NovelToon NovelToon
Kehidupan Kedua Violetta

Kehidupan Kedua Violetta

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:332.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Zakiya el Fahira

VOLETTA yang sering di panggil VIOLET, seorang bayi yatim piatu yang tidak memiliki saudara lagi, dia di angkat oleh keluarga Romanov keluarga nomor satu di kota Bore.
Dan Violet tumbuh besar dengan penuh kasih sayang dari keluarga Romanov, apa lagi saat putra bungsu keluarga Romanov, LUCANE ROMANOV mengambil alih keluarga Romanov, Violet semakin membuat semua orang iri dengan kehidupannya, karna Lucane selalu memprioritaskan Violet.

Tapi itu semua berubah saat Violet sengaja ingin mencelakai wanita yang di cintai oleh Lucane, karna hasutan dari musuh wanita itu, Lucane perlahan menunjukkan sisi iblisnya di depan Violet, pria itu menghukum Violet dengan menyiksanya di ruang bawah tanah.
Dan saat Violet menghembuskan nafas terkahirnya, dia berjanji jika ada kehidupan kedua dia tidak akan lagi mengusik kehidupan Lucane dan wanita pujaan hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Selama tiga hari ini Lucane benar benar di buat sibuk dengan masalah perushaannya, tapi Lucane masih menyempatkan waktu untuk mengirim pesan pada Violet.

Siang ini di tengah tengah kesibukannya, Lucane menyadari wajah lelah Raisa yang sedang mengerjakan proposal di sofa bersama Xander.

''Raisa!''

Raisa langsung bangkit dan bergegas menghampiri meja Lucane.

''Iya Tuan''

''Istirahatlah, aku kasih waktu satu jam, setelah itu cepat kembali'' ujar Lucane tanpa menatap lawan bicaranya.

Raisa langsung bernafas lega, akhirnya dirinya di beri kesempatan untuk istirahat, selama tiga hari ini dirinya benar benar di buat sibuk oleh atasannya, bahkan dirinya hanya tidur dua jam saja, setelah itu kembali terjaga untuk menyelesaikan pekerjaannya.

''Tuan, terimakasih'' ucap Raisa membungkukkan badannya dengan sopan, dan tak lupa senyumnya yang menghiasi wajahnya.

Raisa segera keluar dari ruangan Lucane, tapi Raisa tidak memilih tidur untuk mengistirahatkan badannya, melainkan pergi jalan jalan di sekitar area perusahaan.

Di sebrang jalan Raisa tak sengaja melihat kedai kopi yang sangat ramai, karna penasaran akhirnya Raisa pergi ke kedai kopi yang terlihat ramai itu.

''Masih ada waktu empat puluh menit'' gumam Raisa lalu bergegas menyebrangi jalan raya untuk pergi ke kedai kopi yang ada di sebrang jalan.

Saat masuk ke kedai kopi Raisa langsung duduk di meja di dekat jendela, dan tak berselang lama seorang pelayan mendatangi mejanya.

''Nona, silahkan mau pesan apa'' ucap sang pelayan.

Raisa melihat deretan tulisan di buku menu, dan ternyata kedai kopi ini tidak hanya menyediakan kopi saja, masih banyak minuman beraneka ragam lainnya, dan juga makanan.

''Em, saya pesan coklat panas saja satu''

Pelayan itu segera mencatat pesanan Raisa.

''Ada yang lain, Nona?

Raisa menggelengkan kepalanya. ''Tidak, itu saja'' jawab Raisa.

''Baik Nona, kalau begitu di mohon di tunggu sebentar''

Setelah pelayan itu pergi, Raisa menyandarkan badannya yang terasa lelah, sembari menikmati pemadangan kota Swiss dari jendela kaca dekat tempat dia duduk.

''Huh,, nikmat sekali rasanya'' gumamnya menghela nafas lega.

Dan tak berselang lama seorang pelayan datang membawa coklat panas pesanannya.

''Silahkan Nona''

''Terimakasih''

Setelah pelayan itu pergi, Raisa mulai menyesap coklat panas dengan hati hati.

