Bebby Daniella Putri menjadi yatim piatu sejak batita akibat korban kecelakaan yang menimpa satu keluarganya, tanpa identitas. Bebby diangkat anak oleh Daniel Frederick, Dokter Muda yang menyelamatkan nyawanya. Daniel mengangkat anak karena rasa kasihan dan sebagai permohonan maaf karena tidak bisa menyelamatkan nyawa kedua orang tuanya.
Dalam perjalanan waktu muncul benih benih cinta di antara mereka berdua. Daniel sebagai orang tua angkat telah menepis perasaan itu. Bagaimana kisah mereka... dan siapa sebenarnya Bebby?
Yuuukkk ikuti kisah mereka guys ♥️♥️♥️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arias Binerkah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 21.
“Teriak saja!” ucap laki laki itu sambil terus berjalan masuk ke dalam ruang rawat Bebby. Bebby pun menoleh ke arah suara laki laki itu..
Dan di saat laki laki itu sudah terlihat oleh kedua mata Bebby ...
“Om Marco...” ucap lirih Bebby sambil menolehkan sedikit kepalanya yang terbaring di atas bantal.
“Om Marco kenapa tidak datang di pesta pernikahan Papa malah ke sini?” tanya Bebby selanjutnya saat Marco sudah berada di dekat tempat tidur Bebby.
“Beb, aku akan menemani kamu..” ucap Marco sambil menggeser kursi lalu duduk di kursi tersebut dan meletakkan bingkisan yang dia bawa pada meja.
“Ooo benar benar sudah kenal? Bukan orang jahat.” Ucap Eliza yang kini juga sudah berada di dekat tempat tidur Bebby.
“Aku kira Tuan, orang jahat yang membawa bommm.” Ucap Eliza sambil tersenyum menatap Marco.
“Hmm bisakah Nona ke luar sebentar, saya ada perlu sangat penting dengan Bebby.” Ucap Marco sambil menoleh ke arah Eliza yang berdiri.
“Tapi saya disuruh oleh Om Daniel untuk menjaga Bebby..” ucap Eliza sambil masih ters memandang wajah tampan Marco.
“Om Marco orang baik kok El, sahabat Papa. Kamu tadi katanya mau beli itu...” ucap Bebby karena tadi Eliza akan keluar untuk membelikan pembalut buat dirinya. Dan akhirnya Eliza pun keluar dari ruang rawat Bebby.
Sesaat kemudian...
“Ada perlu penting apa Om?” tanya Bebby saat Eliza sudah tidak ada di ruang rawat itu.
“Beb, sebenarnya aku tidak setuju Papa kamu itu menikah dengan Miranda.” Ucap Marco dengan nada serius.
“Iya Om, perempuan itu sudah punya kekasih tetapi mau dijodohkan sama Papa, pasti ada niat tidak baik. Tapi Papa juga mau akhirnya, katanya demi Bebby.. aku jadi kasihan sama Papa..” ucap Bebby dengan nada sendu.
“Aku sudah berusaha untuk membunuh rasa cintaku pada Papa, tapi kenapa aku semakin sayang dan cinta sama Papa....” gumam Bebby di dalam hati dan air mata mulai menggenang di ke dua matanya.
“Lebih dari itu Beb, perempuan itu sudah hamil. Papa kamu sudah tahu itu.” Ucap Marco dengan nada kesal.
“Hah?” Bebby tampak kaget.
“Terus kenapa Papa, Oma dan Opa juga mau? Apa untuk memperlihatkan pada orang orang kalau Papa laki laki normal, yang istrinya bisa hamil, meskipun itu bukan anak dari Papa?” ucap Bebby yang tidak habis pikir sebab dia tidak tahu jika itu adalah syarat dari Miranda yang sudah memberikan darah kepada dirinya.
“Aku pusing Om..” ucap Bebby lirih lalu dia memejamkan matanya.
“Beb.. apa kamu baik baik saja? Beb...” ucap Marco sambil memegang pergelangan tangan Bebby untuk mengecek denyut nadi nya, Marco tampak ekspresi wajahnya khawatir.
“Om, kepalaku pusing, tolong panggilkan perawat.” Ucap Bebby dengan suara lirih.. Marco pun segera menekan tombol untuk memanggil perawat.
Sementara itu di hotel bintang lima tempat di mana pesta pernikahan Daniel dan Miranda dilaksanakan.
Acara pernikahan sudah terlaksana dengan meriah Tamu tamu undangan teman teman Daniel, kolega bisnis Tuan Frederick juga tamu tamu dari pihak pengantin perempuan, maupun keluarga dan kerabat semua tampak puas dengan jamuan. Mereka memberi selamat kedua mempelai dan orang tua pengantin.
