karya pertama ini sedikit tidak layak untuk di baca, takutnya kalian baca malah jadi pening kepala 😅
"kamu itu hanya istri keduaku, jadi jangan banyak bertingkah"
perasaanku hancur seketika mendengar ucapan suami ku sendiri.
mengapa takdir seolah ingin mempermainkan ku.
apa istri pertama nya tau bahwa suaminya telah menikah lagi, bagaimana perasaan nya kalau tau suaminya telah menikah dengan ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riska Almahyra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Danu
tidurku terganggu karena ulah tangan jahil mas Danu yang terus mencubit pipiku.
"mas sakit tau"keluhku tanpa mau membuka mata.
"kamu ko bisa segemuk ini?"
"ya bisa namanya juga orang hamil" ketus ku,aku memiringkan badan ku dan duduk menghadap mas Danu.
mas Danu membungkukkan badannya tepat di perut ku.
"selamat pagi anak ayah" Danu memberikan kecupan di perut Laras yang besar.
"mas kok bisa di sini?"
"kamu tidak senang mas ada di sini?" Danu menatap Laras tidak suka.
"bukan begitu mas" laras menundukkan kepalanya.
"aku kira mas sudah tidak menginginkan aku lagi" ucapan Laras seperti gumaman di telinga Danu, tapi masih terdengar jelas.
Danu berdiri dari duduknya.
"yasudah aku pergi saja" saat Danu membalikan badannya bersiap untuk pergi dengan cepat Laras memeluk Danu dari belakang.
"jangan pergi lagi mas aku mohon"
Danu mendengar isakan Laras, langsung membalikkan tubuhnya.
memeluk Laras dan mencoba menenangkan tangis istrinya.
"aku tidak akan pernah pergi lagi dari kamu, karena kamu istri mas"
Laras menghentikan tangisnya menatap ke arah suaminya dengan wajah cemberut.
"tapi cinta juga istri nya mas"
"itu dulu sekarang tidak lagi"
"mas cerai sama mba cinta" wajah kaget dari Laras mengundang tawa Danu, entah kenapa Danu merasa lucu melihat wajah kaget Laras apalgi sekarang pipinya cabi, bisa dikatakan wajah Laras lumayan bengkak karena kehamilan nya.
"mas aku serius, ko malah ketawa" Laras mencoba memukul pelan lengan Danu yang tidak juga memberhentikan tawanya.
"iya mas sudah bercerai"
"bukannya mba cinta lagi hamil ya?" danu melihat wajah bingung Laras.
"iya dia masih hamil"
"loh kok bisa"
Danu mendorong tubuh Laras ke depan pintu kamar mandi.
"udah ah kamu banyak tanya, cepat sana mandi kita sarapan"
wajah cemberut Laras tercetak jelas di depan Danu, dengan cepat Danu mencium bibir Laras.
"mas tunggu kamu di ruang makan"
lebih kesal lagi saat Danu pergi begitu saja meninggalkan laras sendiri di kamarnya.
setelah selesai mandi Laras berjalan ke arah ruang makan, di sana ada Oma dan Danu yang sedang berbincang.
"selamat pagi Oma" sapa Laras.
"pagi sayang" jawab Oma sambil tersenyum ke arah Laras.
Laras duduk di sebrang Danu. dengan cepat Laras mengambil nasi, ayam, ikan, sayur, telur.
melihat piring Laras yang penuh dengan makanan Danu menggelengkan kepalanya.
"pantas saja badanmu sebesar itu"
Laras tidak jadi memasukan sendok yang sudah di depan mulutnya, sedikit membanting sendok yang di pegang nya ke atas piring dan beranjak dari duduknya pergi meninggalkan meja makan.
"Oma Danu susul Laras dulu ya'' dengan cepat Danu mengambil piring Laras dan menyusul Laras yang masuk ke kamar.
di kamar Laras duduk di kasur nya dengan wajah cemberut.
Danu duduk di hadapan Laras.
"maaf mas gak sengaja ngatain kamu"
Laras masih diam seribu bahasa seolah-olah tidak ada siapapun di depannya.
''bagus juga akting marahnya" batin Danu.
Danu menyendokan nasi dan ayam untuk menyuapi istri nya yang masih cemberut.
"tuh kan di makan juga" batin Danu sambil tersenyum senang melihat istrinya mau ia suapi.
melihat Danu tengah tersenyum tidak jelas rasa kesalnya kembali muncul.
"apa senyum-senyum''
"badan kamu lucu, gemuk banget kayak gajah" Danu memang sengaja memancing kemarahan istri nya.
"mas tuh minta di hajar yah" dengan wajah marahnya Laras menatap tajam suaminya.
"yang mas omongin fakta ko, salah nya mas di mana sampai kamu mau hajar mas segala" Danu menahan rasa ingin tertawanya melihat wajah istrinya sudah merah padam.
dengan cepat Laras mencubit perut Danu.
"AW sakit sayang Lepas"
Laras melepaskan tangannya dari perut danu.
"gajah bengkak" gumaman Danu masih terdengar jelas di telinga Laras.
Laras memalingkan wajahnya ke arah lain tidak ingin menatap suaminya yang terus membuatnya kesal.
dengan cepat Danu menggelitik perut Laras di bagian sampingnya.
"mas geli" dengan sekuat tenaga Laras mencoba untuk terus menyingkirkan tangan Danu yang kembali menggelitiknya.
tawa Danu dan Laras terdengar oleh Oma yang sedang berdiri di depan pintu kamar mereka.
"syukurlah kalau mereka baik-baik saja"
setelah merasa lelah tertawa danu kembali menyuapi istrinya yang masih terengah-engah.
"mas jahat banget sama aku" ucap Laras kesal.
"iya maaf, lanjut lagi ya sarapannya"
suapan terakhir pun sudah masuk ke mulut Laras. Danu tersenyum melihat istrinya makan dengan lahap.
"ternyata benar, habis satu piring penuh " batin Danu sambil menyimpan piring di atas nakas.
Danu memberikan minum pada Laras, Laras menerima nya dan menghabiskan satu gelas penuh.
"ke belakang yu, mas temani kamu jalan kaki"
Laras menganggukkan kepalanya dan berjalan beriringan dengan Danu.
Laras membuka sandal yang di pakainya, sensasi dingin dari rumput yang di pijaknya membuat Laras merasa lebih rileks.
"mas aku cape" keluh Laras yang sudah di banjiri keringat.
"masa cape, baru juga 2 putaran"
lapang di rumah oma tidak terlalu luas hanya sebesar lapangan bola voli.
namanya juga ibu hamil memang mudah lelah padahal Danu masih nampak segar.
"yaudah deh kita istirahat dulu" Danu menuntun Laras untuk duduk bangku taman dekat kolam ikan.
"mas, Laras mau tanya boleh?"
Danu menganggukkan kepalanya.
"boleh"
"ko bisa mas cerai dengan mba cinta padahal kan dia sedang hamil"
"jadi gini ceritanya........" Danu menatap langit mencoba merangkai kata-kata untuk menjelaskan pada istrinya.
...hayo siapa yang penasaran sama cerita Danu ?...
...yu tunggu update selanjutnya jangan lupa like dan komentarnya, karena itu sangat berarti bagi author....
...sampai jumpa di part selanjutnya 😘...