NovelToon NovelToon
Ketika Air Wudhu Dan Air Baptis Jadi Air Mata

Ketika Air Wudhu Dan Air Baptis Jadi Air Mata

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Spiritual
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Maya sabir

Novel ini mengisahkan hubungan antara seorang pria kristen bernama David Emmanuel Erlangga seorang pria yang terlahir dari keluarga yang begitu kental dalam menjalankan agama,anak dari seorang pendeta yang terkenal di negeri ini yang bertemu dan menjalin cinta dengan seorang muslimah yang taat serta merupakan anak salah seorang kyai terkemuka .

bagaimana kisah rumit mereka? dan akankah mereka mempertahankan hubungan yang penuh dengan penentangan dari kedua keluarga dan lingkungan?atau justru memilih berpisah demi bertahan dengan keyakinan masingmasing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya sabir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21

Air mata Rain menyatu dengan pasir basah di bawahnya. Ombak bergulir dengan keras seolah menyambut keluhan hatinya yang terluka dalam. Tak lama kemudian, suara langkah kaki terdengar di belakangnya.

" Kenapa.... kenapa,Syah...apa kurang ku pada mu?"Lirih Rain dengan suara bergetar karena rasa sakit .

Bobby berdiri beberapa langkah di belakangnya, tangannya menggenggam sebuah dokumen.

"Bos..." Bobby mendekat perlahan, ingin menyentuh bahunya tapi ragu. "Tidak ada yang kurang darimu bos. Kamu sempurna lebih dari yang orang pantaskan."

Rain tidak berbalik, masih menatap ombak yang terus menghantam bibir pantai. Tangan nya menggenggam pasir hingga terkoyak-koyak. "Kalau begitu kenapa? Kenapa hati dan cinta Aisyah masih milik pria lain?

Air mata Rain menyusuri pipinya, jatuh ke pasir dan menghilang dengan cepat. Bobby berdiri di belakangnya, menahan tangisannya sendiri saat melihat bos yang selalu kuat dan tegas kini hancur seperti ini.

"Bos..." Bobby mengeluarkan saputangan dari kantongnya dan memberikannya padanya. "Nona Aisyah mencintaimu, aku yakin itu. Hanya saja... masa lalu itu berat untuk dilupakan."

Rain mengambil saputangan dengan tangan yang gemetar, menyeka air mata yang terus mengalir. "Berapa lama lagi aku harus menunggu, Bobby? Sudah tiga bulan kami menikah, tapi setiap kali dia melihat foto lama mereka berdua, atau mendengar namanya, matanya jadi berbeda. Seolah aku tidak ada di sisinya sama sekali."

Bobby terdiam sejenak, lalu menaruh dokumen yang digenggamnya di atas batu besar di sebelah mereka. " Sudah saatnya kita pulang bos,nona Aisyah pasti sedang menunggu kepulangan mu hari ini."

"Saya mencintainya, Bobby..." ujar Rain dengan suara yang hampir tidak terdengar. "Saya mencintainya lebih dari segalanya di dunia ini. Tapi dia tidak memiliki perasaan apapun padaku,jika bukan karena perjodohan yang di atur keluarga kami,dia tidak akan pernah menjadi milikku."

"Itu artinya Tuhan ,memang sudah menakdirkan kalian berdua untuk hidup bersama.Soal cinta ...semua akan tumbuh seiring waktu."

Rain menghela napas dalam-dalam, menyeka sisa air mata di pipinya dengan saputangan Bobby. Ia menatap ombak satu kali lagi sebelum perlahan berdiri, tubuhnya masih sedikit menggigil karena emosi yang belum reda.

"Kau selalu bisa menemukan kata-kata yang tepat, Bobby," ujar Rain dengan suara yang mulai tenang, meskipun mata nya masih berkaca-kaca. "Terima kasih... untuk semuanya. Untuk selalu ada di sini."

Bobby mengangguk perlahan, menolong Rain mengambil jasnya yang tergeletak di pasir. "Itu tugasku, Bos. Selalu."

Mereka berjalan menuju mobil dengan langkah yang lambat. Sepanjang jalan pulang, Rain hanya terdiam, mata nya menatap jalan raya yang mulai ramai dengan kendaraan sore hari. Setiap kali ia melihat pasangan muda yang sedang berjalan bersama dengan bahagia, rasa sakit kembali menyambar hatinya.

"Aisyah, kamu benar-benar berani melakukannya?" seru Firdaus begitu melihatnya. " Saat melihat Aisyah baru saja memasuki rumah kedua orangtuanya.

Aisyah berdiri dengan tegap, menghadapinya tanpa rasa takut. "Aku tidak akan berdiam diri lagi, Kak Firdaus. Semua yang kamu lakukan selama ini sudah terlalu jauh , memisahkan aku dan David dengan tipu muslihat, membuat ayah David sakit parah, bahkan berniat mengambil alih bisnis keluarga mereka!"

