NovelToon NovelToon
Chef Do

Chef Do

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Kontras Takdir / Romantis / Balas Dendam / Konflik etika / Gadis Amnesia
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: originalbychani

Seorang wanita bernama Eun Chae hampir memutuskan untuk mengakhiri hidupnya yang membosankan setelah mendapatkan diagnosa mengidap penyakit linglung atau amnesia di usianya yang baru 30 tahun. Terlebih parahnya, Eun Chae tidak ingat bagaimana dirinya telah kehilangan kedua orang tuanya setahun yang lalu, dalam sebuah kecelakaan saat berlibur ke luar negeri. Siapa sangka pria yang menolongnya ternyata seorang chef terkenal di media sosial?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon originalbychani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 6 : Mi Kacang Pinus

"Bam-a!" seru Eun Chae, setiap kali terbangun dari tidurnya.

Mulai dua hari yang lalu, wanita itu tidur di ruang tamu rumah seorang pria yang dipanggil Chef Do. Walau Chef Do berulang kali menawarkan kamar kosong untuk Eun Chae, wanita itu terus menolak.

"Makanan yang disajikan untukku rasanya lezat sekali. Sebenarnya, dia menggunakan bahan apa? Padahal, hanya mi sayuran," renung Eun Chae, mengingat saat pertemuan kembalinya dengan Chef Do.

Pria itu bangun pagi sekali dan selalu nampak sibuk, bahkan di rumahnya sendiri. Hal ini sangat bertolak belakang dan terasa baru bagi Eun Chae.

"Kurasa aku tidak boleh bermalas-malasan lagi, bila tidak ingin diusir. Di luar lebih berbahaya dibandingkan dugaanku sebelumnya," kata Eun Chae pada diri sendiri.

Wanita itu beranjak, merapikan sofa, lalu melangkah pelan ke dapur untuk melihat Chef Do bekerja.

"Pagi, Chef," sapa Eun Chae, sembari memberi sinyal bantuan kepada Chef Do.

"Pagi. Apa kau mau makan sambil kuajari sesuatu?" ujar pria itu.

"Ok, Chef!" jawab Eun Chae, terlanjur girang mendengar kata 'makan.'

Untuk pertama kalinya, Eun Chae menyaksikan keahlian memasak Chef Do secara langsung. Matanya berbinar, seperti bajak laut yang melihat harta karun.

"Chef, ini kacang apa?" tanya Eun Chae, dengan kepolosannya.

"Kacang pinus, khas Ga-pyeong," balas Chef Do.

"Ga-pyeong? Bukankah itu nama daerah?" ulang Eun Chae.

Chef Do mengangguk singkat ke arah Eun Chae, sementara tangannya meletakkan kacang pada wajan.

"Wah, apakah kacangnya perlu ditumis?" tanya Eun Chae sekali lagi.

"Tidak. Aku hanya mematangkan kacang pinus di atas api kecil tanpa minyak. Ini namanya menyangrai," jelas Chef Do.

"Oh, begitu."

Setelah kacang itu matang dan aroma khasnya muncul, Chef Do mencincangnya dengan pisau tajam di atas talenan.

Wah.. Dia benar-benar ahli memegang pisau; benak Eun Chae takjub.

Setelah dicincang halus selama beberapa detik, Chef Do memindahkan kacang itu ke dalam food processor dan mencampurnya hingga halus.

Wujud kacang itu telah berubah menjadi susu kacang berwarna keputihan. Teksturnya sedikit kental dan sepertinya kaya rasa.

"Apa Chef membuatkan hidangan yang sama seperti waktu itu untukku?" tanya Eun Chae.

"Benar. Untuk 3 hari ini, kau akan memakan menu yang sama. Karena gratis, kamu dilarang komplain," peringat Chef Do.

"Eh..?" desah Eun Chae, akhirnya tidak terlalu berharap.

"Selain makan, kamu juga akan kuajarkan cara membuatnya. Lihatlah dengan seksama," tambah Chef Do.

"Ok, Chef."

Untungnya, mi yang nampak sederhana itu tidak membuat Eun Chae cepat bosan.

Berikutnya, di atas wajan yang sama, Chef Do menumis irisan sayuran rendah kalori berupa akar rebung, lobak, wortel, zukini, dan jamur Korea.

"Tolong cuci dan keringkan blendernya, akan segera kupakai lagi," perintah Chef Do kepada Eun Chae, dengan cepat ditanggapi oleh wanita itu.

Setelah menunggu 1 menit, Chef Do memasukkan dedaunan segar yang telah dibilas, sedikit bumbu, beserta kaldu rebusan ke dalam blender dan memprosesnya.

Larutan berwarna kehijauan itu dituangkan ke dalam mangkuk berisi tepung buckwheat, lalu diuleni dengan tangan.

"Ini alat pembuat pasta. Caranya sederhana, kau hanya perlu menggulungnya secara perlahan," tunjuk Chef Do, sembari memasukkan adonan yang telah dipipihkan dan sedikit ditepungi melewati permukaan tipis alat manual yang digunakannya.

Dalam sekejap, adonan itu berubah menjadi mi mentah berwarna hijau.

"Wow, keren sekali!" ucap Eun Chae antusias.

Dengan cekatan, Chef Do merebus mi itu selama 2 menit dan meniriskannya.

"Mi buatan Chef sepertinya segar sekali," puji Eun Chae, tertegun.

"Ini belum selesai. Harus ditambahkan saus kacang pinus tadi, baru boleh kau makan."

Kalimat Chef Do benar-benar singkat, padat, dan jelas. Kini, Eun Chae sedikit memahami sikap pria itu.

