Halo Teman - Teman Sekalian ini novel pertama saya semoga banyak dukungan dan menghibur teman2 sekalian terimakasih
Di sebuah desa terdapat seorang anak berumur 12 tahun yang sudah tidak mempunyai keinginan untuk hidup setelah milihat orang tua nya tewas di depan mata nya tapi ketika merasa putus asa dia pun bertemu seorang yang menjadikan nya seorang pendekar
Kira kira bagai mana kelanjutan nya ikuti terus novel saya jangan lupa Like/Komen
Foloww IG @eri.hermawan14
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DisconnectID, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebenaran yang terungkap
Sesampai nya di vila Huang Zi Pun menyuruh Ketiga Murid Tetua Ho untuk kehalaman belakang terlebih dahulu karna dia ingin ke kamar nya sebentar Murid Tetua Ho pun hanya menganggut dan melangkah pergi ke arah belakang vila untuk berlatih
Sebenerar nya Huang Zi masih penasaran dengan reaksi Tetua Ho yang begitu terkejut jadi dia memilih untuk tetap ketempat Patriak Li
Kekawatiran nya semakin menjadi ketika Tetua Ning sedang berjalan kearah nya
"Hua'er kau mau kemana" Ucap Tetua Ning
"Aku hendak berjalan jalan untuk membeli sesuatu Tetua bukan nya hari ini ada rapat para Tetua dan ketua sakte" Ucap Huang Zi yang sedikit berbohong karna ingin mengetahui apa yang sebenar nya terjadi
"Rapat, seperti nya aku tidak dapat undangan rapat, siapa yang berbicara kalo para Tetua dan Ketua Sakte ada rapat" Tanya Tetua Ning dengan tampang penasaran
"Ah tidak Tetua Ning tadi ketika aku di jalan aku mendengar murid lain membicarakan itu jadi aku pikir itu benar hehe" Ucap Huang Zi dengan tesenyum paksa ke arah Tetua Ning agar dia tidak merasa Curiga
"Seperti nya tidak ada Rapat hari ini, bahkan aku baru mendengar nya dari mu Hua'er" Ucap Tetua Ning dengan mengerutkan alis nya
"Baik lah kalo seperti itu aku pamit dulu Tetua aku ingin membeli sesuatu" Ucap Huang Zi sambil memberi hormat dan pergi meninggal kan Tetua Ning yang masih kebingungan
"Ahhhg ternyata benar Tetua Ho menyembunyikan sesuatu tentang guru" Ucap Huang Zi dengan Emosi dan kesal karna di bohongi oleh Tetua Ho
Dengan ilmu meringan kan tubuh nya yang seperti cahaya dia pun sampai ketempat Patriak hanya dengan Hitungan menit dia pun menghilangkan hawa keberadaan nya yang dia pelajari waktu itu dari Guru Lou yang mengajarkan nya untuk bisa menyembukin hawa keberadaan nya ketika dalam bahaya
Nampak di dalam Tetua Ho sedang berbicara dengan Patriak Li dengan begitu serius Huang Zi pun hanya bisa mengintip dan menguping dari atas atap
"Ketua bukan nya misi itu terlalu berbahaya untuk Tetua Yui" Ucap Tetua Ho yang terlihat khawatir
"Meskipun aku mengakui kehebatan Tetua Yui tapi mengambil misi itu bukan kah sama saja mengantar kan nyawa"
Hati Huang Zi pun semakin cemas dan marah kenapa dia tidak di beri tahu soal guru nya
"Tetua Ho aku pun baru tau kemarin kalo Yui'er mengambil misi itu" Ucap ketua Sakte sambil teelihat sedih
"Jika aku tau dia akan mengambil misi itu aku pasti akan melarang nya, orang tua mana yang ingin anak nya celaka walau pun didunia persilatan tidak menjamin keselamatan seseorang tapi aku sebagai ayah merasa gagal melindungi putriku" ucap Ketua Sakte sambil menunduk karna merasa bersalah karna baru tau soal ini
"Tapi aku bingung kenapa Tetua Yui berani sekali mengambil misi yang berbahaya itu bukan nya dia tau bahwa misi itu sama saja bunuh diri" Ucap Tetua Ho yang Merasa ada yang salah dengan pikiran Yui
Patriak pun melemparkan sepucuk surat yang dia ambil ketika dia ketempat pengambilan misi
