NovelToon NovelToon
Terjebak Di Dunia Siluman Burung Garuda Emas

Terjebak Di Dunia Siluman Burung Garuda Emas

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Mengubah Takdir / Romansa / Masuk ke dalam novel / Penyeberangan Dunia Lain / Fantasi Wanita
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Wardha

Aurora terbangun dari tidurnya dan mendapati dirinya berada di dunia asing yang begitu indah, penuh dengan keajaiban dan dikelilingi oleh pria-pria tampan yang bukan manusia biasa. Saat berjalan menelusuri tempat itu, ia menemukan sehelai bulu yang begitu indah dan berkilauan.

Keinginannya untuk menemukan pemilik bulu tersebut membawanya pada seorang siluman burung tampan yang penuh misteri. Namun, pertemuan itu bukan sekadar kebetulan—bulu tersebut ternyata adalah kunci dari takdir yang akan mengubah kehidupan Aurora di dunia siluman, membuatnya terlibat dalam rahasia besar yang menghubungkan dirinya dengan dunia yang baru saja ia masuki.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wardha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pertulangan baru

Di negeri di atas awan, tempat Kerajaan Aetheroin berdiri megah, seluruh rakyat berkumpul dalam perayaan terbesar sepanjang sejarah. Hari itu bukan sekadar perayaan kemenangan, melainkan peneguhan takdir bagi dua jiwa yang telah ditentukan oleh kitab emas.

Aurora, sang pahlawan yang berhasil mengalahkan Dewa Kegelapan, melangkah anggun menuju singgasana. Gaun putih berkilauan bak cahaya bintang membalut tubuhnya, sementara rambut peraknya melambai tertiup angin surgawi. Mahkota Kerajaan Garuda Emas disematkan di kepalanya—sebuah simbol kejayaan, harapan, dan cahaya bagi Aetheroin.

Di sisinya, Pangeran Raviel—pewaris tahta yang gagah dan bijaksana, menerima mahkota emasnya. Namun, hubungan mereka bukan sekadar raja dan ratu. Kitab emas, artefak tertua yang menyimpan hukum takdir, telah memilih mereka untuk saling melengkapi. Aurora adalah jantung Raviel, sumber cahaya dan kehidupannya, sementara Raviel adalah sayap emas bagi Aurora, pelindung abadi yang akan selalu berada di sisinya.

Malam itu, langit Aetheroin dipenuhi kilauan emas dan perak, menggambarkan kejayaan baru yang akan mereka bawa bagi negeri langit. Aurora dan Raviel tidak hanya bersatu sebagai pemimpin, tetapi juga sebagai takdir yang terjalin erat, membawa harapan dan kedamaian bagi seluruh rakyat mereka.

Setelah penobatan yang megah, kebahagiaan menyelimuti seluruh Kerajaan Aetheroin. Aurora dan Raviel, kini sebagai raja dan ratu, berjalan bersama di balkon istana, menyaksikan rakyat yang bersuka cita. Lampion emas dan perak terbang ke langit, seolah menari bersama bintang-bintang, sementara musik merdu menggema di seluruh negeri.

Aurora menoleh pada Raviel, mata safirnya berkilauan penuh ketenangan. “Akhirnya ... semua ini berakhir,” bisiknya, mengingat peperangan panjang yang hampir merenggut segalanya.

Raviel tersenyum, menggenggam tangannya erat. “Bukan akhir, tapi awal dari segalanya.”Raviel menghadap Aurora, tangannya menyentuh lembut jemari Aurora. "Mau berdansa, Ratu Aurora?”

Aurora tersenyum lebar, " Tentu,"

Malam itu, mereka menari di bawah sinar bulan, diiringi nyanyian rakyat yang mengucapkan doa bagi kerajaan. Kilauan emas dari mahkota mereka mencerminkan cahaya yang mereka bawa—bukan hanya sebagai penguasa, tetapi sebagai dua hati yang dipersatukan oleh takdir.

Di dalam istana, kitab emas berpendar lembut, seolah memberkati persatuan mereka. Aurora adalah jantung yang akan selalu berdetak untuk kerajaan, dan Raviel adalah sayap yang akan melindunginya dari segala bahaya. Bersama, mereka akan membawa Aetheroin menuju era baru yang penuh kedamaian dan cahaya.

Dan malam itu, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, langit Aetheroin bersinar lebih terang dari biasanya—seperti kisah mereka yang baru saja dimulai.

 

Pagi pertama setelah penobatan, sinar mentari keemasan menyinari Istana Aetheroin, kediaman para siluman garuda. Aurora terbangun dengan senyum di wajahnya, merasakan ketenangan yang telah lama ia rindukan. Suara burung-burung langit bernyanyi lembut di balkon kamar mereka, seolah menyambut hari baru dengan penuh harapan.

Di sisi lain ruangan, Raviel telah bersiap dengan jubah putih dan emasnya, menatap istrinya dengan lembut. “Hari ini adalah awal perjalanan kita,” katanya, menghampiri Aurora dan mengecup puncak kepalanya dengan penuh kasih.

Aurora tersenyum. “Aku masih belum percaya bahwa akhirnya kita sampai di sini.”

Raviel menggenggam tangannya. “Aku bersumpah akan selalu berada di sisimu, sebagai pelindungmu, sebagai sayap emasmu.”

Aurora menatap dalam-dalam ke mata Raviel, merasakan kehangatan yang membuatnya tenang. “Dan aku akan selalu menjadi cahaya hatimu, sebagai jantungmu.”

Saat itu, kitab emas yang berada di ruang suci kembali bersinar, mencerminkan takdir yang telah dituliskan. Persatuan mereka bukan sekadar pernikahan dua pemimpin, tetapi juga penyatuan kekuatan yang menjaga keseimbangan Aetheroin.

