NovelToon NovelToon
The Miracle

The Miracle

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Menikah Karena Anak / Duda / Ibu Tiri / Trauma masa lalu / Tamat
Popularitas:46.2k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Kecelakaan mengerikan membuat Pelangi Jingga Cakrawala lumpuh, membuatnya kehilangan semangat hidup dan harapan akan mimpinya menjadi seorang balerina terkenal. Ia pesimis akan pulih kembali dan menolak semua bentuk terapi yang disarankan.

Sebagai terapis andal, Lentera Bentang Nirbatas yang ditawari pekerjaan untuk membantu memulihkan kondisi bocah itu merasa tertantang. Meskipun awalnya kesulitan menangani sikap Pelangi yang penuh amarah, perlahan-lahan Lentera mampu membuat Pelangi mau membuka diri.

Hal itu membuat Rimba Fajar Cakrawala jatuh hati pada Lentera. Akankah Rimba mampu meyakinkan jika cinta yang ia tawarkan bukanlah atas balas budi karena telah membuat anaknya bisa berjalan lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

Lentera mungkin saja bisa menghindari Rimba, tapi tidak dengan Rembulan yang sekalin hari semakin terlihat ingin dekat dengannya. Bahkan weekend ini Rembulan mengajak Lentera keluar, wanita itu tak menerima penolakan sehingga mau tak mau Lentera ikut dengannya.

"Apa kau tak ingin mengajakku juga?" tanya Senja, sedari tadi ia memperhatikan Rembulan hanya sibuk membujuk Lentera sementara dirinya yang berada tepat di sampingnya tak di perdulikannya.

"Oh maafkan aku Mom," Rembulan menepuk keningnya. "Aku pikir Mommy ingin menemani Pelangi les piano."

Sejak Pelangi mulai aktiv sekolah, bocah itu pun mulai kembali les musik untuk mengisi akhir pekannya di sela-sela kesibukannya terapi.

"Ada yang ingin aku beli, lagi pula sudah ada tiga pria yang menjaga Pelangi untuk apa aku ikut menemaninya hanya membuat konsentrasi Pelangi pecah."

Pelangi terkekeh. "Akhirnya Eyang menyadarinya.."Senja yang terlalu over dalam memberikan semangat kepada Pelangi, justru terkadang membuat konsentrasi bocah itu terganggu.

Mendengar ucapan Pelangi, yang lainnya pun ikut tertawa, namun Lentera hanya tersenyum malu-malu.

"Okay," Rembulan menoleh ke arah Rimba. "Bolehkah aku pinjam mobil, Mas?"

Belum sempat Rimba merogoh saku celananya, Jagat sudah mengeluarkan kunci mobilnya. "Pakai saja punyaku,"ia memberikannya kepada istrinya.

Rembulan mengambilnya dengan riang. "Terima kasih," ia memberikan kecupan manisnya di pipi Jagat, namun sayangnya Jagat tak memberikan reaksia apa pun, wajahnya terlihat datar dan dingin, hal itu membuat Lentera merasa iba kepada Rembulan.

Rembulan sempat terlihat sedih dengan reaksi Jagat, tapi kemudian ia tersenyum dan beranjak dari tempat duduknya. "Come on girl's," ucapnya dengan riang seolah barusan tak terjadi apa-apa.

"Sayang, kakak pergi dulu ya sebentar, nanti Kakak akan kembali lagi saat jam latihan di mulai," ia mengecup pipi Pelangi yang menggembung penuh dengan stroberi.

"Have a good day Kak," Pelangi melambaikan tangannya.

Lentera hanya sedikit tersenyum pada Rimba sebagai ungkapan pamitnya pada pria itu, kemudian ia beranjak dari tempat duduknya menyusul Senja dan Lentera yang sudah terlebih dahulu berjalan keluar dari ruang makan.

