NovelToon NovelToon
The Spy Cultivator [Haneen And Shadow System]

The Spy Cultivator [Haneen And Shadow System]

Status: sedang berlangsung
Genre:Pembunuhan / Sistem / Pembaca Pikiran / Time Travel / Transmigrasi / Solo Leveling
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sands Ir

Haneen, mantan agen intelijen elit, dikhianati dan tewas di dunia modern. Namun, dia terbangun di tubuh gadis lemah yang namanya sama di dunia kultivasi, murid luar Sekte Pedang Langit dengan merdian rusak yang sering di-bully.

Beruntung, Haneen membawa Sistem Agen Bayangan yang memungkinkannya mengeluarkan senjata modern seperti pistol, drone intai, dan granat di dunia yang mengandalkan pedang dan jurus.

Awalnya hanya ingin bertahan hidup, Haneen justru mengungkap jaringan korupsi besar di dalam sekte. Para tetua yang terlihat suci ternyata saling melindungi sambil mencuri sumber daya. Bersama Yan Ling, murid luar yang juga jadi korban, Haneen mulai membongkar kejahatan satu persatu.

Namun setiap kebenaran yang terungkap, mereka semakin diburu. Dari tambang ilegal hingga ruang bawah tanah rahasia, Haneen dan Yan Ling harus terus berlari sambil mencari cara untuk bertahan.

Mampukah Haneen bertahan di dunia yang mengagungkan kekuatan spiritual sambil membongkar rahasia kelam para tetua?
Akankah teknologi modern dari sistemnya cukup untuk mengalahkan kultivator tingkat tinggi yang terus memburunya? Dan yang terpenting, bisakah dia dan Yan Ling saling percaya di tengah bahaya yang mengintai setiap langkah?

Penuh Aksi, strategi cerdas, dan intrik yang tak terduga.

Ikuti perjalanan Haneen membuktikan bahwa di dunia yang kejam ini, pinter dan siap bisa mengalahkan yang kuat.
Siapkah kamu mengikuti setiap langkah berbahaya mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sands Ir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 : Jebakan di Dalam Tambang

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Kegelapan di dalam tambang itu pekat. Hanya lampu minyak yang mereka bawa yang memberikan cahaya kuning remang-remang. Dinding terowongan terbuat dari batu hitam yang kasar, dipenuhi urat-urat mineral yang berkilau sedikit saat terkena cahaya. Udara terasa berat dan lembap, sulit dihirup bagi orang yang tidak terbiasa.

Haneen berjalan di depan, memegang lampu tinggi-tinggi. Yan Ling berjalan di belakang, menjaga sisi belakang dari serangan mendadak. Manajer Liu berjalan di tengah, sesekali melihat ke belakang dengan tatapan yang sulit dibaca.

"Area gangguan ada di terowongan nomor empat," ucap Manajer Liu sambil menunjuk ke cabang kiri yang lebih gelap. "Para penambang melaporkan suara aneh dan getaran tanah. Beberapa alat kerja juga hilang secara misterius."

Haneen mencatat informasi itu. Suara aneh dan getaran bisa berarti banyak hal. Bisa saja monster tanah, bisa juga aktivitas penggalian ilegal di bawah tanah yang melanggar batas wilayah tambang. Atau bisa juga jebakan yang disiapkan untuk mereka.

"Apakah ada korban jiwa?" tanya Haneen sambil terus berjalan. Kakinya menginjak tanah berdebu dengan hati-hati.

"Belum," jawab Manajer Liu. "Tapi produktivitas turun drastis. Itu yang paling penting bagi pemilik tambang."

Haneen menahan diri untuk tidak mendengus. Nyawa penambang tidak penting bagi pemilik tambang, hanya uang. Tapi dia tidak berkomentar. Dia butuh bukti, bukan debat moral.

Mereka sampai di persimpangan terowongan nomor empat. Di sini, udara terasa lebih dingin. Haneen menghentikan langkah. Dia berjongkok dan menyentuh tanah. Ada bekas ban kereta kecil di sini. Baru saja ada yang lewat.

"Ada orang lain di sini?" tanya Haneen tajam pada Manajer Liu.

Wajah manajer itu berkedut sedikit. "Tidak seharusnya. Area ini sudah ditutup untuk umum sejak ada gangguan."

"Bohong," gumam Haneen dalam hati. Sistem mendeteksi tiga tanda panas manusia bersembunyi di balik batu di depan, sekitar dua puluh meter dari posisi mereka. Itu pasti pengawal Zhang Wei.

Mereka lanjut berjalan, Haneen memberi isyarat tangan pada Yan Ling tanda siaga. Yan Ling mengerti, tangannya bergerak mendekati gagang pedang yang tersembunyi di dalam gulungan tikar.

Saat mereka melewati sebuah tikungan sempit, tiba-tiba terdengar suara gemeretak batu. Dari atas langit-langit terowongan, beberapa batu besar jatuh menutup jalan belakang mereka. Debu beterbangan membuat mereka batuk.