Nyonya Frederick, Miranda dan kedua orang tuanya bibirnya selalu tersenyum bahagia. Tuan Frederick terlihat biasa biasa saja, sedangkan Daniel bibirnya hanya membentuk garis datar tidak ada lengkung senyuman di bibirnya.
“Kita sudah selesai, senangnya hatiku akhirnya anak laki laki satu satuku sudah melepas masa lajang.” Ucap Nyonya Frederick sambil tersenyum lebar menatap Daniel dan Miranda yang masih berdiri berdampingan di depan kursi pelaminan.
“Sudah Dan, kamu dan Miranda bisa ke kamar pengantin sekarang.” Ucap Nyonya Agusta yang bibirnya juga tersenyum lebar.
“Ayo Dan belah duren...” ucap seorang laki laki yang merupakan saudara sepupu Daniel.
“Gendong Mirandanya Dan, macam pengantin pengantin itu..” ucap anggota kerabat keluarga yang lainnya.
“Bukannya dia punya kaki sendiri.” Ucap Daniel lalu dia segera melangkah pergi.
“Sabar Mir, sudah biasa seperti itu pengantin laki laki yang dijodohkan, tapi nanti lama lama bucin banget, pokoknya bucin level tinggi, macam di novel novel itu.” Ucap Nyonya Agusta sambil tersenyum memegang pundak Miranda. Nyonya Agusta tidak menyangka jika menantunya benar benar dingin pada anak perempuannya.
“Iya Ma, aku ke kamar sekarang, capek, pegel, gerah mau ganti baju.” Ucap Miranda lalu juga mulai melangkah meninggalkan pelaminan.
“Ssssttt jangan lupa pakai lingerie yang sexy habis ya...” bisik Nyonya Agusta dan dia menggandeng tangan Miranda untuk diantar ke kamar pengantin.
Sedangkan Daniel yang sudah berada di kamar Rias pengantin pria tampak kecewa, sebab pakaiannya tadi sudah tidak ada di kamar Rias, namun sudah dibawa ke kamar pengantin beserta satu koper milik Daniel.
“Semua baju kamu sudah ditaruh koper kamu dan dibawa ke kamar pengantin Dan. Kamu langsung masuk saja Dan, kunci kamar ada di dalam kamar..” ucap Tuan Frederick yang juga berada di kamar Rias pengantin pria dia juga akan berganti baju.
“Belah duren, bukannya itu yang selalu ditunggu tunggu oleh pengantin Pria, Dan. Ngapain juga datang ke sini lagi.” Ucap salah satu laki laki yang juga merupakan keluarga dekat Tuan Frederick.
Daniel pun segera melangkah keluar dari kamar rias pengantin pria yang kini terisi oleh beberapa kerabatnya.
Saat sampai di depan pintu kamar pengantin Daniel langsung memutar handel pintu dan mendorong daun pintu itu. Tampak Miranda sedang duduk di kursi rias membongkar riasan rambut dan wajahnya.
Melihat Daniel melangkah masuk, Miranda tampak tersenyum senang dia segera bangkit berdiri mendekati Daniel yang sedang berdiri di depan koper nya.
“Kak, tolong buka retsletingku, ga bisa nich...” ucap Miranda dengan suara manja sambil memberikan punggungnya.
Daniel menoleh sekilas. Lalu dia memegang puller atau penarik retsleting dan..
SRRREEEEETTTTTT
Daniel menurunkan puller retsleting itu dengan cepat tanpa melihat ke arah Miranda. Dan setelahnya Daniel segera mengambil baju ganti dan melangkah menuju ke kamar mandi.
“Sial, benar benar tidak ada romantis romantisnya. Apa dia benar benar tidak bernafsu pada perempuan.” Gumam Miranda dalam hati sambil menatap punggung Daniel yang berlalu menuju ke kamar mandi.
“Hmmm tunggu saja nanti. Mumpung dia mandi botol air mineral aku kasih obat perangsang saja. Nanti kalau dia haus paling juga akan langsung meminumnya tanpa curiga segel sudah terbuka...” ucap Miranda yang sudah menyiapkan obat perangsang untuk malam pertamanya. Miranda pun segera membuka segel botol botol air mineral yang ada di atas nakas, lalu dia masukkan obat perangsang ke dalam botol itu. Dan setelahnya dia tutup rapat rapat kembali tutupnya. Segel dia buang ke tempat sampah.
🤣🤣