''Raisa''

Raisa yang tengah menikmati pemandangan di luar jendela menoleh, dan melihat seorang pria berdiri di depannya.

''Ternyata aku tidak salah, kamu benar Raisa'' ucap pria itu dengan wajahnya yang berbinar.

Raisa sendiri mengerutkan dahinya, dia mencoba mengingat ngingat lagi siapa pria di depannya.

''Maaf, anda siapa ya?, apa kita pernah kenal?'' tanya Raisa yang sama sekali tidak mengingat pria di depannya.

Pria itu langsung duduk di hadapan Raisa. ''Ini aku, Gerry, kita dulu satu sekolah, sampai kita sama sama masuk universitas'' ucap pria itu.

Raisa berusaha mengingat kembali, dan akhirnya dia ingat dengan pria di depannya.

''Oh,, iya, ya, kamu Gerry si tengil itu kan!'' seru Raisa.

Gerry langsung tertawa mendengar Raisa menyebut dirinya tengil.

''Raisa bagaimana kabar kamu?, terus kenapa kamu bisa ada di sini?'' tanya Gerry beruntun.

''Kabarku baik, aku di sini kebetulan ikut atasanku'' jawab Raisa.

''Kamu sendiri, bagaimana?, terus kenapa kamu bisa di sini juga?, seingatku kamu dulu pindah ke Paris'' tanya Raisa.

''Kabarku baik juga, dulu aku memang pindah dan tinggal di Paris, tapi karna perusahaan Ayah yang di sini tidak ada yang menghandel, jadi terpaksa aku yang menghandel dan menetap di sini'' jelas Gerry.

Raisa mengangguk anggukkan kepalanya, lalu mereka berdua mengobrol membahas masa lalu mereka saat masih di sekolah menengah.

''Gerry, sepertinya aku tidak bisa lama lama ngobrol sama kamu, aku harus kembali bekerja, takut atasanku mencariku'' ujar Raisa.

Wajah Gerry langsung berubah masam, padahal masih banyak yang ingin dia bicarakan dengan Raisa.

''Boleh aku minta nomor telfonmu, siapa tahu nanti kalau kamu ada waktu lenggang kita bisa ketemu lagi'' tukas Gerry.

Raisa menganggukkan kepalanya dan memberikan nomor telfonnya pada Gerry.

''Kalau begitu aku kembali dulu, sampai ketemu lagi'' pamit Raisa dan bergegas pergi.

Gerry menatap punggung Raisa yang perlahan mejauh dan menghilang di balik pintu kedai, seutas senyum muncul di sudut bibir Gerry.

''Raisa, setelah sekian lama akhirnya aku bisa melihatmu lagi'' gumamnya.

Raisa adalah cinta pertama Gerry, bahkan sampai detik ini perasaan itu masih tetap sama, dan tidak pernah tergantikan oleh siapapun.

Setelah dari kedai kopi Raisa langsung masuk ke lobi perusahaan, dan saat itu dia melihat wanita yang sedang adu mulut dengn pegawai resepsionis di depan lift.

''Sepertinya aku pernah melihat wanita itu?, tapi dimana ya?'' gumamnya.

Perlahan Raisa menghampiri wanita itu, dan langsung teringat kalau dia adalah orang yang pernah mengaku teman dekat atasannya.

''Ada apa ini?''

Margaret langsung membalikkan badannya dan menatap sinis Raisa.

''Ini Nona, wanita ini memaksa untuk menemui Tuan Lucane, padahal saya sudah mengatakan kalau Tuan tidak menerima tamu siapapun itu'' jelas pegawai resepsionis.

''Huh, aku tidak percaya Lucane akan menolak kedatanganku'' sambar Margaret.

Raisa menghela nafasnya. ''Nona maaf, saat ini Tuan memang sangat sibuk, beliau juga tidak bisa di ganggu'' ujar Raisa dengan selembut mungkin.

