NovelToon NovelToon
AMBISI SANG SELIR

AMBISI SANG SELIR

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Uswatun Kh@

Chunxia tak pernah merasakan kehangatan keluarga sejak kecil. Kematian semua anggota keluarga mengubah hidupnya. Kini, ia hidup hanya untuk balas dendam. Ia berlatih dan berlatih hingga dewasa. Chunxia kecil mengubah namanya menjadi Zhen Yi, bahkan, ia rela bekerja di rumah bordir demi memuluskan rencananya.

Hingga saat ia menjadi Selir seorang Raja yang dikenal kejam dan tak punya rasa belas kasih. Ia harus berpura-pura menjadi wanita yang lemah lembut dan penurut, namun yang tak mereka sadari Zhen Yi memiliki rencana yang besar. Demi sebuah ambisi yang besar ia rela memanipulasi orang-orang yang begitu tulus padanya.

Putra Mahkota yang terpikat dengan kecantikannya bahkan sampai rela merebutnya dari sang Kaisar. Akhirnya perlahan kokohnya kerajaan goyah.

Mampukah Zhen Yi melancarkan aksi balas dendamnya? Atau justru, ia akan terjebak dalam permainan balas dendamnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uswatun Kh@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. AMSALIR

Liang terus membuntuti Dali. Saat sampai di lorong yang sepi, Liang menepuk pundak gadis itu dengan kuat. Secara refleks, Dali mencengkeram lengan Liang. Ia membuka kedua kakinya selebar bahu, lalu dengan satu hentakan kuat, ia menarik lengan tersebut dan membanting tubuh Liang ke lantai.

Bruk!

"Aakh!" rintih Liang sambil terbatuk, napasnya seolah terhenti sesaat.

Dali terperangah saat menyadari bahwa sosok yang baru saja ia banting adalah Liang. Dengan penuh penyesalan, ia segera membantu Liang berdiri.

"Maaf! Aku ... aku kira kau penjahat yang berniat buruk," ucap Dali ragu.

"Hah? Penjahat? Siapa yang berani menyakitimu di dalam istana, Dali?" Liang mendengus sembari mengusap pakaiannya yang kotor. "Justru itu yang ingin kutanyakan padamu."

Liang menatap Dali dengan tajam sebelum melanjutkan, "Kenapa kau ada di sini? Bukannya seharusnya kau berada di kuil bersama rombongan yang lain?"

Sedari awal, Liang memang menaruh curiga pada Zhen Yi dan Dali. Ia terus menyelidiki mereka atas perintah Putra Mahkota. Baginya, ada yang janggal. Bagaimana mungkin seorang wanita dari rumah bordir bisa seangkuh Zhen Yi? Ia bahkan menolak melayani tamu, namun pemilik rumah bordir justru sangat menghormatinya.

Sayangnya, kecurigaan itu belum sempat ia sampaikan kepada sang Pangeran.

Kini, tatapan Liang menelisik dalam ke arah Dali. "Cepat katakan yang sebenarnya."

"Aku ... aku hanya ingin mencari obat untuk Nonaku," jawab Dali panjang lebar.

"Cuaca sangat dingin, aku tidak bisa membiarkannya jatuh sakit. Aku terpaksa menyelinap karena Permaisuri sengaja mempersulit kami. Beliau melarang para tabib memberikan resep untuk Nona, bahkan permaisuri memerintahkan jika Nonaku keluar dan membutuhkan obat mereka harus mengatakan jika persediaan kosong."

Dali baru saja menyadari betapa kejamnya siasat Permaisuri yang ingin memutus akses pengobatan bagi Zhen Yi.

Liang terdiam sejenak, lalu mengangguk pelan. Ia tahu betul betapa rumitnya politik di dalam istana, jika sang Pangeran sampai tahu tentang sabotase pengobatan ini, keadaan pasti akan kacau.

"Baiklah. Kau sudah mendapatkan obatnya, bukan? Kalau begitu, segera pergi dari sini. Jangan sampai ada orang lain yang melihatmu," perintah Liang dengan nada yang sedikit melunak.

 

Pada hari keempat, Pil Bara, yang sebelumnya menjaga suhu tubuhnya tetap hangat dan memberinya energi buatan, akhirnya habis tak bersisa. Tubuhnya mulai gemetar hebat karena serangan dingin yang ekstrem dan rasa lapar yang melilit lambung hingga ke tulang.

Dengan tangan bergetar, ia mengeluarkan botol kecil berisi ekstrak Wolfsbane.

Begitu cairan pahit itu melewati tenggorokannya, dunia seolah berhenti berputar. Rasa sakit yang tajam di lambungnya perlahan memudar, digantikan oleh rasa dingin yang menjalar dari ujung jari hingga ke jantung. Detak jantungnya melambat, berdenyut sekali setiap sekian lama, seolah enggan untuk melanjutkan hidup.

Zhen Yi memejamkan mata. Napasnya menipis. Di atas putuan itu, ia tak lagi tampak seperti manusia yang menderita, melainkan sesosok dewi yang telah kehilangan ruhnya. Dalam kegelapan mati suri itu, ia menunggu waktu untuk bangkit kembali.

"Harapanku hanya kamu, Dali. Semoga kamu datang tepat waktu ..." gumamnya nyaris tak terdengar.

