NovelToon NovelToon
EMOSI BERJILID

EMOSI BERJILID

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Penyesalan Suami
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Maya Melinda Damayanty

Farhan bercerai dengan Sinta, wanita yang ia nikahi selama tiga belas tahun. . Farhan jatuh cinta dengan wanita lain,, maka Sinta memilih mundur.

Setelah perceraiannya Farhan menikahi wanita pujaannya itu. Rani seorang janda beranak satu bernama Claudia. Sosok wanita rapuh, yang selalu membutuhkan dirinya. Farhan ingin jadi seseorang yang dibutuhkan di dalam keluarga. Tidak seperti Sinta yang terlalu mandiri.

bagaimana kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Melinda Damayanty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SEBUAH KENYATAAN

Rani menarik napas panjang setelah Farhan menyetujui permintaannya untuk menyewa sopir khusus bagi Claudia.

“Baik, Sayang. Aku akan minta salah satu sopir kantor untuk mengantar dan menjemput Claudia setiap hari mulai besok,” ujar Farhan lembut, tanpa menaruh curiga.

Ucapan itu setidaknya memberi oksigen bagi paru-paru Rani yang terasa sesak.

Dengan adanya sopir, ruang gerak Iqbal untuk mendekati Claudia akan tertutup. Ia tidak perlu lagi waswas setiap kali bel sekolah berbunyi.

“Terima kasih, Mas. Aku hanya ingin Claudia lebih aman,” ucap Rani dengan senyum tipis yang dipaksakan.

Farhan hanya mengangguk pelan, kembali fokus pada ponselnya. Rani tidak menunggu lama; ia segera melangkah menuju tangga, naik ke lantai dua dengan jantung yang masih bertalu kencang.

Begitu sampai di kamar, ia menutup pintu perlahan dan memutar kunci.

Klik!

Suara kunci itu seolah menjadi batas antara dunia luar yang penuh sandiwara dengan kenyataan pahit yang ia simpan sendiri.

Rani berdiri bersandar di balik pintu, memejamkan mata sambil memegangi dadanya yang berdegup liar.

Setelah merasa cukup tenang, ia berjalan menuju lemari pakaian besar di sudut ruangan.

Ia berlutut, membuka laci paling bawah yang tersembunyi di balik tumpukan kain seprai.

Dengan tangan gemetar, ia mengeluarkan sebuah map cokelat tua yang sudah agak kusam.

Rani membuka map itu dengan saksama. Di dalamnya terdapat beberapa dokumen lama: KTP dengan alamat desa terpencil, fotokopi Kartu Keluarga, dan selembar kertas yang menjadi sumber mimpi buruknya: Surat Cerai.

Rani menatap kertas itu dengan tatapan nanar. Jari-jarinya mengusap permukaan kertas yang kasar. Ia teringat kembali bagaimana surat itu didapatkan.

Di sana tertera nama Iqbal Pangestu dan Rani Aryani.

Namun, ada satu detail fatal yang selama ini ia tutup-tutupi dari Farhan.

Surat cerai itu bukan dikeluarkan oleh Pengadilan Agama, melainkan hanya surat pernyataan cerai di bawah tangan yang ditandatangani di atas materai, dengan saksi-saksi yang bisa dibayar.

Secara hukum negara, Rani sadar dirinya masih berstatus istri sah Iqbal.

"Kalau Farhan tahu surat ini tidak resmi... kalau dia tahu aku menikahinya dalam status masih milik orang lain..." gumam Rani lirih. Air matanya menetes mengenai pinggiran map.

"Ini harus disimpan rapat-rapat," gumamnya. Lalu matanya melirik laci meja rias.

Farhan tidak pernah menyentuh laci itu karena semua isinya milik Rani. Suaminya itu sangat menjaga batasan privasi.

Farhan juga tak pernah memeriksa ponselnya. Begitu pun dirinya, karena sang suami memberinya batasan dengan melakukan tindakan langsung.

