Sebuah cerita yang tertulis merupakan bagian dari kehidupan gadis multitalenta dengan karir yang cemerlang dan persahabatan yang setia, kehidupan yang diwarnai dengan sorotan media serta penggemar yang cukup fanatik menjadikan Gianna Pionad Aaron tidak semata-mata semuanya terasa sempurna.
Ada Luka, Trauma dan Cinta, bagaimana Gianna bertahan? Baca selengkapnya dalam sebuah cerita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon the devvu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Restu
Terkadang kasih,cinta dan kehangatan lahir bukan hanya pada garis keluarga, namun bisa kamu dapatkan pada kehidupan luar, keluarga bisa kamu temui seiring dengan perjalan hidupmu.
Gianna menikmati hidangan penutup dengan buah yang tersedia, "sangat juicy" Inner Voice nya sampai dia terganggu oleh "itu kekasih barumu?" tanya pria yang kini ada di samping Gianna, Gianna mengangguk pelan "Dan, dimana kekasihmu?" Tanya Gianna pada Felix Rompies (anak pertama dari anak Clifton Rompies dan Haryanti) Felix yang mendengar itu hanya mengangkat bahu "well" ujar dia sembari memotong beef dengan garpu dan pisau. Gianna membersihkan tangan nya "ingin aku kenalkan dengan temanku?" ujar Gianna, "tidak perlu," ujar Felix pasalnya itu sudah pernah dia alami ketika Ambar dan Gianna mengenalkan salah satu selebriti yang menjadi teman mereka, namun fail Felix justru merasa dirugikan.
"Bagaimana menurutmu?" Tanya Gianna pada Felix saat menatap David dan Clifton yang sedang mengobrol diujung sana, Felix yang peka akan tatapan Gianna "aku rasa pilihan mu bagus kali ini" lanjutnya, Hal itu membuat Felix mendapatkan satu pukulan dengan siku bughhh "sejak kapan seleraku buruk" Felix yang merasa nyeri itu hanya menarik bibirnya.
David mengantar Gianna pulang ke Apartemen, kali ini Apartemen nya sudah berpindah lebih bagus, lebis luas, lebih mahal dikelasnya. David sudah membelikan yang jauh lebih elit alasannya saat pertama kali David mengantar Gianna pulang, dia mengetahui dimana Gianna tinggal, Apartemen milik saingan bisnis dia yang ditemui pada malam itu, David enggan terlibat lagi.
Siangnya David tidak ada di ruangan, Gianna mencari, "Becca apa kamu tahu David pergi kemana?" Tanya Gianna, "Tidak ada nona, Tuan David pergi bersama Jack" Kalimat Rebecca. Gianna pergi menghubungi "Aku membawa makan siang, kamu makan di luar," tanya Anna melalui Voice note yang tidak lama mendapatkan balasan "Iya sayang aku akan makan di luar maaf kali ini tapi nanti malam aku makan bersama kamu." Tulisan pesan David, Gianna mendengar itu menghela nafas sedangkan Rebecca yang melihat itu memberikan tatapan sinis saat Gianna melangkah pergi.
Sedangkan ditempat lain, Suatu rumah yang ada dalam pedesaan sangat asri dengan luas tahan yang di jadikan lahan pertanian seorang pria celana jeans dan topi koboi datang menghampiri David yang tengah duduk. "lihat ini nak, sayuran sawi menjadi yang paling laku diantara sayuran lain," kalimat Jhon pada David, David menatap seksama dengan kacamata hitam mengedarkan pandangan. Jhon berlalu duduk disamping David sampai, waktu membawa mereka berbicara soal hubungannya dengan Mavie putri satu-satunya, karena itu tujuan utama David untuk datang kesana.
"Jadi kamu sudah memiliki kekasih sekarang?" Tanya Jhon "betul paman, dan aku berniat untuk serius kali ini," lanjut David "aku akan bertunangan segera."kalimat itu, Jhon menarik nafasnya dalam, dia kemudian menepuk punggung David disana dengan setelah jas berwarna hitam "aku mengenali kamu sejak kecil, orang tuamu, keluargamu sudah baik kepada saya, itu hal yang tidak bisa saya lupakan. Maka satu harapan saya, saya juga ingin melihat mu bahagia, meskipun saya tahu Mavie mungkin akan merengek kali ini. tapi, perpisahan kalian bukan sepenuhnya salah mu." Ujar Jhon yang sejenak berhenti ketika menghisap rokok "Mavie seperti ibunya dia sangat keras dan ambisius, saya dan mantan istri saya(Ibunda Mavie) berpisah karena dia berselingkuh lalu kami kembali bersama saat Mavie berusia 13 tahun itu karena Mavie sempat sakit paru-paru kami merasa kami perlu kembali, saya mencoba memaafkan kesalahan dan memberi kesempatan kedua, namun saya terlalu naif pada saat itu." Ujar Jhon lalu menyadari arah tatapan David kini kepada Jhon "saya naif karena saya berfikir orang yang selingkuh bisa berubah namun, saya salah. Ternyata yang berubah hanya polanya saja ditambah dia terjerat kasus nark*ba" keduanya tertawa bersama "Jadi jika ini sudah menjadi keputusan mu aku tidak akan menghalangi, David kau berhak atas hidupmu" Mendengar pernyataan itu David merasa lega, Jhon tetap seperti dulu seperti paman, orang tua dan sahabatnya.
devvuholic