NovelToon NovelToon
Bodyguard Kemayu

Bodyguard Kemayu

Status: tamat
Genre:Harem / Mata-mata/Agen / Tamat
Popularitas:796.2k
Nilai: 5
Nama Author: Septira Wihartanti

Ai Awso, si Bodyguard tapi lenje, suatu saat mendapat tawaran untuk mengawal Maria Zhang, Selebritis Seksi yang galak. Maria konon dihantui oleh sosok hantu penuh dendam, namun sosoknya meneror semua agen wanita yang ia sewa. Sosok itu tidak muncul kalau ada pria di dekat Maria.
Maria benci laki-laki karena rasa traumatis. Karena itu, Ai yang kemayu kerap dipilih untuk mendampinginya.

Mereka selalu berdua kemana-mana sampai akhirnya Maria lupa, kalau walau pun kemayu, tapi Ai laki-laki tulen. Gayanya aja lenje, tapi kalau udah berantem ya lebih gahar dari pria tulen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septira Wihartanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jadi Gini... Gitu!

Lagi-lagi Pak Ares Bakayarou menarik napas, tandanya ia sedang berdoa memohon supaya ia diberi kesabaran lebih oleh Yang Maha Kuasa.

Malam ini saat membuka pintu rumah yang sudah dikunci karena sudah larut, ia mendapati anak laki bertulang mleyot-nya sedang dipapah masuk oleh seleb cantik glamor seksi tapi 'berbahaya'. Hanya bisa didekati kalangan tertentu.

"Pah, Makiato eike mana?" desis Ai dengan kondisi masih diperban dan Maria Zhang memeluk tubuhnya untuk menopang agar Ai tidak limbung.

Pak Arman pun mengernyit. Pikirnya : Ni anak udah pulang malem, ganggu orang mau istirahat, ngucap salam kek, malah nyariin minum overgula-nya. "Udah dihabisin Glady," desis Pak Arman cuek sambil berlalu.

"Laaah, katanya itu punya Glady hadiah dari Pakde Yaaaaan," seru Glady dari arah dapur. Dia jelas nggak mau disalahin dong.

"Papa nggak bilang itu hadiah buat kamu. Papa bilangnya, nih minum aja dari Pak Boss," desis Pak Arman sambil melanjutkan mengelap laras panjangnya. Kali ini senjata legend sejuta umat. AK47, tapi ini chrome emas.

"Udah muter-muter aja kalimatnya," gerutu Ai sambil masuk rumah sambil tertatih-tatih.

"Ih, Kak Ai kereeeen," Glady menghampirinya.

"Keren apanya, eikee lagi kebeset!"

"Ya itu… Luka tanda kejantanan," desis Glady.

"Heh, kata-kata itu nggak seharusnya diucapkan anak 10 taun ya! Bisa-bisa disensor editor!" seru Ai kesal.

"Luka gitu aja sampe dipapah cewek, dasar Lenjemenye,"

"Perih ini Pah, pain killernya khasiatnya hampir habis,"

"Pain killer? Lemah banget kamu," cebik Pak Arman sinis. "Kalah sama ibu-ibu melahirkan,"

Iya lah, soalnya kalau GSA generasi awal nggak ada tuh pake pain killer. Jahit ya jahit aja, double kill pokoknya nyerinya. Masalah penghematan. Eh bukan deng, ownernya rada pelit soalnya.

"Terus ngapain kamu di sini? Bukannya kerja," desis Pak Arman.

"Makanya Pah, apartemen dese nggak aman, kita mau ngungsi disindang yaaa, kan eike udah bisa tendangan berputar," Ai mengetip-ngetipkan matanya.

"Kenapa nggak di rumahnya Leon aja sih?" gerutu Pak Arman sambil sinis ngeliatin Maria.

"Di rumah Om Leon ada Anette. Eike jijay,"

"Anette?"

"Kecoak madagascar koleksi Tante Farah,"

"Kamu tembak aja susah amat. Kecoaknya yang ditembak jangan Tante Farahnya," kekeh Pak Arman.

"Pah…" Ai melepaskan Maria lalu mendekati Pak Arman extra peluk-peluk pinggang, dan berbisik. "Tante Farah tuh pake baju ato cuma bodypainting sih?"

"Khehehe, pake baju tapi mubazir,"

"Seksi banget Pah, eike sampe cenut-cenut,"

"Ya emang seksi sih tapi goya-"

"Eh Ai udah pulang? Pain killernya masih bereaksi kan?! Mariaaaa kamu nggak papa kan?" sahut Bu Ayumi ceria sambil masuk ke ruangan bawa mille crepes.

"Goya?" tanya Ai nggak jelas.

"Mama kamu dateng," Pak Arman berdehem sambil menyeringai.

"Papa tadi mau ngomong apa sih?"

"Ai mau crepes tidaaaaak?" tanya Bu Ayumi dari arah seberang sana.

"Udah sana ke mamah," Pak Arman mengokang AK47nya, JEGREKK!! Bunyinya sengaja dikencengin biar Ainya nggak bawel, sekalian ngancem.