Rani tak pernah sekalipun coba untuk menyentuh apapun barang Farhan.

Setelah ia memasukkan map itu ke laci. Seluruh ketegangan pun lega. Rani berdiri dan berjalan ke pintu, membuka kunci dan handlenya. bertepatan dengan tangan Farhan yang juga mau buka pintu.

"Mas?" wajah Rani mendadak pucat.

Farhan menatapnya, keningnya berkerut.

Melihat istrinya yang pucat ia langsung khawatir.

"Sayang, kamu kok pucat?"

Rani gelagapan, ia belum siap menjawab. Tubuhnya tegang dan cemas berlebihan.

Farhan yang khawatir langsung memeluknya untuk menenangkan.

"Sayang, kamu ada apa akhir-akhir ini?" tanyanya pelan.

Rani diam, kehangatan yang diberikan suaminya membuat diri Rani makin terpojok dan merasa sangat bersalah.

"Aku ... Aku hanya suka mimpi buruk akhir-akhir ini," jawab Rani tak sepenuhnya berbohong.

Kedatangan Iqbal membuat ia sering mimpi buruk.

"Tenanglah sayang, ada aku," ujar Farhan membelai punggung istrinya.

Sementara di sekolah, Iqbal kembali datang. Ia ingin sekali bertemu dengan Rani. Ia sangat ingin tau, bagaimana Rani bisa menikah lagi padahal mereka belum bercerai.

Namun, sejak pagi hingga siang menjelang. Wanita itu tidak datang ke sekolah itu.

"Sialan kau Rani!" umpatnya kesal.

Namun selanjutnya bibirnya tersenyum miring. Ia merogoh sesuatu dari tasnya. Sepasang buku nikah antara dirinya dan Rani.

"Apa yang terjadi jika aku beri ini pada suami barumu?" gumamnya pelan.

Lalu terdengar suara anak-anak keluar sekolah. Matanya langsung menangkap Claudia yang tertawa bersama teman-temannya.

Iqbal menyimpan lagi buku nikah dalam tasnya. Ia berdiri dan mendekati pagar.

"Princess Papa!" serunya memanggil Claudia.

Gadis kecil itu menoleh, matanya berbinar-binar saat tau siapa yang memanggilnya.

"Papa!" teriaknya ceria.

Claudia berlari dan langsung masuk dalam pelukan ayahnya.

"Papa kangen ... Papa dari mana aja sih!" tanyanya sambil mencebik.

"Maaf sayang, Papa banyak kerjaan. Tapi sekarang Papa sudah kembali," jawab Iqbal yang membalas pelukan putrinya erat.

"Papa, sebaiknya papa sekarang sembunyi!" suruh Claudia tiba-tiba.

"Loh kenapa?" tanya Iqbal sedih.

"Maaf Papa. Aku ada ayah baru. Aku takut ayah marah ...," jawab Claudia lugu.

"Ayah baru?" hati Iqbal terasa sakit mendengarnya.

"Apa kamu sayang sama Ayah baru kamu?" tanyanya lirih.

"Iya. Aku sayang banget. Ayah Farhan itu baik. Apa saja yang aku mau, pasti dibelikan!" jawab Claudia tentu dengan ceria.

Lalu ia menutup mulutnya dengan kedua tangan.

"Maaf, tapi memang Ayah sangat baik," ujarnya lirih.

Iqbal tersenyum, ia mengangguk pelan. Lalu, ia mengecup pucuk kepala putrinya.

"Papa akan datang lagi besok. Mau nggak nemuin Papa pas jam istirahat?" pinta Iqbal dengan wajah sedih.

"Iya Papa. Besok kita ketemu lagi ya!" angguk Claudia dengan tersenyum indah.

Iqbal pun menjauh dari Claudia. Lalu menatap sebuah mobil sedan mewah datang menjemput putrinya. Hatinya begitu sakit, ia mengepal tangannya kuat-kuat sampai buku-buku jarinya memutih.

