Takdir hanya membawaku jauh dari tanah kelahiranku, bukan jauh dari hidupmu, sudah sejauh ini kenapa aku masih bertemu dengan mu lagi pria Brengkes! Alea Januartha
aku mencari mu 10 tahun lamanya, kamu datang padaku dengan cara seperti ini, kenapa kamu tidak mengakui, kalau itu kamu wanita kribo, kenapa harus ada kepergian untuk kedua kalinya, Jonathan Will
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia pakes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 20
Clara terus meninju samsak yang ada di hadapannya Tanpa lelah, wanita itu terus berlatih demi bisa membalas dendam terhadap seseorang yang kini sangat dekat Dengan nya, "Kamu memang sahabat ku, tapi nyawa tetap harus di bayar dengan nyawa bukan!" teriak Clara sambil memukul samsak itu dengan kuat, peluh bercucuran dari seluruh badannya, latihan nya menggunakan emosi juga sehingga semuanya seakan panas, "Sialan kamu Jo!! sialan!!" teriak Clara lagi lebih keras.
Clara tidak menyadari ada seseorang yang masuk kedalam tempat latihan dirinya, pria itu memegang perut Clara dari belakang sehingga membuat wanita itu terkejut, "Tangan terlalu lemah, lenganmu tidak sejajar, bagaimana bisa kamu balas dendam kalau samsak saja tidak bisa kamu kendalikan?" ujar pria itu sambil melatih Clara dengan sangat extra, pria itu terus memberi arahan pada Clara cara bertarung yang baik, wanita itu bisa tomboy dan bisa feminim juga, sehingga Jo sama sekali tidak sadar kalau selama ini Clara menyimpan dendam padanya.
"Dia harus membayar mahal atas perbuatannya Zack, aku tidak bisa menerima kematian ayahku begitu saja," Air mata Clara jatuh tanpa di sadar, wanita itu ingin menuntut keadilan atas kematian ayahnya.
Clara terus mengikuti instruksi Zack, dia perlahan menguasai samsak itu, sehingga suara keras mulai terdengar dari samsak itu.
Tubuh Clara terjatuh disana dengan lelehan air matanya, dia tidak sekuat itu untuk menampung semua beban di pikirannya, Zack berdecak kesal dan segera membantu Clara untuk bangun.
"Hanya segini kah niatmu untuk balas dendam, apa ini Clara?" ujar Zack sambil memperlihatkan air mata Clara yang ada di tangan nya, "Dendam tidak akan selesai hanya dengan tangisan lemah mu ini!"
Zack membantu Clara untuk memakai Kemabli sarung tangannya, dan dia kembali melatih Clara, "Ayo lawan aku," Zack bersiap bertanding dengan Clara
"Gak! Yang benar saja aku bertarung Dengan mu, mana bisa!" kesal Clara, karena Zack terus memaksa nya.
"Terus kamu pikir, kamu bisa ngalahin Jo kalau kamu sendiri tidak mau melawanku?" Ejek Zack yang melihat Clara justru menjauh darinya, akhirnya mau tidak mau Clara melawan zack karena tidak terima di ejek teman sekaligus sahabatnya ini, meskipun Clara tau akan kalah telak namun dia berusaha melawan zack semampu dirinya, sesuai dugaan Clara kalau dirinya tidak mampu melawan pria di depan nya ini, hingga waktu menunjukkan sore hari, barulah mereka berhenti berlatih, "Kamu harus sudah bisa bermain taktik Clara, karena sudah cukup lama kamu menunda ini semua."
"Baiklah, aku usahakan, aku akan ke kantor Jo dan mencari tahu segalanya di sana" ujar Clara sebelum berlalu dari ruangan itu, dia akan kembali ke apartemennya dan menyiapkan segalanya.
"Besok kita akan berlatih memanah dan menembak, kamu harus persiapan dirimu tidak ada alasan menangis untuk besok" Clara yang mendengar perkataan Zack hanya berdecih, wanita itu kesal kalau Zack terus mengingat kan sesuatu yang memalukan baginya.
"mamah datang?" Alea segera menyambut ibu mertua nya dan meninggalkan dapur yang hendak menyiapkan makan malam untuk Jo, seperti biasa wanita itu menyiapkan masakan ala dirinya dulu di apartemen Jonathan.
"Hallo sayang, kamu jam 5 sore sudah di rumah aja?" tanya mamah Jasmin saat melihat Alea menyambut dirinya di pintu, keduanya berjalan masuk sambil berbincang.