Sementara itu, Pangeran Wang Zihan tak pernah kembali ke perkemahan. Ia memilih menunggu Zhen Yi di depan pintu kuil yang tertutup rapat. Meski tubuhnya menggigil diserang hawa dingin, ia tak menghiraukannya. Tak ada kata lelah untuk menanti pintu itu terbuka. Inilah kali pertama ia merasakan gejolak cinta yang mampu melumpuhkan logika dan akal sehatnya.

Sang Putra Mahkota yang biasanya berhati dingin dan tak berperasaan, kini seolah telah menemukan kembali jiwanya. Ia tak sekalipun memalingkan pandangan dari arah pintu kuil.

Namun, hingga hari yang ditentukan tiba dan pintu akhirnya dibuka, Dali tak kunjung datang. Di tempat lain, Dali justru tengah menangis tersedu-sedu di dalam penjara bawah tanah yang gelap.

"Nona ... bagaimana ini? Apa yang telah kulakukan? Ya Dewa ... hiks ... hiks ..." Dali terisak tak terkendali.

Malang baginya, sebelum sempat kembali ke kuil, ia ditemukan oleh penjaga yang diperintahkan untuk mengawasinya. Atas tuduhan penipuan dan menyelinap ke ruang tabib, Dali akhirnya dijebloskan ke dalam tahanan.

Pintu kuil akhirnya dibuka pada hari kelima. Kaisar dan Permaisuri turut hadir menyaksikan detik-detik Zhen Yi keluar dari dalam kuil. Di tengah ketegangan itu, sebuah seringai tipis menghiasi wajah Permaisuri.

"Kau yang hanya sebutir gulma mencoba menyusup ke taman yang selalu kujaga? Tentu saja kau harus dilenyapkan, Zhen Yi. Kau kira aku bodoh? Kau berusaha mendekati putra dan suamiku demi masuk ke istana ini, tapi sebelum kau berani bermimpi, aku akan menghancurkanmu lebih dulu," gumamnya penuh kebencian dalam hati.

Saat Sang Kaisar sudah tak sabar dan hendak melangkah masuk, Wang Zihan tiba-tiba menghalanginya. Semua mata terpaku pada sang Pangeran.

"Apa yang kau lakukan, Zihan?" tanya Kaisar dengan nada mendesak.

"Maafkan saya, Ayahanda. Namun, ini terlalu berisiko. Kita tidak tahu kondisi di dalam sana. Izinkan saya memeriksanya terlebih dahulu untuk memastikan keadaan benar-benar aman," pintanya dengan tegas.

Sang biksu yang berdiri di samping mereka turut membenarkan ucapan sang Pangeran. "Benar, Yang Mulia. Bangunan ini sudah sangat tua. Biarkan Pangeran memeriksanya terlebih dahulu, keselamatan Anda adalah yang paling utama."

Sang Kaisar yang semula menggebu-gebu ingin segera melihat pujaan hatinya pun luluh. "Baiklah, masuklah ke dalam. Bawa keluar calon istriku."

'Dasar tua bangka. Sudah bau tanah masih saja memikirkan wanita,' gerutu Permaisuri dalam hati.

'Asal kalian tahu, wanita itu tidak akan pernah keluar dengan kakinya sendiri. Aku pastikan dia sudah mati di dalam sana.'

1
aska
please, gak mau aku kalau dia jadi selir nya kaisar
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: 🤭 Tapi ya bgtulah
total 1 replies
Maria Hedwig Roning
thnks thor
Bunda
Suka endingnya🤭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: Makasih kak😍
total 1 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
huwaaaa dah tamat aja 😭😭 ga happy ending pula tuh, harus ada S2 nya 😭 bikin Zihan berengkarnasi aja thor😭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: hahah lagi sibuk pas puasa kak.. 🤣🙏
total 6 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
lah Hamill !??
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
ini beneran😭 tiba" kali 🥺
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
ada fakta lain dibalik peristiwa yg Zhen Yi tau 🥺 liang kamu ceritakan lah semua sama Zhen Yi atau ga sama Dali kek biar Zihan dan Zhen Yi bersatu 😭
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
sad ending thor, padahal berharap mereka nikah
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
yahh kok zihan mati😭😭😭😭
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
bgtulah akhir balas dendam yi🥺🥺
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
kan kan kan dah mulai merasa kehilangan, masih aja menyangkal kamu Zhen kalo dah cinta sama Zihan, walau rasa balas dendam mu begitu besar tapi cinta mu akan mentolerir itu pada zihan
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
puas kali aku baca ini 😭, matii cepat" lah 🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
cian na 🥺
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
nah loh, Zihan nya malah sadar, malah ngungkapin unek" nya pula🥺 kasian di jadiin alat buat sesuatu yang diingikan orang
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
wkwkwk balas dendam nya dimulai🤣🤣🤣
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
zihan cinta nya belum berkembang sudah layu dan terkoyak, kasian tapi lebih kasian keluarga zhen yi di bantai semuanya
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
cepat tepat dan keputusan yang bagus Zhen yi
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
kasian zihan, semua bukan kemauannya
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
waduh ketahuan
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
Daebak 🥳👏👏 semua dalam kendali mu Zhen Yi 🤣🤣🥳
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!