Hanabi pembunuh bayaran berantai dan berdarah dingin , tapi siapa sangka di balik kehebatan yang di milikinya Hanabi di jebak oleh seorang pria Paruh baya hingga dia di masukkan kedalam penjara bawah tanah yang sangat menyeramkan .
Tidak sampai di situ saja di dalam penjara yang sangat menyeramkan itu Hanabi mengetahui rahasia besar yang selama ini tersimpan dengan rapat. kematian ayah nya dan juga siapa ibu kandung nya .
Kira-kira seperti apa ya ceritanya guysss 😁, yang penasaran mampir ya hehehee 😁 author menunggu kalian , jangan lupa Like , Komen , Vote dan beri dukungan nya 🤗🥰
Happy Reading 📖
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ada Uang Misi Lancar
.
.
keesokan hari ini , siang ini Hanabi kembali datang ke sebuah restoran dimana ia dan Delvin bertemu kemarin .
Sesampainya di ruangan VVIP di sana sudah ada Delvin yang menunggu nya " selamat siang nona Hanabi .... Silahkan duduk " ucap Delvin dengan tersenyum kepada Hanabi
Hanabi hanya memasang wajah datarnya seraya ia duduk di kursi kosong yang ada di hadapan Delvin .
" langsung saja tuan Delvin Johnson aku tidak mempunyai banyak waktu " ucap Hanabi ia seorang wanita yang paling tidak suka bertele-tele .
" Hhhhmmmm.... " Delvin berdehem sebelum ia mulai membahas apa yang akan di lakukan Hanabi malam ini
" malam ini aku ingin kau membunuh rekan bisnisku yang berada di apartemen xxx yang ada di pinggir kota " ucap Delvin
Hanabi mengerutkan alisnya mendengar apa yang dikatakan oleh Delvin itu " bukan kah apartemen xxx yang ada di pinggir kota itu sudah tidak berpenghuni lagi tuan Delvin " ucap Hanabi karena setau nya apartemen yang di sebut oleh Delvin itu sudah lama tidak berpenghuni bahkan apartemen itu di sebut dengan apartemen berhantu .
Delvin tersenyum menatap gadis cantik yang kini menatap nya dengan bingung " ya kau benar ..... Tapi di apartemen xxx lah rekan bisnisku yang ingin aku dengar kabar kematian nya itu berada " ucap Delvin berusaha menyakinkan Hanabi
Hanabi masih diam ia menatap wajah Delvin menyelediki wajah pria paru baya itu dengan teliti , ia adalah Hanabi seorang pembunuh bayaran yang sangat hebat dan hampir semua pembunuhan yang ia lakukan tidak di ketahui oleh pihak kepolisian .
tapi tak lama Hanabi tersenyum miring " anda jangan menipuku tuan Delvin Johnson , aku ini bukan lah wanita bodoh yang seperti anda kira " ucap Hanabi ia menatap tajam Delvin yang hanya duduk dengan santai di kursi nya
" aku tidak menipumu Nona Hanabi ..... kita ini kan rekan kerja .... Jadi tidak mungkin aku menipumu.... Nama nya Lewis dia rekan bisnisku dan satu Minggu yang lalu aku dan dia berdebat karena pendapat kami berbeda , dia tidak menerima pendapat dari ku dan dia mengancam ku untuk membunuh ku .... tapi aku adalah Delvin Johnson .... Aku harus lebih bisa membunuh nya lebih dulu sebelum dia membunuh ku " jelas Delvin
Hanabi diam seraya menatap Delvin mencari kebohongan di wajah pria itu " percayalah Nona Hanabi .... Aku tidak akan menipumu .... Malam ini datang lah ke apartemen xxx .... Bunuh Lewis soal bayaran mu aku akan memberikan berapapun yang kau minta " Delvin kembali berkata seraya ia menatap Hanabi dengan wajah memohon nya
Hanabi menghela napasnya dengan kasar setelah nya ia mengulurkan tangan kanan nya ke arah Delvin pertanda jika ia menyetujui permintaan pria paru baya itu.
Dan dengan cepat Delvin menyambut uluran tangan Hanabi dengan tertawa senang .
" hahahahahaaaa ..... Terimakasih Nona Hanabi .... Aku percayakan semua nya kepadamu malam ini ... Dan besok pagi aku ingin mendengar kabar kematian Lewis " ucap Delvin
Hanabi menarik kembali tangan nya setelah nya ia meraih kain tipis dari dalam tas mahal nya dan mengusap tangan nya itu dengan kain tipis itu , layak nya seperti ia membersihkan kuman yang menempel di tangan nya .