Rembulan mengendari kendaraan suaminya dengan hati-hati. Cadillac biru pucat itu meluncur mulus tanpa suara sedikit pun melewati deretan rumah mahal milik miliuner yang menghiasi komplek perumahan tempat tinggal Rimba.

...****************...

“Kita belanja di GI saja ya,”ucap Rembulan sambil mengemudikan kendaraan suaminya.

Senja melemparkan lirikan ke arah Rembulan yang berada di sampingnya. “Ya, ke sana saja yang dekat karena kita tak bisa berlama-lama meninggalkan Pelangi.”

Sementara Lentera hanya mengangguk setuju, selain itu ia pun tak hafal mall maupun jalanan ibu kota.

"Sampai sekarang aku masih heran," Senja memulai obrolannya. "Kau dan Mentari begitu berbeda. Kau sangat cerdas dalam memimpin perusahaan, dan setia pada suamimu. Ya mesti sekarang Jagat masih terlihat kesal karena kau pernah mengabaikannya, tapi setidaknya kau tidak menduakan suamimu dengan pria lain dan menurut Rimba perusahaan keluargamu jauh lebih berkembang sejak di bawah kepemimpianmu di banding dengan Mentari."

Rembulan membelokkan kendaraannya menuju parkiran, ia sempat tersenyum sinis mendengar ucapan Senja. "Semua itu tak ada artinya di mata orang tuaku, yang mereka lihat dan anggap hanyalah Mentari, padahal aku hampir saja mengorbankan rumah tanggaku demi perusahaan itu, tapi mereka tetap tak menghargai usahaku mengembangkan perusahaan itu, mereka kini justru memilih tinggal di luar negeri," suara Rembulan terdengar sangat berat, ia seperti sedang menahan tangisnya.

"Orang tuamu memang sungguh sangat keterlaluan, mereka bahkan tak pernah menjenguk Pelangi sejak kejadian itu,"ucap Senja kesal. "Aku tahu, sebetulnya mereka tak benar-benar merestui pernikahan Mentari dengan Rimba, kerena waktu itu kami masih merintis. Tapi kalau tahu kakakmu itu seorang play girl aku pun tak akan merestui Rimba menikah dengannya."

Senja menatap Rembulan lekat-lekat saat Rembulan memarkirkan kendaraannya. "Aku memang masih kesal dengan apa yang Mentari lakukan kepada Rimba, begitu pula dengan sikap orang tuamu. Tapi, aku sama sekali tak marah apa lagi membencimu, karena kau tak terlibat. Jadi kau jangan sungkan-sungkan datang kepadaku atau pun Rimba, jika kau membutuhkan bantuan. Aku yakin kau bisa merebut kembali hati suamimu."

Rembulan menarik rem tangan, kemudian ia berbalik menghadap Senja. "Oh mom, thank you," ia memeluk Senja dengan erat. Dari kursi belakang Lentera bisa melihat jika sebenarnya Senja merupakan sosok ibu yang berhati lembut, hal itu mengingatkannya pada sosok almarhum ibundanya.

Mendadak Lentera teringat saat ibundanya sakit keras, saat paling berat dalam hidupnya, saat di mana seseorang merenggut kehormatannya dan menghancurkan dirinya. Mendadak dada Lentera menjadi sangat sesak, dengan sekuat tenaga ia menghalau cuplikan kenangan itu yang mencoba melintas kembali dalam benaknya.

Lentera tersentak ketika, Rembukan melongok dari pintu mobil di sampingnya. "Lentera, kau baik-baik saja?" tanyanya dengan wajah bingung, melihat wajah Lentera yang mendadak menjadi pucat pasi. "Kau tidak sedang sakit kan?"

"Ti-tidak," ucapnya tergagap. "Aku baik-baik saja," Lentera berusaha untuk kembali terlihat normal, ia meraih tasnya dan menyelempangkan di pundaknya, barulah ia turun dari mobil.

