NovelToon NovelToon
Setelah Status, Kita Kehilangan

Setelah Status, Kita Kehilangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Romansa
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mentari_Senja

Zafira Amara, belajar bahwa cinta tidak selalu berakhir dengan indah. Ditinggal Anggara tanpa kabar setelah janji melamar, ia membangun benteng tinggi di hatinya.

Hingga akhirnya datang Aditya Pranata, pengagum rahasia yang mengisi kekosongan itu. Dari teman, menjadi hubungan tanpa status, hingga akhirnya resmi berpacaran.

Namun ironi terjadi, saat status sudah jelas, mereka justru kehilangan esensi. Trauma masa lalu Zafira bertabrakan dengan ketakutan komitmen Aditya.

Di tengah hiruk pikuk Yogyakarta, mereka belajar bahwa tidak semua yang dicintai bisa bertahan. Tidak semua janji bisa ditepati. Dan terkadang, melepaskan adalah bentuk cinta paling tulus meski itu menyakitkan. Sebuah kisah tentang kehilangan, trauma, dan keberanian untuk move on.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentari_Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketika Hati Mulai Ragu

Sudah satu bulan lebih Aditya rutin datang ke Kafe Senja. Sabtu dan Minggu nggak pernah absen. Bahkan kadang, ia mampir Jumat sore juga, katanya pengen ngopi dulu sebelum pulang kerja. Dan setiap kali datang, pasti ada aja yang dibawa. Entah itu berupa cemilan, buku, atau cuma senyum lebar, yang entah kenapa membuat suasana kafe jadi lebih hidup.

Zafira mulai terbiasa mendengarkan cerita Aditya, cerita tentang pekerjaannya di sebuah startup teknologi yang sering lembur. Bahkan mendengarkan keluhannya perihal bosnya yang cerewet. Dan kami tertawa bareng ketika Aditya cerita hal-hal konyol yang dia alami. Dan yang paling aneh, Zafira mulai terbiasa menunggu Aditya untuk datang.

Hari Sabtu, tepat jam setengah empat sore. Zafira lagi merapihkan meja, sambil sesekali melirik ke arah pintu. Aditya biasanya datang jam segini. Tapi sekarang sudah lewat lima belas menit, dan dia belum muncul juga.

Zafira menggelengkan kepalanya, kenapa sih aku harus nunggu? Dia kan cuma pelanggan biasa. Cuma teman, atau bahkan bukan teman.

Tapi kenapa ia merasakan khawatir dan takut, saat Aditya belum juga datang?

Saat bel pintu berbunyi, Zafira langsung mengangkat kepalanya, tapi bukan Aditya, bukan orang yang ia harapkan datang ke kafe ini. Itu cuma pasangan muda, yang langsung duduk di meja tengah.

Zafira menghela nafas, emang kenapa kalau dia nggak datang? Biasa aja kali.

Tapi lima menit kemudian, Aditya datang. Ia terlihat buru buru, nafasnya ngos-ngosan, rambutnya berantakan terkena angin.

"Maaf, aku telat," katanya sambil langsung jalan ke meja pojok kesayangannya. "Tadi habis pulang dari kantor, di jalan macet parah."

Zafira merasa lega. Tunggu, kenapa ia harus merasa lega? Zafira buru-buru menghampiri Aditya sambil mebawa menu, dan mencoba menutupi perasaan anehnya.

"Kamu mau pesan apa? Apa seperti biasa, Americano sama banana cake?" tanya Zafira pelan.

"Ehm, kali ini aku mau coba yang lain deh. Mungkin kamu ada rekomendasi yang lain?"

"Caramel latte lumayan enak, manisnya juga pas. Terus buat cemilannya, ada croissant coklat baru."

"Oke, aku coba itu deh. Aku percaya sama selera kamu."

Percaya sama selera kamu.

Kalimat simple tapi entah kenapa membuat jantung Zafira berdetak nggak karuan. Zafira cepet-cepet balik ke counter sambil bicara dalam hati, "Udah Zafira, jangan lebay. Dia cuma bilang percaya sama selera kopi doang, bukan yang aneh-aneh."

Tapi sambil menyiapkan pesanan, Zafira merasa ada yang berubah di dadanya. Ada sesuatu yang hangat, asing, yang menakutkan.

***

Malam itu, Zafira pulang ke kost dengan pikiran kacau. Ia merebahan tubuhnya di atas kasur, sambil menatap langit-langit kamarnya. Tiba-tiba ponselnya berbunyi, notifikasi masuk,dan Zafira membukanya. Ia melihat sebuah pesan dari Aditya.

Dari kapan mereka tukeran nomor?

Oh iya, minggu lalu pada saat Aditya mau mengembalikan buku yang dipinjamnya, Aditya minta nomor Zafira biar gampang koordinasi.

