Di dunia yang mengandalkan kekuatan sebagai hal utama, Yan Jian— seorang Tuan Muda yang terlahir tanpa memiliki Roh Bela Diri. Namun, di saat ia benar-benar berada pada titik terendah, ia mendapatkan kepercayaan dari Permaisuri Es, sehingga Permaisuri Es pun mengorbankan dirinya untuk menjadi Roh Bela Diri Yan Jian.
Setelah mendapatkan Roh Bela Diri Permaisuri Es dan Salju, Yan Jian pun bertekad untuk membalaskan dendamnya terhadap kedua pamannya yang telah membunuh orang tuanya. Namun, perjalanannya di dunia kultivasi tidaklah mudah. Berulang kali terjatuh dan hampir mati.
Bagaimana kisah Yan Jian untuk bertahan di kerasnya kehidupan ini? Yuk, ikuti keseruan petualangan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 13
Saat itu, Permaisuri Es dan Salju, melepaskan Xiao Bai, tetapi sebelumnya ia telah memperingati Xiao Bai agar tidak memberitahukan tentang dirinya kepada seluruh warga desa Lembah Hitam. Namun, walaupun umat manusia tidak semuanya mengetahui tentang sosok Permaisuri Es dan Salju, tetapi bagi mereka Binatang Monster, mereka akan mengetahuinya hanya dengan merasakan hawa keberadaannya saja.
Setelah Xiao Bai keluar dari alam lautan jiwa milik Yan Jian, sang permaisuri menarik kesadaran Yan Jian memasuki lautan jiwanya sendiri, sedangkan tubuhnya tengah terbaring lemas tak sadarkan diri, dan saat itu telah dibawa kembali menuju Kediaman Kepala Desa Lembah Hitam.
"Bangunlah, bocah kecil!" seru Permaisuri Es dan Salju dengan nada yang dingin.
Namun, Yan Jian tetap terbaring di atas permukaan air yang tenang. Alam lautan Jiwa Yan Jian yang menunjukan kedamaian dan ketenangan yang sangat luas. Namun, terdapat ruang terpisah yang gelap dan bahkan Permaisuri Es dan Salju pun tidak mampu untuk memasuki ruang misterius di dalam lautan jiwa Yan Jian.
Permaisuri itu terus memanggil, manggil Yan Jian. Hingga Yan Jian pun terbangun dan perlahan membuka kedua matanya. Di saat Yan Jian membuka kedua matanya, ia mendapati sosok perempuan yang tengah duduk anggun sembari memperlihatkan kaki bagian atasnya yang sangat begitu mulus, berkulit putih, dengan gaun biru pucatnya yang terjatuh di sampingnya.
"Si— siapa anda, Senior?" Yan Jian bertanya dengan penuh rasa bingung, sebelah tangannya memegangi kepalanya yang masih terasa pusing. Namun, ia sama sekali tidak tahu bahwa saat ini dia berada di lautan jiwanya sendiri.
"Aku adalah roh bela dirimu, bocah kecil!" sahut wanita itu sembari menopang dagunya dengan punggung tangannya.
Yan Jian tertegun selama beberapa detik, ia masih merasa bingung ketika melihat sosok wanita di depannya, dan pandangannya berkeliling, mengamati wilayah disekitarnya.
"Di mana ini?" ucap Yan Jian.
Permaisuri itu melompat, dia melayang dan berputar dua kali dengan kedua tangan yang terlentang. Melihatnya, bagaikan sosok peri dari dunia fantasi. Dengan tubuh yang ramping, lekuk tubuh yang sempurna, dan kedua puncak kembarnya menjulang tinggi, terbalut dengan gaun biru pucatnya yang ketat, tetapi gaun bagian bawahnya berkibar seperti bunga mawar yang dingin.
Hingga kini, Permaisuri Es dan Salju berdiri tepat di depan Yan Jian, kedua tangannya di kecup di depan perutnya.
Permaisuri itu tersenyum, menunjukan sisi keanggunan dan kecantikan yang ia miliki. Lalu, Permaisuri itupun berbicara; "Namamu ... Yan Jian, kan?" Permaisuri itu bertanya dengan sangat lembut, sembari menggantung segaris senyuman.
Yan Jian pun mengangguk dua kali, raut wajahnya masih begitu menunjukan perasaan yang sangat begitu bingung dan penuh tanda tanya.
"Ini adalah Lautan Jiwa mu, dan disebut juga sebagai Alam Kesadaran. Oh, Ya! Kamu terlahir tanpa memiliki Roh Bela Diri bawaan, maka dari itu aku akan membantumu, dan aku akan menjadi Roh Bela Diri mu." tawaran Permaisuri Es dan Salju kepada Yan Jian.
Namun, Yan Jian masih terdiam tak menjawab, ia hanya menatap wanita dihadapannya dari ujung kaki hingga ujung kepala, dengan tatapan yang menilai.
"Mau, kan?" tanya Permaisuri Es dan Salju, meyakinkan.
"Roh Bela Diri? Aku tahu bahwa Roh Bela Diri itu bisa didapatkan dengan cara memiliki Roh Bela Diri bawaan atau metode penanaman. Tapi ... Senior adalah seorang manusia! Mana mungkin bisa menjadi roh bela diriku, aku tidak pernah mendengarnya!" ujar Yan Jian.
"Ya, kamu benar! Selama manusia masih memiliki Dantian sebagai pusat Energi, walaupun mereka terlahir tanpa memiliki Roh Bela Diri, maka mereka masih mempunyai kesempatan untuk menggunakan metode penanaman roh yang cocok dengan dirinya. Dan aku, aku berbeda dengan orang-orang yang menggunakan metode penanaman roh, melainkan aku menggunakan metode pengorbanan yang mengorbankan diriku sendiri untuk menyatu dengan seorang manusia."
"Kami— para Binatang Monster, tidak memiliki kesempatan untuk menjadi Dewa. Namun, setelah metode pengorbanan terbilang masuk akal, aku memilih untuk mencari sosok manusia yang benar-benar cocok denganku dan sama-sama berjuang untuk mencapai ranah tertinggi bela diri. Namun ternyata, tubuhmu sangatlah lemah, bahkan saat ini kamu hanya bisa menerima 10% kekuatan yang aku miliki,"
"Kedepannya, kamu hanya perlu berlatih dan terus berlatih hingga lebih kuat lagi. Aku yakin kamu akan bisa mewarisi seluruh kekuatan yang aku miliki sebagai Penguasa Wilayah Utara."
Sang Permaisuri Es dan Salju 'Lin Bing', berbicara, menjelaskan dengan sangat bersungguh-sungguh, dan menaruh harapan penuh terhadap Yan Jian.
Walaupun Yan Jian masih merasa kebingungan, tetapi ia juga sangat merasa senang dan mendapatkan harapan untuk membalaskan semua dendamnya.
Akhirnya, Yan Jian pun menyetujui untuk Permaisuri Es dan Salju itu menjadi Roh Bela dirinya.
Seru dan sangat mudah dimengerti alurnya Thor. Tapi agak lambat buat naikin kekuatannya Yan Jian. Semangat thor