Jika di lihat sekilas, Lentera memang tampak terlihat normal dan ceria seperti wanita muda pada umumnya namun jauh di dasar hatinya ia begitu rapuh, batinnya hancur berkeping-keping setelah kejadian mengerikan itu, tapi Lentera mencoba menguburnya dalam-dalam hingga yang nampak padanya hanya sebuah topeng yang selalu ia pakai.

Rasa mual dan sesak kembali melanda Lentera ketika Rembulan dan Senja berjalan menuju tempat pakaian tidur sexy. Rembulan memang berniat membeli bebrapa pakaian sexy untuk menggoda suaminya. "Bulan lalu aku sudah melepas alat kontrasepsiku dan minum vitamin penyubur kandungan, aku ingin sekali punya anak," ucap Rembulan.

"Wah bagus itu!" seru Senja, ia meraih pakaian tidur sexy menerawang berwarna merah menyala. "Nanti malam kau pakai ini, aku yakin Jagat pasti tidak akan melepaskanmu," Senja memasukannya ke kantong belanjaan Rembulan.

Rembulan tertawa. "Mommy beli juga dong, biar makin hot juga sama Daddy."

"Daddy lebih suka jika mommy pakai warna hitam." kaduanya tertawa sembari memilah memilih berbagai macam model pakai tidur yang terpajang di sana.

Sementara Lentera hanya terdiam dan menunduk, obrolan bertemakan keluarga, suami dan anak. Obrolan yang paling ia hindarkan, di satu sisi ia ingin bisa di cintai dan mencintai, memiliki keluarga yang utuh seperti yang lain. Tapi di sisi lain, ia begitu takut, Lentera merasa dirinya begitu kotor hingga tak pantas untuk siapa pun, bahkan ia tak sanggup untuk di sentuh maupun menyentuh pria.

"Aku tunggu di sana saja ya," ucap Lentera memotong obrolan Senja dan Rembulan.

Rembulan tersenyum dan mengangguk. "Iya nanti kami akan ke sana, kamu pilih saja apa yang mau kamu beli."

Setelah melihat Lentera pergi, Senja mendekat lebih dekat ke arah Rembulan. "Mungkin dia agak risih ya mendengar obrolan kita," bisiknya.

"Ya dia kan belum nikah, Mom. Jadi mungkin bingung juga kalau ikut nimbrung, ya sudahlah nanti kita susul." Rembulan mempercepat perburuannya mencari pakaian tidur agar ia bisa cepat menyusul Lentera.

Mereka kembali berkumpul di meja kasir, Rembulan memaksa membayar semuanya karena ia merasa bertanggung jawab mengajak Senja dan Lentera berbelanja. "Ini punya Mommy," Rembulan menyerahkan belanjan Senja yang telah ia bayar, kemudian beralih ke Lentera. "Yang ini punyamu," ia mengerutkan keningnya saat menyerahkan ke Lentera. "Kau yakin hanya beli itu?"

Lentera tersenyum sembari menganggukan kepala. "Aku hanya membawa koper kecil, jika aku berbelanja nanti koperku tidak muat. Lagi pula aku tidak kemana-mana jadi aku rasa aku tidak memerlukan pakaian baru."

"Tadi kalau tidak salah kau membeli dasi," sahut Senja dengan wajah penasaran. "Apa kau ingin paketkan untuk kekasihmu? Atau kekasihmu ada di Jakarta? Aku tidak melarangmu punya pacar hanya saja kau tidak boleh pacaran di rumah putraku sebab itu contoh yang tidak baik untuk Pelangi."

Lentera menggeleng. "Tidak, Nyonya. Dasi ini untuk Pak Rimba, karena sejak awal aku datang, aku melihat dasi Pak Rimba sudah terlalu ketinggalan zaman sehingga ia jadi terlihat lebih tua."

