Pangeran tapi Cantik?! dia Pangeran atau Putri?
Memiliki segalanya belum tentu bahagia, karena dirimu adalah kebahagian itu sendiri.
Terlahir sebagai anak dari seorang Raja menuntut kesempurnaan tanpa cela.
"Kenapa, kenapa kamu menerima pernikahan ini?!"
Terdiam cukup lama sampai akhirnya berkata.
"Karena aku mencintaimu."
Ikuti kisah perjalanan cinta para keturunan Raja dan Ratu hanya di "PANGERAN CANTIK! *
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Besse Nur Afni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 21
Hatinya panas melihat raja Syar Gofur berbincang dengan putri Rain di taman hingga larut malam. Meski ia tak dapat mendengar apa yang di perbincangkan keduanya.
"Maaf...." gumam putri Rain.
Pangeran Syam hanya berlalu meninggalkan putri Rain.
"Kamu mau kemana? " tanya putri Rain.
"Tidur. " jawab pangeran Syam singkat.
"Bukankah kamu harus selalu di sisiku untuk menjaga keamanan ku? " sindir putri Rain.
Mendengar hal itu pangeran Syam yang awalnya menuju ke kamarnya langsung berbelok ke kamar putri Rain.
Putri Rain pun menyusul dan mendapati pangeran Syam membungkus dirinya dengan selimut di atas tempat tidurnya.
"Apa yang kamu lakukan? " Tanya putri Rain.
Pangeran Syam tidak menjawab karena panas hatinya masih membara.
Putri Rain pun kesal dibuatnya, ia kemudian mengambil bantal dan memukuli pangeran Syam namun pangeran Syam tetap tak bergeming.
"Dasar id*ot bedebah! kuda, ikan, ayam...." berbagai sumpah serapah di ucapkan putri Rain kemudian menghempaskan dirinya kesamping pangeran Syam dan tertidur karena kelelahan.
Tak lama kemudian pangeran Syam berbalik kearah putri Rain.
"Bagaimana mungkin gadis b*d*h ini membuatku tak dapat berpaling darinya? " gumam pangeran Syam sambil memandangi putri Rain.
***
Setelah persiapan telah rampung, pagi-pagi sekali rombongan putri Rain berangkat dengan membawa berbagai macam hadiah serta permata yang tak ternilai harganya pemberian dari raja syar Gofur.
Rombongan pun diantar langsung oleh raja Syar Gofur bersama menteri dan pejabat lainnya sampai ke perbatasan.
"Masih hidup saja orang itu padahal telah terjatuh kedalam jurang! " gumam menteri raja Syar Gofur saat melihat pangeran Syam memimpin rombongan.
Setelah rombongan putri Rain menghilang dari pandangan. Tiba-tiba tubuh raja Syar Gofur terjatuh dari kudanya dan tak sadarkan diri. Menteri yang berada paling dekat dengan raja Syar Gofur langsung melompat turun dari kudanya dan menggotong tubuh raja Syar Gofur kembali ke istana. Tabib buru-buru memeriksa kondisi rajanya dan berkata.
"Ampun tuan menteri denyut nadi Paduka sangat lemah, menurut perkiraan hamba Paduka tidak akan bertahan lebih dari tujuh hari lamanya. "
Mendengar hal itu lemas sudah tulang-tulang sang menteri. Tiga hari kemudian tersiarlah kabar kematian raja Syar Gofur. Bukan main sedihnya seluruh rakyat kepulauan Yin telah kehilangan sosok raja yang baik hati, bijaksana lagi adil.
Semetara itu setelah menempuh perjalanan selama tiga hari nyaris tanpa henti rombongan putri Rain telah tiba di tapal batas kerajaan Sasan. Pagi-pagi sekali rombongan memasuki kota yang nampak berbeda dari sebelumnya.
Ibu kota telah dihias sedemikian indahnya begitu pula dengan istana. Saat hendak memasuki istana nampak ayahanda, ibunda, putri Reina dan pangeran Arya serta keluarga pangeran Syam telah menyambut kedatangan mereka.
Putri Rain bertanya-tanya pada dirinya sendiri begitupula dengan pangeran Syam yang kepalanya dipenuhi dengan tanda tanya ihwal berkumpulnya kedua keluarga besar putri Rain.
"Apakah adikmu Reina tengah mengandung anak pertamanya sehingga kedua keluarga besar berkumpul di sini? " tanya pangeran Syam saat membantu putri Rain turun dari kereta.
"Mungkin saja! " jawab putri Rain.
"Kalau begitu ayo cepat aku tak sabar ingin mengucapkan selamat pada kakakku dan juga adikmu. " ujar pangeran Syam sambil menarik tangan putri Rain. Pangeran Syam berlarian bak anak kecil yang hendak bermain.
Setelah tiba di hadapan keluarga besar mereka. Belum sempat keduanya berucap, pangeran Qamar langsung mengapit lengan pangeran Syam dan menuntunnya kedalam sebuah kamar.