"Akan aku buat kalian kembali padaku," gumamnya pelan.

Iqbal kembali ke motor bututnya. Menaikinya dan melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah kontrakannya.

Rani menyambut putrinya yang baru pulang. Gadis kecil itu langsung bercerita apa saja tentang di sekolah. Kecuali bertemu dengan ayahnya.

"Tadi Papa kamu datang lagi?" tanya Rani.

"Nggak tuh!" jawab Claudia berbohong.

"Ingat ya sayang. Ayah pasti marah jika kamu menemui Papa kamu!" peringat Rani.

"Kamu mau lihat kamar Adek kamu?" tanya Rani.

Claudia mengangguk, padalah perutnya sedikit perih. Ia lapar, tapi takut untuk meminta.

Rani membawa putrinya ke kamar Rafna. Kamar itu cukup besar tapi tidak sebesar kamar Claudia.

Warna pastel pink dan hijau lembut menyatu. Beberapa boneka panda berukuran kecil tersusun. Tidak seistimewa kamarnya yang seperti kamar putri raja.

"Bagus kan?" ujar Rani berbisik.

"Sebentar lagi. Boneka-boneka kamu akan ada di sini. Kamu nggak punya boneka lagi ...."

"Eh ... Nyonya, Non!" sebuah suara mengagetkan Rani.

"Bi ...," Rani cemberut.

"Non Claudia baru pulang?" tanya Asih pada Claudia, gadis kecil itu mengangguk.

"Ayo ganti baju dulu. Bibi siapin makan siang ya," ujar Asih lembut.

Claudia menatap ibunya, Rani mengangguk pelan. Lalu matanya menatap tajam Asih.

"Kau tidak mendengar apapun!" ujarnya penuh ancaman.

"Jangan khawatir Nyonya. Saya bukan seorang pengadu. Selama masih dalam batas kewajaran!"

Jawaban Asih yang berani membuat runtuh keangkuhan Rani.

Bersambung.

Dududuu.

Next?

1
Atik Marwati
kan..kan..mau selingkuh lagi cari yg katanya sempurna...😤😤
Atik Marwati
anak orang kaya tapi kekurangan gizi🥺🥺
Atik Marwati
anak anaknya Sam binasih ditinggal akhirnya Farhan yang jemput
Atik Marwati
anaknya empat ya... kasihan yang 2 masak ga di ingat sih..
Serli Ati
ah...pasti Rani buat alasan sambil bermanja dengan Farhan dan Farhan pasti percaya apa yg dikatakan rani dan masalah selesai dech, Rani merasa aman.
Serli Ati
ah....istri Soleha yg manja dan penurut Farhan memang selalu membutuhkan uang Farhan ya, semoga Rani bisa membuka mata dan hati Farhan utk melihat keburukan dan tipu muslihat Rani yg telah menjerat leher dan meruntuhkan rumah tangganya terdahulu.
Atik Marwati
kelihatan belangnya sekarang...rasakan Farhan
Atik Marwati
🧐🧐🧐
vania larasati
lanjut kak
Serli Ati
sungguh malang nasib Farhan istri tua yg setia tapi mandiri dan ambisius istri muda yg manja, tamak dan rakus hanya ingin menguasai harta saja Farhan saja.
dewi: tp ms mending yg pertama lah mnrt aq ms bisa di beri pengertian pelan2 dr pd istri kedua
total 1 replies
nurry
lanjuuuuttt
nurry
nah sekarang puyeng kan Bu Rani 😄
nurry
sama-sama gila kakak 😄😄😄
nurry
wah wah wah Rani mulai gak jujur sama Farhan, hati2 main api kalo kebakar gosong 😄
nurry
set dah Rani 😬
nurry
astaga Rani 😬
Atik Marwati
berharap dapat berlian ternyata krikil...
vania larasati
lanjutt kak
vania larasati
lanjut kak
Atik Marwati
sama sama anak kandung kok begitu..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!