"Iya mah, aku pulang cepat, ingin masak buat tuan Jonathan."
"Cih tuan melulu, apa dia belum pulang?" tanya mamah Jasmin sambil melihat sekitar, dia juga tidak melihat Jesika disana, ah sudah biasa kalau Jesika tidak terlihat, karena memang wanita itu tidak betah di rumah dan akan hanya ber foya foya di luar, namun itu tidak pernah jadi masalah buat keluarga Jo atau buat Jonathan sendiri, bahkan Jonathan merasa senang kalau Jesika tidak menyusahkan dirinya.
"Belum mah, bukannya Jo tidak pernah pulang cepat, aku sedang memasak apa mamah ingin makan malam disini sekalian sama aku?" tanya Alea yang kini sudah duduk bersama ibu mertuanya di ruang tamu.
"Boleh, nanti biar sekalian Daddy Robert makan malam disini, dia sedang perjalanan kesini dari kantor," mamah Jasmin mengambil ponsel nya dan mengutak Atik ponsel nya tidak lama ponsel itu iya masukan kembali ke dalam tas dengan senyum merekah.
Jam terus bergulir, kini Alea tengah menyiapkan makan malam untuk mamah dan papah mertua nya, dia tidak berharap Jo datang karena memang Jo jarang pulang ke rumah ini, tidak lama Alea menghampiri kedua mertuanya untuk di ajak makan malam, karena jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, saat nya makan malam, kini ketiganya berjalan menuju ruang makan.
"Jo gak kamu siapkan makan sayang?" tanya mamah Jasmin yang tidak menyiapkan piring buat Jo.
"Kak Jo gak akan ikut juga makan malam mah, kata pak Mun kak Jo jarang pulang, bisa jadi hari ini juga tidak akan pulang" ujar Alea sambil mengambil lauk buat ibu mertuanya.
"Kata siapa saya tidak pulang!" terdengar suara bariton dari belakang Alea, hingga membuat wanita itu sedikit terkejut, tanpa menoleh dia sudah paham siapa yang datang, wanita itu menunduk dan berjalan ke arah Jo untuk bersalaman dengan pria itu.
Jo Diam terpaku, karena tidak biasanya ada yang bersikap demikian, namun tidak lama Jo menyambut tangan Alea meski ada rasa aneh dalam dirinya, pria itu ber dehem untuk menetralkan rasa yang gak tau apa, Jo segera melewati Alea dan duduk di salah satu kursi untuk bergabung makan malam dengan keluarga nya yang tengah berkunjung.
mamah jasmin yang melihat itu senyum-senyum sendiri, apa lagi dia paham kalau anaknya sedang salah tingkah, "Akhirnya kita bisa duduk bersama untuk menikmati makan malam ini Jo" batin mamah Jasmin sambil mencuri pandang pada pasangan di hadapannya ini.
Alea segera menyiapkan makan malam buat Jo sebelum kena omelan pria itu, dengan cepat Alea selesai menyiapkan makan malam untuk Jo, dan akhirat Alea segera bergabung ikut makan malam setelah menyiapkan semua makanan itu untuk keluarga suaminya.
Mamah Jasmin bahagia melihat Jonathan mau makan malam bersama, baru kali ini setelah beberapa tahun Jo mau makan malam bersama, dia beralih menatap Alea, sepertinya wanita itu tidak salah memaksa Jo menikah dengan Alea, mamah Jasmin berharap Jo akan kembali seperti dulu bersama Alea, untuk Jesika sendiri biarlah menjadi urusan Jo, karena memang mamah Jasmin sudah lepas tangan atas Jesika sejak dulu.
sedangkan di club yang masih sepi Jesika tengah menikmati alkohol yang selama ini selalu menemani dirinya, tidak lupa juga dengan pria yang selalu bersama dirinya selama ini, "Apakah tugasmu sudah mulai berjalan sayang?" tanya Jesika pada pria yang kini merentang kan tangan di balik punggung mulus Jesika.
"Tentu saja, tidak akan lama lagi kamu akan mendapatkan semua kekayaan milik suamimu yang tidak berguna itu, dan kita akan menikah setelah itu."
"Pasti sayang, selesaikan dulu tugasmu baru kita pikiran soal menikah," Ujar Jesika, tanpa pria itu sadari, Jesika hanya ingin memanfaat sang pacar dan pria pemuas nafsu nya saja selama ini.