Dengan sigap pangeran Qamar mengganti pakaian adiknya. Setelah semua rapih barulah pangeran Syam dapat berbicara sebab sedari tadi mulutnya di bekap oleh pangeran Qamar.
"Kakanda apa yang sebenarnya terjadi, kenapa kakanda memperlakukan aku begini rupa? " Tanya pangeran Syam heran.
"Kakanda hanya sangat bahagia. " jawab pangeran Qamar.
"Ohh ya selamat atas kehamilan istri Kakanda. " ujar pangeran Syam semangat sambil menyalami kakaknya.
"Apa maksudmu? " Tanya pangeran Qamar heran.
"Lalu Kakanda berbahagia karena apa? " ATanya balik pangeran Syam.
"Aku berbahagia atas pernikanmu dengan putri Rain, dasar t*l*l. " jawab pangeran Qamar sambil mengacak rambut adiknya.
"Apa maksud kanda?" Tanya pangeran Syam tak percaya.
"Dengar baik-baik ya aku tidak akan mengulanginya. Sewaktu kamu berangkat bersama putri Rain menuju kepulauan Yin. Paduka Ghayur datang menemui nenek. Mereka berdua begitu ribut melepas rindu setelah sekian lama tak bertemu. Mereka bercanda berlarian kian kemari di dalam istana dan setiap jam mereka selalu menemui ayahanda untuk segera menikahkanmu dengan putri Rain, awalnya ayahanda menolak tanpa persetujuan dari kedua belah pihak.
Namun keduanya selalu melakukan kegaduhan-kegaduhan yang membuat ayahanda mengikuti keinginan mereka. Bukan main keisengan yang di perbuat keduanya membuat seluruh pasukan memohon untuk menikahkanmu dengan putri Rain segera. " jelas pangeran Qamar.
"Apa yang dilakukan mereka dengan para prajurit? " tanya pangeran Syam penasaran.
"Hahaha keisengan yang mereka lakukan itu tak dapat ayahanda duga mulai dari melucuti pakaian seluruh prajurit dan hanya menyisihkan dal*mnya, kedua mereka menggantung puluhan prajurit yang telah didandani bak seorang pengantin wanita dan prajurit yang telah didandani bak pengantin pria tengah menopang prajurit yang digantung agar tak mati konyol di halaman istana, yang terakhir mereka berdua berdandan bak sepasang pengantin yang berdarah-darah kemudian mendatangi ibunda akibatnya ibunda histeris bukan main kemudian tak sadarkan diri saat itulah ayahanda langsung menyetujui keinginan keduanya untuk menikahkanmu dengan putri Rain. " jelas pangeran Qamar.
Mendengar hal itu meledaklah tawa pangeran Syam.
"Wow pantas saja anaknya begitu. " gumam pangeran Syam disela tawanya.
"Apa maksudmu? "Tanya pangeran Qamar agak tersinggung.
"Yang kumaksud itu putri Rain bukan istri tercinta kanda. " jawab pangeran Syam yang menyadari perubahan air muka kakaknya.
"Ouh hahaha memang pantas bersanding denganmu. " ejek pangeran Qamar.
***
Sementara putri Rain mengalami hal yang sama. Namun putri Reina memperlakukan kakaknya dengan lemah lembut tak sekasar yang dilakukan pangeran Qamar.
"Apa saja yang ayunda alami selama berada di kepulauan Yin? " Tanya putri Reina lembut saat mendandani kakaknya.
Kemudian putri Rain pun menceritakan semua yang dilaluinya hingga membuat putri Reina tak henti-hentinya tertawa.
"Ah ayunda lupa memberitahu bahwa raja Syar Gofur sempat melamarku sehari sebelum kembali kemari. " ujar putri Rain di akhir penuturannya.
"Lalu apa jawaban ayunda? " tanya putri Reina cemas.
"Ayunda menolaknya dengan alasan ayunda telah memiliki kekasih yang sejatinya tidak ada, awalnya ayunda pikir raja Syar Gofur akan murka tenyata dia malah mendoakan kebahagianku. " jawab putri Rain.
"Ternyata raja kerajaan Armenos itu benar-benar bijaksana yah ayunda. Sungguh beruntung wanita yang akan menjadi pendamping hidupnya. " puji putri Reina.
"Ya... dan dia juga sangat baik serta perhatian. " tambah putri Rain.
"Mengapa dinda mendandaniku begini rupa? " Tanya putri Rain setelah selesai dihias sedemikian cantiknya oleh putri Rain.
"Tentulah ayunda tidak ingin berpenampilan buruk di hari yang membahagiakan ini. " jawab putri Reina.
"Ya..." ujar putri Rain yang mengira hari bahagia yang di maksud adiknya adalah kehamilan putri Reina sendiri.
"Ayo ayunda kita ke ruang utama. " ujar putri Reina sambil menggandeng kakaknya.
**********
TBC
Lanjut terus thor
Salam dari"BUKAN JODOH
bisa mampus tuh si Felix kalau digilir cewek satu desa dalam semalam wkwkwk. ngakak tohor
lanjut thor