NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Calon Kakak Ipar

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Arjunasatria

Sehari sebelum pernikahan, Selena Anderson ditinggalkan tunangannya. Ethan Carter pergi ke luar negeri tanpa berpamitan hanya meninggalkan pesan bahwa ia belum siap menikah.

Ketika kepergian Ethan mengancam nama baik dua keluarga besar, Jason Carter, kakak Ethan datang dengan sebuah tawaran yang tak pernah Selena bayangkan. Ia bersedia menggantikan Ethan di altar.

Selena akhirnya menikah dengan pria yang seharusnya menjadi kakak iparnya.

Namun kehidupan bersama Jason perlahan mengubah segalanya. Di balik sikap dinginnya, Selena menemukan perhatian yang tidak pernah ia dapatkan dari Ethan.

Sampai Ethan kembali. Dan ingin mendapatkan Selena kembali. Sayangnya, perempuan yang dulu ia tinggalkan kini telah menjadi istri kakaknya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arjunasatria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Pagi itu, ruang makan keluarga Carter berlangsung seperti biasa. Richard duduk di ujung meja sambil membaca berita dari tabletnya, sementara Victoria sesekali berbicara dengan pelayan mengenai menu sarapan. Jason sudah lebih dulu duduk di samping Selena yang baru turun dari lantai atas.

"Kamu kelihatan capek," ujar Victoria ketika Selena menarik kursi. "Semalam tidur larut?"

Selena mengangguk kecil. "Iya, Bu. Aku agak sulit tidur."

"Jangan terlalu sering begadang," pesan Victoria sambil tersenyum. "Kamu masih muda, tapi kalau kurang tidur terus nanti gampang sakit."

"Iya, Bu."

Richard melirik Selena sekilas sebelum kembali membaca tabletnya. "Kalau tidak enak badan, jangan dipaksakan makan banyak."

Selena tersenyum tipis. "Aku tidak apa-apa, Ayah."

Tak lama kemudian Ethan masuk. "Pagi."

"Pagi," jawab Victoria. "Duduklah. Sarapan sebentar lagi selesai."

Ethan mengambil tempat di seberang Jason. Ia tidak banyak bicara dan hanya mengambil kopi yang sudah disiapkan untuknya. Percakapan di meja kembali berjalan seperti biasa. Richard membicarakan pekerjaan dengan Jason, sementara Victoria mengingatkan Ethan agar datang ke acara keluarga akhir pekan nanti.

Selena lebih banyak diam. Jason beberapa kali meliriknya, tetapi tidak bertanya di depan orang tuanya. Ia hanya menyadari satu hal, sejak Selena turun tadi, wanita itu bahkan tidak pernah menatap Ethan.

"Selena."

Selena menoleh.

"Nanti jangan langsung pergi. Aku mau bicara sebentar setelah sarapan."

Selena tampak ragu, lalu mengangguk. "Baik."

Ethan yang mendengar percakapan itu hanya menundukkan wajahnya.

Victoria sama sekali tidak menyadari ketegangan di antara mereka. Ia justru sibuk meminta pelayan menambahkan buah ke piring Selena.

"Makan dulu. Kamu hampir tidak menyentuh makananmu."

Selena menurut, meski selera makannya nyaris tidak ada.

Di seberangnya, Ethan menggenggam cangkir kopi sedikit lebih erat.

Pagi itu terlihat seperti pagi biasa bagi keluarga Carter. Hanya Selena, Ethan, dan Jason yang tahu bahwa tidak ada satu pun dari mereka yang benar-benar baik-baik saja.

Setelah sarapan selesai, Richard lebih dulu meninggalkan meja karena harus berangkat ke kantor. Victoria menyusul beberapa menit kemudian setelah mengingatkan Jason untuk menghadiri makan malam keluarga akhir pekan nanti. Tak lama, ruang makan hanya menyisakan Jason, Selena, dan Ethan.

Jason berdiri dari kursinya. "Selena, ikut aku."

Selena ikut bangkit. Namun baru beberapa langkah, Ethan memanggilnya.

"Selena."

Langkah Selena terhenti. Ia tidak menoleh.

Jason langsung memandang adiknya. "Ada apa?"

Ethan terdiam sejenak. "Tidak ada."

Selena melanjutkan langkahnya bersama Jason. Begitu sampai di ruang keluarga, Jason menutup pintu lalu berbalik menghadap istrinya.

"Semalam sebenarnya kamu kenapa?"

Selena menunduk. "Tidak ada, aku baik-baik saja, Jason. Kamu tidak perlu khawatir."