''Aku tidak percaya''

Margaret hendak menekan tombol lift, tapi langsung di tahan oleh Raisa, karna merasa kesal karna terus di cegah untuk menemui Lucane, akhirnya Margaret mendorong Raisa sampai terjatuh dan punggungnya membentur pot bunga.

Brukkk

Isshhh

Ting

''Lucane''

Lucane yang baru keluar dari lift, matanya langsung menajam melihat Margaret berdiri tepat di hadapannya, Margaret sampai tidak sadar mundur satu langkah.

''Raisa!'' seru Xander melihat Raisa yang terduduk di lantai dengan meringis.

Xander buru buru menghampiri Raisa dan membantunya berdiri, dan saat itu Xander tidak sengaja menyentuh punggung Raisa dan membuatnya merintih.

''Kamu kenapa?'' tanya Xander.

''Saya,,,''

Belum sempat menyelesaikan ucapannya, pegawai resepsionis sudah menyelanya.

''Nona ini memaksa ingin menemui Tuan, lalu Nona Raisa mencoba menahannya, tapi Nona Raisa malah di dorong sampai jatuh dan membentur pot itu'' jelasnya.

Margaret langsung gugup. ''Lu,, Lucane, a,, aku hanya tidak sengaja mendorongnya''

''Cepat usir dia dari sini'' tukas Lucane dingin.

Pegawai resepsionis itu langsung memanggil petugas ke amanan, dan tak perlu lama petugas ke amanan datang dan langsung menyeret Margaret keluar.

''Lucane, jangan usir aku, apa kamu tidak ingat dengan pertemanan kita selama di Harvard!!'' teriak Margaret sembari meronta ronta dari cengkraman petugas keamanan.

Lucane sama sekali tidak menggubrisnya, dia sangat muak dengan Margaret yang terus mengejar ngejarnya seperti orang gila.

''Xander, bawa Raisa ke ruanganku'' tukas Lucane kembali masuk ke dalam lift.

''Baik Tuan''

1
Evi Goenharto
banyak ga selesainya, gantung...jd penasaran mana ada jg yg udh setahun ga dilanjut ..huuuuuuuu othor tega
zhuyan 🙊🙊
Luar biasa
MSIT
luka tubuh masih mudah diobati tapi luka batin butuh waktu lama sembuhnya
MSIT
dibayar COD
MSIT
enak benar ,sama2 enak tapi minta tanggung jawab 🤣🤣🤣
MSIT
astaga..diberi kesempatan kedua masih juga diserang
MSIT
bingungkan vio ? sama, menghadapi dua orang yg mencintai palagi keduanya paman gak tau siapa yg mesti dibela😄😄🤣tapi dari cerita masa lalu vio lebih baik untuk lucane
Akira Mfc
kamu cuma pura² amnesia kan?
Akira Mfc
jangan2 scarlett sodaranya violet
Wahyu Agustin
aku ynk baper 🤣🤣🤣
Dieka
vio ini gmn yak? dia bodoh atau polos sih. kasian jayden disodor sodor terus ke luna. luna pun gak sadar diri.
pzellangi
kapan ihh updatenya, ga sabarrr nungguin kisah mereka
pzellangi
tor belum update?
dina ningsih
best banget ceritanya.. pingin ngulang baca terus😄
dina ningsih
trauma memang se mengerikan itu🥺😭😭😭
May Maya
loh kok d sini ibunya lucan dah meninggal 🤔lalu yg kmren wanita paruh baya yg di selamatkan Raisa itu siapa? bukan nya itu ibunya lucan ya🤭
Akira Mfc: kakaknya lucan.. kan umurnya beda jauh sama kakaknya
total 1 replies
Noey Aprilia
Udh d cuekin,gliran d ajk dnsa mlah kna injak pula....nsibmu y jay.....😝😝😝
Happy Kids
kayany bukan lucane. bisa jd jordan jordan itu? bukanny kehidupan sblmny vio ditutup mta?
Merry Marmut
ceritanya bagus thor
Noey Aprilia
Diihhh....
jayden kepooo.....
emng enk d cuekin....😝😝😝
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!