NovelToon NovelToon
Suami Dadakan

Suami Dadakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi
Popularitas:18.7k
Nilai: 5
Nama Author: hanisanisa_

––Tak ada angin, tak ada hujan, Ailena di ajak oleh seorang laki-laki yang entah muncul darimana tiba-tiba menarik nya menuju kantor urusan agama (KUA).

"Cepat katakan nama mu! Dan tanda tangan setelah nya" desak Haikal dengan nada tegas.

"Tapi kita nggak saling kenal!"

"Nanti kenalan!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanisanisa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

(21) Adegan Cafe Cerita

"Lena.." panggil Ibu dari teras, ia sudah bersiap hendak berangkat di antar oleh Haikal menuju terminal bus.

Ailena yang hendak berbelok masuk ke dalam kamar pun mengurungkan niatnya dan memilih untuk menghampiri sang Ibu.

"Kenapa Bu?" tanya Ailena sembari duduk di ambang pintu menatap Haikal yang sedang memanaskan motor.

"Baik-baik disini ya.. Jangan terlalu memaksa diri mu untuk selalu bekerja, sekarang kamu udah punya suami yang bisa di andalkan" wejangan Ibu membuat Ailena mendongak menatap Ibu nya.

"Iya Bu.."

"Kapan kamu mau ikut Haikal pindah kerumah nya?" tanya Ibu sembari merapikan tata letak kacamata nya.

Ailena nampak berpikir sejenak. "Nanti aja Bu.. Lena masih betah di rumah ini, rumah yang Lena beli dengan hasil jerih payah" jawab Ailena lalu mengelus lantai dingin yang ia duduki.

Ibu menghela nafas pelan lalu menatap Haikal sejenak. "Tapi dia suami mu Lena.. Sudah sepatutnya kamu ikut kemanapun dia pergi" jelas Ibu, anak nya itu memang sedikit keras kepala.

Sama seperti alm suami nya--Bapak nya Lena. Kedua nya memang mirip dalam perilaku dan cara berpikir.

"Lena akan pindah kalau Lena udah siap Bu.. Haikal pasti ngerti kok" balas Ailena masih dengan keteguhan nya mempertahankan agar bisa tinggal di rumah itu.

Ibu menghela nafas berat dan beranjak dari duduk nya. "Ya udah, Ibu nggak bisa maksa kamu lebih keras lagi.. Biar Haikal yang ngurus kamu ya.." ujar Ibu lalu di salimi Ailena dengan takzim.

"Ibu hati-hati di jalan ya.. Kalau udah sampai di rumah, kabarin Lena secepatnya ya" pinta Ailena di angguki Ibu.

Haikal sudah siap di motor yang dia panaskan sejak tadi. Lalu Ibu naik di belakang nya dengan perlahan.

"Nggak usah buru-buru, yang penting sampai terminal bus dengan tepat waktu dalam keadaan selamat" pesan Ailena di angguki Haikal.

Helm milik Ailena di pakai oleh Ibu nya yang terlihat begitu berbeda saat di pakai oleh Ailena.

Haikal pun melajukan motor nya, dan Ailena yang kembali masuk ke dalam rumah. Dia ada hanya ada kelas siang hari ini jadi masih ada waktu untuk bersantai.

"Pindah rumah?" gumam Ailena sembari mendongak menatap plafon rumah nya yang memang sudah rapuh dan terkoyak.

#~

#~

#~

#~

#~

Tak banyak kegiatan yang mereka lakukan berdua. Hingga pernikahan Ailena dan Haikal mulai memasuki usia satu bulan, Ailena mulai merasakan jika bos di cafe nya mulai menyuruh nya untuk tak melakukan pekerjaan lagi.

"Ck, aneh" gumam Ailena sembari duduk di kursi outdoor Cafe Cerita menunggu jemputan nya di sore hari.

Perasaan nya dongkol saat bos nya melarang nya untuk menyentuh pisau dan alat-alat lainnya yang sering dia pakai di dapur.

Tin tin

Tak lama terdengar bunyi klakson dari motor yang berhenti tak jauh dari jarak Ailena duduk melamun.

"Istri! Kok melamun sih, ayo pulang" ajak Haikal sembari menghampiri Ailena dan menyadarkan nya.

Ailena mendongak lalu berdecak pelan. "Kamu masih betah tinggal di rumah semut ku itu?" tanya Ailena yang ingat sebutan Haikal mengenai rumah nya yang sudah menemani nya selama 3 tahun.

Haikal mengangguk lalu menggeleng. "Kalau ada kamu nya aku betah, tapi kalau nggak ada kamu nya aku kepikiran buat hancurin rumah kamu itu" jawab Haikal mendapat pelototan dari Ailena.

"Sekali lagi punya pikiran begitu, ku hancurin motor mu ini" ancam Ailena yang memang sudah tak jika motor yang selama hampir satu bulan ini ialah motor kesayangan Haikal.

"Eitss! No no ya.. Kan aku cuma punya pikiran begitu, makanya aku mau kamu dirumah aja biar aku betah, nanti ku puk-puk" ucap Haikal mendapat decakan dari Ailena.

"Terserah, cepetan pulang! Udah gerah mau mandi" desak Ailena yang sudah memasang helm milik nya yang di belikan oleh Haikal tanpa mengunci.

"Kunci dulu helm nya, nanti helm nya terbang" ucap Haikal sembari menguncikan helm Ailena.

Cup..

Ailena melotot dan langsung memberi pukulan keras di lengan Haikal. Berani-beraninya mencium pipi nya di depan umum.

1
sunshine wings
Bagus ceritamu author
👍👍👍👍👍
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
❤️❤️❤️❤️❤️
Evi Solina
jangan ditunda-tunda Len kasihan si junior puasa meleeee🤣
Naila hana
siaapp grakk, baris berbariss.. 🤣🤣
Mugiarti Mawardi
kok, lama baru up sih
nessa: maaf ya, sy lg dlam keadaan sakit, jdi buat up hrus nunggu mendingn dlu🙏
total 1 replies
Evi Solina
yg lembut dong Len punya suami bucin loh🤣🤣
Evi Solina
musibah membawa berkah ya kal🤣🤣
Indah Agustini 383
terimakasiii udah update kakkk😍🙏
sehat-sehat ya kakkk ❤️
Naila hana
waaah siap2 kondangan nih😁😁
Naila hana
akhirnya pindah rumah.. 😄😄
Naila hana
coba liat rumahnya bang Hai dl Len, barang kali ntar minat pindah..
Naila hana
bang Hai sweet bingit😍😍😍
Indah Agustini 383
sukaaa bngtt sm ceritanya😍, ditunggu update an nya ya kaaakkk ❤️
Rian Moontero
lanjooottt👍👍😍
Kamiem sag
Adtagfirulloh... Haikallll.....
Kamiem sag
ikut baca
Anonymous
Semangat thorr aku suka cerita nya☺️
Dania
semangat tor
Dania
semangat tor .
Dania
nanggung tor
Dania
cerita nya kurang panjang tor .semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!