"Kalau tidak ada apa-apa, kamu tidak mungkin pulang dengan wajah murung dan seperti habis menangis. Apa Ethan menyakitimu?"

"Tidak ada. Aku dan Ethan baik-baik saja... kami hanya sedikit bertengkar saja."

Melihat Selena hanya diam saja. Jason menghela napas pelan. "Baik. Aku tidak akan memaksamu bercerita."

Selena mendongak, sedikit terkejut Jason berhenti bertanya semudah itu. "Terima kasih."

Ucapan bernada lembut itu justru menghantam Jason dengan seribu tanda tanya baru. Matanya yang tajam menyipit tipis, menatap lurus ke arah Selena seolah sedang menelusuri rahasia di balik ketenangan yang berusaha istrinya pertahankan. Rasa terima kasih itu terasa janggal, apakah Selena benar-benar menghargai toleransinya, atau sekadar merasa lega karena berhasil menyembunyikan keterlibatan Ethan lebih jauh?

"Aku tidak butuh rasa terima kasihmu," ujar Jason, suaranya terdengar lebih dingin dan bergetar dari yang ia kehendaki. Ia menghela napas pendek, merasa benci pada ketidakmampuannya membaca pikiran wanita di hadapannya.

"Yang aku inginkan hanyalah memastikan bahwa kita berdua masih berada di jalan yang sama. Pertengkaran itu... benar-benar hanya masalah biasa di antara kalian, kan?"

Jason menatap Selena dengan selidik, berusaha menyembunyikan keraguan di balik ketenangan palsunya.

Ia melangkah perlahan mengitari ruangan, membiarkan keheningan menguji keteguhan raut wajah Selena. Setiap gerak-gerik kecil Selena dipindainya cermat dari helaan napas yang nyaris tak terdengar hingga carut-marut ketegangan di sudut matanya. Bagi pria itu, label sepele yang dilekatkan pada pertikaian tersebut terdengar terlalu rapi, seakan dipersiapkan untuk menepis kecurigaan.

Selena mengangguk cepat, bahkan terlalu cepat.

Jason menatapnya lama tanpa bicara, mencoba membaca sesuatu di balik wajah tenang yang terasa dipaksakan itu. Akhirnya ia menyerah, menghela napas pelan.

"Hari ini kamu di rumah saja. Jangan ke kampus dulu."

"Jason, aku tidak apa-apa..."

"Kamu kelihatan lelah," potongnya, lebih lembut kali ini. Ia melangkah mendekat, menangkupkan tangan di pipi Selena, menyingkirkan sehelai rambut yang jatuh menutupi matanya. Sentuhan itu ringan, nyaris tidak sengaja, tapi cukup untuk membuat Selena menahan napas.

"Baiklah, aku kembali ke kamarku sekarang." kata Selena, ia ingin segera keluar dari ruangan itu. Berhadapan dengan Jason sungguh membuat nya tegang.

Selena kemudian keluar dari ruang itu tanpa mengatakan apa pun lagi. Saat ia naik ke atas untuk ke kamar nya. Ia melihat Ethan mematung di lorong dengan rahang mengeras. Ia berusaha mengabaikannya.

Ethan menahan napas ketika aroma lembut yang begitu dikenalnya menyapu indra penciumannya. Langkah kakinya otomatis terhenti di tengah lorong yang sepi. Sudut matanya menangkap gerak cepat Selena yang membuang pandangan ke lantai, melewatinya begitu saja seolah dirinya hanyalah udara kosong yang tak kasat mata.

Rasa panas seketika merayapi dada Ethan. Penolakan sunyi itu jauh lebih menyakitkan daripada makian paling kasar sekalipun. Tangannya yang tergantung bebas di sisi tubuh berkedut, nyaris terangkat untuk menyambar lengan ramping itu dan memaksanya menoleh. Namun, derap langkah tergesa yang menjauh mengingatkannya pada bayang-bayang Jason yang masih berada tak jauh dari sana.

Sambil menatap punggung Selena yang menghilang di balik pintu kamar, Ethan mengepalkan tinjunya erat-erat hingga kuku-kukunya menancap di telapak tangan. Suara pintu yang menutup rapat bagai menghantam gendang telinganya dengan telak.

"Menghindarlah sesukamu," gumam Ethan dingin dengan nada teramat rendah. "Tapi kamu tidak akan pernah bisa membohongi dirimu sendiri tentang apa yang terjadi di antara kita."

1
Allea
selena bodoh🤭
Dessy C: iya kak 🤭 pemeran utama versi oon kak 🙈
total 1 replies
Allea
selena kurang tangguhlah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!