NovelToon NovelToon
MAFIA DAN GADIS CANTIK

MAFIA DAN GADIS CANTIK

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia
Popularitas:16k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Steve Lim tak pernah menyangka dirinya akan dijebak oleh oknum pemerintah yang bekerja sama dengan organisasi mafia yang dipimpinnya, mereka ingin menjebloskan Steve Lim ke penjara dengan dugaan pemerasan serta pencucian uang atas tanah di wilayah Makau yang terkenal dengan pusat industri kasino globalnya. Dimana Makau dijuluki Las Vegas dari Timur.

Pada saat dia mencoba menyelamatkan dirinya dari jebakan para oknum pemerintah, tak sengaja dia bertemu dengan seorang gadis bernama Ruolan Tan yang membantunya bersembunyi dari kejaran musuhnya.

Bagaimana kisah mereka berdua selanjutnya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21 JEBAKAN MAUT WONG

Alex, Steve Lim, dan Ruolan Tan duduk di kafe, membahas rencana mereka selanjutnya.

"Aku tidak percaya Wong berani melakukan ini," kata Steve Lim, suaranya penuh kemarahan. "Aku harus menghentikan dia sebelum dia menghancurkan perusahaan aku."

Ruolan Tan memegang tangan Steve Lim. "Aku ada di sini, Steve. Kita akan melalui ini bersama-sama."

Alex memandang mereka berdua dengan mata yang tajam. "Aku sudah memiliki rencana. Aku akan memulai investigasi internal di perusahaan Steve Lim untuk menemukan orang-orang yang bekerja untuk Wong."

Steve Lim mengangguk. "Baiklah, aku akan memberikan akses penuh kepada kamu. Aku ingin tahu siapa orang-orang yang membelot."

Alex tersenyum. "Aku akan menemukan mereka, Steve. Aku juga akan menghubungi beberapa kontak aku di kepolisian untuk mendapatkan informasi tentang Wong."

Ruolan Tan memandang Alex dengan mata yang penasaran. "Apa yang kamu rencanakan, Alex?"

Alex tersenyum. "Aku akan membuat Wong berpikir bahwa kita tidak tahu apa-apa tentang rencana dia. Aku akan membuat dia percaya bahwa kita hanya bereaksi terhadap serangan dia."

Steve Lim memandang Alex dengan mata yang tajam. "Aku tidak yakin itu akan berhasil, Alex. Wong tidak akan mudah ditipu."

Alex tersenyum. "Aku tahu, Steve. Tapi aku memiliki beberapa trik di tangan. Aku akan membuat Wong berpikir bahwa kita hanya seekor kucing kecil, padahal kita sebenarnya seekor harimau."

Ruolan Tan tersenyum. "Aku suka itu, Alex. Aku tidak sabar untuk melihat wajah Wong ketika dia menyadari bahwa dia telah ditipu."

Alex tersenyum. "Aku juga tidak sabar, Ruolan. Aku akan membuat Wong membayar untuk semua yang dia lakukan."

Tiba-tiba, ponsel Alex berdering. Dia menjawab, dan wajahnya menjadi serius.

"Apa yang terjadi?" tanya Steve Lim, suaranya penasaran.

Alex memandang mereka berdua dengan mata yang tajam. "Wong telah melakukan sesuatu. Aku harus pergi sekarang."

Steve Lim dan Ruolan Tan memandang Alex dengan mata yang penasaran, menunggu dia menjelaskan lebih lanjut.

Alex berlari keluar dari kafe, meninggalkan Steve Lim dan Ruolan Tan yang penasaran.

"Apa yang terjadi?" tanya Steve Lim, suaranya keras.

Alex tidak menjawab, dia hanya berlari menuju mobilnya.

Ruolan Tan berlari mengejarnya. "Alex, tunggu! Apa yang terjadi?"

Alex membuka pintu mobilnya dan masuk. "Wong telah menculik adik Steve Lim," katanya, suaranya keras.

Steve Lim berlari menuju mobil Alex. "Apa?! Aku harus menyelubung dia!"

Alex menghidupkan mesin mobilnya. "Aku sudah menghubungi tim aku, mereka sedang melacak lokasi Wong. Kita harus pergi sekarang!"