Delvin hanya diam melihat nya seraya ia masih tersenyum dengan lebar " tapi anda harus ingat tuan Delvin Johnson , aku sangat membenci pengkhianatan " ucap Hanabi
" tenang saja Nona Hanabi .... Aku adalah Delvin Johnson dan aku pun juga membenci yang namanya pengkhianatan " ucap Delvin
Hanabi meletakkan kain tipis yang di pengan nya itu di atas meja setelah nya ia beranjak berdiri .
" kalo begitu aku pergi dulu tuan Delvin .... dan bayaran nya anda bisa membayar setengah nya dan setelah misi aku berhasil anda bisa membayar sisa nya " ucap Hanabi dengan wajah santai nya
" baiklah aku akan mengirimkan nya untuk mu .... Sepuluh menit lagi uang itu akan masuk di tabungan mu " ucap Delvin dengan santai nya
" aku menunggu nya tuan Delvin ada uang misi pun berjalan dengan lancar " ucap Hanabi
" hahahaaa.... baik .... Baik Nona .... " ucap Delvin
Setelah nya Hanabi melangkah pergi begitu saja dengan langkah santai nya .
Sedangkan Delvin ia meraih ponsel nya lalu menelpon seseorang , tak lama kemudian sambungan telepon pun tersambung
" persiapa semua nya , aku tidak mau tau malam ini juga wanita itu harus kalian tangkap .... aku tidak mau mendengar kalian gagal " ucap Delvin kepada seseorang lewat panggilan telepon .
Setelah nya pria paru baya itu memutuskan sambungan telepon nya dan tertawa layak nya seperti orang yang kehilangan akal .
" hahahahahaaaaa .... sebentar lagi nama Hanabi Scott di dunia gelap akan hilang dan hanya ada Zilong yang akan tetap menjadi pembunuh yang sukses di negara ini hahahahaaaa...... " ucap Delvin seraya tertawa keras
" keluarga Johnson aku berhasil melenyapkan semua nya kecuali putra mereka Matteo Johnson " lanjut nya lagi tatapan nya lurus ke depan.
.
.
.
Hanabi menyetir mobil nya tetapi drink pesan yang masuk di ponsel nya itu membuat senyuman nya terukir .
" ada uang misi pun lancar ... " ucap Hanabi lalu menambah kecepatan mobil nya.
dddeerrrttt
ddeerrrttt
Ponsel Hanabi kembali bergetar dan itu panggilan masuk dari sahabat nya yang kini sedang berada di Belanda .
Hanabi menepikan mobilnya di pinggir jalan setelah nya ia mengangkat panggilan telepon dari sahabat nya itu .
" kau kemana saja kenapa ponselmu baru bisa di hubungi sekarang " omel seorang wanita di seberang sana , Hanabi sedikit menjauhkan ponsel nya dari telinga nya
" diam lah telingaku sangat sakit mendengar ocehan mu itu " ucap Hanabi dengan kesal nya
" ok ok .... Aku diam .... dua hari lagi aku pulang .... Misiku sudah selesai ... dan aku mau kita merayakan kemenangan ku ini di club xxxx dan hanya kita berdua " ucap teman nya itu panggil saja namanya Jenifer
" baiklah aku menunggu mu ..... Sudah selesai kan .... aku masih banyak urusan yang harus aku selesaikan " ucap Hanabi
" gak asik banget kau ini ..... Kau tau kepergian ku ini hampir tiga bulan apa kau tidak merindukan sahabat mu ini " ucap Jenifer
" tentu aku merindukanmu mu .... tapi urusanku kali ini benar-benar serius " ucap Hanabi
" baiklah Nona Hanabi ..... semoga sukses sampai bertemu dua hari lagi ....Bay .... " ucap Jenifer di seberang sana , setelah nya panggilan pun berakhir .
Hanabi menghela napas nya dengan kasar seraya ia menatap layar ponsel nya , Jenifer adalah sahabat nya mereka sama-sama hidup di panti asuhan dan sama-sama tidak mengetahui siapa orang tua mereka .
tetapi setelah keduanya beranjak remaja kedua nya Memilih keluar dari panti asuhan dan memulai hidup mereka , hingga Hanabi dan Jenifer memilih menjadi pembunuh bayaran karena dengan cara ini lah mereka berdua bisa bertahan hidup dengan bayaran yang cukup besar dari klien mereka .
.
.
.