Arkan itu nama ku,harus rela mengikhlaskan masa muda.
Ketika orang tuaku terlilit hutang terhadap seorang rentenir akibat gagal panen.
Tante Maura seorang rentenir tersebut meminta kedua orang tua ku agar segera melunasi nya. Jangan kan untuk melunasi hutang untuk kehidupan sehari-hari pun pada saat ini kami sedang kesusahan.
Tante Maura mengajukan syarat yaitu hutang lunas asalkan aku mau menikah dengan nya.
Mau nolak kasihan terhadap kedua orang tua ku, mau terima juga sungguh nggak mungkin.
Sebab dia lebih pantas menjadi ibu ku.
Akan kah Arkan menikahi tante Maura?
Atau ada cara lain untuk membebaskan kedua orang tuanya dari lilitan hutang?
Yuk ikuti kisah nya!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gentra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 21
Di pagi hari
Seperti biasa selama satu minggu terakhir,Arkan selalu murung dan enggan untuk melakukan apapun.
Bu Marni mendekat ke arah Arkan yang sedang duduk di teras belakang rumah sambil menikmati udara pagi.
"Kamu kenapa sih, ko Ibu perhatikan satu minggu terakhir ini seperti murung? " tanya Bu Marni terhadap sang anak, yang terus berdiam diri.
"Nggak apa-apa,Bu, hanya saja serasa ada yang kurang" Jawab Arkan, yang pandangan nya lurus ke depan.
"Kamu ingat sama Maura? " tanya Bu Marni lagi.
"Entah lah, Bu? "
"Jika kamu sangat membutuhkan nya, carilah dia minta maaf " perintah sang ibu terhadap Arkan.
"Tapi, aku harus mencarinya ke mana?aku saja nggak tahu dia pergi ke mana? " jawab Arkan dengan tatapan putus asa.
"Kamu bisa tanya, Sama orang kepercayaan atau pelayanan"kata Bu Marni sambil menatap lekat wajah sang putra, yang terlihat sangat putus asa.
"Tapi aku tidak punya nomor orang kepercayaan Maura atau pelayannya yang ikut bersamanya "jawab Arkan
"Ya kamu usaha dong, masa gitu aja sudah nyerah jika memang kamu ingin mencari mau rakyat kamu harus kerja keras "kata Bu Marni mengingatkan sang anak agar dia berusaha lebih kuat, untuk bisa menemukan keberadaan Maura.
"Aku bingung harus memulai mencarinya dari mana! "jawab Arkan.
"kamu kan ada temen ko,Jaka pasti dia bisa bantu kamu jika minta bantuannya, secara dia kan banyak link-nya jadi sudah jelas bisa mengetahui dengan mudah keberadaan Maura "
" kok aku nggak kepikiran ya ke si Jaka "
"Ya sudah kamu sana hubungi Jaka siapa tahu bisa membantu kamu secepatnya, jadi bisa ketemu Maura dalam waktu singkat "perintah Bu Marni terhadap Arkan.
"ya sudah kalau begitu, aku siap-siap dulu untuk ketemu sama Jaka "kata Arkan sambil bangkit dari duduknya, lalu berjalan perlahan meninggalkan Bu Marni yang masih berada di teras belakang.
Arkan sudah berada di dalam kamar, dia berganti pakaian dan langsung mengambil kunci motornya.Sebab dia belum bisa mengendarai mobil, selama ada Maura selalu di antar oleh sopir ke mana pun akan pergi.
Arkan sudah berada di halaman rumah, dia langsung mengambil sepeda motornya untuk segera pergi untuk menemui Jaka di kampus.Mereka akan bertemu di sana, Arkan juga sudah lama tidak datang ke kampus.
Arkan menyalakan mesin sepeda motornya, lalu dia melaju dengan kecepatan sedang. sebab dia masih trauma dengan kejadian beberapa tahun lalu, yang mengakibatkannya patah tulang kaki sehingga tidak bisa berjalan dalam waktu yang cukup lama.