Di luar istana, rakyat berkumpul, menunggu pasangan kerajaan mereka. Ketika Aurora dan Raviel melangkah ke balkon utama, sorak-sorai memenuhi udara. Mereka adalah simbol harapan, cinta, dan kejayaan.

Malam harinya, Aetheroin kembali merayakan kebahagiaan. Langit dipenuhi cahaya kristal yang berpendar seperti bintang jatuh. Aurora dan Raviel menari di taman langit, di bawah pohon abadi yang konon mengikat takdir para penguasa sebelumnya.

“Apa kau percaya pada keajaiban, Raviel?” tanya Aurora, suaranya lembut seperti angin malam.

Raviel tersenyum, menariknya lebih dekat. “Aku percaya, karena kau adalah keajaiban itu.”

Di bawah langit yang bersinar terang, mereka berdua berjanji, bahwa apa pun yang terjadi, mereka akan selalu bersama—bukan hanya sebagai raja dan ratu, tetapi sebagai dua jiwa yang ditakdirkan untuk selamanya.

 

Hari-hari berlalu di Kerajaan Aetheroin dengan penuh kedamaian. Aurora dan Raviel memerintah dengan bijaksana, membawa kesejahteraan bagi rakyat mereka. Namun, meski tugas sebagai pemimpin begitu berat, mereka selalu menemukan cara untuk merayakan kebersamaan mereka.

Suatu senja, saat matahari hampir tenggelam, Aurora dan Raviel berjalan di atas Jembatan Langit, sebuah jalur mengapung yang menghubungkan istana dengan taman surgawi. Angin lembut berhembus, membawa aroma bunga etheris yang hanya mekar saat senja.

Aurora menggenggam tangan Raviel erat, matanya menerawang ke langit yang berubah jingga keemasan. “Terkadang aku masih bertanya-tanya, apakah ini benar-benar nyata?”

Raviel menoleh, tersenyum lembut. “Apa yang kau ragukan?”

Aurora menatapnya. “Segalanya terasa begitu sempurna. Kedamaian ini, kebersamaan kita setelah semua yang kita lalui, rasanya seperti mimpi.”

Raviel mengangkat tangannya, menyentuh wajah Aurora dengan lembut. “Mimpi tidak akan terasa seindah ini.”

Aurora tersenyum, bersandar di bahunya. “Aku tidak butuh mahkota atau gelar untuk bahagia. Yang kubutuhkan hanya kau, Raviel.”

Raviel menghela napas, lalu dengan lembut menarik Aurora dalam pelukannya. “Dan aku akan selalu di sini, Aurora. Sebagai pelindungmu, sebagai sayap emasmu, sebagai seseorang yang mencintaimu lebih dari apa pun.”

Malam itu, mereka duduk di taman, menyaksikan cahaya bintang yang berkelap-kelip di atas langit Aetheroin. Kitab emas yang tersimpan di ruang suci kembali berpendar, menandakan bahwa cahaya mereka tak akan pernah padam.

“Sudah melupakan rumahmu di alam manusia?”

“Tidak. Tapi aku pun tidak mungkin meninggalkan semuanya,”

“Apa karena aku?” Raviel menatapnya dengan cinta. “Kita baru hitungan hari bersama. Tapi ... Rasanya seperti sudah bertahun-tahun lamanya.”

Aurora tertawa pelan, “Anggap saja begitu.”

Mereka telah melewati kegelapan, dan kini, mereka akan terus berjalan bersama dalam cahaya—selamanya.

 

Fajar menyingsing di Aetheroin, menandakan awal dari perjalanan baru. Kali ini, giliran Raviel yang harus menguji kekuatannya. Sebagai Raja Garuda Emas, ia harus menemukan sesuatu yang masih tersembunyi di Bumi—sebuah peninggalan kuno yang akan menambah kekuatannya dan mengukuhkan takdirnya sebagai pelindung sejati Aurora.

Di ruang suci Istana Aetheroin, Kitab Emas terbuka dengan sendirinya, menampilkan tulisan bercahaya yang hanya bisa dibaca oleh mereka yang dipilih.

“Sayap emas harus turun ke tanah, mencari cahaya yang tersembunyi di antara bayangan. Hanya dengan menemukan yang hilang, ia akan menjadi lengkap.”

Aurora dan Raviel bertukar pandang. Mereka tahu, perjalanan ini bukan hanya tentang kekuatan Raviel, tetapi juga tentang ujian yang akan mengikat mereka lebih erat.

“Sesuatu yang tersembunyi di bumi,” Aurora berpikir keras. “Mungkinkah ini tentang peninggalan para leluhur?”

Raviel mengangguk. “Hanya ada satu cara untuk mengetahuinya.”

Tanpa membuang waktu, mereka mengenakan jubah perjalanan mereka. Aurora, dengan jubah putih berhiaskan emas, membawa pedang cahaya miliknya. Sementara Raviel, dalam jubah putih keemasan, merasakan energi mengalir dalam tubuhnya—seolah kekuatan yang lebih besar menunggu untuk ditemukan.

Dibantu oleh para penjaga langit, mereka melompat dari gerbang emas Aetheroin, turun melewati kabut yang memisahkan dunia atas dan bawah. Semakin mereka mendekati bumi, mereka bisa merasakan perubahan energi—udara yang lebih berat, langit yang lebih kelam, dan bisikan samar yang seolah menuntun mereka ke suatu tempat.

Mereka mendarat di tengah hutan lebat, tempat di mana legenda mengatakan bahwa peninggalan kuno tersembunyi. Namun, bukan hanya mereka yang mengetahui rahasia ini. Di kejauhan, sepasang mata gelap mengawasi mereka dari balik pepohonan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!