Season 2 cek IG ilona_shanum
Alexander Brandon Haidar pebisnis besar, yang ternyata memiliki cinta pada seorang gadis SMA dan menikahinya.
Pertemuan pertama berhasil mengetuk pintu hatinya yang beku, menjadikan Angelina Kayla Justin sebagai gadis pertama yang ia cintai, meski jarak usia terlalu jauh yakni 30 dan 17 tahun
Sebuah tipu muslihat Carlos, telah membuat mereka semakin dekat dan menikah. Akankah pernikahan itu berhasil?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shanum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20
" Apa ada yang telah aku lewatkan? " tanya Pieter dengan mengemudi di samping Brandon yang terus tersenyum layak nya orang gila.
" Apa? " tanya Brandon tak mengerti arah pembicaraan Pieter.
" Ayolah bos, kenapa pagi ini kau terlihat sangat bahagia bersama gadis kecil mu? " coba Pieter menjelaskan arah pembicaraan nya.
" Oh " seru Brandon lalu tersenyum membayangkan wajah Angel pagi ini.
" Oh? " tanya Pieter yang tak mendapat jawaban pasti.
" Diam lah, jangan sampai kau menabrakkan mobil kesayangan ku " seru Brandon agar Pieter menghentikan pembicaraan nya karena tak ingin menceritakan apa pun pada sekretaris yang juga sahabat nya itu.
Dengan menghela nafas panjang lalu membuang kasar, Pieter memfokuskan pandangan ke arah jalanan menuju tempat pengacara yang akan memberikan hasil putusan dari pemindahan aset Carlos pada Angel.
" Apa kau sudah mengutus seseorang untuk mengawasi Carlos? " tanya Brandon tak ingin jika pria tersebut berani berbuat ulah pada wanitanya kembali.
" Sudah bos " singkat Pieter dengan tetap mengemudi.
" Pastikan untuk melapor semua pergerakan pria menjijikkan itu pada ku setiap waktu " tekan Brandon dingin.
" Baik bos, laksanakan " sahut Pieter yang masih merasa kesal karena Brandon yang tak ingin bercerita tentang hubungan nya dengan Angel.
" Apa kau sudah memikirkan tentang bagaimana Sonya jika tahu tentang Angel? " tambah Pieter yang sangat faham sifat Sonya yang tak pernah ingin jika seseorang merebut apa yang telah menjadi milik nya.
" Tidak ada yang perlu aku pikirkan, biarkan saja dia tahu " jawab Brandon santai.
" Apa kau ingin membunuh Angel melalui tangan Sonya? jika begitu maka lepaskan Angel " sahut Pieter yang terkejut mendengar jawaban santai Brandon.
" Tidak akan ada yang bisa menyentuh Angel lagi, bahkan seujung rambut nya " tegas Brandon penuh keyakinan karena ia telah mengutus orang untuk diam diam terus menjaga Angel.
" Oke, aku percaya " sahut Pieter yang yakin jika Brandon telah berjaga jaga dengan lebih ketat karena ia adalah orang yang selalu menimbang sebelum berbuat.
Mobil Brandon telah terhenti di hadapan kantor Joy yang sudah menyambut Brandon di sana. Mereka mulai menuruni mobil bersamaan lalu menyapa Joy yang dengan setia menanti Brandon dengan senyum lebar nya.
Joy mempersilahkan Brandon dan Pieter selaku tangan kanan Brandon untuk masuk dan memberikan beberapa dokumen yang di inginkan Brandon.
" Gimana? " tanya Brandon yang duduk menyilang kan kaki menunjukkan sisi penguasa yang berhati dingin di dalam kantor Joy.
" Semua sudah siap, Dokumen perusahaan dan rumah serta beberapa tanah Carlos sudah atas nama Angel yang sah secara hukum " jelas Joy menyerahkan beberapa dokumen ke hadapan Brandon.
" Baik, terimakasih banyak atas kerja keras mu. Aku permisi dulu " pamit Brandon membawa beberapa dokumen di tangan nya dan beranjak pergi ke kantor nya.