Ai pun…

Menjauh sambil memicingkan mata menatap Pak Arman dengan super duper curigationality.

"Crepesnya mau seberapa?"

"Mau 1 slice Mah, tapi tebal ujungnya 40 derajat, jarak kakinya 70 derajat,"

Bu Ayumi menatap Ai sambil menyeringai, "Zaman sekarang jenius dan baka bedanya sedikit ya,"

"Mama gemar banget sih sama alam baka," ujar Ai sambil melahap crepes segitiga sama kaki-nya.

"Kan mama nikahnya sama Papa kamu," entahlah kalimat bermakna bias ini artinya apa, yang jelas sindiran keras sih yaaaa.

Quote Somplak of the day :

"Manusia boleh berencana, tapi saldo juga yang menentukan." ( By : Warga Twitter entah siapa namanya).

**

Di kamar Ai,

Ai meringis menahan sakit sambil membuka kaosnya, lalu ia memeriksa perban yang melilit di dadanya.

"Darahnya rembes lagi, kamu kalau gerak jangan terlalu aktif dong Ai," Maria memeriksa perban Ai dan menekan lembut perut cowok itu.

Dalam hatinya ia membatin, gaya boleh kemayu tapi otot perutnya minta digigit.

Dan tanpa sadar ia menggigit bibirnya.

"Lo kenapa? Laper? Sana makan…" kata Ai sambil menoyor dahi Maria.

"Ehem!" Maria berdehem, "Saya ganti ya perbannya,"

"Nggak usah, besok pagi Dokter Arjuna aja yang ganti. Rembes dikit gapapa, gue cuma butuh istirahat,"

Maria mengerutkan bibirnya, "Ai,"

"Hmmm…" Ai sudah berbaring di ranjangnya.

"Saya pikir lagi, sepertinya kamu lebih bagus apa adanya aja deh. Lebih natural dari pada maksain macho,"

"Nanti setannya malah ngedeket nggak jadi kabur,"

"Tapi kita kan pacaran Ai, se-centil-centilnya kamu kalo kita sering ciuman dan pelukan juga semua bakalan ngeh kalau kamu cowok normal,"

"Eike nggak centil ya, cuma dinamis aja," gerutu Ai cepat.

"Hehe, hari ini makasih ya," Maria naik ke ranjang Ai dan berbaring di sebelahnya.

"Hm," desis Ai sambil memejamkan matanya.

"Ai,"

"Apa lagi bestie," gumam Ai malas.

"Baru kali ini saya ditolak cowok,"

"Siapa?"

"Kamu,"

Ai membuka matanya dan mengernyit, "Eike? Nolak You?"

Maria mengangguk, "Kalo cowok lain sekali saya senyumin pasti jadi obsesif ke saya. Sampai jadi setan juga masih ngejar-ngejar saya," ia mengangkat bahunya, "Tapi kalau kamu rasanya ada jarak, kamu juga tak acuh ke saya. Saya goda pakai lingerie juga mukanya lempeng aja,"

"Heh, rambut bundet," gerutu Ai, "Bukannya eike cuek ye, terus eike harus ngapain kalo disodorin tapi you-nya bilang itu endorsan? Eike bukan jenis Om-Om mesum yang langsung main Hap yak! Ada harga diri dan gengsi juga! Lagian emang you mau kalo eike langsung main sosor, hah?!"

"Saya kan lagi tarik ulur, Ai..." Maria menggigit bibirnya lagi, "Habis kamu kayaknya nggak suka cewek tapi kok bisa pacaran sama ratu ular,"

"Yang itu udah End, nggak usah dibahas lagi! Eike udah sampe ngelamar you ke rumah cukong, nantangin preman, hampir dimutilasi, itu you sebut apa heh kalo bukan pengorbanan?!" Ai jadi sewot.

"Loh? Apa kamu suka sama saya beneran?"

"Ya kalo nggak ngapain juga eike bela-belain?! Masa sampe sini you nggak ngeh sih kodenyaaaaa? Eike udah sampe nahan ngompol gara-gara Anette woy! Lama-lama eike bejek tuh kecoak!"

"Saya kira selama ini kita pura-pura buat menghalau setan!"

"Kalo pura-pura tinggal ciuman tiap hari kaga usah ketemu bapak you!" Ai jadi sewot, "Eike mau bobok, bikin kesel aja!"

"Loh loh, Saya jadi bingung ini! Jangan tidur dulu dong Ai!"

"You better besok bae-baekin Eike, sekalian pijetin kalo perlu," Ai dengan hati-hati tidur miring ke samping.

**

Sementara itu di markas GSA,

"Om, nggak manusiawi deh masa aku lembur sampe jam 10?!" Nayaka mengomel sejadi-jadinya karena ia harus mengetik konsep annual report LSJ. "Kata Mbak Mia aku boleh lanjutin besok kok!"

"Boss lu kan gue, terserah aja kalo mau masuk divisinya Mia. Gue tinggal cari orang yang lebih rajin buat gantiin lo," ini beneran omelan super julidawan yang meluncur dari bibir sang Wakom GSA.

