuntak
semangat ya bikin povvnnyyaa kakkkk 🥰💪
Naomi Simanjuntak
jngn lama yh kakk uuupppnnnyyyyaaaa 🙏
Naomi Simanjuntak
kakk malam ni povnnyyaa bisa lanjut ga 😢
Naomi Simanjuntak
next kak bisa bikin cerita yang panjang gak soalnya seru banget sama penasaran jalan cerita selanjutnya gmna lagi🥹🙏
Naomi Simanjuntak
next double upp dong kakk plliiuusss 🙏
Naomi Simanjuntak
semangat ya bikin povvnnyyaa kakkkk 🥰💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!