"Longsor!" teriak Manajer Liu sambil berlari maju menjauhi reruntuhan.

Haneen tidak bergerak. Dia tahu ini bukan longsor alami. Batu-batu itu jatuh dengan pola yang terlalu rapi. Ini ledakan terkontrol. Mereka sudah terjebak.

"Jangan lari, Manajer," ucap Haneen tenang. Suaranya bergema di terowongan sempit itu. "Jalan belakang sudah tertutup. Jalan depan juga akan segera tertutup."

Benar saja, dari kegelapan di depan, tiga sosok pria muncul. Mereka mengenakan baju hitam dan membawa pedang panjang. Wajah mereka ditutupi topeng, tapi postur tubuh mereka menunjukkan pelatihan militer yang ketat.

"Serahkan nyawa kalian," ucap pemimpin ketiga pria itu. Suaranya berat dan serak. "Ini urusan bisnis. Tidak ada yang perlu tahu."

Yan Ling sudah berdiri di samping Haneen. Gulungan tikar dibuka, pedang sudah terhunus. Kilatan cahaya logam terlihat di bawah lampu minyak.

"Keluarga Zhang mengirim kalian?" tanya Haneen. Dia ingin konfirmasi sebelum bertindak. Jika ini direkam oleh alat sistem, ini bisa jadi bukti hukum nanti.

Pemimpin itu tertawa dingin. "Kau terlalu banyak tahu. Mati saja sudah cukup."

Dia memberi isyarat tangan. Ketiga pria itu menerjang maju bersamaan. Mereka bergerak cepat, energi spiritual mengalir di sepanjang pedang mereka, membuat bilah senjata itu bercahaya merah redup.

"Belakangku!" teriak Haneen pada Yan Ling.

Yan Ling melompat maju, bertemu dengan dua penyerang pertama. Bunyi logam beradu terdengar nyaring. Percikan api beterbangan di kegelapan tambang. Yan Ling bertarung dengan gaya defensif, menahan serangan sambil mencari celah.

Haneen tidak ikut bertarung langsung. Dia mundur selangkah ke belakang Manajer Liu yang gemetar ketakutan. Dari saku bajunya, Haneen mengeluarkan dua koin ranjau kejut. Dia melemparkannya ke lantai di depan kaki para penyerang.

Koin itu menempel di tanah dan aktif seketika. Cahaya biru menyilaukan meledak dari koin itu, diikuti suara dengungan listrik yang tinggi.

Dua penyerang yang sedang berhadapan dengan Yan Ling terkena dampaknya. Tubuh mereka kejang-kejang keras. Energi spiritual mereka terganggu oleh sengatan listrik itu. Pedang mereka jatuh dari tangan.

"Apa ini?" teriak salah satu penyerang sambil jatuh berlutut.

Yan Ling tidak menyia-nyiakan kesempatan. Dia menggunakan gagang pedangnya untuk memukul leher kedua penyerang itu hingga pingsan. Tidak perlu membunuh. Mayat akan menyulitkan laporan nanti.

Pemimpin penyerang itu mundur, wajahnya penuh kejutan. Dia tidak pernah melihat teknik seperti itu. Bukan sihir, bukan teknik spiritual. Sesuatu yang asing.

"Kalian menggunakan artefak terlarang!" tuduh pemimpin itu.

"Artefak pertahanan diri," koreksi Haneen sambil melangkah maju. Dia memegang pistol silikon di tangan kanan, tersembunyi di balik lengan baju. "Kalian yang menyerang duluan di wilayah tambang resmi. Ini bukti penyerangan ilegal."

Pemimpin itu melihat rekan-rekannya yang pingsan. Dia tahu situasi sudah berbalik. Tapi dia masih punya satu kartu as. Dia menoleh pada Manajer Liu.

"Liu, lakukan sekarang!" teriak pemimpin itu.

Manajer Liu yang sedari tadi diam tiba-tiba tersenyum licik. Dia mengeluarkan sebuah pisau belati dari balik jubahnya dan mengarahkannya pada leher Haneen dari belakang.

"Maaf, Nona," ucap Manajer Liu. "Keluargamu membayar lebih sedikit daripada keluarga Zhang. Bisnis adalah bisnis."

Haneen tidak bergerak. Dia sudah mendeteksi perubahan detak jantung manajer itu sejak lima menit yang lalu. Sistem sudah memperingatkan adanya pengkhianatan.

"Kau pikir aku tidak siap?" tanya Haneen dingin.

Dalam gerakan secepat kilat, Haneen membungkuk sedikit menghindari ayunan pisau, lalu menangkap pergelangan tangan Manajer Liu. Dengan satu gerakan bantingan, dia melempar manajer itu ke dinding batu.

Kepala manajer itu membentur batu dengan suara dull. Dia langsung pingsan. Pisau belati jatuh ke tanah berdebu.

