kisah ini akan menceritakan seorang perempuan cantik yang tangguh dan kuat.
Asmara nama gadis cantik yang baru usia 17 tahun, tapi harus menggantikan posisi sang ayah sebagai direktur perusahan LION GROUP , karena ayah nya meninggal dalam kecelakaan tragis.
siapakah yang membunuh ayah nya ?dan apakah asmara bisa melakukan tugas nya ?
yuk simak ceritanya dalam kisah ini !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ajenga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
terkena insomnia
jam sembilan malam mobil yang dikendarai nona Asmara sudah sampai rumah utama
seketaris Zaki membukakan pintu mobil untuk nona Asmara lalu di ikuti nona Asmara yang keluar dari dalam mobil
di depan pintu utama sudah ada pak jae kepala pelayan dan beberapa pelayan lain nya yang juga ikut menyambut kepulangan nona Asmara
nona Asmara melangkah masuk kedalam lalu di ikuti oleh kepala pelayan pak jae dan lain nya , nona Asmara berhenti sebentar sebelum menaiki tangga ia melepas sepatu dan jas nya menyisakan kemeja yang tetap menempel di badan nya lalu memberikan sepatu dan jas kepada pak jae
nona Asmara menaiki tangga namun baru beberapa langkah ia berhenti , menengok menghadap pak jae lalu berkata
" besok Ahir pekan, saya libur kerja, tolong siap kan tempat terapi " ucap nya lalu balik badan kembali melangkah menuju kamar tanpa menunggu jawaban dari pak jae
pak jae menjawab dengan anggukan kecil lalu dirinya meninggalkan ruang utama itu dan beristirahat
selama nona Asmara belum pulang ya selama itu pak jae tetap menunggu dan belum akan tidur
di tempat lain
reyanza masih terjaga mata nya belum bisa untuk tidur walau sudah di paksa namun masih tetap kepikiran hal tadi saat mau pulang dari meeting di restoran
flas back off
meeting dinyatakan selesai oleh seketaris Zaki, karena mengingat sudah tidak ada lagi yang akan di bahas ahirnya memilih untuk pulang
reyanza melangkah pergi duluan di ikuti asisten nya di belakang namun karena buru-buru dan nervous membuat ia tidak fokus berjalan
"tuan a" belum sempat Toni menyelesaikan ucapan nya sudah terdengar suara rintihan
"dug aw" reyanza merintih sambil tangan nya mengusap-usap kening nya yang terbentur kaca tembus pandang
" sialan siapa yang menaruh kaca sebesar ini" ucap nya dengan marah sekaligus kesal namun sepercikan detik dirinya merasa malu saat menoleh kebelakang ada nona Asmara
" maaf tuan kaca tersebut sudah lama berada disitu " ucap pelayan restoran menjelaskan
mengapa harus diperjelas juga si, kan tadi aku bertanya hanya untuk mengurangi rasa malu ku, ahhh tambah malu ada nona Asmara
aku berasa ingin berubah menjadi semut supaya cepat sembunyi di lubang kecil nya, sungguh malu sungguh malu
nona Asmara melangkah maju mensejajarkan berdirinya di hadapan reyanza , dengan tangan kanan di masukan di saku celana dengan gaya penuh elegan , menatap sekilas lalu menggelengkan kepala merasa aneh orang yang di hadapan nya , kemudian melangkah pergi sambil memakai kaca mata hitam
flash back on
pria tampan itu menengkurapkan kepala nya di atas batal bayang-bayang rasa malu masih menghantui pikiran nya, guling-guling kekanan-kekiri kembali tengkurap lagi seperti itu terus berulang-ulang
"huh terkena insomnia" gumam nya sambil telentang menatap langit-langit atap
tiba-tiba suara hp berdering , merasa malas walau cuma untuk mengangkat telepon, mencoba mengabaikan karna waktu sudah malam namun hp tetap berdering terus seolah tidak mau berhenti sebelum sang pemilik mau mengangkat
Ahir nya reyanza mengangkat namun ia malah kaget saat tau siapa yang menelfonya malam-malam
" katakan di mana kantor kamu, aku mau kirim hadiah" ucap seseorang di sebrang telepon setelah reyanza angkat
" hadiah apa?" ucap reyanza dengan kening mengkerut karena ia merasa tidak sedang ulang tahun
"kalo aku jawab berati bukan suprise" ucap orang tersebut terdengar tertawa anggun
setelah nya sambungan mati , lalu reyanza mengirim alamat kantor nya