Steve Lim dan Ruolan Tan masuk ke dalam mobil, dan Alex melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Mereka harus menyelubung adik Steve Lim sebelum terlambat.

Alex melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sambil terus menghubungi timnya untuk mendapatkan informasi tentang lokasi Wong.

"Bagaimana kabarnya?" tanya Steve Lim, suaranya penuh kekhawatiran.

"Tim aku sedang melacak sinyal ponsel Wong," jawab Alex. "Kita harus segera sampai di sana, Steve."

Ruolan Tan memegang tangan Steve Lim. "Aku ada di sini, Steve. Kita akan menyelubung adik kamu."

Tiba-tiba, Alex menerima pesan dari timnya. "Alex, kami telah menemukan lokasi Wong. Dia berada di gudang tua di pinggir kota."

Alex memandang Steve Lim. "Kita harus pergi ke sana sekarang, Steve."

Steve Lim mengangguk. "Aku siap."

Alex melajukan mobilnya menuju gudang tua, sambil mempersiapkan diri untuk menghadapi Wong dan anak buahnya. Mereka harus menyelubung adik Steve Lim dengan selamat.

Alex menghentikan mobilnya di depan gudang tua, dan mereka semua keluar dari mobil.

"Kita harus berhati-hati," kata Alex, suaranya lembut. "Wong pasti memiliki anak buah yang menjaga tempat ini."

Steve Lim mengangguk. "Aku siap."

Ruolan Tan memegang tangan Steve Lim. "Aku ada di sini, Steve."

Alex memimpin mereka masuk ke dalam gudang, dan mereka semua bergerak dengan hati-hati. Tiba-tiba, mereka mendengar suara dari dalam.

"Selamat datang, Steve Lim," kata suara itu. "Aku telah menanti kamu."

Steve Lim mengenali suara itu. "Wong!"

Alex dan Ruolan Tan memandang Steve Lim, dan mereka semua tahu bahwa mereka harus siap untuk menghadapi apa pun yang akan terjadi.

Wong muncul dari bayang-bayang, dengan senyum jahat di wajahnya.

"Selamat datang, Steve Lim," katanya, suaranya penuh ejekan. "Aku telah menanti kamu. Aku tahu kamu akan datang untuk menyelubung adik kamu."

Steve Lim memandang Wong dengan mata yang penuh kemarahan. "Dimana adik aku?"

Wong tersenyum lagi. "Oh, dia aman... untuk sekarang. Tapi kalau kamu ingin melihat dia lagi, kamu harus melakukan apa yang aku katakan."

Alex memandang Wong dengan mata yang tajam. "Apa yang kamu inginkan, Wong?"

Wong memandang Alex. "Aku ingin kamu, Alex. Aku ingin kamu bergabung dengan aku. Bersama, kita bisa menguasai kota ini."

Steve Lim memandang Alex dengan mata yang penuh kekhawatiran. "Alex, jangan lakukan itu."

Alex tersenyum. "Aku tidak akan bergabung dengan kamu, Wong. Aku akan menghancurkan kamu."

Wong tersenyum lagi. "Baiklah, kalau begitu. Aku akan membunuh adik kamu, Steve Lim. Dan kamu, Alex, akan menjadi saksi."

Ruolan Tan memandang Wong dengan mata yang penuh kemarahan. "Kamu tidak akan pernah menang, Wong."

Wong tersenyum lagi. "Kita lihat saja."

Wong mengeluarkan pistolnya dan mengarahkan ke arah adik Steve Lim yang diikat di kursi.

"Kamu punya waktu 10 detik untuk memutuskan, Alex," kata Wong, suaranya dingin. "Bergabung dengan aku, atau adik Steve Lim mati."

Steve Lim memandang Alex dengan mata yang penuh kekhawatiran. "Alex, jangan lakukan itu. Aku tidak ingin adik aku mati."

Alex memandang Wong dengan mata yang tajam. "Aku tidak akan bergabung dengan kamu, Wong. Aku akan menghancurkan kamu."

Wong tersenyum lagi. "Baiklah, kalau begitu. 10... 9... 8..."

Alex mulai bergerak, mencari cara untuk menghentikan Wong.