Pemimpin penyerang itu melihat atasannya jatuh. Wajahnya pucat. Dia menyadari bahwa gadis di depannya bukan target empuk. Ini adalah predator yang menyamar sebagai domba.

"Aku menyerah," ucap pemimpin itu sambil menjatuhkan pedangnya. "Jangan bunuh aku."

Haneen menurunkan pistolnya. Dia tidak perlu membunuh orang yang sudah menyerah. Itu akan mengubah mereka dari korban menjadi pembunuh di mata hukum.

"Ikat mereka," perintah Haneen pada Yan Ling. "Kita bawa keluar sebagai bukti."

Yan Ling segera mengambil tali tambang dari tas peralatan. Dia mengikat tangan ketiga penyerang itu dengan kuat. Manajer Liu juga diseret dan diikat.

Haneen berjalan menuju area di mana para penyerang muncul tadi. Dia ingin tahu apa yang mereka jaga. Di balik batuan yang longgar, terdapat sebuah lubang kecil yang digali secara sembunyi-sembunyi.

Haneen menyalakan senter sistem dan mengintip ke dalam. Di sana, dia melihat tumpukan batu spiritual berkualitas tinggi yang belum dicatat dalam laporan tambang. Ini tambang ilegal di bawah tambang resmi. Keluarga Zhang mencuri sumber daya dari tanah milik kota untuk keuntungan pribadi.

"Ini dia," gumam Haneen. "Ini bukti pencurian sumber daya negara."

Dia mengambil beberapa sampel batu itu dan memasukkannya ke dalam tas. Ini bukti fisik yang tidak bisa dibantah.

"Kita keluar," ucap Haneen sambil berbalik. "Misi penyelidikan selesai. Sekarang misi pengungkapan kejahatan."

Mereka menyeret para tahanan menuju exit tambang. Jalur belakang yang tertutup batu sudah dibersihkan sedikit oleh Haneen menggunakan bahan peledak plastik mini dari sistem. Ledakan kecil itu cukup untuk membuka jalan tanpa meruntuhkan seluruh terowongan.

Saat mereka keluar ke permukaan, cahaya matahari sore menyilaukan mata. Udara segar terasa lega di paru-paru. Pengemudi kereta masih menunggu di sana, tidur di atas bangku kereta.

Haneen membangunkan pengemudi itu. "Kita kembali ke kota. Bawa barang-barang ini."

Pengemudi itu melihat para tahanan yang diikat dan batu-batu bukti. Dia mengernyit, tapi tidak bertanya. Dia tahu lebih baik tidak tahu.

Kereta bergerak kembali menuju Kota Kabut Perak. Di dalam kereta, Haneen duduk diam memandangi luar jendela. Yan Ling duduk di sampingnya, membersihkan debu dari bajunya.

"Kita berhasil," ucap Yan Ling. "Tapi keluarga Zhang tidak akan terima begitu saja."

"Aku tahu," jawab Haneen. "Mereka akan mencoba menutupi ini. Tapi kita sudah punya bukti fisik dan saksi hidup. Otoritas kota tidak bisa mengabaikan ini sepenuhnya."

"Apakah kita aman?" tanya Yan Ling.

"Untuk saat ini," jawab Haneen. "Tapi setelah ini, nama kita akan masuk daftar hitam keluarga Zhang secara resmi. Kita harus lebih berhati-hati."

Haneen memanggil sistem di dalam pikiran. [Misi Tambang Selesai. Hadiah: 1000 IP + Detektor Logam Spiritual.]

Dia tersenyum tipis. Poin bertambah, alat baru didapat. Setiap bahaya membawa peluang. Dan Haneen akan menggunakan setiap peluang itu untuk menjadi lebih kuat.

Kereta masuk gerbang kota saat matahari terbenam. Lampion-lampion mulai menyala lagi. Kota Kabut Perak tampak tenang, tidak menyadari bahwa dua wanita di dalam kereta itu baru saja mengguncang fondasi kekuasaan salah satu keluarga terkaya di kota.

Haneen menatap langit malam yang mulai berbintang. Perang dingin baru saja dimulai, dan dia tidak berencana untuk kalah.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...Bersambung…...

Jangan lupa like, komen dan share 😁

1
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
mampir kak
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor🔥
Mbu'y Fahmi
huh ... thor serasa ikut dalam cerita...👍👍
Mbu'y Fahmi
deg² thor takut ketauan😄
Ahyar Alkautsar Rizky
keren thor😍
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor🔥
Mbu'y Fahmi
lanjut thor... makin seru cerita nya
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor 🔥
Ara putri
semangat kak. jgn lupa mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor🔥
Ahyar Alkautsar Rizky
izin save gambarnya ya thor 🙏
Fajar Fahri
ikut kedalam cerita
Fajar Fahri
visualnya kerenn 👍
Intan21
😍
Intan21
good
Saskia Natasya
alur cerita nya bagus
Ahyar Alkautsar Rizky
seru kali thor 😍
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor please
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!