...📩...

Aditya: Makasih ya, sudah rekomendasiin caramel latte. Sumpah, ternyata rasanya enak banget. Besok aku pesan lagi deh hehe.

Zafira tersenyum saat membaca pesan itu. Senyum? Iya, senyum. Senyum yang tulus, bukan senyum yang ia paksakan.

Zafira membalas pesan dari Aditya.

^^^Zafira: Sama-sama, aku kan sudah bilang, percaya aja sama aku.^^^

Nggak sampe satu menit, Aditya mebales lagi.

Aditya: Iya nih, mulai sekarang aku percaya penuh sama rekomendasi dari kamu, Zafira.

Zafira menaruh ponselnya di dada, menutup mata sambil tarik nafas dalam-dalam. Ada yang aneh, dan ada yang berubah, tapi Zafira nggak tau ini bagus atau bahaya.

Zafira bangkit, duduk di pinggir kasur sambil melihat kalung perak berbentuk hati, yang masih setia melingkar di lehernya. Kalung pemberian dari Anggara. Kalung yang jadi pengingat kalau dia pernah sesakit ini gara-gara percaya sama seseorang.

"Apa boleh aku membuka hati lagi?" gumam Zafira pelan pada kalung itu, seolah kalung itu bisa menjawabnya.

Tapi yang menjawab bukan kalung, melainkan hatinya sendiri, dengan pertanyaan pertanyaan yang membuat dia semakin bingung.

Apa nggak apa-apa kalau aku mulai suka sama Aditya?

Tunggu, suka? Aku suka sama dia?

Nggak bukan suka, ini cuma nyaman saja. Iya, ini cuma nyaman. Tapi nyaman itu awal dari rasa sukakan?

Zafira menggenggam kepalanya frustasi. Pikirannya nggak jelas, di satu sisi zafira kangen merasakan jatuh cinta lagi, kangen merasa ada yang peduli. Tapi di sisi lain, ia juga takut, takut sakit dan terluka lagi.

Takut kalau Aditya ternyata sama seperti Anggara, pergi tanpa bilang apapun. Dan hanya meninggalkan janji kosong, hingga membuat Zafira hancur lebih parah lagi.

Tapi Aditya beda kan? Dia konsisten datang, dia nggak pernah janji palsu, dia cuma ada dan selalu ada.

"Arrrrgggghhh!" Zafira teriak frustasi sambil menjatuhkan kembali tubuhnya di atas kasur.

Kenapa memikirkan cinta itu susah banget sih?

Kenapa nggak ada rumus yang pasti, seperti matematika?

Ponselnya kembali berbunyi lagi, kali ini pesan itu dari Rania.

...📩...

Rania: Fir, besok sore kamu free nggak? Aku mau main ke kostan kamu. Sudah lama kita nggak ngobrol santai.

Zafira membalasnya dengan cepet.

^^^Zafira: Aku free kok, Ran. Kalo kamu mau main, ya sudah, datang aja.^^^

Mungkin dia butuh ngobrol sama Rania. Butuh pendapat orang lain, dan butuh bantuan juga.

***

Minggu sore, Rania dateng ke kos Zafira bawa gorengan sama es teh manis. Mereka duduk di kasur sambil nyemil nyemil, ngobrol ngalor ngidul dulu sebelum masuk ke topik serius.

"Jadi, gimana kabar kamu akhir-akhir ini?" tanya Rania sambil mengunyah tahu isi.

"Lumayan, aku merasa jauh lebih baik dari satu bulan yang lalu," jawab Zafira.

"Syukurlah. Aku senang mendengar kamu sudah mulai bangkit kembali."

Zafira diem sebentar, ia melihat es teh yang berada di tangannya. "Ran, aku mau tanya sesuatu sama kamu."

"Kamu mau tanya soal apa?"

"Ehm... Kamu pernah nggak, merasa bingung, antara mau membuka hati lagi tapi kamu merasa takut?"

Rania menatap Zafira dengan tatapan yang menyelidik. "Tunggu, ini soal siapa? Jangan-jangan kamu..."

"Ini bukan soal, Anggara," potong Zafira cepet. "Bukan tentang dia, tapi ini soal orang lain."

"Orang lain? Siapa?" ucap Rania yang sedikit kaget. "Cerita dong! Apa kamu bertemu sama orang baru?"

Zafira menghela nafas panjang. "Ada salah satu pelanggan tetap di kafe, namanya Aditya. Dia sering datang, sering ngobrol sama aku, bahkan dia sering membawakan sesuatu untukku. Dan aku entah kenapa, aku merasa nyaman sama dia. Tapi..."

"Tapi kamu takut kan?" sambung Rania.