"Ketuuuuua Ini" Ucap Tetua Ho yang amat terkejut dengan isi surat itu
"Yah dia menjalankan misi ini karna dia berharap kedepan nya Sakte sakte aliran putih bisa terbebas dari tekanan aliran hitam selain itu dia pun begitu mempercai murid nya dia melakukan ini supaya bisa memberikan sumber daya yang layak untuk menopang murid nya agar bisa berdiri di puncak dunia persilatan" ucao Patriak Li dengan wajah yang seperti menahan air mata
Misi itu sebenar nya adalah misi yang paling sulit yang ada di sakte karna peresentase keselamatan nyawa hanya 0'1 % Sedang kan Tetua yang berani mengambil misi yang di sebut misi bunuh diri itu sakte akan menjamin sumber daya yang terbaik kepada murid murid nya dan akan memberikan konpensasi yang banyak kepada murid Tetua yang menjalan kan misi itu
Seketika airmata Huang Zi pun mengalir dari kedua mata nya dia tidak menyangka bahwa Guru yang terlihat tidak peduli dan galak itu begitu memperhatikan nya bahkan rela menukar nyawa nya demi perkembangan nya
Tidak larut dalam kesedihan Huang Zi pun kembali ke kediaman nya
Dia pun mengambil pedang serta perlengkapan yang dia butuh kan selama di perjalan dan mengambil lencana Tetua Naga Langit yang sengaja ditinggal kan guru nya karna dalam misi itu setatus nya seseorang yang menjadi pengintai harus di hilangkan karna ketika tertangkap pihak musuh tidak akan bisa mengoreksi informasi yang akan merugikan sakte dan aliran putih kedepan nya
Dia pun menyampaikan kepada murid Tetua Ho untuk memberi tahukan kalo dia akan pergi dalam waktu yang lama dan jangan mencari dia
Huang Zi pun bergegas pergi meninggalkan Sakte Naga Langit sebenar nya dia tidak tau harus menyusul guru nya kemana karna dia tak tau dimana letak sakte Iblis biru dia pun memutuskan untuk terus berjalan kearah barat
Ketika sedang melewati Hutan Huang Zi pun melihat Puluhan pendekar sebenar nya dia ingin sekali melewati mereka tapi salah satu dari mereka menghentikan langkah Huang Zi
"Anak Muda siapa kau dan hendak pergi kemana" Tanya salah seorang pendekar itu
"Aku ingin pergi mencari sakte iblis biru apa senior mengetahui nya" Ucap Huang Zi dengan sopan
Seketika puluhan pendekar itu waspada karna mereka tidak bisa membaca tingkatan pendekar muda yang ada di hadapan mereka
sebenar nya dia tak tau guru nya pergi kemana tapi karna sakte iblis biru merupaka sakte terkuat di aliran hitam maknya dia berniat mencari guru nya ke sakte iblis biru terlebih dahulu
"Ada keperluan apa kau mencari Sakte Iblis biru" Ucap pendekar itu dengan nada meninggi
"Aku ada keperluan kesana senior jika senior mengetahui nya tolong beri tahu aku kalau pun senior tidak tau tolong jangan halangi aku" Ucap Huang Zi dengan nada masih tenang
Sebenar nya dari puluhan pendekar itu kebanyakan berada di tingkat Pendekar Raja Dan pendekar Kaisar Sedang kan yang berbicara dengan nya berada di tingkat pendekar suci
Mungkin Huang Zi mampu menghadapi pendekar suci tapi jika mereka bergerak bersama maka mungkin Huang Zi tidak akan selamat
Tapi karna kekawatiran terdahap guru nya dia pun sudah tak bisa berpikir tenang
"Anak muda apa kau tau tempat itu berbahaya dan tidak sembarang orang bisa pergi kesana" Ucap Pendekar itu
"Aku tidak peduli seberapa bahaya nya disana aku akan tetap pergi kesana"
Setelah menyelesaikan omongan nya Huang Zi pun menyerang pendekar Tersebut karna dia ingin segera menyusul Guru nya
ngintilinbgurunya gurunya mulu thor
jgn ngikutin gurunya mulu
terlalu lebay