" Baik Tuan, hati hati senang bisa membantu Anda " sahut Joy mengantar Brandon dan Pieter ke depan dan menunggu hingga mobil Brandon berlalu lebih dulu sebelum ia kembali memasuki ruang kerja nya.
Brandon mulai mencermati setiap isi dokumen yang di berikan oleh Joy dengan teliti. Setelah memastikan semua, ia menyeringai puas karena seluruh aset Carlos telah berpindah ke tangan Angel.
" Bukankah ini sama saja mengirim Angel dan Olivia ke liang lahat? " ucap Pieter yang merasakan jika akan ada nya sebuah bencana besar yang akan Carlos berikan pada Angel dan Olivia.
Brandon hanya terdiam dengan menghela nafas kasar menatap ke setiap jalanan yang mereka lewati. Ia tengah bersiap menghadapi setiap serangan Carlos yang mungkin ia arahkan pada Angel dan Olivia. Oleh sebab itu Brandon sengaja menyiapkan orang orang dengan kemampuan khusus menjaga Olivia dan Angel. Dengan meminta Angel berada di dalam rumah nya adalah sebuah pilihan tepat untuk melindungi Angel dari kegilaan Carlos.
"drrrrt drrrrt " terdengar getar dari saku Brandon yang membuyarkan seluruh pikiran nya.
Brandon meraih ponsel dalam saku jas nya dan melihat siapa yang menghubungi nya. *Mom * itu lah yang terbaca dari layar ponsel Brandon.
" Pasti dia telah mengadu yang bukan bukan " gumam Brandon tak ingin mengangkat telfon dari Sasmita yang sudah ia ketahui apa tujuan Mama nya menelfon tersebut.
Karena telfon yang terus berbunyi, terpaksa Brandon mengangkat telfon Sasmita dan meletakkan langsung di telinga Pieter dengan jari telunjuk ia letakkan di atas bibir mengisyaratkan untuk Pieter mengatakan jika Brandon sedang sibuk.
Pieter yang terkejut mendengar suara Sasmita dari ujung telfon mulai mengangkat bicara.
" Maaf tante, Brandon sedang ada meeting penting hari ini " jawab Pieter berbohong pada mama sahabat nya.
" Oke, secepat nya suruh anak itu menghubungi ku kembali " sahut Sasmita dari ujung telfon.
Brandon mengantongi kembali ponsel nya ke dalam saku jas lalu memejamkan mata nya tak ingin mendengar beberapa omelan Pieter ketika Brandon mulai meminta nya berbohong pada Sasmita.
Sementara di rumah, Angel mulai berkemas untuk berpindah kamar di samping kamar Brandon dengan bantuan beberapa karyawan. Ia tak ingin jika Brandon semakin sering memanfaat hubungan yang sudah terjalin kini. Di kamar yang sudah di lengkapi beberapa barang perempuan seperti meja rias, alat make up serta keperluan perempuan dengan boneka beruang super besar berada di atas ranjang mewah yang sengaja di minta Brandon untuk Santos membeli nya.
" Seperti sebuah kamar tuan putri " seru Angel menatap seluruh ruangan kamar dengan desain mewah dan elegan yang sengaja di persiapkan Brandon untuk adik nya ketika ia kembali dari Australia, namun hingga kini adik nya tak pernah ingin kembali dan memilih menetap di sana.
" Apa ada yang bisa kami bantu lagi Nona? " tanya seorang pelayan.
" Tidak perlu, akan aku kerjakan sendiri sisa nya. Terimakasih banyak " sahut Angel tersenyum sopan ke arah semua pelayan.
" Tapi nona "sahut pelayan tersebut masih ingin membereskan semua atas perintah Santos.
" Tenang lah, aku tidak akan bicara pada siapa pun. Ini rahasia " seru Angel berbisik dan tertawa bersama para pelayan yang mulai nyaman dengan Angel.
" Baik lah Nona, kami permisi " pamit mereka bersamaan lalu beranjak pergi meninggalkan Angel di dalam kamar dengan pintu yang mereka tutup kembali.
Angel mulai menata satu per satu setiap buku pelajaran yang ia bawa dan beberapa pakaian milik nya agar tak perlu menghabiskan uang Brandon membeli pakaian dengan harga selangit yang malah membuat Angel tak nyaman memakai.