Zafira mengangguk pelan. "Iya, aku takut, Ran. Takut kalau aku mulai suka, tapi ternyata dia sama seperti Anggara. Takut kalau akhirnya aku..."

"Fir," potong Rania sambil menaruh tangan di bahu Zafira. "Dengerkan aku baik-baik ya. Mencoba lagi bukan berarti kamu melupakan luka lama kamu."

Zafira mengangkat kepalanya, lalu melihat Rania bingung.

"Maksudnya?"

"Maksudnya, luka dari Anggara tetep ada. Dan nggak apa-apa kalau kamu masih ingat. Tapi, itu nggak berarti kamu harus tutup pintu buat orang lain selamanya. Kamu masih berhak bahagia Fir. Kamu masih berhak merasa dicintai lagi."

Air mata Zafira mulai berkumpul di pelupuk mata. "Tapi gimana kalau Aditya ninggalin aku juga?"

"Gimana kalau Aditya terus bertahan sama kamu? Gimana kalo dia nggak meninggalkan kamu?"

Pertanyaan sederhana tapi terasa menancap begitu dalam.

"Fir, nggak semua laki-laki itu sama. Iya, Anggara memang menyakiti kamu. Tapi itu bukan berarti semua laki-laki akan sama seperti dia. Kamu nggak bisa hidup dalam ketakutan terus menerus."

"Tapi aku nggak kuat Ran, aku nggak kuat kalau harus sakit hatu lagi."

"Siapa yang bilang kamu bakal sakit?" Rania mengelap air mata Zafira pelan. "Siapa yang bilang Aditya bakal nyakitin kamu? Kamu belum tau kan? Belum dicoba kok udah takut."

"Aku cuma nggak mau terlalu berharap lagi."

"Dan itu wajar Fir. Wajar banget kalo kamu merasa takut. Tapi setidaknya, kasih kesempatan buat pertemanan dulu. Nggak usah langsung mikir pacaran atau apa. Temenan aja dulu, kenalan lebih dalam. Liat dia orangnya kayak gimana. Baru nanti kalau kalian emang merasa cocok, ya mungkin bisa lanjut untuk pacaran. Kalau nggak, ya sudah."

Zafira merenungkan kata-kata dari Rania. Pertemanan. Iya, mungkin itu yang paling aman. Nggak langsung harus membuka hati penuh, tapi kasih ruang sedikit untuk kenal lebih jauh.

"Tapi Ran, gimana caranya membedakan antara nyaman karena teman, dengan nyaman karena cinta?"

Rania tertawa kecil. "Aduh Fir, kamu ini. Ya ntar juga kamu tau sendiri. Cinta itu nggak bisa dipaksa, tapi juga nggak bisa ditahan. Kalau emang waktunya kamu suka sama dia, ya kamu bakal tau kok."

"Aku masih bingung."

"Binggung itu bagus. Berarti kamu mikir, dan nggak asal-asalan dalam mengambil keputusan . Tapi jangan kebanyakan mikir juga, sampai kamu nggak melakukan apa-apa. Kadang kita harus berani mengambil resiko Fir, meski hasilnya nggak pasti."

Zafira melihat Rania lama, sahabatnya ini memang selalu punya cara, untuk membuat semuanya keliatan lebih simple, lebih mudah, meski di hati Zafira masih berantakan.

"Jadi sekarang aku harus gimana?"

"Kasih kesempatan buat pertemanan. Liat dia, pelajari dia, rasakan apa yang kamu rasakan tanpa tekanan. Dan yang paling penting, jangan bandingkan dia sama Anggara. Mereka dua orang yang berbeda. Berikan Aditya kesempatan jadi dirinya sendiri, bukan bayangan tentang Anggara."

Berikan Aditya kesempatan jadi dirinya sendiri.

Kalimat itu terasa ngena banget. Selama ini mungkin Zafira memang terlalu takut, sampai ia lupa, kalau setiap orang itu unik. Aditya bukan Anggara. Dia laki-laki lain, dengan cerita lain, dan dengan cerita yang lain.

"Makasih ya, Ran," ucap Zafira sambil memeluk Rania dengan erat.

"Sama-sama, Sayang. Aku cuma pengen kamu bahagia lagi."

Malem itu Zafira tidur dengan hati yang sedikit lebih ringan, keputusan sudah diambil. Dan ia bakal kasih kesempatan untuk pertemanannya dengan Aditya.

Nggak lebih, nggak kurang.

Setidaknya untuk saat ini.

Dan kalau ternyata nanti berkembang jadi sesuatu yang lebih, Zafira bakal menghadapinya dengan hati dan perasaan yang tulus.

Tapi ada satu hal yang Zafira nggak tau.