"7... 6... 5..." Wong terus menghitung.

Tiba-tiba, Ruolan Tan berteriak. "TUNGGU!"

Wong berhenti menghitung dan memandang Ruolan Tan. "Apa?"

Ruolan Tan memandang Alex. "Aku punya ide. Biarkan aku berbicara dengan Wong."

Alex memandang Ruolan Tan dengan mata yang penasaran, tapi dia mengangguk. "Baiklah, Ruolan. Coba saja."

Ruolan Tan memandang Wong. "Wong, aku punya tawaran untuk kamu. Biarkan adik Steve Lim pergi, dan aku akan bergabung dengan kamu."

Wong tersenyum lagi. "Hmm... aku suka itu. Tapi aku tidak percaya kamu. Apa jaminan aku bahwa kamu tidak akan mengkhianati aku?"

Ruolan Tan tersenyum. "Aku akan memberikan kamu sesuatu yang lebih berharga daripada uang atau kekuasaan. Aku akan memberikan kamu Alex."

Wong tersenyum lagi, mata yang penuh kegembiraan.

"Ah, Ruolan Tan, kamu memang pintar," katanya, suaranya penuh pujian. "Aku suka itu. Tapi aku tidak percaya kamu. Apa yang membuat kamu berpikir aku akan membiarkan adik Steve Lim pergi?"

Ruolan Tan tersenyum. "Karena aku akan memberikan kamu Alex. Aku akan memastikan bahwa Alex bergabung dengan kamu, dan kamu bisa menggunakan dia untuk menghancurkan Steve Lim dan perusahaan-nya."

Wong memandang Alex dengan mata yang penuh minat. "Hmm... itu menarik. Tapi aku masih tidak percaya kamu. Apa jaminan aku bahwa kamu tidak akan mengkhianati aku?"

Ruolan Tan memandang Wong dengan mata yang tajam. "Aku tidak akan mengkhianati kamu, Wong. Aku memiliki alasan pribadi untuk menghancurkan Steve Lim. Aku ingin dia menderita, dan aku tahu bahwa dengan bergabung dengan kamu, aku bisa membuatnya menderita."

Wong tersenyum lagi, dan memandang Alex. "Baiklah, Ruolan Tan. Aku setuju. Biarkan adik Steve Lim pergi, dan aku akan membiarkan kamu bergabung dengan aku."

Steve Lim memandang Ruolan Tan dengan mata yang penuh kekhawatiran. "Ruolan, jangan lakukan itu. Kamu tidak bisa percaya Wong."

Ruolan Tan tersenyum dan memandang Steve Lim. "Aku tahu apa yang aku lakukan, Steve. Aku akan menghancurkan Wong dari dalam."

Alex memandang Ruolan Tan dengan mata yang tajam. "Ruolan, apa yang kamu lakukan?"

Ruolan Tan tersenyum dan memandang Alex. "Aku melakukan apa yang harus aku lakukan, Alex. Aku akan menghancurkan Wong, dan aku akan memastikan bahwa kamu aman."

1
Tobatos Corp
kemampuan yang meningkat
Tobatos Corp
harus hati hati ini
Tobatos Corp
semakin seru
Faniah Haidar
♥️♥️♥️
Faniah Haidar
💐💐💐
Faniah Haidar
penasaran gimana endingnya 🤭
Tina Andara
mudah mudahan Roulan Tan terbuka matanya ya kan
Vania Andina
Roulan Tan kau kan bisa bela diri napa gak kau hajar dia
Raisa Andriana
semangat tor
Tina Andara
gak ada yang gratis kan Tan
Tina Andara
kan udah tahu kalau Steve tuh mafia Tan
Tina Andara
lari Tan ! lari... !
Tina Andara
nyali juga nih Ruolan Tan
Tina Andara
pasti seru nih ceritanya
Vania Andina
lanjut aja deh thor
Vania Andina
satunya belum kelar thor dah bikin lagi satu karangan film baru thor
Raisa Andriana
lanjut
Yuniar Farah
next thor 👍
Larasati John
bos geng nih ceritanya, laki banget sekarang,,, semangat steven lim,,,
Faniah Haidar
semangat thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!