Seketika Rembulan tertawa terbahak-bahak. "Kakak iparku memang seleranya norak, kau cocok jadi istrinya." tawa Rembulan terhenti saat Senja dengan wajah seriusnya menyenggol lengannya.

"Kau tidak sedang mencari perhatian Rimba dan Pelangi, agar hubungan kalian tidak sekedar terapis dengan pasien? Aku peringatkan padamu sekali lagi, Rimba tengah fokus pada kesembuhan putrinya dan pada pekerjaannya. Jika nanti Pelangi sembuh, aku berniat menjodohkan Rimba dengan wanita dari pesantren yang tidak berpacaran dan hinggap ke sana sini!" ucap Senja dengan tegas.

Lentera tersenyum santai menanggapi Senja, "Seperti yang pernah aku katakan, aku tidak pernah berniat mendekati siapa pun. Aku membelikan mukena ini untuk Pelangi untuk mempermudahnya beribadah dengan kursi rodanya, dan untuk dasi ini pun aku tak ada niat apa pun. Aku hanya berpikir, seorang seperti Pak Rimba tentu banyak bertemu dengan orang, dan penampilan menjadi salah satu hal yang penting untuk menyakinkan clienntnya." Lentera mengulurkannya kepada Senja. "Silahkan Nyonya saja yang memberikannya, tak perlu mengatakan aku yang memilihnya."

Lentera tak ingin pemberiannya di salah artikan oleh Senja, hubungannya dengan Senja mulai membaik sehingga ia tak ingin memiliki gesekan apa pun.

1
Ersa
Luar biasa
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
wahh ga terasa tiba2 udah pembukaan 9 aja
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
waahhh akhirnya selesai...
berakhir bahagia utk semuaa..lentera juga sudah berhasil mngatasi trauma atas sentuhan laki2...
terimakasih Kak Irmaa utk karyanya..
mohon maaf baru bs menyelesaikan bab ini hingga akhir..🙏
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
eehhh tidur bohongan toh ternyata 🤭
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
Pelangi hanya berusaha tegar.. di dalam hatinyaa dia sangat mrindukan Lentera
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
astaga Lenteraa kenapa kau malah pergi disaat orang2 bgitu menyayangimu dan mencintaimu.
Kau harusnya bs bangkit melawan traumamu dan jangan berpikiran buruk terus. Jika Pelangi saja bs smbuh dan bangkit..kaupun harusnya jg bisa.
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
jahat bener Guntur...
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
waduhhh kasihan Rimba..bukannya dapat ciuman malah dapat dorongan 🤭
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
kereeennn
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
kasus pemerkosaan seperti Gunung Es..krn bnyak yg tidak melapor jadi seakan kasus tersebut kadang tdk terdeteksi.
Apalagi jika pelaku adalah org terdekat..alhasil mereka tdk mau mengungkapkan dan melaporkan ke Polisi.
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
eehh....Lentera salah paham ini
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
Moment yg sangat spesial..
Peraayaan ulang tahun Pelangi
Hamilnya Rembulan
dan akhirnya Lentera mau menerima lamaran Rimba dengan restu Senja..🥰🥰🥰

semoga tak ada lagi halangan utk mererka smua
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
akhirnyaa restu dari Senja keluar jugaa...

Tak mungkin kan Eyang merusak kebahagiaan Pelangi...😉
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
alhamdulillah...
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
Wahh akhirnya pelangi yang bergerak juga nih...
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
tak apa2 Lentera..segala masalah jgn kau pendam sendiri. Mngkin dengan bercerita ke org terdekat hatimu bs lega dan jalan utk kesembuhannmu jg terbentang luas
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
astagfirullah....sudah memperkosa ini malah membunuh janin anaknya..dosamu makin besar Pak...
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
jahatnyaaa smpai ngancem gt
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
astagfirullah...ternyata ayah dtirinya yang jahat
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
eehhh kok Rimba tauu yaa...apa dia mnyelidiki masa lalu Lentera kah...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!