*Dokter bar bar dan Pak CEO
Nana : Nunggu 10 tahun tapi gak ada kepastian, sedangkan ada orang baru yang sudah pasti bisa memberikan kepastian.
Sagara : Aku bukan sengaja membuat mu menunggu , tapi aku sedang mempersiapkan diri agar ketika hidup bersama mu aku sudah bisa meratukan mu sepenuhnya.
Hai guys,,, aku datang dengan cerita cinta yang ada komedi dan juga actiaonnya . cerita ini sebenarnya seasen dua dari cerita "lelaki itu punyaku" yang aku tulis di aplikasi orange sebelah.
yukk baca aku tunggu saran saran kalian di cerita aku ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cinnam0n17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33. NML
Happy Reading ✨
"Mas,,,," panggil Nana yang tiba-tiba muncul di depan Sagara yang tengah menyusun berbagai minuman di dalam kulkas besar mereka.
"Kamu kenapa sih suka muncul tiba-tiba Aku kaget tahu nggak kamu mau jadi janda cepat mau bikin aku jantungan mati gitu"kata Sagara yang benar-benar terkejut dengan kemunculan istrinya yang tiba-tiba saja sudah ada di depan matanya.
"ya kalau kamu mati jantungan, ya aku nikah lagi lah cari cowok yang lebih tampan lebih kaya yang pastinya sayang sama aku kayak gitu kan" Kata Nana yang kali ini membuat Sagara menggelengkan kepalanya merasa apa yang dikatakan istrinya ini terlalu berlebihan.
"pikiran kamu udah jauh banget ya udah mau cari cowok lain lagi kalau aku nggak ada"kata Sagara yang kali ini menaruh kedua tangannya di pinggang sambil menatap Nana yang masih berdiri di depan kulkas di mana istrinya itu menghalanginya memasukkan minuman kembali.
"ya hidupkan kayak gitu mas, harus berjalan. aku kan orangnya mudah move on sayang, jadi ya aku mudah aja gitu cari cowok lain kan secara kamu tahu aku tuh banyak yang suka jadi aku kayak mau cowok yang mana aja tinggal tunjuk tinggal pilih kayak beli barang di supermarket" Kata Nana yang setelahnya tertawa.
"minimal kalau suami kamu mati kamu berduka dulu sayang , berduka setahun 2 tahun atau selama-lamanya aja berduka biar kamu nggak usah kawin lagi kalau aku nggak ada" kata Sagara yang mulai kesal.
"ih marah,,, gitu aja marah lagian aku bercanda kok. Aku ya nggak mungkin lah nikah secepat itu , kamu juga nggak mungkin lah mati jantungan aku kagetin. nggak usah lebay sebelum kamu mati aku udah tolongin kamu duluan kan aku dokter jadi aku tahu lah buat nyelamatin kamu caranya kayak gimana" Kata Nana pelan sambil melihat apa yang tengah dilakukan suaminya tadi.
Sagara menggeser tubuh Nana dengan mengangkatnya dan mendudukinya di atas meja pantry agar Nana tidak menghalangi aktivitasnya yang tengah menyusun berbagai minuman di dalam kulkas.
"aku dipindahin ke sini kan aku mau bantuin kamu" Kata Nana yang ingin turun dari atas meja pantry namun segara Sagara halangi.
"Udah kamu nggak usah ikut-ikutan Kamu duduk tenang aja di sini dan jangan ngapa-ngapain" kata Sagara yang setelahnya memberikan Nana satu bungkus keripik singkong agar nanah tenang dan tidak mengganggu apa yang dilakukannya.
"aku nggak boleh bantu sih Kan aku mau bantuin kan tugas kayak gini kan tugas istri sayang masa kamu yang ngelakuin setidaknya kan aku harus bantuin kamu sedikit-sedikit" Kata Nana yang tidak setuju dengan apa yang dikatakan suaminya tadi.
"Kamu bukannya ngebantu sayang nanti yang ada kamu malah ngerusuh udah duduk aja di situ biar semuanya aku yang urus" kata Sagara yang membuat nanah menaikkan satu alisnya dan membuka bungkus keripik singkong yang Sagara berikan tadi.
"mas kayaknya kita sewa pembantu aja deh Mas buat ngurusin rumah ya maksud aku bukan yang harus tinggal di sini tiap hari saya cari aja gitu orang yang bisa pulang pergi buat bantu kita ngurusin rumah" Kata Nana yang kali ini memberikan usul Setelah dia selesai mengunyah keripik singkongnya.
"aku udah cari orang kok buat bantuin kita di rumah jadi tinggal tunggu dia datang aja nanti" kata Sagara yang ternyata lebih sikat dari Nana.
"tapi aku nggak mau ya yang ngurusin rumahnya lebih mudah daripada aku nanti kamu kecantol lagi sama dianya udah cari aja yang nenek-nenek" Kata Nana yang sudah memulai aksi asbun nya.
"Kamu yakin mau mempekerjakan nenek-nenek di rumah ini" tanya Sagara pada Nana.
