NovelToon NovelToon
Void King Mentor: Legenda Di Balik Tiga Fajar

Void King Mentor: Legenda Di Balik Tiga Fajar

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Action / Reinkarnasi
Popularitas:235
Nilai: 5
Nama Author: dhanis rio

bangkit kembali di dunia game, nama Arka adalah puncak dari segala kekuatan. Sebagai pemain peringkat satu berjuluk Void King, ia memiliki segalanya, namun terjebak dalam realitas game yang kini menjadi nyata setelah game tutup server.

Demi mewujudkan impian hidup tenang dengan menyembunyikan kekuatannya, Arka secara "tidak sengaja" memungut tiga petualang pemula. Elara, Kael, dan Jiro. Dengan niat egois agar ada orang lain yang bisa mengerjakan "tugas sulit" dan urusan merepotkan lainnya, Arka melatih mereka dengan metode neraka hingga mereka melampaui batas manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dhanis rio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

07.PESAN DARI KERAJAAN

Satu kilometer sebelum gerbang utama Kota Ovelia, langkah Arka mendadak terhenti. Ia melepaskan pegangan gerobak kayu yang penuh dengan tumpukan bangkai Shadow Wolf itu dengan kasar. Brak! Tanah sedikit bergetar saat beban gerobak daging monster itu menghantam tanah.

"Turun. Sekarang," perintah Arka sambil menguap lebar, matanya tampak berair karena kantuk.

Jiro, Kael, dan Elara yang tadinya duduk beristirahat di atas tumpukan bangkai segera melompat turun dengan sigap. Tubuh mereka masih terasa panas oleh sisa latihan neraka, namun rasa hormat mereka pada Arka jauh melampaui rasa lelah mereka.

"Ada apa, Guru? Apakah ada musuh?" tanya Kael sambil meraba busurnya, matanya waspada menyisir semak-semak.

"Mulai dari sini, kalian yang menarik gerobak ini," Arka menunjuk gagang kayu itu dengan dagunya. "Seorang petualang 'biasa' tidak seharusnya menarik tumpukan daging sendirian tanpa berkeringat. Aku ingin membuang sebagian bangkai ini, namun aku butuh uang dari buruan ini untuk biaya hidup kita di penginapan, jadi biarlah mereka kaget melihat hasilnya, tapi jangan sampai mereka curiga pada kekuatan kalian."

Arka mendekat, menatap mereka satu per satu dengan sorot mata yang tiba-tiba tajam. "Ingat, tetap merendah. Di kota ini, banyak telinga yang menempel di dinding. Jangan pamer kekuatan jika tidak terdesak"

Ketiganya mengangguk patuh. Mereka mulai menarik gerobak itu, otot-otot mereka menegang saat beban berat itu mulai bergerak. Sementara itu, Arka berjalan santai di samping gerobak, bersiul kecil sambil memetik rumput liar, berakting seolah-olah dia hanyalah seorang pemandu pemalas yang tidak berguna.

...

Aula Guild Ovelia yang biasanya bising dengan suara tawa dan denting gelas mendadak senyap saat gerobak itu masuk. Bau amis darah Shadow Wolf Alpha memenuhi ruangan. Para veteran tersedak minuman mereka, dan resepsionis yang sedang mencatat dokumen berdiri dengan wajah pucat.

"Itu... tidak mungkin. Alpha?" bisik seorang petualang. "Trio pecundang ini benar-benar mengalahkan Alpha!"

Kegemparan itu memancing kemarahan seseorang. Vorg, petualang yang masih menaruh dendam karena dipermalukan sebelumnya, melangkah maju dengan kapak raksasa terhunus. Wajahnya merah marah.

"Kalian pasti menggunakan cara kotor! Menemukan bangkai sisa atau menggunakan racun terlarang!" teriak Vorg sambil menggebrak meja. Ia mencoba mengintimidasi Elara. "Katakan padaku, bocah! Berapa banyak kecurangan yang kalian lakukan untuk memalsukan hasil buruan ini?!"

Elara tetap tenang, menatap mata Vorg tanpa rasa takut sedikit pun. sebuah ketenangan yang ia dapatkan setelah menatap niat membunuh Arka di hutan. Namun, sebelum Vorg sempat meluapkan amarahnya, sebuah suara berat dan dingin menggema dari lantai dua, membekukan suasana.

"Cukup! Vorg, simpan senjatamu sebelum aku membekukan akun petualangmu dan mengusirmu dari kota ini!"

Baros muncul di balkon. Wajahnya tidak lagi menunjukkan keramahan seorang Ketua Guild; wajah itu kaku, pucat, dan penuh beban. Di sampingnya, berdiri Zenos yang menatap ke bawah dengan tangan bersedekap.

