Di usia 24-th Paroline Benedicta adalah wanita yang paling banyak dibicarakan di kampusnya di Los Angeles. Menawan, kaya, dan penuh teka-teki, ia menyusuri lorong kampus bukan dengan tas desainer, melainkan dengan kereta bayi yang membawa Andreas Sunny yang berusia dua tahun. Rumor yang beredar sangat kejam, mereka bilang dia adalah sosialita yang jatuh, seorang gadis yang ditinggalkan kekasihnya setelah melakukan kesalahan yang ceroboh.
Kenyataannya, Paroline adalah wanita yang memegang teguh janjinya, membesarkan putra yatim piatu dari mendiang sahabatnya seolah anaknya sendiri. Ia telah menukar malam-malam liarnya dan gaun pesta sutranya dengan kekuatan tenang dari seorang ibu, mengubur masa lalu pemberontaknya demi memberikan kehidupan yang sempurna bagi Andreas.
Masuklah Fharell Desmon, mahasiswa baru berusia sembilan belas tahun sekaligus pewaris karismatik dari Desmon Group.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#10
Suasana di apartemen mewah Fharell yang biasanya tenang mendadak terasa mencekam. Begitu pintu terbuka, ia mendapati dua sosok yang sangat ia kenal sedang duduk di sofa ruang tamu dengan ekspresi yang sangat formal. Tuan Desmon, sang ayah, tampak duduk tegak dengan wibawa yang mengintimidasi, sementara sang bunda duduk di sampingnya dengan wajah yang sulit dibaca.
"Duduk, Fharell," suara Tuan Desmon berat dan penuh tekanan.
Fharell menghela napas, ia sudah tahu arah pembicaraan ini. Ia meletakkan kunci mobilnya dan duduk di hadapan kedua orang tuanya.
"Ayah sudah mendengar semuanya. Berhenti bermain-main dengan perempuan itu, Fharell. Dia bukan wanita yang pantas untuk pewaris Desmon Group. Dia memiliki masa lalu yang berantakan dan seorang anak tanpa suami. Kau masih 19 tahun, jangan hancurkan masa depanmu demi sebuah obsesi sesaat," ujar Tuan Desmon tanpa basa-basi.
Fharell terdiam sejenak, lalu ia mendongak dengan tatapan mata yang sangat tenang namun tajam. "Aku tidak sedang bermain-main, Yah, Bun. Aku mencintainya. Sangat mencintainya."
Tuan Desmon hendak memotong, namun Fharell melanjutkan dengan nada yang lebih emosional. "Aku baru kali ini benar-benar mencintai seorang wanita. Paro itu tulus, Bun. Dia wanita yang keibuan, kuat, dan luar biasa. Dia mengorbankan masa mudanya demi anak yang ia sayangi. Jika Ayah menganggap dia beban, bagi Fharell, dia adalah anugerah. Aku tidak peduli dengan rumor di luar sana."
Debat panas sempat terjadi. Tuan Desmon bersikeras tentang reputasi keluarga, sementara Fharell tetap teguh pada pendiriannya seolah siap melepaskan segala kemewahannya demi Paroline dan Andreas.
Namun, di tengah ketegangan yang memuncak, tiba-tiba Bunda Fharell berdiri. Bukannya marah atau menampar anaknya, ia justru menghambur ke arah Fharell dan memeluknya dengan sangat erat.
"Akhirnya!" teriak Bunda Fharell dengan suara yang lembut namun penuh kelegaan. "Ayah! Lihat, anakmu ternyata normal! Dia suka perempuan!"
Fharell dan Tuan Desmon sama-sama melongo. Kebingungan menyelimuti wajah mereka.
"Apa maksud Bunda?" tanya Fharell bingung di dalam pelukan ibunya.
"Bunda pikir kamu belok, Nak!" Bunda Fharell melepaskan pelukannya dan menangkup wajah anaknya dengan mata yang berbinar bahagia. "Selama ini kamu tidak pernah membawa perempuan pulang, tidak pernah membicarakan pacar, dan hanya asyik dengan teman-laki-laki mu. Bunda dan Ayah sampai cemas setengah mati diam-diam. Bunda bahagia sekali mendengar kamu mencintai seorang wanita!"
Bunda Fharell kemudian menoleh ke arah suaminya yang masih mematung. "Dengar itu, Yah? Menantu dan cucu laki-laki? Itu paket komplit! Kita tidak perlu menunggu lama untuk menimang cucu. Bunda sangat setuju! Bawa mereka ke sini secepatnya, Fharell!"
Tuan Desmon yang awalnya ingin memasang wajah garang dan tidak setuju, kini tidak berkutik. Ia berdeham, mencoba mengembalikan wibawanya yang runtuh seketika karena antusiasme istrinya. Ia tahu, jika sang istri sudah berkata bahagia, maka argumen bisnis atau reputasi apa pun tidak akan ada gunanya.
"Yah... kalau Bundamu sudah bilang begitu..." Tuan Desmon membuang muka, mencoba menyembunyikan senyum lega karena kekhawatirannya soal orientasi anaknya ternyata salah total. "Bawa dia makan malam ke mansion minggu depan. Ayah ingin lihat sendiri wanita yang bisa membuat anakku yang keras kepala ini jadi melankolis."
Fharell tertawa lepas, ia memeluk bundanya sekali lagi. "Terima kasih Yah, Bun! Kalian akan langsung jatuh cinta pada Andreas, dia bayi tertampan di dunia!"
Malam itu, apartemen Fharell yang tadinya dingin berubah menjadi penuh tawa. Hambatan terbesar yang ia takutkan justru runtuh karena alasan yang paling kocak.
🌷🌷🌷🌷
Happy reading dear 🥰