Aditya juga lagi berjuang dengan perasaannya sendiri. Perasaan yang bercabang, antara Zafira dan Jessica, mantan yang masih menempati ruang di hatinya itu.

Dan keputusan Zafira untuk memberi kesempatan ini, mungkin akan jadi awal dari sesuatu yang lebih indah. Atau awal dari luka yang lebih dalam lagi, dan hanya waktu yang bisa jawab semua itu.

1
Lee Mba Young
eleh entar Jessica putus ma pacarnya pasti oleng lagi. kl Aku jd fira ogah banget ma laki model gini. tp fira bucin banget 😂😂 smp segitunya nangisin laki pdhl masih pacar.
jadilah wanita teges jng terlalu bucin ma laki. fira Cinta sendirian 🤣
Leoruna: blum jdi pacar loh kak, mereka msih HTS/Shy/
total 1 replies
Rieya Yanie
aditya nya maruk
Leoruna: begitulah kak, sana sini mau/Facepalm/
total 1 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
si author kayak nya bakal jahil deh,, sesudah dedemit sama fira baikan trus mantannya datang....🤣🤣🤣🤣🤣 oleng lagi si dedemit....🤣🤣🤣🤣🤣
Leoruna: sok tau kmu kak/Facepalm/
total 3 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
ibarat kata cinta bikin tolol,,,, yg harusnya bisa ke S3 eh balik ke pelajaran TK A....🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Leoruna: astagfirullah/Facepalm/
total 1 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
benerrrrrrrrrrrrr 100000000% bener dim,,,, si dedemit emang bego tolol... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 aku punya sekutu dan sekufu...🤣🤣🤣🤣🤣
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
itu yg namanya LANANGAN GARONG,, semua pengen di embat...😅😅😅 ih aku jadi sebel sama si dedemitya ini....
Leoruna: sabar kak, jangan esmosi/Facepalm/
total 1 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
eke gek senggep jeke keme leme leme dengen seperte ene.... nye nye nye nye .....😤😤😤😤😒😒😒😒
Leoruna: /Joyful/
total 1 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
balas aja fir, balas pesannya dengan kata "TAEEEEEKKKKKKKKK"... 🤣🤣🤣🤣🤣
Leoruna: astaga/Facepalm/
total 1 replies
Nur Haswina
HTS itu artinya apa ya 🙏
Leoruna: Hubungan Tanpa Status, Kak.☺
total 1 replies
Nur Haswina
sebaiknya jangan pacaran kamu ditinggalkan jessica karna belum siap ke jenjang yg lebih serius, dan Fira pasti akan minta apa yg Jessica perna minta kejelasan hubungan yg serius pernikahan
Leoruna: karena wanita hanya butuh kepastian, bukan hanya janji dan omong kosong belaka.🤭🙏🙏
total 1 replies
Lee Mba Young
move on bangun diri lbih baik, jng mikirin Cinta Cinta dulu. buktikan ke mantan mantan mu kl km sukses dan bhgia. dan satu jng gampang bucin.
kalea rizuky
heleh ywda lah jauhin. laki gitu blok semua sosmed hindarin dia kayak g kenal. abaikan bodoh amat sakit kok di cari sendiri bego
kalea rizuky
cwek lebay kn bisa bilang jauhin q.. q bukan pelarian mu uda gampang kok nanges menye hadeh
kalea rizuky
laki apaan kayak gini jahat amat
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
bener sih,,, dibuat pelarian itu nyesek banget... kita memiliki raganya tapi tidak dengan hati nya...ea ea ea....🤣🤣🤣🤣
Leoruna: bandel banget kmu ya, kak/Shy/
total 5 replies
Lee Mba Young
ya mnding jujur ngapain pura pura🤣. devinisi sakit di buat sendiri. mkne banyak wanita sakit sakit an ya krn sakit tp gk jujur trus pura pura.ini akn bhaya kl mnikah.wanita itu akn pura pura bhgia walau sakit gk berani cerai atau lepas krn kebhagiaan nya tergantung ke lelaki bukan tergantung ke diri sendiri.
Leoruna: lebih baik jujur ya kak, meskipun kejujuran itu memang selalu menyakitkan😫
total 1 replies
checangel_
Nah, fokus dulu sama dirimu baru perlahan fokus sama orang yang ada di sampingmu/ di hadapanmu/Hey/
checangel_
Lepaskan, ikhlaskan, abaikan, Fira ... masih banyak kok kesempatan itu dari lelaki yang beneran tulus sama kamu di luar sana, tapi tetap hati² juga ya karena yang terlihat tulus belum sepenuhnya lulus dalam ujian hidup /Facepalm/
checangel_: 💯benar Kak🤗
total 2 replies
checangel_
Yes, kepastian dan pasti itu harus 'No debate' 🤝🤧
checangel_
/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!