"Kalian berempat... ikut ke kantorku. Sekarang. Dan biarkan petugas keamanan mengamankan buruan ini untuk pemeriksaan," perintah Baros tanpa kompromi.

...

Di dalam kantor, suasana terasa begitu berat hingga suara detak jam di dinding terdengar sangat jelas. Zenos tidak duduk. Ia berdiri di sudut ruangan yang remang-remang, matanya terkunci pada Arka seolah ingin menguliti rahasia di balik wajah malas pria itu.

"Seseorang di hutan itu mengirimkan pesan telepati padaku," Zenos membuka suara, memecah kesunyian. "Suara itu begitu kuat hingga membuat jiwaku bergetar. Dia berkata, 'Jangan ikut campur atas pelatihan ketiga muridku'. Dari informasi yang aku dapat, hanya kau guru dari ketiga murid ini, Arka. Hanya kau yang punya alasan untuk melakukannya."

Arka tertawa kecil, suara tawa yang sengaja dibuat terdengar bodoh dan sedikit menjengkelkan. Ia menggaruk kepalanya yang berantakan. "Tuan Zenos, kau pasti berhalusinasi karena kelelahan atau terlalu banyak menghirup serbuk sari Hutan Kelam. Aku? Menakuti Petualang Peringkat S sehebat dirimu?"

Arka menggelengkan kepala. "Aku hanya Peringkat A yang beruntung karena kebaikan Baros. Mana mungkin aku bisa melakukan sihir telepati tingkat tinggi? Mungkin itu hantu kuno hutan yang merasa terganggu karena kau terlalu berisik."

Saat mengatakannya, Arka menatap mata Zenos selama satu detik, sebuah tatapan kosong yang begitu dalam dan dingin, sebuah lubang hitam yang seolah berkata 'berhenti di situ atau kau akan menyesal'.

Zenos terdiam, keringat dingin mengucur di tengkuknya. Insting bertahan hidupnya, insting yang telah menyelamatkannya di ratusan medan perang memaksa mulutnya untuk terkunci. Dia tahu, membantah pria ini saat ini adalah ide yang sangat buruk.

Baros memotong perdebatan itu dengan membanting sebuah gulungan emas dengan segel lilin merah ke meja. "Lupakan soal hantu. Kita punya masalah yang lebih nyata. Zenos mengirim pesan sihir ke pusat saat melihat kalian bertarung di hutan. Beritanya sampai ke Ibukota dalam sekejap karena mereka sedang dalam kondisi siaga satu soal keamanan nasional."

Baros menatap ketiga murid Arka dengan tatapan iba. "Laporan tentang pemula yang memiliki teknik tempur tingkat tinggi namun dengan level rendah telah memicu alarm di markas intelijen kerajaan. Sepuluh tahun lalu, seorang pemberontak menghancurkan satu kota dalam semalam menggunakan Artefak Gelap, dan Kerajaan bersumpah tidak akan membiarkan 'kekuatan tak dikenal' tumbuh tanpa pengawasan."

Baros membuka gulungan itu dengan tangan gemetar. "Ujian kenaikan Peringkat kalian akan dilakukan langsung di Markas Latihan Ksatria Kerajaan bulan depan. Mereka ingin memastikan dengan mata kepala sendiri: apakah kekuatan kalian berasal dari bakat murni, atau kalian adalah ancaman nasional yang menggunakan artefak terlarang."

Suasana semakin dingin saat Baros membacakan baris terakhir. "Jika kalian gagal membuktikan bakat murni di depan para Ksatria Suci, kalian dan pelapor (Zenos) akan dianggap menipu kerajaan dan... dieksekusi di tempat."

Kael, Jiro, dan Elara menelan ludah secara bersamaan. Ini bukan lagi soal prestasi, ini adalah jebakan politik yang bisa mengakhiri hidup mereka.

Namun, di luar dugaan, Arka justru bertepuk tangan riang. Ia berdiri dari kursinya dan memberikan dua jempol dengan wajah yang dibuat-buat sangat bahagia, seolah mereka baru saja memenangkan undian.

"Wah! Luar biasa! Dengar itu, anak-anak? Akhirnya bakat kalian diakui oleh Kerajaan hingga mereka ingin menjemput kalian secara pribadi! Guru sangat, sangat bangga pada kalian!"

Baros dan Zenos hanya bisa terpaku, tidak mampu berkata-kata melihat akting Arka yang begitu meyakinkan. Mereka tidak tahu bahwa di balik senyum lebar dan mata yang berbinar-binar itu, Arka sedang merencanakan sesuatu yang jauh lebih besar.

Bagus, pikir Arka dalam hati sambil tetap tersenyum. Panggil kami ke markas kalian. Aku akan memastikan para ksatria sombong itu belajar bahwa ada beberapa hal di dunia ini yang lebih baik dibiarkan tetap menjadi misteri.

1
dhanis rio
bagus ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!