NovelToon NovelToon
Kupilih Keduanya

Kupilih Keduanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Harem
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: A19

Zevanya Putri Wiratmadja. Putri tunggal seorang konglomerat kaya di Kotanya. Hidupnya sangat sempurna karena memiliki keluarga harmonis dan juga kakak laki-laki yang tampan. Namun siapa sangka? Diam-diam Vanya malah menyukai kakak angkat laki-lakinya itu.

Saat Vanya dengan nekat akan menyatakan perasaannya, kakak laki-lakinya malah mengenalkan seorang wanita yang ia claim sebagai pacarnya.

Di tengah kekacauan hatinya, Vanya bertemu dengan laki-laki menyebalkan yang makin membuat kacau hari-harinya.

Akankah Vanya memilih untuk melupakan kakaknya? Ataukah Vanya lebih memilih untuk memperjuangkan cintanya? Atau malah pindah haluan dan memilih laki-laki menyebalkan yang sayangnya sangat tampan itu?

ikuti terus kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Terbakar

Setelah kepergian Trio Edun dan juga Raza, mereka bertiga mengobrol santai.

"Tuh liat! Raza perhatian banget sama lo. Apa hati lo nggak tersentuh gitu, sedikitpun?" tanya Rain. Ia sedari tadi lebih banyak diam.

"Mana soft spoken banget anjir ngomongnya" Lea ikut menimpali.

"Dikit" jawab Vanya singkat.

"Yang penting ada walaupun sedikit. Gw ngedukung banget kalo emang lo sama Raza" ucap Lea serius.

"Btw tadi Vano juga keliatan khawatir loh, cuman kayak ngejaga jarak nggak sih gw liat-liat" lanjutnya.

"Gausah bahas dia Gan, gw muak!" ucap Vanya ketus.

"Tau tuh. Dia punya pacar, lebih baik emang Vanya jauhin dia. Lagian ada Raza yang jelas-jelas single " bela Rain.

"Yaudah deh, maaf. Btw gimana kelanjutan cewek tadi pagi? Beneran lo maafin?" tanya Lea mengalihkan topik.

"Gw maafin, lagian waktu itu gw nggak sampe jatoh kok" Vanya tidak menceritakan dengan detail dan juga perihal adanya Vano pada insiden itu, ia hanya menjelaskan jika dirinya hanya tersenggol namun tidak sampai terjatuh.

"Yaudah deh. Cowok kayak Surya aja sampe se-begitu nya dia" ucap Lea.

"Kalian nggak makan?" tanya Vanya.

"Gw sama Rain udah izin ke pihak sekolah kalo kita bakalan temenin lo sampe jam pulang" jawab Lea.

"Itu mah akal-akalan dia aja biar nggak ikut kelas nya Pak Botak" seru Rain.

"Udah tau gw mah" balas Vanya sambil terkekeh kecil.

Tiba-tiba ponsel Android Vanya yang berada di meja samping brankar berbunyi tanda telepon masuk. Nama papanya tertera di dalam layar ponsel, Vanya langsung mengangkat panggilan tersebut sambil mengkode kedua sahabatnya untuk diam.

"Hallo sayang, gimana keadaan kamu sekarang? Apa sudah baikan? Apa ada yang masih sakit? Pak Joko dan Dokter Raja bekerja dengan baik kan merawat kamu?"

"Mereka bekerja dengan baik kok Pa, aku udah makan sama minum obat. Ini juga udah lumayan enakan. Tapi aku hari ini kayaknya mau di UKS aja sampe pulang"

"Iya sayang ngga papa, perbanyak istirahat ya. Papa sudah bilang ke pihak sekolah. Dua temen kamu juga sudah papa izinkan untuk nemenin kamu biar nggak bosan sendirian"

"Makasih Pa, Papa emang yang paling the best deh. BTW soal siswi itu lebih baik jangan di keluarkan ya pa. Kasian dia, udah Papa bikin bangkrut orangtuanya masa mau Papa hancurin juga masa depan nya"

"Baiklah, Papa nggak akan keluarkan dia. Tapi soal orangtuanya Papa nggak akan biarkan. Papa nggak terima mereka ngejelekin kamu waktu Papa introgasi anaknya"

"Yaudah kalo gitu. Yang penting cewek itu tetep bisa sekolah. Makasih ya Pa"

"Iya sayang, apapun akan Papa lakuin untuk Putri kesayangan Papa. Ya sudah Papa tutup dulu sayang. Sebentar lagi Papa mau meeting dengan klien. Semoga Putri kecil papa lekas sembuh ya. I love you sayangnya Papa"

"I love you too Papa nya Vanya"

Setelah sambungan telepon itu terputus, Lea langsung tertawa dengan kencang.