"Terima kasih, Chef," katanya, kemudian menyeruput mi kacang pinus itu dengan lahap.

"Pelan-pelan saja. Tunggu di sini, akan kuambilkan segelas air," ujar Chef Do sebelum beranjak.

"Sungguh di luar imajinasiku, dia ternyata cukup baik. Masakannya juga enak," gumam Eun Chae pelan, tak sadar tersenyum sendiri.

Cengar-cengirnya sirna seketika Chef Do kembali ke dapur dengan dua gelas air minum di tangannya.

"Lho, kenapa dua gelas?" tanya Eun Chae spontan.

"Apanya yang kenapa? Tentu saja aku juga harus minum karena kehausan," tegas Chef Do.

Eun Chae tertawa kecil, menyadari pertanyaan bodohnya sendiri. Sayangnya, pria di sisinya tidak bisa diajak bercanda, dia hanya memikirkan tentang dunia memasak.

"Benar juga. Kita belum berkenalan secara resmi. Halo Chef, namaku Kim Eun Chae. Senang berjumpa denganmu," alih Eun Chae.

"Memangnya perlu?" respon Chef Do acuh.

"Tentu saja perlu! Bagaimana jadinya kalau seorang Chef sama sekali tidak mengingat tentang asistennya?" protes Eun Chae, memunculkan sisi garangnya.

"Ya sudah. Halo, Kim Eun Chae."

Lagi-lagi, jawaban Chef Do membuat Eun Chae tercengang.

"Chef~!" rengek Eun Chae marah.

"Hei, jangan menarik bajuku. Bukankah kau sudah tahu namaku?" tegur Chef Do.

"Nama apaan? Chef hanya memberitahukan nama belakang saja, dan semua orang sudah tahu itu!" sahut Eun Chae.

"Memangnya kenapa?"

Mendengar pertanyaan itu, Eun Chae berhenti mengoyakan pakaian Chef Do. Wajahnya cemberut, seolah menyerah.

"Kamu kenapa?" tanya Chef Do lagi, namun Eun Chae dengan cepat menjauhinya.

Suasana menjadi hening selama beberapa detik, kemudian Chef Do memulai pembicaraan.

"Kenapa kau penasaran dengan hal sepele semacam itu? Namaku bukan sesuatu yang penting," ucapnya santai, namun terkesan dingin.

"Itu karena..."

"Hmm?" desak Chef Do.

"Kupikir, kita sudah berteman. Aku sempat memikirkannya semenjak Chef Do menolongku," kata Eun Chae apa adanya.

Entah mengapa, ucapan Eun Chae juga terdengar baru dan asing bagi Chef Do. Dia berpikir singkat, lalu berdeham pelan.

"Jadi? Apa kita bukan teman?" sela Eun Chae, walau terdengar seperti menantang pria itu.

"Bo-- Boleh saja. Aku tidak pernah mendiskriminasi siapapun yang bekerja untukku," jelas Chef Do.

Eun Chae tertawa renyah, kemudian mengulurkan tangan untuk bersalaman.

"Cepat raih tanganku, ini hanya formalitas yang menandakan keseriusan ucapan Chef barusan," pinta Eun Chae.

Mau tidak mau, Chef Do menjabat tangan wanita mungil di hadapannya. Eun Chae tersenyum-senyum, bak anak kecil yang diberi permen.

Secara natural, senyuman tampan tersungging pada wajah Chef Do yang biasanya dikenal anti-sosial.

Kedua bola mata Eun Chae sempat membelalak karena terkesima, namun wanita itu langsung membuang muka.

Mereka melepaskan genggaman tangan canggung itu dan meneruskan urusan masing-masing.

Pada malam harinya, Eun Chae menemukan Bam di tempat persembunyian favorit kucing itu.

"Bam-a, lihat. Aku membawakan makanan enak untukmu. Maafkan aku ya, untuk sementara kamu harus tinggal di sini. Jangan khawatir, kita pasti akan tinggal bersama lagi," janji Eun Chae, sembari mengelus bulu lembut dan mendengarkan raungan kucingnya.

- Bersambung -

1
SM
lanjut 👍
SM
kasian Si Eun Chae
SM
Hmm keliatan tabiat seong jun yg sembrono.. trs kakakny seong woon tabiat mafia.
ig@__02chani
Dear readers, mulai hari ini karyaku Chef Do telah dikontrak oleh NT. Terima kasih atas dukungan kalian🙏💜🧧selamat merayakan CNY 2026 bagi yg merayakan, salam sehat & sukses selalu~ dari author Chani.
henryy: KeRenn 💪👍
total 9 replies
bambam
Hoott y elahh🤣😍
bambam
Favoritaqugg👍
bambam
Highlight👍
Itadango 🍡
Salutt😍
Itadango 🍡
wafvg❤️‍🔥💋😇/Kiss//Applaud/
Itadango 🍡
gq ngrtiin perasaanmu chae /Scowl//Heart/
Luca
garagarany udah ktmu yun seok wkwkk
Luca
hmmn ada sesuatuu tu
Penulis Soi
sipp👍
Penulis Soi
omgg🤭🤣
Penulis Soi
wahhh 😍
Penulis Soi
ngakakk loe chae 🤣🤭
Little Cat
Hiiikk sereeemm
Little Cat
eun chae ketemu cwe yg sifatny kebalikan ama dia 🤔 penasaran gue baklan gmn
Tuan Gong
menggugah selera makan + selera baca💯👍🏻happy CNY in advance utk authornyaa.
ig@__02chani: makasih kak🧧🙏🏻💜
total 1 replies
Tuan Gong
hmmm antagonis muncul.💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!