"lagi pulang nenek-nenek mana yang masih sanggup mengerjakan pekerjaan rumah kayak gini, rumah kita ini dua lantai belum lagi halaman belakangnya belum lagi dia harus ngurusin yang lainnya .nenek-nenek mana yang sanggup sayang" kata Sagara yang merasa istrinya ini ada-ada saja dan malah ingin mempekerjakan nenek-nenek.
"maksud aku itu bukan nenek-nenek yang 70 tahun ke atas sayang maksud aku tuh nenek-nenek yang kayak ibu kamu tahu kan ibu tuh kan masih muda tapi kan nenek-nenek" kata Mama yang tiba-tiba membahas ibunya.
"memang beda ya nenek-nenek versi kamu sama nenek-nenek versi aku" kata Sagara yang sejak tadi tangannya aktif menyusun beberapa barang-barang yang memang wajib dimasukkan ke dalam kulkas.
"ya aku juga tahu lah Mas, gak mungkin aku mempekerjakan nenek-nenek 70 tahun keatas. yang ada nanti dia nggak aku suruh kerja malah aku suruh istirahat gara-gara Aku kasihan" Kata Nana yang kali ini sudah mengangkat kedua kakinya dan bersila di atas meja pantry sambil menatap suaminya itu.
"Mas kamu tuh nggak papa ngerjain pekerjaan rumah kayak gini kan aku yang istri tapi kamu yang kelihatan lebih aktif daripada aku" tanya Nana yang kali ini sudah mengelap tangannya dengan tisu dan menatap Sagara yang tengah fokus menyusun belanjaan di dalam kulkas.
"kan aku udah sering bilang , aku nikahin kamu bukan berarti kamu itu harus dan wajib ngerjain segala pekerjaan rumah. ya kalau aku masih bisa bantu aku bantuin, nggak usah berpikir yang macam-macam nggak usah ngerasa nggak enakan dan segalanya" kata Sagara yang kali ini membuat Nana turun dari meja pantry dan berdiri di belakang suaminya itu.
"gini aja deh Mas,,, ini kan tinggal sedikit nih Aku pasti bisa lah nyusunnya nggak akan bikin rusuh juga, nggak akan bikin kamu kerja dua kali. nah kamu sekarang mandi bersih-bersih aja" Kata Nana yang mengambil Sabtu mika wortel dari tangan suaminya.
"kamu yakin ?? kalau kamu capek biar aku yang selesai in aja kamu duduk tenang di sana " tunjuk Sagara pada kursi meja pantry.
"enggak! aku enggak capek ya, udahlah biar aku aja" kata Nana yang ngotot dan hal itu membuat Sagara mengalah dan setelahnya meninggalkan istrinya sendiri di pantry.
setelah Sagara pergi Nana segera menyusun sisa belanjaan mereka tadi di dalam kulkas Nana berusaha menyusunnya serapi mungkin agar enak dipandang mata saat membuka pintu kulkas nanti.
"itu ya orang-orang yang aku lihat tuh kontennya di aplikasi hitam nyusun-nyusun kayak beginian estetik banget lagi tak tik tuk tak tik tuk suaranya ya ampun" Kata Nana yang secara tiba-tiba mengetuk-ngetuk kaca kulkas dengan minuman-minuman botol agar mengeluarkan suara.
"sama persis lagi suaranya atau gue bikinin konten aja nih, gua taruh hp dalam kulkas gue terus gue ketuk ketuk ketuk aja biar suaranya keluar" kata mama ya setelahnya langsung mencari ponselnya dan ingin merekam kegiatannya.
"atau jangan-jangan ketinggalan di kamar ya" Kata Nana yang mencari di mana dia menaruh ponselnya.
"ahhh gagal ini bikin video estetik , gagal ini nggak jadi" Kata Nana yang setelahnya menutup pintu kulkas Karena pekerjaannya menyusu belanjaan tadi sudah selesai.
"ngapain lagi ya nyusun-nyusun ini udah selesai rumah udah rapi Udah bersih terus gue harus ngapain ya??!" Kata Nana yang mulai berpikir apa yang harus dilakukannya selanjutnya.
rumahnya sudah rapi , dapurnya pun sudah rapi, halaman belakang nggak perlu disapu karena tidak ada dedaunan yang gugur, halaman depan apalagi. terus apa yang harus Nana lakukan selanjutnya ya biar dia ada sedikit kegiatan begitu.
"atau gue berantakin aja lagi rumahnya ya, biar kotor gitu. terus gue masukin aja tuh sampah-sampah yang di dalam bak sampah gue cecer-cecer in terus gue nyapu seolah-olah gue adalah istri yang paling baik yang paling bisa membersihkan rumah" kata Nana yang ingin memulai ide gila di kepalanya.
"ini ide bagus nih, gue kotor in rumahnya terus nanti pas bersih-bersih gue videoin habis itu videonya gue kirim nih ke kakak sama ibu biar mereka merasa setelah menikah gue ini jadi istri yang rajin sekali" kata mana yang setelahnya bersorak dan buru-buru naik ke lantai atas untuk mengambil ponselnya.
********