Selama di dalam perjalanan Arkan terus memikirkan di mana Maura bagaimana keadaannya. padahal sebelum Maura pergi dia tidak pernah bersikap baik sedikitpun terhadapnya, bahkan Arkan selalu menganggap apa yang terjadi dengan dirinya itu semua gara-gara Maura.Dan dia selalu berpikir Maura itu pembawa sial untuk kehidupan Arkan, tetapi nyatanya dia sangat membutuhkan Maura ketika orang itu sudah tidak ada di sampingnya lagi.
sepanjang perjalanan dia menyesali apa yang sudah dilakukannya terhadap Maura, andai saja waktu bisa mengulang kembali semuanya. Arkan akan berlaku baik terhadap Maura, dia tidak akan berlaku kasar dan jahat terhadapnya.kenapa penyesalan ini selalu datang terakhir, andai saja dia menyadari perasaan ini lebih dulu terhadap Maura mungkin Maura tidak akan pergi darinya.
Padahal jaka dan Bu Marni selalu mengingatkan Arkan,bahwa Maura itu orang yang baik dan orang yang tepat untuk mendampingi Arkan.Tetapi Arkan pada saat itu tidak menerima apapun yang dikatakan Jaka sama Bu Marni, dia selalu menganggap Maura itu pembawa sial.
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama, akhirnya Arkan sampai di kampus.Dia langsung memarkirkan sepeda motornya dan menuju kantin di mana dia sudah berjanji dengan Jaka akan bertemu di sana.
Arkan melangkah dengan cepat, agar segera sampai di tempat tujuan.Sebab dia sudah tidak sabar lagi untuk meminta bantuan Jaka, agar bisa menemukan Maura dalam waktu cepat.
Setelah beberapa saat Arkan sudah sampai di kantin, dan di sana sudah ditunggu oleh Jaka.
Arkan langsung duduk di kursi yang berhadapan dengan Jaka.
"tumben kamu ngajak bertemu?"tanya Jaka terhadap Arkan, sebab sudah beberapa lama Jaka seperti ada jarak dengan Arkan, akibat Jaka selalu menasehati Arkan agar berlaku baik terhadap Maura. dan Arkan tidak menyukai hal itu.
"Aku ingin meminta bantuanmu! "kata Arkan dengan penuh permohonan, sambil menatap lekat wajah sahabatnya itu.
"Memangnya apa yang bisa aku lakukan untuk kamu ? "jawab Jaka.
"Aku ingin mencari keberadaan Maura, tapi nggak tahu harus mencari dia di mana dan memulainya dari mana! "kata Arkan.
"Terus apa yang bisa aku lakukan untuk membantu kamu, aku saja tidak tahu teman Maura dan yang lain sebaiknya bahkan asal Maura dari manapun aku nggak tahu!" jawab Jaka.
"Aku mohon sama kamu tolong bantu aku untuk mencari keberadaan Maura.Aku akan minta maaf dengan semua yang pernah aku lakukan terhadapnya, ternyata aku tidak bisa hidup tanpa dia aku sudah nyaman berada di dekatnya.Hari-hariku tanpanya serasa ada yang hilang dari diriku"kata Arkan sambil menatap lekat wajah Jaka dengan wajah penuh penyesalan, dia sungguh menyesal dengan apa yang telah dilakukannya terhadap Maura.
Setelah cukup lama percakapan di antara keduanya, akhirnya Jaka menyetujui untuk membantu Arkan dalam mencari keberadaan Maura.Fengan satu syarat bahwa Arkan akan memperlakukan Maura dengan baik dan itu disetujui olehnya.
Dan akhirnya Arkan setuju dengan semua syarat yang diberikan oleh Jaka , dan perbincangan di antara keduanya pun sudah selesai.
mulai besok Jaka dan Arkan akan mencari keberadaan Maura, melalui orang-orang yang pernah berhubungan baik dengan Maura Dengan melakukan itu siapa tahu ada yang mengetahui keberadaan Maura pada saat ini.