Membuat bibir seksi Nayaka langsung merengut imut.

"Dih, udah malem masih sensi juga. Kapan sih berhenti haidnya Om?!" desis Nayaka pelan.

Tak lama ponsel Rumi berdering.

"Elah ni orang nggak ada bosen-bosennya! Dibilang gue males dateng!!" gerutu Rumi.

"Apa Om? Nggak diangkat telponnya?"

"Temen kuliah gue ngajakin reuni, kekeuh banget mintanya!"

"Kenapa Om nggak mau dateng?"

"Buat apa dateng kalo cuma ngeliatin orang pamer kerjaan, pamer gaya hedon dan pamer pacar seksi?"

Sulit dipercaya kata-kata itu meluncur dari mulut Direktur LSJ, Wakil Komandan GSA, anaknya pejabat Beaufort, kurang seleb apa coba sosok Rumi nih?!

Ya yang kurang sih pacar lah yaaa.

Dan di sinilah Tante Author bikin peran Nayaka jadi penting. Maaf ya Dek Nay, kamu harus melalui omelan nyinyir Rumi sampai ke tahap ini. Sabar banget kamu nduuuk (elus-elus kepala Nayaka).

"Dateng aja Om, kan ada Nay yang bisa temenin," Nayaka malah menawarkan diri.

Rumi menatap Nayaka dari atas, ke bawah, ke atas lagi, "Gue harus bawa anak kecil, gitu? Macam babysitter aja,"

"Bagi Om Rumi, Nay memang anak kecil. Karena kita udah saling kenal dari piyik. Tapi cowok lain memandang Nay itu selebritis loh Om, walau pun Nay nggak ngapa-ngapain sih. Tiap hari banyak hadiah yang dateng, nggak jarang Nay dikasih cincin kawin," Nay berdiri sambil berkacak pinggang menantang Rumi.

Membuat Rumi mengernyit sambil munddur selangkah.

"Ya bodo amat sih gue," dengus Rumi.

"Jangan gitu dong Om, ayo sini ajak Nay ke reuni! Dijamin semua melongo ngeliat Om Rumi dateng sama Nay!"

"Duh malesin deh gue. Scene begini nih yang ala-ala Hollywood gue hindari!" ujar Rumi jutek.

"Menurut Om Rumi, Nayaka nggak cantik ya?" Nayaka maju ke depan Rumi sambil mencondongkan dagunya.

"Heh? e-em... cantik sih,"

"Seksi nggak?"

"Ya iya, kamu terlalu cepat dewasa,"

"Postur begini kemudaan buat Om?"

"Sebenarnya nggak sih,"

"Nay kurang apa?!" tantang Nayaka.

"Nggak kurang apa-apa," gumam Rumi malah merasa minder.

"Om Rumi tunggu apa lagi terus?"

"Tunggu wangsit..."

Dan begitulah, akhirnya Rumi mengirimkan whatsap ke temannya kalau ia akan datang ke reuni.

Membawa sosialita cantik, seorang Bataragunadi pula. Walau pun bawel dan agak ceroboh, paling tidak, Rumi akan kelihatan 'lengkap' daripada datang sendiri dan di cap Perjaka Tua.

1
Dehan_1
aku baru nrmu novel ini..kaya nya seru..mesti baca yg mana dulu nih biar nyambung🤭
꧁🦁mufasa🦁꧂
baen ahaaaaaa.. menek2 🤣🤣
꧁🦁mufasa🦁꧂
aku ngakak bayangin wajah si lucaaaassss
꧁🦁mufasa🦁꧂
kok aku jadi twringat yang di mana itu itali yq.. si adiba marah2 ama lucas 🤣🤣
꧁🦁mufasa🦁꧂
mantan ob pacarnya six 🤣
LOVE U TOO¹
astagaaaaaaaaaaaa mosesss masih simpen aja kata2 legem itu ya... jadi inget
LOVE U TOO¹
cie cie.. mantannya sri ratu darmaya.. alias pai su chen 🤣🤣
LOVE U TOO¹
iklaannn yooo... rimeo perni penari topeng
LOVE U TOO¹
ide yg bagusss aii biar si kamfret dapat suprised...
sukensri hardiati
sukaaa.../Rose//Heart//Pray//Ok//Good/
Cicak Speed
cucunya blm jadi x ahh
Cicak Speed
ai ijo matanya dikasih pinjem barang branded
widya widya
Baca ulangg.. karena kangen sama si Lenje Ai
Vlink Bataragunadi 👑
bjiiir baru 2 paragraph aja aku udah meleleh/Facepalm/
Vlink Bataragunadi 👑
madam, generasi pertama kaliiii
Vlink Bataragunadi 👑
ni otak Yoga ga ketuker ama pakde nya kan?
Vlink Bataragunadi 👑
aduh.... lagi....
Vlink Bataragunadi 👑
aduh..... /Cry//Cry/
Vlink Bataragunadi 👑
bjiiiir aing kaget!!! kok aku ga inget ya ad part ini padahal baca ni novel berulang-ulang
Vlink Bataragunadi 👑
dih, she falls first, but he falls harder
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!