––Tak ada angin, tak ada hujan, Ailena di ajak oleh seorang laki-laki yang entah muncul darimana tiba-tiba menarik nya menuju kantor urusan agama (KUA).
"Cepat katakan nama mu! Dan tanda tangan setelah nya" desak Haikal dengan nada tegas.
"Tapi kita nggak saling kenal!"
"Nanti kenalan!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanisanisa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(21) Adegan Cafe Cerita
"Lena.." panggil Ibu dari teras, ia sudah bersiap hendak berangkat di antar oleh Haikal menuju terminal bus.
Ailena yang hendak berbelok masuk ke dalam kamar pun mengurungkan niatnya dan memilih untuk menghampiri sang Ibu.
"Kenapa Bu?" tanya Ailena sembari duduk di ambang pintu menatap Haikal yang sedang memanaskan motor.
"Baik-baik disini ya.. Jangan terlalu memaksa diri mu untuk selalu bekerja, sekarang kamu udah punya suami yang bisa di andalkan" wejangan Ibu membuat Ailena mendongak menatap Ibu nya.
"Iya Bu.."
"Kapan kamu mau ikut Haikal pindah kerumah nya?" tanya Ibu sembari merapikan tata letak kacamata nya.
Ailena nampak berpikir sejenak. "Nanti aja Bu.. Lena masih betah di rumah ini, rumah yang Lena beli dengan hasil jerih payah" jawab Ailena lalu mengelus lantai dingin yang ia duduki.
Ibu menghela nafas pelan lalu menatap Haikal sejenak. "Tapi dia suami mu Lena.. Sudah sepatutnya kamu ikut kemanapun dia pergi" jelas Ibu, anak nya itu memang sedikit keras kepala.
Sama seperti alm suami nya--Bapak nya Lena. Kedua nya memang mirip dalam perilaku dan cara berpikir.
"Lena akan pindah kalau Lena udah siap Bu.. Haikal pasti ngerti kok" balas Ailena masih dengan keteguhan nya mempertahankan agar bisa tinggal di rumah itu.
Ibu menghela nafas berat dan beranjak dari duduk nya. "Ya udah, Ibu nggak bisa maksa kamu lebih keras lagi.. Biar Haikal yang ngurus kamu ya.." ujar Ibu lalu di salimi Ailena dengan takzim.
"Ibu hati-hati di jalan ya.. Kalau udah sampai di rumah, kabarin Lena secepatnya ya" pinta Ailena di angguki Ibu.
Haikal sudah siap di motor yang dia panaskan sejak tadi. Lalu Ibu naik di belakang nya dengan perlahan.
"Nggak usah buru-buru, yang penting sampai terminal bus dengan tepat waktu dalam keadaan selamat" pesan Ailena di angguki Haikal.
Helm milik Ailena di pakai oleh Ibu nya yang terlihat begitu berbeda saat di pakai oleh Ailena.
Haikal pun melajukan motor nya, dan Ailena yang kembali masuk ke dalam rumah. Dia ada hanya ada kelas siang hari ini jadi masih ada waktu untuk bersantai.
"Pindah rumah?" gumam Ailena sembari mendongak menatap plafon rumah nya yang memang sudah rapuh dan terkoyak.
#~
#~
#~
#~
#~
Tak banyak kegiatan yang mereka lakukan berdua. Hingga pernikahan Ailena dan Haikal mulai memasuki usia satu bulan, Ailena mulai merasakan jika bos di cafe nya mulai menyuruh nya untuk tak melakukan pekerjaan lagi.
"Ck, aneh" gumam Ailena sembari duduk di kursi outdoor Cafe Cerita menunggu jemputan nya di sore hari.
Perasaan nya dongkol saat bos nya melarang nya untuk menyentuh pisau dan alat-alat lainnya yang sering dia pakai di dapur.
Tin tin
Tak lama terdengar bunyi klakson dari motor yang berhenti tak jauh dari jarak Ailena duduk melamun.
"Istri! Kok melamun sih, ayo pulang" ajak Haikal sembari menghampiri Ailena dan menyadarkan nya.
Ailena mendongak lalu berdecak pelan. "Kamu masih betah tinggal di rumah semut ku itu?" tanya Ailena yang ingat sebutan Haikal mengenai rumah nya yang sudah menemani nya selama 3 tahun.
Haikal mengangguk lalu menggeleng. "Kalau ada kamu nya aku betah, tapi kalau nggak ada kamu nya aku kepikiran buat hancurin rumah kamu itu" jawab Haikal mendapat pelototan dari Ailena.
"Sekali lagi punya pikiran begitu, ku hancurin motor mu ini" ancam Ailena yang memang sudah tak jika motor yang selama hampir satu bulan ini ialah motor kesayangan Haikal.
"Eitss! No no ya.. Kan aku cuma punya pikiran begitu, makanya aku mau kamu dirumah aja biar aku betah, nanti ku puk-puk" ucap Haikal mendapat decakan dari Ailena.
"Terserah, cepetan pulang! Udah gerah mau mandi" desak Ailena yang sudah memasang helm milik nya yang di belikan oleh Haikal tanpa mengunci.
"Kunci dulu helm nya, nanti helm nya terbang" ucap Haikal sembari menguncikan helm Ailena.
Cup..
Ailena melotot dan langsung memberi pukulan keras di lengan Haikal. Berani-beraninya mencium pipi nya di depan umum.
👍👍👍👍👍
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
❤️❤️❤️❤️❤️
sehat-sehat ya kakkk ❤️