"Putri kecil Papa nggak tuh" ledek Lea sambil tertawa lagi.

"Apasih lu, syirik aja" sinis Vanya.

"Om Danu gacor banget anjir, perusahaan orangtua Silvia langsung bangkrut dalam sekejap. Nggak main-main bokap lo, bahkan sampe masuk ke portal berita" puji Rain.

"Anak tunggal kaya raya nih bos, senggol dong" ucap Lea ikut-ikutan.

"Udah ah diem, gw mau lanjut tidur" Vanya menarik selimut sampai batas dada, lalu ia memejamkan kedua matanya.

Melihat Vanya yang mulai tertidur, Rain dan Lea pun memilih untuk memainkan ponselnya masing-masing agar tidak mengganggu. Lea juga mengambil kursi dari brankar lain untuk ia duduki dan ia letakkan disamping Rain.

****

Bel pulang telah berbunyi, Vanya pun membuka matanya lalu menegakkan tubuh untuk meregangkan otot.

"Santai aja dulu Van. Bel baru bunyi, parkiran pasti macet" ucap Lea yang pertama kali melihat Vanya terbangun. Sedangkan Rain masih asik dengan ponselnya.

"Itu si Rain kenapa senyum-senyum kayak orang gila? Ngeri banget gw liatnya" Vanya menatap Rain dengan tatapan menyelidik.

"Eh guys, gw punya kenalan baru. Ganteng banget, anak geng motor" ucap Rain heboh.

"Mana woi liat" sambar Lea tak kalah heboh.

Rain menunjukkan layar ponselnya kearah Vanya dan Lea.

"Rafael Zidan Permana. Keluarga Permana ya? Hem kayaknya gw pernah denger" Lea mengetuk-ngetuk jari telunjuknya ke dagu seolah sedang berfikir.

"Nah gw inget. Ini anaknya temen arisan nyokap gw anjir. Nih anak badung banget woi, jadi bahan omongan di tempat arisan. Mending lo jauhin aja deh Rain" ucap Lea dengan wajah syok luar biasa.

"Lo kenal darimana sih cowok kayak gitu? Jangan aneh-aneh deh" Vanya memperingati.

"Yahhh padahal dari muka nya tipe gw banget" keluh Rain dengan wajah cemberut.

"Jauhin! Nurut sama kita" perintah Vanya tak ingin di bantah.

"Iya iya deh" pasrah Rain.

"Gw bantu cariin aja deh. Lo kalo nyari cowok nggak pernah bener" ledek Lea.

"Lo aja di jodohin anj, pake sok-sokan mau nyariin gw cowok" balas Rain dengan nada sinis.

"Ah brisik lo berdua. Ayo pulang!" sentak Vanya.

Dengan patuh, Rain dan Lea mengikuti Vanya menuju ke parkiran yang sudah lumayan sepi. Vanya melihat Raza berdiri di samping motor scoopy miliknya.

"Eh Vanya, baru aja mau gw samperin ke UKS" sapa Raza dengan senyuman manis.

'Manis banget sih nih cowok. Kenapa sih lo seberuntung itu Van?' ucap batin seseorang.

"Kalian berdua duluan aja. Gw mau ngomong berdua sama Raza" perintah Vanya.

"Ceilah berdua nggak tuh. Iya iya deh, yaudah gw sama Rain nggak akan ganggu. Ayok woi!" Lea menyeret Rain menjauhi Vanya dan Raza.

Dari kejauhan, Vano menatap tak suka ke arah Raza dan Vanya. Ia dan kedua sahabatnya baru saja sampai di parkiran.

"Lo nyium bau gosong nggak sih? Kaya ada yang kebakar gitu" sindir Tian.

"Ada yang terbakar tapi bukan kayu. Ada yang kepanasan tapi bukan jemuran. Apaan tuh?" Radit ikutan menimpali.

"Hati seseorang deh kayaknya" jawab Tian yang membuat wajah Vano langsung berubah masam.

Kedua nya kompak langsung tertawa karena melihat perubahan wajah Vano.

"Lo berdua apaan sih! Siapa juga yang cemburu" balas Vano tak terima.

"Lah? Emang kapan kita bilang cemburu? Apa jangan-jangan lo emang lagi cemburu ya? Hayoooo ngaku" ledek Tian dengan wajah menyebalkan.

"Au ah. Gw mau pulang! Bye sahabat lucknut!" sentak Vano lalu mempercepat langkahnya.

"Yah ngambek, gak asik banget tuh anak" ucap Tian sambil geleng-geleng kepala.

1
R19
Ada yang nungguin kelanjutannya nggak nih? 🤭Terimakasih yang sudah mampir buat baca. Jangan lupa like & komen ya🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!