Firdaus tertawa sinis. "Tipu muslihat? Aku yang menyelamatkan mereka dari kehancuran! Kalau bukan aku, ayah David sudah tidak ada lagi dan bisnis mereka sudah bangkrut berkeping-keping!"

"Kamu yang membuat mereka jatuh dalam kesusahan itu kan?" Aisyah maju satu langkah, matanya menyala dengan kemarahan. "Naina sudah menunjukkan buktinya , kamu yang menyebarkan kabar bohong tentang bisnis mereka sehingga semua mitra pergi dan membuat ayah David stres hingga sakit!"

"Yang penting adalah hasilnya!" Firdaus mendekat dengan wajah yang menakutkan. "Aku melakukan semua ini untuk kebaikan keluarga kita semua! Kau dan David tidak cocok , berbeda keyakinan, berbeda latar belakang keluarga. Hubunganmu hanya akan membawa aib bagi kita semua!"

"Aku tidak membutuhkan siapa pun yang memutuskan apa yang terbaik bagiku, termasuk kamu!" balik Aisyah dengan suara yang semakin tinggi. "Kamu bilang kamu melakukan ini untuk keluarga, tapi sebenarnya kamu hanya ingin menguasai segalanya! Kamu tidak bisa menerima kalau ada orang yang tidak patuh pada keinginanmu!"

Firdaus mengerutkan kening, tangannya mengepal erat. "Kau tidak mengerti apa-apa, Aisyah. Aku tahu apa yang terbaik untukmu. Kalau bukan karena aku, kamu akan terjebak dalam hubungan yang tidak memiliki masa depan dan akhirnya akan menyesal sepanjang hidupmu!"

"Kau salah besar!" Aisyah tidak mundur sedikit pun. " Kamu lah yang menghancurkan kehidupan kami."

"Jangan salah sangka, Aisyah," ancam Firdaus dengan suara rendah. "Jika kau terus ikut campur dalam urusan ini, tidak hanya bisnis keluarga David yang akan hancur tapi juga aku pastikan dia tidak akan pernah bangkit lagi.

Aisyah merasa dada nya terasa sesak mendengar ancaman itu, tapi dia tidak menunjukkan rasa takut. " Lakukan saja jika kamu ingin melihat mayatku."

" Patuh lah pada keluarga mu,aku ini kakak kandungmu,aku hanya ingin yang terbaik untukmu dan masa depan mu."

" Kurang patuh apa aku pada kalian semua ,aku mengikuti semua keinginan kalian termasuk pernikahan ku," ujar Aisyah dengan suara yang penuh rasa sakit. "Tapi keluarga tidak akan menyakiti orang tersayangnya dengan sengaja. Keluarga tidak akan menggunakan kesusahan orang lain untuk mencapai tujuan sendiri. Kamu telah melanggar semua itu,kak Fir."

Tak ingin berdebat lebih jauh lagi dengan adiknya itu.Firdaus akhirnya berbalik dan pergi dengan langkah yang kasar, menyisakan Aisyah dengan perasaan yang beragam , kemarahan, rasa sakit, tapi juga sedikit lega karena akhirnya dia tahu alasan kepergian David .

Sesaat setelah Firdaus keluar, pintu rumah kedua orang tua mereka terbuka perlahan. Mama Retno muncul dengan wajah yang penuh kesedihan, air mata sudah menggenang di sudut matanya. Ternyata dia telah mendengar seluruh pembicaraan dari dalam rumah.

"Syah..." panggilnya dengan suara lembut.

Aisyah menoleh dan melihat ibunya, tangisannya kembali pecah. Dia berlari ke arah ibu nya dan menangis terisak-isak di pelukan wanita yang sudah melahirkannya itu.

" Ma... kenapa? Kenapa kalian semua mengizinkan Kak Fir melakukan semua itu?" ujar Aisyah dengan suara serak, tubuhnya bergetar karena menangis.

Mama Retno memeluknya erat, mencium dahi Aisyah sambil menangis. "Kami tidak tahu, nak. Kami tidak tahu kakak melakukan semua itu dengan cara yang begitu keji. Kami hanya berpikir dia benar , bahwa hubunganmu dengan David tidak akan membawa kebaikan..."

"Aku mencintainya, ma!" Aisyah menarik wajahnya dari pelukan mamanya, mata nya merah dan bengkak karena menangis. "Aku benar-benar mencintainya, dan dia juga mencintaiku. Tapi Kak Fir merusak segalanya dengan tipu muslihat!"

1
maya
makasih sudah mampir kk😍
Isabela Devi
waduh ada mata mata yg melapor tiap gerak gerik mereka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!